Harta Benda Penting Tapi Tak Abadi

July 30th, 2010

Almanak Jumat 30 Juli 2010:

Karena harta benda tidaklah abadi.  (Amsal 27:24)

Siapa yang tidak menganggap penting harta benda, apalagi di jaman kini? Kita butuh begitu banyak  harta dan benda untuk hidup layak dan melakukan berbagai aktifitas: rumah dan segala perabotannya, alat transportasi,  alat komunikasi dan hiburan, dan banyak lagi dan banyak lagi. Sulit membayangkan hidup di jaman kini tanpa benda-benda itu semacam mobil atau motor, ponsel, komputer, jam tangan, dan televisi dan lain-lain.

Namun keinginan manusia sering tidak terbatas. Jika sudah memiliki satu rumah maka  dia menginginkan satu lagi, dan bila itu tercapai dia ingin juga satu lagi. Jika sudah memiliki satu mobil dia ingin satu lagi. Jika menambah jumlahnya maka mengganti bentuk dan kualitasnya dengan yang lebih baik. Demikian juga dengan banyak benda lain seperti perabotan apalagi perhiasan. Akibatnya manusia cenderung tidak pernah puas dan hanya terobsesi dengan bagaimana memiliki harta benda itu.

Hari ini kita diingatkan bahwa betapapun pentingnya dan butuhnya, harta benda tidak abadi. Kuasa benda-benda itu sangat terbatas membantu kita. Kita tidak dapat menggantungkan seluruh hidup dan masa depan kita kepada benda-benda itu. Sebab itu bergantunglah hanya kepada Allah saja.

Doa:

Ya Allah, hanya Engkaulah yang abadi, KepadaMulah kami beriman dan bergantung. Ajarlah kami menggunakan seluruh hidup dan harta milik kami dengan baik dan benar, sesuai maksud Tuhan memberikannya. Jadikanlah kami berhikmat dan bahagia. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Share on Facebook

Doa Persembahan

July 29th, 2010

Almanak Kamis 29 Juli 2010:

Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. (1 Tawarikh 29:12)

Ayat almanak hari ini adalah bagian dari doa yang disampaikan Raja Daud setelah menerima begitu banyak persembahan sukarela dari bangsa Israel untuk biaya pembangunan Bait Allah. Daud mengaku dalam doanya bahwa Tuhanlah yang empunya kekayaan, kerajaan, kekuasaan dan kemuliaan. Dialah sumber dari segala kekayaan termasuk yang dipersembahkan umatNya itu. Lanjutnya:  Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Hukum Adil dan Berbelas Kasih

July 28th, 2010

SERMON MINGGU INI
Dasar: Keluaran 23:6-9

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

1. Perhatian khusus kepada si miskin. (Kel 23:6) Bagaimanakah kita dapat memahami dan menghayati secara baik dan mendalam hukum-hukum Tuhan yang tertera dalam Perjanjian Lama khususnya kitab Taurat (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan) serta kitab para nabi? Bayangkanlah sebuah keluarga yang memiliki banyak anak. Sang ayah atau sang Ibu sangat mengasihi semua anak itu. Namun ada anak-anak itu tidak persis sama besar, kekuatan, kebutuhan, talenta dan juga perangainya. Prinsip pertama dalam aturan keluarga itu tentu adalah kasih. Semua anak mendapat kasih, perlindungan dan kepastian yang sama. Prinsip kedua: keadilan. Semua anak diperlakukan adil. Namun berhubung ada anak yang sangat kecil dan lemah dan membutuhkan perhatian khusus, maka dalam rangka kasih dan keadilan itu tentulah orangtua kadang mendahulukan anak yang kecil dan lemah untuk mendapatkan kepastian dan keadilan, tanpa mengabaikan hak-hak anak lainnya yang jauh lebih besar dan kuat. Seperti itulah Tuhan Allah disaksikan oleh Alkitab. Dia mengasihi semua umatNya dan memberikan keadilan kepada semua, namun dalam kasih dan keadilan kepada semua itu Dia sengaja memberikan perhatian khusus kepada umatNya yang miskin. Bukan karena mereka istimewa atau secara moral lebih baik dan benar, melainkan karena fakta menunjukkan mereka sangat lemah dan gampang sekali dikorbankan apalagi dalam perkara dan konflik. Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Kerja keras dan Tanggungjawab, Disiplin dan Hemat, Serta Suka Memberi.

July 28th, 2010

Almanak Rabu 28 Juli 2010:

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. (Amsal 11:24)

Tuhan Allah memanggil kita mengelola harta benda kita dengan baik dan benar lagi bijaksana. Membuat perencanaan, disiplin, dan hemat dalam hal keuangan adalah sikap yang terpuji dan seharusnya menjadi sikap semua orang beriman kepada Tuhan. Ingat: Dia tidak pernah mengajar kita agar semberono dan asal-asalan juga dalam hal keuangan.

Tuhan Allah juga memanggil kita bekerja dan bertanggungjawab Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Takut Akan Tuhan Juga Kekayaan

July 27th, 2010

Almanak Selasa 27 Juli 2010:

Takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion. (Yesaya 33:6b)

Biasanya kekayaan selalu diartikan sebagai memiliki banyak materi (rumah, tanah, uang, logam mulia).  Namun Alkitab mengajarkan kita kekayaan tidak melulu harus dipahami dan dihayati sebagai memiliki banyak materi. Masih di ayat 33a Yesaya menyatakan: hikmat dan pengetahuan juga adalah kekayaan, bahkan lebih menolong daripada materi. Apa yang disampaikan Yesaya ini  persis dengan pemahaman manusia moderen bahwa kekayaan manusia sesungguhnya adalah otak atau akal budinya. Sebab itu banyak negara yang tidak memiliki sumber daya alam bisa maju dan kaya karena pintar. Sebaliknya Indonesia yang melimpah dengan kekayaan alam justru rakyatnya hidup miskin.

Alkitab juga mengatakan kebajikan sebagai kekayaan. Sebab itulah Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Muliakan Tuhan Dengan Hartamu.

July 26th, 2010

Almanak Senin 26 Juli 2010:

Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu. (Amsal 3:9)

Pertanyaan: bagaimana  memuliakan Tuhan dengan harta? Pertama: dengan menggunakannya secara baik dan benar untuk kehidupan kita, memenuhi kebutuhan, mewujudkan cita-cita dan segala keinginan yang baik, serta mendukung kepentingan kita. Tuhan memberkati jerih lelah dan kerja keras kita dan mengijinkan kita menikmati hasilnya. Namun bukan untuk memfoya-foyakan dan menghambur-hamburkannya. Apalagi menggunakannya untuk melakukan hal-hal jahat, yang mendukakan dan tidak dikenan Tuhan.

Kedua: menjaga, menabung dan mengembangkannya. Allah Bapa mempercayakan kita sejumlah harta, kecil atau besar, untuk kita kelola sebaik-baiknya dan pertanggungjawabkan. NamaNya akan mulia jika kita berhasil menjaga dan bahkan mengembangkan harta milik yang dipercayakanNya itu. Harta pemberian atau titipan Tuhan itu betapapun kecilnya, harus dijaga agar tidak rusak, hilang atau hancur karena keteledoran atau kemalasan kita Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Taman Yang Diari Dengan Baik

July 24th, 2010

Almanak Sabtu 24 Juli 2010:

TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. (Yesaya 58:11)

Walaupun negeri kita cukup dengan curah hujan (bahkan kadang berlebih seperti sekarang ini) , sawah, kebun dan taman kita tetap butuh diairi dengan baik. Leluhur kita juga telah tahu hal itu, sehingga mereka pun telah mengembangkan sistem pengairan dan pengorganisasian penggunaan air dengan baik. Intinya: air tidak pernah datang dengan sendirinya ke awah, namun harus senantiasa diarahkan dan dijaga serta dirawat. Sementara tanpa diairi sawah akan kering dan padi mati. Bila padi mati maka hidup akan merana.

Bagi masyarakat Timur Tengah yang curah hujannya sangat minim pengairan kebun dan taman tentu lebih masalah Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Jangan Tinggi Hati. Jangan Beriman Kepada Materi.

July 23rd, 2010

Almanak Jumat 23 Juli 2010:

Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. (1 Timotius 6:17)

Ayat alkitab berlaku untuk semua orang. Tidak ada ayat yang hanya ditujukan kepada orang tertentu sebab itu tidak relevan bagi yang lain. Dengan begitu peringatan agar tidak tinggi hati di sini tentu mesti diartikan kepada semua pihak tanpa kecuali. Orang yang kaya saja tidak boleh tinggi hati apalagi orang yang biasa-biasa dan miskin. Jangan seperti kata pameo: sudah miskin sombong pulak lagi. Pertanyaan: mengapa kita dilarang tinggi hati? Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Hasonangkon ma parbue ni halojaonmu. Basabasa ni Debata do i.

July 22nd, 2010

Almanak Kamis 22 Juli 2010:

Angkup ni tahe manang ise jolma na mangan dohot na minumi dohot marnida na denggan marhite sian ulaonna, silehonlehon ni Debata do nang i. (Parjamita 3:13)

Na mulaulaon do Debata jala hita pe ingkon mulaulaon ma. Ndada holan di mulana i, ima di tingki panompaon langit dohot tano on, mangula Debata, alai sahat tu tingki on mangula dope Ibana. Ai tu Debata na na ringgas jala na nunut mulaulaon do porsea hita, ndada tu debata na holan hundul marlembalemba dohot marsonangsonang. Siala holongNa na balga i las do roha ni Debata marhoi laho manarihon jala marmudumuduhon ngolunta. Ala nii hita pe sai tahalashon ma manghalojahon ulaonta laho manarihon dirinta dohot sude na adong di hita.

Hombar tusi, ndang sintong molo rajumonta songon siuhuman na mulaulaon laho manggohi nasa na ringkot di ngolunta, nang laho mambahen tandi hadirionta, nang laho pamajuhon ngolu ni natorop pe. Basabasa na sian Debata do i. Ido na patauhon hita sai tongtong padot, hiras jala hinsa mangula angka siulaonta i.

Alai ndang holan laho manghalojahon ulaonta dijouhon Debata hita, dohot do l Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Nikmatilah Hasil Jerih Payah Itu Anugerah Allah.

July 22nd, 2010

Almanak Kamis 22 Juli 2010:

Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. (Pengkotbah 3:13)

Allah kita bekerja dan memanggil kita juga bekerja.  Dia bekerja bukan hanya pada awalnya saat menciptakan langit dan bumi, namun sampai sekarang.  Kita beriman Dia bukan Allah yang bermalas-malas dan berleha-leha di sorgaNya. Dia bekerja dan berjerih dengan penuh kasih dan sukacita. Kerja dan usaha, jerih payah  memenuhi kebutuhan dan hidup sejahtera, atau untuk mengaktualisasi diri, atau demi kepentingan orang banyak,  sebab itu tidak boleh dianggap sebagai hukuman atau siksaan melainkan anugerah Allah. Itulah yang membuat kita bekerja dan berjerih payah dengan semangat, tekun dan tak kenal putus asa, serta gembira..

Namun Allah tidak hanya memberi kita kesempatan Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Kaya Dalam Kebajikan. Baik Dalam Kekayaan.

July 21st, 2010

Sermon 1 Timotius 6:17-19

Empat Pertanyaan Tentang Materi:

Sebagaimana telah kita bahas dalam sermon-sermon sebelumnya ada 4(empat) pertanyaan yang harus diajukan oleh orang-orang Kristen tentang harta milik atau meteri.

Pertama: darimanakah asalnya.  Tuhan jelas-jelas melarang kita mendapatkan milik kita dengan cara melanggar hukum dan moral atau kehendak Tuhan. Perintah kedelapan dan kesepuluh dalam Dasa Titah secara nyata-nyata melarang kita mencuri dan memperdaya orang lain apalagi yang lemah untuk menguasai miliknya. Sejak awal umat Tuhan juga diperingatkan secara keras agar tidak merampas harta milik para janda dan anak-anak yatim. Semua ini menyadarkan kita bahwa harta milik, dalam jumlah kecil atau besar, haruslah diperoleh dengan cara yang benar atau dikehendaki Tuhan. Artinya: harta milik yang ada tidaklah otomatis merupakan berkat Tuhan. Harta milik atau kekayaan yang diperoleh dengan cara mencuri atau korupsi tentu saja tidak boleh dianggap berasal dari Tuhan dan karena itu merupakan berkat Tuhan.

Kedua: bagaimana menggunakannya. Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Doa Integritas dan Kecukupan

July 21st, 2010

Almanak Rabu 21 Juli 2010:

Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku. (Amsal 30:8-9)

Ini adalah salah satu doa yang paling indah yang tercatat dalam Alkitab. Sang penulis amsal hanya meminta dua hal permohonan kepada Tuhan namun dengan sangat. Pertama: agar dia memiliki integritas, yaitu jauh dari kebohongan dan kecurangan. Bukan harta atau uang yang pertama-tama dimohonkannya, melainkan hati dan karakter yang baik. Itulah sesungguhnya yang terpenting. Jika hati kita baik maka Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Belanja Yang Benar

July 20th, 2010

Almanak Selasa 20 Juli 2010:

Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. (Yesaya 55:2)

Nabi Yesaya mengecam umat Allah yang rupanya lebih banyak menghabiskan uang dan apa yang ada padanya untuk hal-hal yang tidak berguna. Mereka menghabiskan waktu, enerji, dan tenaga serta dananya untuk menyembah ilah-ilah yang bukan saja tidak dapat menolong mereka namun  malah membuat semakin susah dan menderita di pembuangan Babel.

Yesaya menganjurkan Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Jangan Bodoh. Jangan Mabuk.

July 19th, 2010

Almanak Senin 19 Juli 2010:

Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh. (Efesus 5:17-18)

Ada dua pesan yang disampaikan Rasul Paulus melalui ayat hari ini. Pertama: jangan bodoh. Sebaliknya usahakanlah supaya mengerti kehendak Tuhan. Bagaimana caranya supaya kita tak jadi bodoh? Belajarlah. Baca dan pelajarilah firman Tuhan dengan seksama, senantiasalah berdoa memohon bimbinganNya, dan hiduplah sesuai hukum-hukumNya. Kita akan sadar bahwa Tuhan melimpah dengan kasih dan tidak menuntut apa-apa dari kita kecuali berlaku setia, hidup dengan rendah hati dan bersikap adil. Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Adat Kematian: Meringankan atau Memberatkan?

July 15th, 2010

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Saya sangat percaya adat Batak di sekitar peristiwa kematian pada dasarnya (awalnya) dibuat untuk menolong sesama yang sedang berduka. Orang yang kematian kekasih (ayah atau ibu, pasangan hidup, atau anak, atau saudara) sangatlah bersedih dan rapuh, sebab itu tidak boleh dibiarkan sendiri. Maka adat Batak (seperti adat-adat lainnya) mewajibkan kita  hadir dalam peristiwa kematian, mendampingi dan mengelilingi sanak yang sedang berduka itu, agar tidak merasa sendirian menghadapi kematian yang menyakitkan itu.  Semakin banyak yang hadir semakin terhiburlah hati keluarga yang berduka itu. Sebab itulah kehadiran dalam peristiwa perkabungan dirasakan jauh lebih penting dan bermakna daripada kehadiran dalam pesta. Sebaliknya ketidakhadiran seseorang, apalagi yang diharapkan, pastilah menimbulkan kesedihan, kekecewaan dan luka mendalam.

Berhubung  HKBP beranggotakan mayoritas Batak,  dan bagi orang Batak peristiwa kematian itu adalah  amat sangat penting atau bahkan terpenting (melampaui kehidupan?),  maka gereja HKBP pun harus memberikan perhatian serius kepada peristiwa kematian anggotanya. Seingat saya di HKBP hanya ibadah minggu, sakramen dan pemberkatan nikah saja yang menyaingi pentingnya upacara kematian.  Satu lagi: sinode godang atau Rapat Pendeta. Read the rest of this entry »

Share on Facebook