AKU DAN FRIENDSTER :-)

February 7, 2007
By

capung-biru.jpg

Sebuah permenungan yang belum selesai

Persis setahun lalu, Februari 2006, aku telah digiring masuk ke kota dunia bernama Friendster ini oleh murid-murid sekaligus kawan-kawanku, naposo HKBP Rawamangun. Alasan mereka supaya bisa tetap keep in touch , setelah aku meninggalkan Rawamangun untuk menjalani masa sabatikal di Athens Ohio. Account-nya dibikinkan oleh Eva Sinaga, lantas passwordnya dikirimkan ke aku by email, dengan beberapa tips petunjuk kecil. Oke, terima kasih kataku. Gamang, ragu, senang campur malu, aku pun masuk ke dalam Friendster World. Wow! Ini dunia baru ajaib. Asyik. Aku persis seperti Wili yang mendapat mainan robot baru. Girang bukan kepalang. Tenggelam. Apalagi kebetulan aku sedang ribuan mil dari Jakarta, dan dari Palembang dimana Martha dan ketiga anakku hidup. Karya kreatif hi tech yang bernama FS ini ternyata bisa membuat orang-orang selalu merasa hadir dan dekat dengan orang-orang yang disayanginya, senyum-senyum sendiri, haru dan banyak rasa lain.

Berita DTA, demikian naposo HKBP selalu menyebutku, ada di FS rupanya sangat cepat menjalar, bak gossip perselingkuhan artis saja. Mungkin anak-anak muda ini sangat sukacita pendetanya hadir di dunia mereka, walau dia sedikit gagap teknologi. Mungkin juga mereka merasa surprise. Seorang pendeta, dari gereja HKBP, simbol segala kekakuan dan kekolotan plus aturan-aturan tua, hadir di Friendster ketawa-ketawa. Itu ibarat seekor kura-kura nyasar di lobi mal. Aneh dan lucu. Mengundang rasa geli. Ya tak apalah, aku memang sangat sayang kepada anak-anak muda ini, dan sebagai pendeta aku memang harus selalu available atau tersedia di dekat mereka, tanpa harus berpura-pura muda, ikut-ikutan modis, apalagi bersalam GBU-GBU-an. Ya sejak dulu aku tidak pernah takut ditertawakan murid-muridku, sebab diam-diam atau nyata-nyata aku juga suka sekali mentertawakan anak-anak muda ini, meledeknya sebagai umat krisfun, beriman copy-paste, dan sangat hobi memenuhi email orang dengan kisah sok rohani yang bukan bikinannya sendiri. :-)

Saban hari aku pun sibuk meng-add new friends, kawan-kawan baruku di FS. Kawan lama di dunia nyata. Sebagian besar mereka adalah anak-anak muda gereja Rawamangun, sebagian lagi remaja-remaja centil pemberani murid-muridku di kelas katekisasi sidi. Terus terang aku sangat suka melihat tampang, gaya dan selera mereka yang warna-warni. Ada yang begitu polos, sederhana persis seperti jiwanya yang kukenal. Ada yang tampak lebih indah dari aslinya. Ada yang begitu atraktif, mengukir FS-nya dengan sentuhan seni. Ada yang malu-malu. Ada pula yang ingin tampil begitu beda, lantas mengaduk semua warna dan citra yang tersedia di dunia, sehingga orang lain malah tidak bisa membaca profilnya. Ada juga yang norak. Persis seperti bapaknya, temanku ama-ama HKBP, yang begitu pede mengenakan jas merah maron dan sepatu putih, plus dasi kembang kuning-hijau. Tapi tak apalah. Ini dunia bebas. Semua orang sah-sah saja menampilkan dirinya, seadanya atau semaunya.

Pendeta HKBP pertama di FS

Kita memang hidup di dunia informatika. Kehadiranku di FS begitu cepat diketahui melintas batas Rawamangun. Anak-anak muda HKBP Jatiwaringin dan Menteng, Pondok Bambu, Duren Sawit Pulomas dll, sebagian mereka sudah menikah, yang pernah kukenal-mengenalku juga langsung minta di-Add sebagai friend. Kawan. Bahkan, bekas murid sidiku lima belas tahun lalu di Palembang kini lawyer, anak kecil yang pernah kukenal di Tarutung rupanya sudah jadi dokter, bekas anak Sekolah Minggu HKBP Bogor, atau sekedar pernah mendengar aku kotbah beberapa tahun lalu di Jalan Jambu. Banyak lagi. Jujur, ada rasa senang bercampur bangga di hatiku. Ya, kita bikin gereja HKBP di Friendster, kataku setengah bercanda. Lebih bangga lagi mengetahui (CMIIW) bahwa aku adalah pendeta HKBP pertama yang masuk ke FS, dan pernah menjadi satu-satunya pendeta HKBP di jagad FS ini, sebelum disusul oleh tiga-empat kawan pendeta yang lain.

Siapa kawan siapa

Hal pertama yang menarik bagiku, selain alat untuk berhubungan, Friendster bisa dipakai rupanya untuk mengetahui pola perkawanan. Siapa berkawan dengan siapa. Selanjutnya kawan siapa adalah kawan siapa. Itu informasi penting bagi seorang pendeta jemaat yang ingin berhasil melayani: mengetahui peta relasi. Kebetulan Ohio University tempatku menjalani retret enam bulan memberikan fasilitas internet gratis broadband kepada semua mahasiswa. Seluruh kampus termasuk rumahku dapat dipakai mengakses internet 24 jam. Bosan dan letih berlatih bercakap-cakap dengan bule-bule, aku memakai kesempatan ini untuk coba-coba menyelidiki apakah aku bisa menemukan peta perkawanan anak-anak muda HKBP di FS ini. Ternyata polanya rumit sekali. Aku disadarkan bahwa teknologi telah mendekatkan dan mengubah segalanya. Seorang remaja puteri 16 tahun di pinggiran Bekasi bisa mempunyai begitu banyak kawan di AS. Anggota FS Naposo HKBP Menteng ternyata bukan hanya yang bergereja apalagi terdaftar di HKBP Menteng. Perkawanan bisa berdasarkan asal sekolah, tempat kerja, kesamaan hobi, kedekatan darah, agama, atau bahkan tidak berdasarkan apa-apa, atau campuran segalanya. (Ini dunia maya, sulit diduga. Sebab bisa saja seseorang mengirim request ke sebanyak-banyaknya orang di seluruh permukaan bumi, sekedar untuk menambah jumlah “kawan”, walaupun tak berarti banyak baginya, selain menambah sedikit gengsi punya banyak “kawan”. Ada yang punya “kawan” sampai seribu orang. Hebat sekali. Di sini aku sadar, di Friendster kawan bisa berarti sekedar fans atau mirip perangko-perangko koleksian di album. Ada-ada saja.

Namun lepas dari hal itu, perkawanan Friendster benar-benar bersifat global, terbuka, lintas agama dan budaya. Tentu saja banyak juga orang yang sangat membatasi perkawanannya, melindungi diri rapat-rapat, dengan berbagai alasan. Mereka memilih super selektif untuk meng-add kawannya. Namun, kesanku jauh lebih banyak yang membiarkan dirinya terbuka seluas-luasnya untuk dilihat dan dikenal oleh dunia. Dan itu menimbulkan pertanyaan serius bagi diriku sendiri: iman dan spiritualitas yang bagaimanakah yang masih cocok untuk anak-anak muda masyarakat global ini? Entahlah, aku belum menemukan jawabnya sampai sekarang.

Memposisikan diri di FS

Terus terang, sebagai pendeta yang tak lagi muda, aku mengalami sedikit kesulitan memposisikan diriku di dunia anak-anak muda moderen ini. Berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu, sekarang, makin banyak hal yang tak kupahami dalam jiwa anak-anak muda. Kupikir, mereka juga mungkin semakin sulit memahami aku, karena rentang jarak umur, pola pikir, dan juga selera yang berbeda. Kupikir, anak-anak muda ini butuh pendeta-pendeta yang lebih muda, segar dan berani, dan lebih dekat segalanya dengan mereka. Tapi, satu hal yang tak kupahami, kawan-kawan dan adik-adikku pendeta HKBP yang jauh lebih muda dari aku, entah kenapa tidak melihat dunia Friendster ini sebagai sebuah undangan dan peluang besar baginya untuk berjumpa dengan para pemilik masa depan. Sayang.

Aku sadar tak lagi muda. Aku sudah menikah dan punya tiga anak. Bahasaku sadar atau tidak, sudah menjadi “bahasa bapak”. Moga-moga saja bukan bahasa bapak yang menjemukan. Itulah sebabnya aku jarang sekali meminta supaya di-add, kecuali orang-orang yang betul-betul kukenal-mengenalku, dan keponakan-keponakanku, atau inangbaoku. Sebab aku tidak ingin menjadi “pengganggu”, “perusak suasana”, atau “trouble maker” . Dalam hatiku, mungkin saja anak-anak muda ini tidak begitu nyaman jika aku berkutat lama-lama di dunianya, cukuplah sudah ketemu di gereja saja. Mungkin mereka takut didikte dan dinasihati, atau dinilai oleh seorang tua semacamku. Dan banyak alasan lain. Atau, mungkin juga aku yang belum apa-apa takut ditolak. Sebab itu aku cuma diam-diam dan melihat-lihat saja, apa yang mereka katakan (atau tidak katakan) tentang dirinya, membaca testimonial yang dituliskan oleh kawan-kawannya, dan mengagumi blog-blog yang mereka tulis. Kalau mereka mengenalku, dan sedikit banyak butuh, atau minimal suka aku hadir di dalam FS mereka, tentu mereka akan balik menghubungiku, dan aku dengan senang hati menyambutnya. Ya, aku mirip penjaga kantin sekolahan, yang tak berani masuk kelas atau kerumunan anak yang sedang asyik bermain, namun akan menyambut hangat anak yang ingin curhat saat istirahat, sambil jualan. Kalau tidak, ya tidak apa-apa. Semua baik-baik saja. Aku akan tetap memperhatikan, menjaga dan mendoakan mereka dari tempat yang berjarak.

HKBP elektronik?

Tapi khusus account yang memakai nama HKBP, aku mengirim permintaan agar diterima, di-add jadi teman. Dan jumlah FS yang memakai nama HKBP rupanya banyak sekali. Hebat. Sebagai pendeta HKBP kupikir baik dan wajar jika aku ada di sana. Dan satu kali pun aku belum pernah ditolak. Jadilah aku teman HKBP Menteng, Tebet, Jatiasih, Malang, Yogyakarta, California, Jatiwaringin, Purwakarta, Duren Sawit, Sudirman, Bekasi, Malang, Kebon Jeruk, Balikpapan, Semarang, Jatiasih, Rawalumbu, Serpong, Perak, Colorado, Semper dll. dll. Ya, aku sudah bisa jadi Praeses di Friendster ini. Hahaha.

Menurutku kalau dikelola bagus-bagus, Friendster kelompok-kelompok pemuda, remaja, dan guru SM HKBP ini bisa jadi cikal-bakal gereja HKBP elektronik yang sudah lama kuimpikan. Kaum muda HKBP se Indonesia dan dunia (sekitarnya?) sebenarnya sudah terhubung satu sama lain (tanpa inisiatif Pearaja sedikit pun). Tinggal membangun komunikasi yang benar-benar intensif. Tapi, tapi lagi mimpi ini mungkin masih jauh, sebab kebanyakan FS HKBP ini kayaknya masih mirip papan poster gereja. Isinya, selain pengumuman yang sudah berlalu, nama-nama pengurus, daftar kegiatan, dan beberapa potong testimonial yang berisi sepenggal kalimat “eh apa kabar nich wakakakak”. Aku berharap anak-anak muda HKBP ini harusnya lebih serius dan lebih kreatif, tanpa harus kehilangan canda kemudaannya. Ada banyak fasilitas dalam FS yang bisa dimanfaatkan, terutama bulletin board dan blog untuk membangun komunikasi yang lebih berisi.

Friendster, sekali lagi, sebenarnya peluang bagi HKBP. Namun kelemahan gereja ini sejak dulu adalah HKBP (baca: para pendeta)

tidak tahu apa yang ada di kepala dan hati anak-anak mudanya. Aku sudah lima belas tahun tercebur dan hanyut sebagai pendeta pendamping pemuda, dan aku masih terus menunggu pengganti, supaya aku bisa pergi ke tepi dan melakukan kerjaan lain. Tapi yang dinanti tak kunjung tiba. Sebab itu sambil menunggu, datangnya pendeta-pendeta muda HKBP, aku pun terus menulis blog atau bulletin untuk anak-anak muda ini, sekaligus untuk diriku sendiri. Seperti biasa, suka-sukaku. Ya sebagaimana mereka juga sesukanya ngomong padaku. Hahahaha. Biarin kalau mereka marah. :-) Responsnya ternyata sebaliknya, bagus. Aku menerima begitu banyak komentar positif, sebagian dikirim ke email pribadi, sebagian dilontarkan ketika bertemu di darat. Hatiku kembang-kembang. Syukurlah. Berarti missi-ku sebagai pendeta pendamping dan kawan pemuda dan remaja kesampaian. Soal mereka setuju atau tidak setuju denganku, itu soal lain. Mereka toh punya roh dan jiwa sendiri yang sesuai dengan masa depan miliknya.

Testimonial: pujian dan kejujuran

Aku suka membaca testimonial. Ada orang yang menerima lebih dari dua ratus testimonial, namun ada yang cuma beberapa saja, dan bahkan ada yang tidak mendapat sama sekali. Yang terakhir mungkin sedih. Ibarat no body’s child.

Seorang anak yang dilupakan. Saranku, mungkin mereka memang harus belajar lebih keras menemukan dan mengungkapkan kekuatan dan kehebatannya yang khas, agar lebih nyata terlihat kepada kawan-kawannya. Jangan merasa rendah diri, apalagi putus asa. Tak ada orang yang dilahirkan tanpa kelebihan.

Setelah membaca profil, melihat foto-foto, memeriksa kawan-kawannya, aku tak pernah melewatkan membaca testimonial. Apa kata teman-temannya tentang orang ini? Namun, membaca testimonial di FS tak mudah. Sebab testimonial sering kali bercampur-aduk dengan kartu ucapan selamat ulang tahun elektronik, atau bahkan sekedar chit-chat, obrolan pendek. Misalnya: eh eLo koq nGga dAtanG KeMaREn. HaLLuW pA kHaBaR. WaKaKaK. Kadang penuh gambar yang memerlukan waktu dan pulsa untuk bisa membacanya. Kadang lebih mengungkapkan diri pengirimnya, ketimbang pribadi yang hendak dipuji. Tapi dengan membaca testi-testi ini aku sering merasa mendapat gambaran yang lebih utuh tentang yang bersangkutan. Dan semakin mengagumi dan hormat padanya. Minimal aku semakin memahami jiwa anak-anak ini.

Namun justru menulis testimonial ini jugalah satu lagi yang paling sulit kulakukan di Friendster ini. Aku tidak ingin menulis kebohongan, pujian berbalas pujian, belaian dibayar belaian. Apalagi sekedar melunasi hutang. Bahasa menunjukkan usia, gaya hidup, dan kepribadian. Sebab itu aku hanya senyum-senyum sendiri saban kali membaca testimonial yang berbunyi: Gw kHaN uDaH iSi TeSTi lu, iSi TeSti gw jg duNk. Persis seperti pepatah lama: scratch my back, I scratch your back. Garuk punggungku, nanti kugaruk punggungmu. Hahaha.

Ini ruang publik. Bahkan pentas dunia tanpa terbatas. Aku mesti ekstra berhati-hati, sebab bagaimanapun juga aku seorang pelayan gereja. Seorang sahabat dan muridku yang baik, pernah sakit hati karena aku setengah bercanda menulis testimonial untuknya, “kapan kau meninggalkan Jakarta, pergilah jauh-jauh ke Uzbekistan atau laut Utara”. Maksudku baik. Dia teman baik. Tapi rupanya testimonialku justru dijadikan ledekan oleh kawan-kawannya. Berbulan-bulan batinnya menderita, namun segan mendelete testi itu karena itu ditulis oleh seorang pendeta yang dihormatinya. Namun suatu kali kemarahan itu diungkapkannya, dan aku pun dengan ikhlas menggantinya. Sorry.

Aku membaca di kamus, testimonial adalah kesaksian tentang yang baik-baik tentang orang lain di depan publik. Aku memegang pengertian itu. Secara psikologis aku sadar, pengungkapan kebaikan dan kehebatan itu tentu akan meneguhkan kepribadian yang disanjung. Namun menemukan kebaikan dalam diri orang lain bukan hal mudah. Kita bukan saja harus berpikir positive, tetapi memang benar-benar mengenal orangnya dalam-dalam. Dengan begitulah kita membantunya mengenali dan meneguhkan kekuatannya. Itu sebabnya aku bisa memahami jika testimonial-testimonial di FS sering melenceng menjadi chit-chat, obrolan pendek, kartu ucapan selamat ultah, say hello, atau sekedar numpang mejeng di account orang lain. Ya, sangat sulit untuk menemukan kebaikan dan kekuatan orang lain, dan mengakuinya. Sebab itu banyak orang memilih mendingan becanda saja. Namun kuharap, kau dan aku agak beda. Kita memang harus belajar memuji dengan jujur dan santun, sekaligus tetap memelihara rasa humor cerdas jenaka.

Namun Natal kemarin aku punya pengalaman menarik. Sebagai kawan dan pendeta, aku mendapat begitu banyak kiriman kartu natal elektronik, yang dikirim sebagai testimonial. Cantik. Tapi tentu saja sebagian besar bikinan pabrik sehingga kesanku kurang otentik. Teknologi memang sudah sedemikian maju. Kartu-kartu itu seakan hidup dan bisa melantunkan musik. Jingle Bells. Joy to the World. Silent Night. (Tapi sayang tak ada Halalas ni roha godang dan Sai ro ma tu bara yang kusukai). Sebagai pendeta dan kawan, aku meng-add semua kartu natal itu. Aku tak ingin mengecewakan pengirimnya. Tapi sesuatu yang luar biasa terjadi. Saban kali account Friendster-ku dibuka, kartu-kartu itu serempak bernyanyi. Suaranya riuh-rendah dan gaduh sekali. Persis seperti pesta adat Batak. Aku tidak tahu bagaimana mengatasinya secara teknis. Akhirnya semua kudelete, sebagian saja kusisakan, terutama yang tak bunyi tapi berisi pesan personal, sebagai kenangan natal. Tapi seorang teman berkecil hati. Dia menulis email, Amang,kok kartu-natalku yang kukirim hilang? Ya, manusiawi, orang juga ingin melihat pemberiannya. Aku minta maaf dan menjelaskan masalahnya. Kartunya sudah kusimpan di hati kataku. :-)

Foto: Potret diri, kucing orang lain, atau celana dalam

Salah satu kekuatan Friendster dibanding milis adalah foto. Dan foto itu bisa selalu diganti-ganti seenaknya, kapan saja, bahkan tiga kali sehari. Foto yang bagus dan baru, akan selalu mengundang orang melihatnya. Namun tak banyak orang sadar akan hal itu, ataupun tahu namun kesulitan mewujudkannya. Seorang pemuda menampilkan dirinya minum whiskey, gagah sekali. Temanku Junior dan Linson menampakkan otot-ototnya yang menimbulkan rasa iri atau hasrat. Di salah satu FS memakai nama HKBP aku melihat, maaf: gambar penis sebagai foto profil! Yang satu ini membuat aku muak. Seorang ibu muda memasang foto bayi kebanggaannya dari berbagai sudut. Aku yakin tidak ada orang yang ingin memelototi semua foto itu, kecuali mertuanya. Dan sayangnya mertuanya tidak punya account Friendster. Seorang remaja, mungkin baru belajar rekayasa foto computer, terlalu semangat mengotak-atik potretnya sehingga tak lagi jelas itu foto manusia atau mahluk apa. Hahaha. :-)

Yang paling menarik adalah melihat potret diri. Entah kenapa dari dulu aku paling gemar memperhatikan foto yang dipilih seseorang untuk menjadi foto profilnya dan bertanya-tanya apa gerangan alasan dibaliknya. Tak semua orang memang dilahirkan cantik atau gagah. Tapi kupikir semua orang diciptakan unik, spesial,dan karena itu bisa tampak menarik. Ada yang enggan menampilkan fotonya, dan mengganti potretnya dengan foto bintang pujaannya, kucing orang lain, celana dalam, sepatu, atau sekedar gambar pemandangan. Mungkin alasannya sekedar lucu-lucuan. Keponakanku Agan, pernah membuat foto profilnya seorang lelaki culun berdasi bertampang kepala desa kalah pemilihan. Ketika kutanya, itu foto siapa, dia menjawab enteng, nggak tahu, uda, aku nemu aja di FS, kayaknya lucu banget, kupakai saja.

Alasan keamanan? Takut ditembak? Atau malu dengan wajah sendiri? Entahlah. Namun ada satu informasi penting yang kudapat: remaja-remaja putri jaman sekarang rupanya sangat hobi difoto dengan lidah terjulur dibelokkan, dan mata sebelah dipicingkan. Menggemaskan. :-)

Bagaimana dengan diriku sendiri? Aku ingin menjadikan FS seperti album foto keluarga di ruang tamu. Kebetulan aku hobi fotografi, dan kebetulan lagi, eh puji Tuhan, aku punya kamera bagus, maka account kuisi foto sebanyak-banyaknya, sesuai kuota. Tapi, bukan hanya itu, aku juga memasukkan foto surat-surat dan gambar karya anak-anak untuk menghiasinya. Aku suka. Ini Friendster keluarga. Tapi untuk potret diri, aku selalu memilih foto dengan Wili (kadang dengan Kika atau Nina, sesekali dengan Martha), untuk menyadarkan diri dan memberitahu orang lain: aku tak lagi sendiri, tak hanya berdua, namun sudah berlima. :-)

Blog dan Bulletin Board

Teknologi menyediakan kesempatan hampir tanpa batas bagi siapa saja untuk mengungkapkan dan mengkomunikasikan dirinya. Lewat blog. Atau bulletin board. Gampang dan bebas sekali. Aku termasuk orang yang ingin menangkap peluang ini. Tapi, sayang, belum banyak anak-anak muda yang melihat blog dan bulletin board sebagai sebuah kesempatan emas untuk menulis sendiri (bukan mengutip artikel atau puisi orang lain). Aku tidak tahu kenapa. Mungkin ini sisa-sisa pengajaran Orde Baru yang sangat mengharamkan manusia menyatakan pikiran dan pendapatnya secara bebas. Aku ingin menantang anak-anak muda: Kenapa takut? Kenapa malu?

Mungkin anak-anak muda ini takut salah. Aku mau mengulang kata-kataku yang selalu kuucapkan kepada anak-anakku: boleh salah, tapi jangan bohong! Menunggu sempurna? Sampai kapanpun kamu tidak akan pernah sempurna, sebab itu sampai kapan pun kamu tidak akan menulis. Sebab itu jangan takut salah. Ayolah!

Menurutku ketidakmampuan (baca: ketidakberanian) menulis pikiran sendiri adalah ancaman besar bagi bangsa ini, juga bagi gereja. Dan itu sebagian adalah akibat dari kebiasaan chat dan main sms. Kita sudah mengganti surat dengan sms, mengganti kalimat dengan frase, mengganti kata dengan huruf. Mengganti berpikir dengan mengkopi. Daripada bikin sendiri mending teruskan saja tulisan orang lain. Atau sekedar membuat daftar konyol: makanan apa yang paling kamu suka? Pizza. Siapa yang kamu telepon terakhir? Bi Munah. Kamu suka tequila atau margarita? Teh botol. :-) Atau, memforward bulletin surat berantai anonim, yang tak jelas lagi asal-usul pengarang dan konteksnya,karena sudah ratusan kali dioper-oper. Itu persis mirip dengan pohon yang tercabut dari akarnya. Kering. Garing.

Sebab itu sekali kukatakan kepada anak-anak muda: tulislah sendiri pikiranmu, pengalamanmu, mimpimu, atau masalahmu. Apa saja. Suka-suka. Mungkin tulisan itu sangat simpel dan sederhana, tapi otentik. Satu lagi pasti: bermakna.

Friendster bukan segalanya

Apa lagi ya? Friendster memang bukan segalanya. Pada akhirnya ia tetap sebuah alat. Wahana. Kitalah yang menentukan apakah Friendster bermakna dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Atau jatuh menjadi sekedar sarana untuk memupuk narsisme (kesukaan memuja diri sendiri secara berlebihan), dan menghabiskan pulsa, atau korupsi waktu di kantor. :-)

Selamat ber-Friendster ria

Pdt Daniel T.A. Harahap

add me:

dta_harahap@rumametmet.com

_____________________________



Share on Facebook

19 Responses to AKU DAN FRIENDSTER :-)

  1. BJ on February 7, 2007 at 6:40 pm

    Tulisan amang yang satu ini mengingatkan aku akan pertama kali mengenal amang lewat yahoo groups.

    Amang, Pendeta pertama yang ada di FS … ya bener sih … namun yang menjadi satu kebanggaan Amang juga pendeta pertama yang membuka wacana baru tentang pentingnya penyebaran firman Tuhan melalui dunia e-browsing.

    Salut and welcome to e-media.

  2. -Panriani- on February 7, 2007 at 6:43 pm

    wooooooooyyyyyyyyy!!!!
    dalem boneng noh!!! bener2 nih amang udah menyinggung hatiku!!! huhhhuuuhuuuuu. nyindir nih yea???
    ok deww… i got it!!! hahaaa..
    amang!! kan semua orang tuh dilahirin unik. jadi beda2 dong. ya bener, ada yang malu bikin bulbo/blog, segen/gak ada waktu/pikiran krn sibuk ma kerjaan, trus mungkin gak pinter menrangkai kata2 kaya amang, gitu lho. jadi terima dong!!! grrr!!! ;=)
    aha.. lagian, kwn kl di jakarta internet (biar di kantor/di rumah, gak di warnet) lemot kan log in nya .. gak kaya di luar, weeeezz.. speed nya cepet. jadi mungkin itu alasan mereka (ato kami? dulu?) malas/kesulitan nulis blog/bulbo (udah otak lemot mikir/merangkai kata2, trus internet lelet bener lagi..)

    trus masalah hkbp. emang bener ya.. yang namanya pdtDonald di us aja baru masuk FS nov 06. iye deh.. bangga nih pdt hkbp perdana nyang masuk FS!!! uhuuuuyyyy.

  3. de'Sweetest on February 7, 2007 at 7:48 pm

    Jadi inget SMS Amang yang sampai di sabtu pagi, bunyinya seingetku begini:
    Aku sudah punya Friendster, add aku di dta_harahap@rumametmet.com .(Alamat email yang bukan biasanya-Red).Ternyata itu sudah setahun yl. Happy anniversary! Semoga makin exist!

    Ehm, seingetku amang pernah juga mau punya FS warna/i. Khan amang pernah tanya aku gimana caranya, hehehe….tapi emang gak cocok ah, Mang. Aneh lagi liatnya. Gak segalanya bisa unisex :)

    Oia,Amang gk tulis nih ttg temen Amg pernah tanya dulu, kenapa main photo Amang selalu yg brsama Willy, jarang yang brsma Kika & Nina?:D

    Mang, thanks ya, aku salah satu yg kebagian ditesti. It’s such an honour for me.

    Eniwei, teman amang itu sudah tidak berkecil hati lagi, kok. :)

    Sekali lagi, Semoga terus exist & yg terpenting bisa berguna buat yang lain.

  4. Minar on February 7, 2007 at 8:40 pm

    Bagus banget deh tulisannya (bukan pujian kosong tapi dari dalam hati). :-)

    Tulisan Amang sering bisa menenangkan hati tapi juga lebih sering mengerutkan kening, he.he.he.

    Teruslah menulis dan jangan berhenti sampe tak satu pun panca inderamu yang bisa Amang pakai untuk membuat tulisan. :-)

  5. Ambar on February 7, 2007 at 11:34 pm

    Amang,

    Happy anniversary.. tak terasa udah setaun yaaa.. selamaaat..

    Glad for having you in my friends list..
    You’re being such a good friend for me and of course for most of your blog readers… =)

    Keep writing amang, keep updating your friendster… with your family picture..=) most of us are waiting for your new blog story… hehehehe..

    Kyanya bisa bikin club nih.. buat semua temen2 yg punya hobi sama… yaitu jd pembaca setia blog nya amang DTA… hehehhe..

    Anyway, happy anniversary amang!

    GBU..

  6. Anny on February 8, 2007 at 12:16 am

    Saya sangat berterima kasih sekali, Beliau ada di daftar FS saya. Saya belum sempat tuk baca smua blog2 nya, tapi berdasarkan apa yg saya baca ini…, saya menyukainya. Tidak menggurui tapi sedikit nyentil…. Bravo Pak Pendeta… Thanks for being my friends. GBU

  7. Lenny Imoets on February 8, 2007 at 3:11 am

    tulisan ne sgt bgus…yaaa, saat aku mbacana, tiba2 aku teringat napa akhirna aku mo mbuat FS ne,pdhal tmn2,sodaraku da lma bgt mbujuk aku tuh buat FS…
    yaaa…byk hal yg kita alami sjak kita mngenal dunia maya ne, stdkna aku bsa bhuban dgn tmn2 alumni skul n kulku jg dgn abg ne….
    i agree with u bro….
    HKBP saat ne emg hrs bsa maju,teknologi canggih sprti ne da hrs diprknlkan ksmuana…

  8. Agan on February 8, 2007 at 3:17 am

    hehehe…ah..ganti foto diri ahh..

  9. eLLen on February 8, 2007 at 4:19 am

    amang..
    wah sy sllu terkagum2 loh setiap baca blog-nya amang. bgtu banyak cerita dan pelajaran berharga yang bsa di bagi. setiap kali saya membaca saya sllu teringat akan cerita kecil saya di masa lalu.
    mdh2an ke depan amang tidak akan pernah bosan untuk terus meng-update blog nya dengan tulisan2 amang yang penuh dengan berkat..
    Salam kenal buat inang, kika, nina, wili
    selamat melayani amang… Gbu

  10. Hutahaean on February 8, 2007 at 7:49 am

    aku udah minta ke john Heartman supaya di berdoa buat saudara yg berulang tahun
    amin!

  11. Gandhi on February 9, 2007 at 9:58 pm

    Bang, Internet sebenarnya wadah yang sangat efektif dan efisien untuk menyebarkan informasi, dalam hal ini informasi mengenai HKBP. Tapi kenapa websitenya (www.hkbp.or.id) kurang diberdayakan ya? Btw, salute buat Band Daniel yang mau menjangkau anak2 muda, selain di dunia nyata, juga di dunia maya melalui Friendster. Keep up the good work *gak mau ikut2an salam GBU*

  12. daniel harahap on February 10, 2007 at 12:37 am

    pro gandhi:
    website hkbp wwww.hkbp.or.id kurang diberdayakan?
    ah, itu cerita sedihhh…
    mirip burung pemimpi yang patah sayap…
    aku sedang “marbahudung”, meditasi untuk menuliskan jejak-jejak kecil kakiku di gunung bernama hkbp ini…
    doakan ya…:-)

  13. 'kori on July 25, 2007 at 1:56 am

    waduh!!! ternyata aku udah telat yah kenal amang?! (widih…kenal?? yah..sah2 aja kan amang kenal lewat friendster.. sapa tau bisa kenal di dunia nyata? ya ga amang?!! ya secara amang di mana, saya di surabaya gitu… jadi wajar donk kalo telat taunya… hehehehe….)
    ternyata amang udah masuk ke dunia per-FS-an ini dari tahun lalu yah?? buseeeett!!! hebat euy!!
    kalo menurut saya bahasa amang cukup lugas dan sangat bisa diterima sama naposo koq!! ya..ga menjemukan juga…(itu menurut saya loh amang!! tapi yg laen juga pasti setuju koq!! =))

    o iya, saya ngerasa kesindir juga nih waktu baca tulisan amang tentang FS ini… awalnya saya emang kayak yang amang tulis di atas..mulai yg bales2an testi yg cenderung ga penting, sampe bullbo yg isinya ngulang2 dari bullbo temen2..hehehe…saya ketawa2 aja waktu baca barusan!! (kerasa banget euy kesindir!! hehehehe…)
    tapi buat saya FS ini berguna banget loh amang!! temen2 saya yang udah pada dimana2, sekarang bisa berhubungan lagi sama saya lewat FS..bisa cerita panjang lebar lewat email,bisa tau wajah n penampilan terbaru mereka..pokoknya bisa kangen2an lah!!

    saya seneng bisa tau pendeta seperti amang. saya kira awalnya ga ada pendeta yg bisa berpikiran seperti amang. kalo pun ada saya cuman kenal satu dua aja yang bisa berpikiran muda dan ga kolot dari beberapa pendeta yang ada atau pernah ada di surabaya. coba yah di sby dapet pendeta yg berjiwa muda…pengen!!!

  14. Mulyadi Pasaribu on February 15, 2008 at 3:32 pm

    Halo amang. Sori telat baca postingan ini. Menurutku selain Pendeta HKBP pertama yg punya friendster, amang juga Pendeta HKBP pertama yg gaul abis and ga gaptek. Pendeta2 yg muda aj pun kalo dari HKBP bnyk bngt yg gaptek :)

    Manfaat amang ikut friendster menurutku yg paling nyata adalah mendekatkan diri dengan kalangan muda atau naposo. Selain itu, bisa berkhotbah via Friendster :) So mungkin2 aja ni… siap2 aja amang didukung jadi pelayan naposo di Pearaja (Pusat) ya amang :)

    Oiya Friendsterku : http://profiles.friendster.com/mulyadipasaribu

    Salam Kasih Sayang, Happy Valentines Day ya amang :)

    Terkait dengan pertanyaan amang di buletin friendster tentang V’ day, Valentines 4 Me: Previously, I spent my times on Feb 14th 2008 with my Girlfriends. Taking lunch together and making discussion about our latest activity and out plan in the future. Nothing so special with V’ day 4 Me :)

    Mulyadi Pasaribu
    http://adiska.blogspot.com
    http://all4freecomplex.blogspot.com

  15. Manik on April 2, 2008 at 7:19 pm

    Horas amang Harahap..

    Kutipan diatas:… Itulah sebabnya aku jarang sekali meminta supaya di-add, kecuali orang-orang yang betul-betul kukenal-mengenalku…

    Kalimat ini mengingatkan aku peristiwa dulu *aku lupa kapan tepatnya*

    Begini,
    FS amang sebetulnya aku udah ADD, dan amang sudah approve….namun ntah kenapa tiba2 Account FS amang hilang dari Friendlist ku…??

    Begitu aja dulu amang,

    Horas jala Gabe!!

    http://www.manik.web.id

  16. ronald yos on September 20, 2008 at 3:08 pm

    horas amang…
    akhirnya jumpa juga lama aku mencari sosok seorag amang pendeta
    yang sangat peduli dengan anak muda khususnya NHKBP
    aku udah baca buku amang n mengikuti seminar amang waktu hkbp kernolong aku sangat antusias denga perkataaan amang hingga suatu saat aku memberanikan diri maju menjadi ketua NKBP PERUMNAS TANGERANG

    TAPI TUHAN BERKEHENDAK LAIN SEKARANG saya diposisikan disie.rohani
    tpi aku tak kecewa karena inspirasi dari amang telah aku menangkan kepada BPH baru DENGAN MISI
    BERIMAN, BELAJAR, BERKARYA
    agar dalam pelayanan kami lebih spirit lagi berikan masukan-2 AMANG
    KE NHKBP_PERUM@rumametmet.com /yos_ronald@rumametmet.com

    OIA AMANG MINGGU BESOK KENAPA GA JADI KHOTBAH di hkbp perumnas tangerang????
    padahal kami sudah persiapkan untuk melayani gereja sore loh.

    Daniel Harahap:
    Ada miskomunikasi. Tapi pasti kita akan ketemu kapan2 kalau tidak di Perumnas Tangerang ya di Serpong. :-)

  17. Hedmon Tampubolon on September 24, 2008 at 4:43 pm

    Salam kenal utk semua,
    Terutama buat Amang Pendeta yang telah berani mempublikasikan dan membuka jendela dunia rohani melalui website ini.
    Semoga melalui media ini banyak jiwa dimenangkan utuk Tuhan.
    God bless U all…

  18. ronaLD YOS on May 9, 2009 at 1:42 am

    Manfaat amang ikut friendster menurutku yg paling nyata adalah mendekatkan diri dengan kalangan muda atau naposo. Selain itu, bisa berkhotbah via Friendster :) So mungkin2 aja ni… siap2 aja amang didukung jadi pelayan naposo di Pearaja (Pusat) ya amang :)

  19. ronaLD YOS on May 9, 2009 at 1:44 am

    Bagus banget deh tulisannya (bukan pujian kosong tapi dari dalam hati). :-)
    Tulisan Amang sering bisa menenangkan hati tapi juga lebih sering mengerutkan kening, he.he.he.

    Teruslah menulis dan jangan berhenti sampe tak satu pun panca inderamu yang bisa Amang pakai untuk membuat tulisan. :-)
    BAHKAN MEMBANGAKAN DIRI SEBAGAI NHKBP TAPI BUKAN SOMBONG NANTI KAYA ORANG YAHUDI LAGI