Oleh: Daniel Taruli Asi Harahap
Bikin blog bukan dosa. Jangan malu! Itulah sms saya kepada Mely Toruan, seorang aktifis pemuda gereja di bilangan Tebet, yang rupanya diam-diam sudah dua bulan punya blog, namun sepertinya masih sungkan memproklamirkannya kepada dunia. Saya tidak tahu kenapa Mely lupa bahwa dulu juga Soekarno Hatta memproklamirkan Indonesia merdeka dengan modal nekad dan berhasil juga.:-)
Membuat blog itu gampang sekali. Itulah yang kerap saya katakan kepada kawan-kawan pemuda yang “hari gini” belum juga punya blog. Tulis saja sesuka hati, tentang apa saja yang dilihat atau dijumpai sehari-hari. Tulis saja pikiran dan perasaan sendiri yang penting tidak melanggar hukum dan moral serta hati nurani. Jangan takut atau malu, sebab tidak ada satu orang pun di dunia ini yang boleh dihukum karena mengungkapkan pikiran dan perasaannya sendiri. Betapa pun sederhana, lugu, rumit, tinggi, atau anehnya pikiran dan perasaan kita itu bagi orang lain. Pakai saja bahasa Medan: suka-suka-ku-lah! Atau bahasa anak-anak Jakarta ini tempo hari: emang gue pikirin.
Mulailah dari diri sendiri.
Satu pertanyaan yang sering memusingkan kepala banyak calon bupati eh blogger: dari mana saya memulainya? Jawab saya: dari diri sendiri. Tepatnya: merumuskan pernyataan diri. Ini adalah sebuah contoh pernyataan diri yang otentik dan menggelitik dari Mely Toruan di blognya yang diberinya nama Strawberry Field :
Seorang pemula di dunia blog yang setiap malam selalu berdoa semoga besok bisa bangun pagi, punya waktu untuk saat teduh, tidak ketinggalan jemputan, bos rapat, besok adalah jumat, keluarga pacar saya melamar saya, ampuni dosa saya dan berkatilah saya! Mencoba membuat blog lagi, mudah-mudahan kali ini tidak cepat “mati”..Pembuatan blog ini juga salah satu usaha dalam membudayakan baca-tulis dalam diri supaya tetap waras
Mungkin Anda butuh contoh lain (tapi jangan sekali-kali tiru ya?!) Jadilah diri sendiri. Namun beginilah Imme Hutajulu si Dandellion merumuskan dirinya:
Aku mungkin tak secantik Mawar, Tak sepopuler Tulip, Aku memang tak selangka Sakura, Tak penuh makna seperti Gardenia, Aku memang tak bisa memperindah musim semi (Ingat, aku bahkan tak wangi :p ) , Aku sering berada di pinggir jalan Tegak dengan bangganya , Tapi, mungkin yang kalian lihat Hanyalah rumput liar Tapi aku di sana Sebagian diriku Sebagian jiwaku Sebagian hatiku Selalu bersama kalian (Mungkin kalian tak sadar) Mencari tempat tempat indah lainnya Agar dandelion-dandelion baru Dapat tumbuh Aku memang bunga liar Lalu kenapa? Hey,aku bangga jadi bunga liar ! Tak sedetikpun aku pernah menyesalinya.
Anda tak bisa berpuisi? Tak mengapa. Yang penting Anda bisa membaca dan menulis serta tahu sedikit etiket. Anda bisa merumuskan diri Anda dengan bahasa yang sangat biasa namun mencerminkan ketulusan luar biasa seperti yang dilakukan seorang ibu dari dua anak, Theresia Hutasoit , yang bekerja di sebuah bank ternama dan memilih tetap menjadi guru Sekolah Minggu:
Namaku Theresia Hutasoit. Lahir, dibesarkan dan sekolah sampai selesai di kota Medan. Setelah itu aku merantau mencari sesuap nasi (dan segenggam berlian..
…) di kota yang super sibuk … Jakarta, dan di sanalah aku bertemu dengan seorang pemuda ganteng berkacamata dan kemudian menikah dengannya. Kami dikaruniai Tuhan 2 orang anak, yang laki-laki sangat ganteng dan yang perempuan sangat cantik (tentu saja ! Yang ngomong kan mamanya…). ….. Dua-duanya sangat lucu dan selalu membuatku ingin cepat2 pulang ke rumah untuk memeluk mereka.
Anda bisa (biasa) bahasa Inggris atau Mandarin? Silahkan ungkapkan pernyataan diri Anda dengan bahasa yang sangat Anda pahami dan hayati, seperti yang dilakukan oleh Gerda Silalahi, mantan aktivis mahasiswa, yang sangat bangga dengan perannya sebagai ibu dan karena itu juga menamakan blognya dengan nama anaknya Christabelle Amadea :
I’m a happy and proud mom to the Princess. I have so many amazing stories about her day by day activity and amazing development that I’d like to share.
Masih banyak contoh lain. Silahkan periksa pernyataan diri para blogger jumlahnya sudah hampir sama dengan semut di hutan belantara. Namun sekali lagi: jangan pernah meniru orang lain. Ambillah secarik kertas, atau langsung ketikkan di monitor (dalam bentuk draft) siapakah diri Anda. Tuangkanlah pernyataan diri itu dengan kata-kata, pendek atau banyak, dengan bahasa serius atau bercanda, memakai idiom atau berterus terang. Suka-suka Anda. Yang penting hanyalah sebuah kejujuran.
Pernyataan diri itu tidak harus sempurna dan memang tidak akan pernah sempurna. Diri Anda sejak dulu, kini dan sampai mati terus berproses dan berkembang. Dalam perjalanan waktu, Anda juga bebas untuk mengkoreksi atau mengganti pernyataan diri itu. Anda dan saya bebas. Yang penting Anda berhasil merumuskan pernyataan diri Anda dan merasa bahagia.
Potret Diri
Pernyataan diri itu sebaiknya ditambah dengan foto atau potret diri. Pilihlah foto Anda yang terbaik. Maksudnya terbaik di sini adalah yang paling Anda anggap mewakili diri Anda dan paling Anda suka. Sebab jika Anda sendiri saja tidak menyukai melihat foto Anda apalagi orang lain. Atau Anda juga boleh-boleh saja mengganti foto diri dengan foto atau gambar tanaman, kembang, benda, atau apa saja yang bisa menyimbolkan diri Anda. Pepatah Melayu lama mengatakan: cinta selalu berawal dari mata (kecuali bagi penyiar radio). Sebab itu pilihlah foto atau citra yang mengundang mata orang untuk melihat lama-lama blog Anda.
Namun saran saya jangan foto profile orang lain. Satu lagi: agar blog Anda mudah dibuka, koneksi internet di negeri ini masih sangat parah, usahakan kapasitas foto jangan terlalu besar, sehingga orang lain tidak putus asa menunggu agar blog Anda dapat terbuka penuh.
Nama Blog:
Memilih nama blog seringkali memusingkan. Ini sama seperti memilih nama anak. Bedanya jika Anda orang Batak dalam hal memberi nama blog Anda tidak harus meminta persetujuan kakek dan nenek si bayi. Bahkan meminta persetujuan istri atau suami. Kedauladan di tangan Anda sepenuhnya. Silahkan Anda pikir baik-baik.
Nama blog berkaitan erat dengan pernyataan diri. Anda bisa memakai nama Anda sendiri. Atau apa saja yang Anda sangat sukai. Nama blog sebaiknya jangan terlalu panjang agar mudah diingat orang. Jika Anda mengidentikkan pribadi Anda dengan ketimun menyehatkan, bikin saja: ketimun. Jika Anda seorang yang sangat suka merenung, Anda bisa membuat semboyan yang mencerminkan filosofi hidup Anda sendiri. Saya memberi nama blog saya: Ruma Metmet. Teman saya Alof menamakan blognya: solilokui fajar . Abang saya Mula memberi nama blognya dengan namanya sendiri. Teman saya seorang penulis berbakat dari kota minyak Dumai memilih: Harnata, Kedamaian, pun Kedumaian .
Namun saran saya, sekali Anda memberi nama sebaiknya Anda pertahankan. Memang Shakespare pernah berkata: apalah arti sebuah nama. Namun bagaimanapun nama berhubungan erat dengan pribadi. Terlalu sering berganti-ganti nama bisa menandakan ketidakteguhan pribadi. Kecuali usia Anda di bawah 18 tahun.
(bersambung)
Wah… kayanya saya jadi tertarik untuk punya Blog sendiri nih Pak Pendeta, makasih yah… pernah kan bapak menyarankan agar saya juga punya blog, oke semoga blog saya juga bisa berterbangan di dunianya.
Yulie Lapaan
Pro Yuli:
Ditunggu. Semoga dalam tempo 2 x 24 jam blog itu sudah jadi mengudara.
terkadang ingin memproklamirkan blog saya amang tapi saya masih takut amang..
karena kalau saya liat orang-orang, blog-nya bagus2 dan penuh dengan kata yang rapih, sedangkan saya dengan bahasa keseharian saya..(cth.gw, lw)..
tapii blogg itu memank sangat penting buat saya, ketika saya ingin melupakan smua kisah saya (tawa..sedih..bahagia) bisa saya tuangkan disana..
jadi buat saya blog itu memank buka dosa, kecuali ada oarang2 yang menggunakan blog untuk hal yang tidak baik.
thanks.
Devi Siahaan
Pro Devy:
Kata teman saya dan saya amini, kejujuran dan kesederhanaan justru akan terasa sangat indah.
Jangan takut Devy.
Wah…
Ruma Metmet makin exist nih jadi Seleb Blog…
Hidup blog….!!
Cuma Roy Suryo ma Ahmad Dhani aja yang bilang blogger itu orang2 ‘jahat’… (maap ada sedikit infotainment…)
Yupz…
Kemajuan tekhnologi sudah memungkinkan kita didengar, dilihat, dan dibaca dunia…
Jangan takutlah…
Coba aja dulu…
Nanya kalo ga ngerti… (iya ga Amang????)
Banyakin referensi baca blog2 orang lain…
Karena biasanya kita jadi semangat nulis karena baca blog orang yang menyenangkan…
Sering-sering nulis…
Dari hal-hal ringan aja, ttg hidup sehari-hari, atau pekerjaan, atau hal-hal kecil di sekitar kita…
Ga usah dimulai dengan Pilkada ricuh…
Sering-sering comment ke blog orang lain, dan sertakan alamat blog kita…
Oke, sekian dulu…
Untuk postingan terbaru Dandelion ttg blog, please visit:
http://noregrets.blogs.friendster.com/my_blog/2008/05/akhirakhir_ini_.html
“namun sepertinya masih sungkan memproklamirkannya kepada dunia”
Aku sudah tidak sungkan Amang
Iya Amang aku juga mau publish blog-ku
Salah satu inspirasi buatku adalah Amang sendiri hihihi…
Terimakasih..Terimakasih..
Btw, ini linknya
http://romaulibutarbutar.wordpress.com/
Klo boleh tambahkanlah Amang di blogroll Rumametmet…
Masih sepi sich tulisannya…
Dari dulu sjk SD sy selalu keder klu disuruh menulis ataw mengarang. Sy pikir sy ga punya talent utk itu. Wkt buat skripsi jg, sy butuh waktu 1 hari hampir penuh ( 18 jam) utk membuat 1 lembar kata pengantar. Ide2 ataw bahan yg mo dituangkan ke tulisan bermampiran di kepala, tp saat pensil sdh ditangan ataw sudah dudk manis di depan notebook, selalu bingung harus memulai dari mana. Jd nya melototin layar kosong aja sampe mata sepet.
Sy selalu kagum membaca tulisan atau cerita2 sederhana tp sangat menarik yg ada di blog roll rumametmet. Ada keinginan untuk memulai tapi ga berani, sambil mikir “apa pulak kata dunia membaca tulsan awak, kok PD amat ???”
Sy liat jam dinding , oala,..ternyata Saya butuh 30 menit hanya untuk menulis comment atau curhat ini!!!???
Daniel Harahap pro Hermin:
Saya pikir apa yang Ito rasakan dialami oleh banyak orang di Indonesia. Pola pendidikan nasional yang kita terima sejak masa Orde Baru cenderung tidak melatih anak-anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Salah satu metode terburuk: multiple choice (pilihan berganda) dan benar-salah. Jawaban sudah disediakan guru atau pemerintah, tinggal menconteng saja. Di luar itu dianggap kafir, subversif, makar atau berdosa. Jadinya anak-anak kurang belajar berpikir dan menuliskan pikirannya, dan selalu takut berbeda dengan jawaban yang sudah tersedia. Karena itu alih-alih melatih diri menulis anak-anak hanya belajar menghapal dan menghapal.
Mata pelajaran Mengarang yang seharusnya membebaskan dan menyenangkan menjadi menakutkan. Anak-anak Indonesia takut salah dan takut ditertawakan dan dihukum (oleh guru, teman, orangtua dan pemerintah). Padahal seharusnya tidak ada orang yang boleh dihukum karena pikiran dan perasaannya (orang hanya boleh dihukum karena tindakannya!). Semua ini terkait dengan politik pemerintah otoriter Orde Baru jaman dahulu yang cenderung memberangus pikiran, dan mengharamkan kebebasan berpendapat dan menyatakan pendapat lisan dan tulisan. Namun mari kita bersyukur, jaman jahilliah itu sudah berlalu dan sekarang kita sudah bebas.
Saran saya kepada ito Hermin: tuliskan saja sekarang apa yang dahulu waktu kecil Ito sangat sulit menuliskannya. Bagi-bagikan kepada teman2 dan dunia. Agak sedikit menyimpang: saya begitu percaya, jika lebih banyak lagi perempuan batak menuliskan pikiran dan perasaannya, gereja hkbp dan komunitas batak lainnya, akan melakukan lompatan sejarah lagi ke masa depan. Hidup perempuan. Hidup perempuan Batak!
Catatan: saya membutuhkan tak sampai lima menit menuliskan post comment ini.
# devi,
aku juga juga tunggu blognya….jangan takut untuk menulis apa yang ada di kepala dalam sebuah blog….
# imme,
peduli amat apa kata roy dan dhani….:-D
“Cuma Roy Suryo ma Ahmad Dhani aja yang bilang blogger itu orang2 ‘jahat’… (maap ada sedikit infotainment…)”
setuju sama komentar ini. Para blogger bukan penjahat. Namun menurut saya, para blogger dalam menuangkan ide/buah pikiran/curhatan perlu hati hati juga. Jangan memberi tahu secara detil semua tentang diri pribadi, seperti nomor telepon/hp/nomor rekening bank or data lainnya yang bisa di manfaatin sama cyber criminal.
Wah… jadi malu nih, blog-ku masih compang-camping, isinya masih dikit (maklumlah masih baru)… masih ada yg error pulak… eh udah keburu di-launching sama Amang DTA….
Anyway, please come and visit my blog at :
http://threshutasoit.wordpress.com
kekekekkek…,
menyebut diri penulis saja aku tak berani Amang. Berbakat pula, apa nanti kata kawan2 kita di lapo eh milis hkbp membaca tulisan Amang ini. Sampe sekarang ide buat cerpen itu belum ada. Ada sih, tapi rada2 mentel. O, andainyalah aku memang penulis, dan berbakat pula.
daniel harahap pro harnata:
pemilihan kata “mentel” itu saja telah menunjukkan lae harnata seorang penulis berbakat dan handal. aku benar-benar suka, dan sering tergelitik, dengan cerita gaya melayu riau lae. Juga banyak orang.
makasih yah bang, secara gak langsung promosiin blogsku yang isinya sangat narsis pada anak sendiri itu
tadinya blogs itu lebih banyak dipenuhi dengan cerita-cerita belle hari demi hari. makin kesini sejalan dengan makin prihatinnya hidup di negara kita ini, mulai aku tuangkanlah pikiran-pikiranku.
thanks to bang DTA dan bang Mula yang melalui blogsnya membuatku termotivasi untuk lebih sering menulis keprihatinan tentang negara ini dan bukan sebatas cuap-cuap di milis.
pro Theresia Hutasoit
Ed, awak udap liat blog eda,..ternyata disamping bakat ngeborju
ed berbakat jg jd penulis. Hidup eda nan fungky!!
Amang DTA
thanks, buat pencerahannya sptnya nanti malam hrs mulai ini,
tp kaya’nya sy hrs proppose amang jd editornya deh, he..he!
Mungkin ini bisa menjadi referensi dalam membangun sebuah Blog yg ber platform WORDPRESS, bisa di tengok Disini Dison dan salah satu rekomendasi saya Disana
Dan untuk yg berplatform BLOGSPOT, segera meluncur ke Sini
Dan untuk melihat contoh2 blog, bisa di lirik Disana
Semoga bisa membantu
Mauliate..!
jadi minder nih kita yang belum punya blog
pro Hermin :
ditunggu kelahiran blognya…
sssstt … ttg ‘ngeborju’ itu jgn diomongin di sini dong, di sebelah kan lagi ada iklan ttg kenaikan BBM … ironis kali …
waktu baca sms amang, mukaku langsung panas menahan malu, matilah aku, tp krn kata amang ingatin kl punya blog tidak dosa, ga jadi mati deh aku
amang makasi ya, yg tadinya malu jadi tambah semangat nih, apalagi temen2 yg lain juga ikutan “membesuk” blog aku, lebih semangat lagi.
ayo rame2 bikin blog…
buat bang goklas..
okeh2.. ntar klu dah isap n tak malu2 lagii beranii d mempublikasikan..:)
thx iaa bang^^.
hallo amang..aku dah punya blog dari tahun 2005, tapi masih gak pede buat di published, hanya terbatas untuk kalangan sendiri n internal…hehehee…
Saran yang baik..bagus ditiru, di contoh dan secepatnya buat “blog” siap amang:) by the way aku mau ketemu amang kok gak jadi” ya…
makasih amang:)
Betulllll
Kalau Anda lagi marah, menulislah
Kalau Anda lagi senang, menulislah
Kalau Anda lagi bosan, menulislah
Kalau Anda lagi jatuh cinta dan putus cinta, menulislah
Dan suatu saat , tulisan itu Anda baca lagi
Pasti Anda tersenyum !!
iya nih amang,, jadi smangat nulis lg..
hm,,, kyaknya presiden 2009 terlalu cepat… gmn klo 2014.. hehe..
http://manroedreamfield.blogspot.com/
daniel harahap:
sudah telat lae, seharusnya kalau mau saya maju ke pilpres 2004 hahahaha….
Aku suka ngeblog untuk menyalurkan bakat narsis… hehehehhehehe dan pamerin harta karunku, yang umurnya baru dua tahun tapi udah keliatan guuanteeeeengggg. Yang Pasti juga untuk jadi diary (nach kalo yang kaya gini di set untuk personal, so yang lain dilarang ngintip)
promosi blog bisa kan amang ?!
http://vidricsimamora.com
daniel harahap:
silahkan saja.
blogger (latah mode on) qiqiiqii… mmm.. ruang promosi sesuka yang indah..
thanx amang pendeta..
http://santinove.blogs.friendster.com/
kepada Milis Rumametmet yang berbahagia
BETTER LATE WITH NOTHING aja deh..
silahkan akses blog saya donk..
di http://www.rudijuancarlos.blogspot.com
thanks a.lot
Say pernah bikin blog, tapi hilang…
terima kasih pak atas infonya
wah dapat dua info mengenai blog ama bikin blog gak dosa trims
gimana ni rumahmetemet kok kosong?