Ada Atau Tiada Tanda: Percayalah Kepada Tuhan

Almanak Selasa 6 Mei 2014:

“Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.” (Yesaya 7:11)

Ada kalanya kita menghadapi suatu pilihan sulit atau bahkan dilematis, sehingga merasa sungguh tidak mampu mengambil keputusan. Atau, hati kita diliputi oleh keragu-raguan yang sedemikian besar sehingga tidak dapat juga mengambil keputusan. Ada kondisi di mana kita benar-benar butuh suatu petunjuk dan pertanda dari Tuhan agar tidak salah memilih.

Tuhan Allah rupanya mengijinkan kita meminta tanda dariNya. Dalam kisah Alkitab Gideon juga pernah meminta tanda dari Tuhan sebelum berperang, dan tanda itu diberikan oleh Tuhan.  Musa juga beberapa kali mendapat tanda agar yakin diutus oleh Tuhan membebaskan Israel dari cengkeraman Firaun Mesir. Raja Ahas malah ditawari Tuhan suatu tanda, seperti yang tertulis di atas, namun menolaknya. Namun Tuhan juga pernah menolak memberikan tanda kepada Israel sebab mereka tidak percaya kepada Yesus. Dan Tuhan Yesus berkata: berbahagialah orang yang tidak melihat tanda-tanda ajaib namun percaya kepada Allah.

Lantas bagaimana? Tuhan meminta kita agar percaya penuh kepadaNya dan mengandalkan Dia dalam seluruh hidup kita. Itulah yang pertama dan terutama. Tanpa iman atau kepercayaan, maka semua sia-sia dan tak berguna. Tanpa beriman dan setia kepada Allah, tanda paling ajaib sekalipun tidak bermakna apa-apa.

Namun Tuhan juga mengijinkan kita meminta tanda dan petunjukNya, apalagi jika hati kita benar-benar bingung dan galau. Namun kita tetap wajib menggunakan hati nurani dan akal budi yang dianugerahkanNya. Dengan doa yang tulus dan pemikiran serta usaha yang sungguh-sungguh, serta permenungan firmanNya yaitu Alkitab, maka tidak ada jalan yang tidak terbuka. Sebab itu walaupun diijinkan meminta tanda, kita tidak boleh hanya pasif menunggu atau berpangku-tangan. Kita harus tetap bekerja dan berjuang tanpa kenal putus asa. Dalam kerja keras dan perjuangan itulah acapkali Tuhan menjumpai kita dan memberikan tanda atau petunjukNya. Dan tanda dari Tuhan itu tidak harus sangat spektakuler atau sensasional atau aneh bin ajaib. Seba tanda yang terbesar sudah diberikanNya yaitu kebangkitan PutraNya dari maut membebaskan kita dari belenggu dosa dan kematian, serta memberi kita hidup baru dan kekal.

Doa:

Ya Allah, karuniakanlah kami iman yang teguh dan kesetiaan kepadaMu. Cerahkanlah hati kami selalu dengan firmanMu. Beri kami hati nurani dan akal budi yang diterangi oleh RohMu. Hadirlah Engkau dalam suka-duka dan perjalanan hidup kami. Terutama saat-saat kami harus mengambil keputusan penting dan genting dalam hidup kami, hadirlah Tuhan menemani dan menuntun kami. Dan bukalah hati kami mengenali tanda-tanda dan petunjukMu terutama dalam Alkitab, buku iman kami. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel TA Harahap

 

 

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *