Setia Tunangan

Almanak Rabu 7 Mei 2014:

 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. (2 Korintus 11:3)

Rasul Paulus mengibaratkan jemaat Korintus seorang gadis yang baru saja ditunangkan dengan seorang pria, yaitu Kristus. Dia mewanti-wanti agar jemaat itu setia menantikan Kristus sampai “hari pernikahan” tiba, yaitu kedatangan Kristus. Rasul Paulus menasihati jemaat memakai bahasa ibarat: jangan sampai mereka tergoda kepada ajaran lain atau berpaling kepada lelaki lain.¬† Dia mengingatkan mereka akan kegagalan Hawa yang berhasil diperdaya oleh ular yang licik.

Gambaran hubungan jemaat dengan Kristus sebagai dua orang yang sedang bertunangan ini mendorong kita menghayati iman kita kepada Kristus sebagai sebuah hubungan kasih dan perjanjian dua orang pribadi. Hubungan pertunangan adalah hubungan yang sangat pribadi. Kekuatannya ada pada kasih dan kesetiaan. Kedua calon mempelai ini belum tinggal bersama secara fisik, namun terikat kuat kepada janji atau komitmen. Seperti itulah jemaat dengan Tuhannya. Kristus belum datang menjemput kita. Dia masih di sorga dan kita masih di dunia. Namun kita terikat dan dipersatukan oleh janji kepadaNya. Menanti harinya tiba kita wajib menjaga kasih, kesetiaan dan kekudusan. Kita didorong agar fokus kepada Sang Kekasih dan tidak lagi tergoda atau berpaling kepada yang lain.

Doa:

Ya Allah, Kristus sungguh mengasihi kami dan setia. Ajarlah juga kami mengasihi Kristus dan setia. Menantikan Kekasih kami menjemput kami di hari yang agung, ajarlah kami menjaga kekudusan dan kesetiaan kami. Jauhkanlah dari kami hati yang suka berselingkuh, menyeleweng dan mengkhianat. Sebaliknya bulatkanlah hati kami mengasihi Kristus dan setia kepadaNya sampai mati. AMIN.

Pdt Daniel TA Harahap

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *