Menjadikan HKBP Selangkah Lebih Baik Melalui Sinode Godang Amandemen

August 30th, 2010

Pengantar:

Dibawah ini sengaja saya masukkan penjelasan usulan amandemen AP HKBP yang dibuat oleh Tim Amandemen Aturan HKBP. Mari kita diskusikan dengan jernih dan dalam. (Pdt Daniel T.A. Harahap)

_________________

 USUL PERUBAHAN  (AMANDEMEN) ATURAN PERATURAN HKBP (2002) DI SINODE GODANG AMANDEMEN 14-16 SEPTEMBER 2010

1. Seksi Sekolah Minggu. Tuhan Yesus menyuruh kita mengasihi anak-anak dan mengajarkan mereka sejak dini mengenal firman dan kasih Tuhan. Dalam rangka itu kita perlu mengubah pengertian anak-anak Sekolah Minggu bukan lagi dari usia 3 tahun melainkan sejak bayi dan sudah dibaptis. Pemahaman kita secara teologis bahwa anak-anak sejak dibaptis sudah menjadi anggota gereja dan secara psikologis-pedagogis bahwa anak-anak sejak bayi sudah harus dididik secara baik dan benar.

Selanjutnya kita juga perlu mengkoreksi tugas Seksi Sekolah Minggu bukan lagi mendidik anak-anak melainkan mempersiapkan sarana dan prasarana, memberi pemikiran meningkatkan pelayanan Sekolah Minggu dan bersama-sama guru Sekolah Minggu memikirkan program dan anggaran Sekolah Minggu. Dasar pemikirannya adalah: bahwa mendidik anak-anak adalah tugas guru sekolah minggu. Sementara itu membekali dan memperlengkapi guru-guru Sekolah Minggu adalah tugas Pendeta.

2. Seksi Lansia. Dalam AP HKBP Seksi Lansia (Lanjut Usia) belum ada walaupun secara de fakto banyak jemaat telah membentuk Punguan Lansia. Warga jemaat usia lanjut adalah anugerah Tuhan dan juga harus tetap dibimbing oleh gereja agar tetap beriman dan setia kepada Tuhan. Sebab itu kita mengusulkan dalam draft Amandemen agar Seksi Lansia dimasukkan ke dalam AP HKBP agar pembinaan warga jemaat usia lanjut dapat dilaksanakan lebih baik lagi.

3. Pemberdayaan Sinode Distrik. HKBP adalah gereja  atau perwujudan tubuh  Kristus di dunia dan bukanlah organisasi dunia semata-mata. Sebab itu dasar atau basis HKBP adalah jemaat (huria) dan bukan Kantor Pusat, Distrik atau Ressort. Semangat berjemaat itulah yang tercermin dalam AP HKBP. Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan penghayatan HKBP akan hakikat dirinya sebagai gereja (eklesiologi) maka salah satu yang harus kita lakukan adalah menjadikan huria sebagai dasar persekutuan, kesaksian dan pelayanan termasuk organisasi dan administrasi HKBP. Sejalan dengan pemahaman di atas dalam draft amandemen AP HKBP kita mencantumkan agar keanggotaan Sinode Distrik diubah tidak lagi mewakili ressort melainkan huria atau jemaat.

Selanjutnya semangat AP HKBP adalah pemberdayaan distrik yang merupakan desentralisasi HKBP. Sebagian beban pelayanan Kantor Pusat didistribusikan ke distrik-distrik. Sebab itulah dalam AP HKBP kita meningkatkan Rapat Kerja Distrik menjadi Sinode Distrik. Konsekuensi logis dari pengadaan Sinode Distrik maka utusan Sinode Godang pun  tentu sebaiknya dari Sinode Distrik.

4. Penyederhanaan Pemilihan Praeses. Dalam AP HKBP Sinode Distrik bertugas memilih bakal calon praeses 3-5 orang. Selanjutnya Ephorus terpilih akan menyeleksi dari bakal calon yang diajukan Distrik-distrik sebanyak dua kali jumlah Distrik untuk dipilih di Sinode Godang. Proses penyeleksian bakal calon menjadi calon Praeses oleh Ephorus terpilih ini dianggap terlalu panjang dan kurang mempertimbangkan aspirasi Distrik serta sekaligus merupakan beban yang terlalu berat bagi Ephorus yang baru terpilih. Agar  pemilihan Praeses lebih sederhana maka dalam draft amandemen kita mengusulkan agar Sinode Distrik memilih calon Praeses untuk langsung dipilih di Sinode Godang. Bila jumlah yang diajukan kurang dari dua kali jumlah distrik maka Ephorus terpilih menambah yang masih kurang.

5. Penyederhanaan  Jumlah Peserta Sinode Godang maksimal 450 orang. HKBP adalah gereja, perwujudan Tubuh Kristus di dunia, yang dipanggil untuk melaksanakan tugas panggilan dari Tuhan Yesus Kristus yaitu bersekutu, bersaksi dan melayani. Sebab itu seluruh kehidupan, pelayanan dan organisasi HKBP haruslah diarahkan dalam rangka mengemban tugas panggilan yang diterima dari Kristus, Raja Gereja. Sebab itu Sinode Godang, sebagai lembaga pengambilan keputusan tertinggi di HKBP, haruslah juga sesuai dengan hakekat HKBP sebagai gereja yang taat kepada Allah Bapa dan mengandalkan bimbingan Roh Kudus, dan berperilaku sebagai murid-murid  Yesus. 

Kenyataan menunjukkan Sinode Godang HKBP dalam beberapa waktu terakhir  kurang mencerminkan  hakekat HKBP sebagai Gereja dan Tubuh Kristus. Tanpa sadar dan sengaja, Sinode Godang HKBP telah berlangsung sangat hiruk-pikuk dan hampir tidak berbeda dengan pertemuan-pertemuan organisasi massa atau politik.

Untuk mengatasi masalah di atas HKBP harus berani melakukan perubahan yaitu meninjau ulang jumlah dan perutusan Sinode Godang. Dengan membatasi jumlah peserta Sinode Godang HKBP sampai 450 (empat ratus lima puluh) orang maka diharapkan sidang-sidang selama Sinode dapat berlangsung jauh lebih efektif. Peserta tidak lagi berdesak-desakan sampai ke luar gedung di kursi tanpa meja, namun dapat duduk khidmat menggunakan meja sehingga dapat berpikir jernih dan tenang. Kita tahu bahwa auditorium Sipoholon dan fasilitas pendukung yang biasa digunakan untuk Sinode hanya dapat menampung maksimal 500 orang peserta, namun selama ini dipaksakan untuk menampung hampir 1300 orang peserta.

Dengan mengurangi jumlah peserta maka Sinode Godang juga lebih efisien dari segi pembiayaan akomodasi, konsumsi, transportasi dan juga materi persidangan. Apalagi jika kita ingin agar Sinode dilakukan sekali dalam dua atau tiga tahun.

Selanjutnya dengan mengubah pemilihan perutusan Sinode Godang ke Sinode Distrik maka diharapkan utusan-utusan Sinode Godang lebih selektif, karena itu lebih berkualitas dan bertanggungjawab. Hasilnya pun menjadi lebih berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan.

Penyederhanaan  jumlah peserta ini adalah salah satu langkah membuat Sinode Godang benar-benar sebagai persekutuan rohani atau gerejawi. Diharapkan semua peserta dapat dikonsentrasikan di kampus sinode, agar  dapat beribadah dan makan bersama, berinteraksi dan membangun persekutuan orang-orang percaya. 

6. Penguatan Majelis Pekerja Sinode (MPS) Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Merohanikan Sinode Godang (bagian keempat - tammat)

August 26th, 2010

sinode-godang-penghitungan-suara.JPG

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Sinode Godang pemilihan Pimpinan HKBP  yang sangat demokratis, semarak,  hiruk-pikuk dan penuh manuver serta intrik ala partai politik, tak bisa disangkal  ternyata telah menuai hujan kritik dan kecaman tajam terutama dari warga jemaat. Sinode Godang HKBP dianggap sangat “duniawi”, “sekuler” atau “tidak rohani”. Pemilihan yang semacam itu dianggap hanya pantas dalam organisasi duniawi seperti partai politik atau organisasi kemasyarakatan, bukan gereja. Lantas warga jemaat yang kecewa pun menyampaikan usulan  agar HKBP mengubah sistem pemilihannya. Apalagi pemilihan demokratis semacam itu dianggap sangat potensial melahirkan sakit hati bagi yang kalah dan lantas mendorong perpecahan di kalangan HKBP. Lantas bagaimana? Warga pun mengusulkan sistem pemilihan yang sama sekali baru dan tidak pernah dikenal dalam gereja manapun di dunia Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Merohanikan Sinode Godang HKBP (bagian ketiga)

August 26th, 2010

sinode-godang-menuju-bilik-pemungutan-suara.JPG

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Sinode Godang adalah rapat terbesar dan tertinggi di HKBP. Tujuannya adalah mengambil keputusan-keputusan penting menyangkut seluruh HKBP. Salah satu keputusan yang  penting itu adalah rencana induk dan rencana strategis HKBP yang berlaku bagi tak kurang 2 juta jiwa umat HKBP yang dilayani melalui 3000 jemaat, 600 ressort dan 26 distrik. Pertanyaan serius: dengan kondisi sebagaimana dipaparkan dalam bagian pertama dan kedua tulisan ini apakah Sinode Godang mampu melahirkan rencana induk dan rencana strategis yang benar-benar berbobot?

Tujuan lain Sinode Godang HKBP adalah mengambil keputusan menyangkut sikap umum HKBP terhadap kondisi masyarakat, bangsa dan negara.  Sementara itu agar dapat  duduk  tenang  saja utusan Sinode Godang sangat sulit apalagi  berpikir dalam dan komprehensif. Lantas bagaimana mungkin SG mengambil sikap umum HKBP dalam kondisi tidak tenang dan fokus? Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Merohanikan Sinode Godang HKBP (bagian kedua)

August 26th, 2010

 suasana-sinode-godang-08.JPG

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Sinode Godang HKBP secara tradisional selalu dilakukan di Seminarium Sipoholon, kurang-lebih 10 km dari Tarutung (250 km dari Medan). Memang Sinode pernah beberapa kali dilakukan di aula FKIP Pematang Siantar, namun jauh lebih sering dilakukan di kampus “parsamean” (persemaian) Sekolah Guru Huria/ Sekolah Pendeta HKBP di Sipoholon.

Di Seminarium Sipoholon itu HKBP memiliki sebuah gedung auditorium, yang dibangun menyambut Jubileum 125 Tahun HKBP, dengan daya tampung 800 orang dengan kursi ala kuliah (jika semua peserta sinode harus menggunakan meja maka daya tampungnya tentu tidak lebih dari 300-400 orang saja). Fasilitas lain di Seminarium Sipoholon adalah ruang makan sumbangan dari Kel Jenderal Luhut Panjaitan yang dapat menampung kurang-lebih 250 orang. Lantas dimana  sebagian besar peserta Sinode yang 1300 orang itu makan selama Sinode? Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Merohanikan Sinode Godang HKBP (bagian pertama)

August 26th, 2010

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

sinode-godang-22.JPG

Sinode Godang HKBP mirip pasar tradisional atau onan: hiruk-pikuk, semrawut dan juga jorok? (sekaligus menyenangkan)? :-) Sinode Godang HKBP tak ubah kongres atau konferensi partai politik: penuh intrik, manuver, dan jangan-jangan juga money politics. Sinode Godang HKBP tak ada bedanya dengan pesta perkawinan Batak: sesak padat, show penampilan, adu kuat suara, dan sangat bertele-tele. Begitulah kritik yang sudah terlalu acap terdengar terhadap perhelatan empat tahunan (dulu dwitahunan) gereja Protestan terbesar di Indonesia ini. Sinode Godang kadang mirip tawuran anak sekolah? Ah janganlah. Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Damai Dalam Kemerdekaan

August 16th, 2010

Almanak Senin 16 Agustus 2010:

Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain. (1 Tesalonika 5:13b)

Tuhan memanggil kita agar sungguh-sungguh merdeka. Dia telah memerdekakan kita dari belenggu yang terberat, yaitu dosa dan kematian. Dan Dia memanggil kita juga agar merdeka dari berbagai belenggu lain seperti kebodohan, kemiskinan, ketertutupan dan keterbelakangan serta ketakutan. Lebih dari itu Tuhan memanggil kita agar merdeka berbicara, bertindak, berkarya, berekspresi dan beribadah. Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Sahabat Abadi Menjadi Saudara Dalam Kesukaran

August 12th, 2010

Almanak Kamis 12 Agustus 2010:

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. (Amsal 17:17)

Orang banyak umumnya bertanya: siapakah sahabat saya?  Siapakah teman yang mau memahami kebutuhan dan kesusahan saya, dan mau membantu saya? Pertanyaan itu baik dan sah. Semua manusia membutuhkan teman dan sahabat khususnya dalam masa-masa sukar. Kehadiran teman meringankan beban dan penderitaan. Sebaliknya kesendirian justru membuat kesusahan semakin menyesakkan.

Namun Yesus membalik pertanyaan umum itu. Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Kasih Maha Agung

August 11th, 2010

Almanak Rabu 11 Agustus 2011:

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yohanes 15:13)

Tuhan memanggil kita untuk mengasihi keluarga, sahabat, tetangga, dan siapa saja orang yang hadir dalam kehidupan kita. Kasih itu kita ungkapkan dengan senantiasa memperhatikan, membantu, menolong dan melayani, juga mendoakan, orang-orang yang kita kasihi itu. Terhadap orang-orang terkasih itu kita rela mempersembahkan waktu, pikiran dan perasaan, tenaga, dan juga uang kita. Kita mau capek berpikir dan berusaha demi mereka. Semakin kita mengasihi seseorang, maka kita rela memberikan milik kita yang sangat berharga dengan sukacita kepada orang tersebut. Pada  puncaknya kita bahkan mau mengambil risiko Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Berdoalah Juga Sebelum Sakit

August 10th, 2010

Almanak Selasa 10 Agustus 2010:

Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu. (Yakobus 5:14-15a)

Tidak seorang pun ingin jatuh sakit apalagi harus diopname dan dioperasi. Semua orang di dasar hatinya ingin sehat wal afiat. Namun  kita akui banyak orang tidak konsisten dengan keinginannya untuk sehat itu dengan cara hidup semberono, jauh dari kedisiplinan dan keteraturan. Dengan kata lain kita akui memang ada penyakit yang dicari dan dibikin sendiri secara sadar atau setengah sadar.

Tuhan memberkati kerinduan kita untuk sembuh dari sakit itu Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Ketika Sahabat Bersukacita Atau Malah Berduka

August 9th, 2010

Almanak Senin 9 Agustus 2010:

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! (Roma 12:15)

Agar dapat memahami dan melakukan ayat Alkitab di atas, pertama-tama tempatkanlah diri Saudara sebagai orang yang bersukacita atau malah sedang berdukacita. Sikap seperti apakah yang Saudara harapkan dari keluarga, teman dan tetangga? Jika kita sedang  mengadakan pesta, tentu kita juga berharap banyak orang mau berpesta bersama kita. Sukacita  akan bertambah-tambah jika dibagikan. Sebaliknya jika kita sedang berduka, tentu kita juga berharap orang lain ikut merasakan dukacita kita. Dukacita itu akan berkurang jika dibagikan kepada mereka.

Sekarang marilah kita membayangkan keluarga, Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Sebelum Tuhan murka: carilah keadilan dan kerendahan hati

August 5th, 2010

Almanak Kamis 05 Agustus 2010:

Sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN. Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.” (Zefanya 2:2-3)

Nabi Zefanya memperingatkan umat Tuhan dulu dan sekarang bahwa Tuhan Allah yang penuh kasih dan kesabaran itu dapat juga  murka. Yaitu: bila umat Tuhan terus-menerus melakukan kejahatan dan bukan saja tidak mau bertobat melainkan bangga dan sombong dengan kejahatannya itu. Bila Tuhan murka maka orang-orang jahat tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka bagaikan sekam yang tertiup angin keras dan terbakar.  Sebab itu, selagi masih ada waktu dan kesempatan, umat Tuhan disuruh agar bertobat.

Ada dua ungkapan pertobatan dalam peringatan nabi Zefanya itu. Pertama: Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Bahagia Melaksanakan Hukum dan Keadilan

August 4th, 2010

Almanak Rabu 4 Agustus 2010:

Beginilah firman TUHAN: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya. (Yesaya 56:1-2a)

Nabi Yesaya mengingatkan umat Israel di pembuangan Babel bahwa karya keselamatan dan keadilan Tuhan Allah akan dinyatakan. Dia akan membebaskan umatNya dari perhambaan dan penawanan di Babel dan membawa mereka pulang kembali ke Tanah Perjanjian. Sebab itu umat Tuhan itu diminta mempersiapkan diri dengan cara: menegakkan hukum dan keadilan. Dan Tuhan melalui mulut nabi Yesaya menjanjikan mereka yang melaksanakan hukum dan keadilan itu akan berbahagia karena diberkati oleh Tuhan Allah.

Apa yang bisa kita petik dari firman tersebut? Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Belajar Melihat dan Menilai Lebih Baik

August 3rd, 2010

Almanak Selasa 03 Juli 2010:

Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil. (Yohanes 7:24)

Tuhan mengaruniakan kita mata. Namun apa yang nampak atau terlihat oleh mata kita apalagi secara sekilas acap kali sangat terbatas. Kadang  penglihatan kita bisa juga kabur atau bahkan tertipu. Sebab itu kita harus berusaha melihat dengan sungguh-sungguh. Kita juga harus senantiasa berusaha melihat lebih jauh, lebih luas dan lebih dalam. Kita juga harus belajar melihat dari berbagai perspektif atau sudut pandang termasuk sudut pandang orang lain, sehingga benar-benar mengetahui suatu benda atau peristiwa. Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Harta Benda Penting Tapi Tak Abadi

July 30th, 2010

Almanak Jumat 30 Juli 2010:

Karena harta benda tidaklah abadi.  (Amsal 27:24)

Siapa yang tidak menganggap penting harta benda, apalagi di jaman kini? Kita butuh begitu banyak  harta dan benda untuk hidup layak dan melakukan berbagai aktifitas: rumah dan segala perabotannya, alat transportasi,  alat komunikasi dan hiburan, dan banyak lagi dan banyak lagi. Sulit membayangkan hidup di jaman kini tanpa benda-benda itu semacam mobil atau motor, ponsel, komputer, jam tangan, dan televisi dan lain-lain.

Namun keinginan manusia sering tidak terbatas. Jika sudah memiliki satu rumah maka  dia menginginkan satu lagi, dan bila itu tercapai dia ingin juga satu lagi. Jika sudah memiliki satu mobil dia ingin satu lagi. Jika menambah jumlahnya maka mengganti bentuk dan kualitasnya dengan yang lebih baik. Demikian juga dengan banyak benda lain seperti perabotan apalagi perhiasan. Akibatnya manusia cenderung tidak pernah puas dan hanya terobsesi dengan bagaimana memiliki harta benda itu.

Hari ini kita diingatkan bahwa betapapun pentingnya dan butuhnya, harta benda tidak abadi. Kuasa benda-benda itu sangat terbatas membantu kita. Kita tidak dapat menggantungkan seluruh hidup dan masa depan kita kepada benda-benda itu. Sebab itu bergantunglah hanya kepada Allah saja.

Doa:

Ya Allah, hanya Engkaulah yang abadi, KepadaMulah kami beriman dan bergantung. Ajarlah kami menggunakan seluruh hidup dan harta milik kami dengan baik dan benar, sesuai maksud Tuhan memberikannya. Jadikanlah kami berhikmat dan bahagia. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Share on Facebook

Doa Persembahan

July 29th, 2010

Almanak Kamis 29 Juli 2010:

Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. (1 Tawarikh 29:12)

Ayat almanak hari ini adalah bagian dari doa yang disampaikan Raja Daud setelah menerima begitu banyak persembahan sukarela dari bangsa Israel untuk biaya pembangunan Bait Allah. Daud mengaku dalam doanya bahwa Tuhanlah yang empunya kekayaan, kerajaan, kekuasaan dan kemuliaan. Dialah sumber dari segala kekayaan termasuk yang dipersembahkan umatNya itu. Lanjutnya:  Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Read the rest of this entry »

Share on Facebook