Posts Tagged ‘rohani kristen’

Renungan Adven Pertama: Tuhan segera datang, tetaplah siaga

Sunday, December 2nd, 2007

bunga-ungu-21.jpg

Oleh: Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Dasar : I Tesalonika 5 : 1 - 11

Bacaan: Yakobus 5 : 7 - 12
Hari ini gereja-gereja memasuki minggu Adven. Istilah Adven berasal dari bahasa Latin: adventus. Arti hurufiahnya: kedatangan. Gereja purba mengartikannya sebagai kedatangan Yesus Kristus, Putra Allah, ke dalam dunia ini. Lebih tepat: persiapan atau penyambutan kedatangan Tuhan. Ibarat pagi hari, mataharinya sendiri sebenarnya belum muncul, namun cahayanya di ufuk timur sudah tampak dan dapat dirasakan. Ibarat kedatangan seorang raja, maka Sang Rajanya sendiri belum tiba, namun para pengawalnya sudah muncul dan musik penyambutannya sudah berkumandang. Laksana tanaman padi, bulirnya sudah tampak bernas namun padinya belum menguning. Lantas apakah makna Adven bagi kita?

Minimal ada 4(empat): (more…)

Share on Facebook

Kotbah Minggu 21 Oktober 2007: Seandainya Aku Miskin (atau malah Kaya)

Sunday, October 21st, 2007

kampung-air-1.JPG

Dasar: Kisah Rasul 6:1-7

Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalampelayanan sehari-hari.

Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.”

Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. (Kisah 6:1-7)

 

Kisah di atas bisa kita baca paling sedikit dari 3(tiga) perspektif atau sudut pandang. Untuk memudahkan Saudara dan saya bisa membayangkan atau mengidentifikasi diri dengan salah satu tokoh yang ada. Yaitu:

(more…)

Share on Facebook

PERTOBATAN KEPALA KANTOR PAJAK

Saturday, September 29th, 2007

kupu-kupu-51.jpg

Dasar Alkitab: Lukas 19:1-10

PERTAMA: TUHAN MENAWARKAN HIDUPNYA KEPADA SIAPA SAJA MANUSIA YANG MEMBUTUHKANNYA TANPA SYARAT APAPUN.

Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai. Pada masa itu pemungut cukai, walaupun kaya-raya secara materi, sangat dibenci dan dipandang sangat hina oleh masyarakat apalagi pemimpin agama Yahudi. Mengapa? Mereka dianggap sebagai para pengkhianat yang memperkaya diri sendiri dengan bekerja sama dengan penjajah menghisap darah rakyat sendiri. (more…)

Share on Facebook

AKU, UANG & TUHAN

Saturday, September 22nd, 2007

dollar-5.jpg

Kotbah Minggu 23 September 2007

Dasar: 1 Timotius 6:7-11

Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia
dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Tetapi mereka yang ingin kaya
terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat
dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa
dan yang mencelakakan,
yang menenggelamkan manusia
ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang.
Sebab oleh memburu uanglah
beberapa orang telah menyimpang dari iman
dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Tetapi engkau hai manusia Allah,
jauhilah semuanya itu,
kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan,
kasih, kesabaran dan kelembutan.


UANG DI DUNIA MODEREN

Bila kita boleh berkata apa adanya, bagi kita yang hidup di masyarakat moderen, uang (hepeng, istilah batak lebih halus: sihumisik) adalah sesuatu yang bukan saja sangat penting, tetapi benar-benar penting dan bahkan menentukan. Tanpa uang praktis kita tidak bisa melakukan apa-apa dan bahkan hidup. Jujur saja, mustahil kita bisa hidup di kota atau bahkan juga di desa jaman kini tanpa uang sama sekali. Semua atau hampir semua aktivitas hidup kita membutuhkan uang: makan, minum (sejak tahun 1970-an air putih telah diperjualkan di negeri ini dalam bentuk kemasan), sekolah, berpergian termasuk beribadah, menggunakan toilet umum, dan lain-lain. Kalau ada orang jaman moderen ini mengatakan dia bisa hidup tanpa uang sama sekali, maka mungkin banyak orang spontan mengatakan: munafik! Atau: gila!

(more…)

Share on Facebook

BELAJARLAH KEPADA SEMUT (HITAM ATAU MERAH)

Sunday, September 16th, 2007

semut-hitam.jpg

Kotbah Minggu 16 September 2007

Dasar: Amsal 6: 6-10 (11)

Bacaan: 2 Tesalonika 3:6-15

“Hai pemalas, pergilah kepada semut,
perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
biarpun tidak ada pemimpinnya,
pengaturnya
atau penguasanya,
ia menyediakan rotinya di musim panas,
dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring?
Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?
“Tidur sebentar lagi,
mengantuk sebentar lagi,
melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” –
maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu,
dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.”
(Amsal 6:6-11)

BAGAIMANA reaksi Saudara membaca teks Alkitab di atas? Mungkin tidak ada atau datar-datar saja sebab tampaknya teks itu terlalu biasa dan simpel, mudah dipahami tanpa harus ditafsir, dan tidak memuat amanat yang sangat memikat perhatian. Namun pertanyaan saya kepada Saudara-saudara yang menganggap teks itu sangat simpel dan biasa: kapankah Saudara terakhir sekali melihat semut? Lebih spesifik: kapankah Saudara dalam hidup ini memperhatikan sungguh-sungguh perilaku semut? Terus terang, walaupun pada masa kanak-kanak saya suka sendirian memperhatikan sarang semut, namun sudah lama sekali saya tidak melihat semut. Semut, apalagi kalau sendirian, memang bukan mahluk yang besar, kuat, atau penuh pesona, sehingga selalu mengundang mata kita melihatnya dengan decak kagum. Namun seperti kata Alkitab dan banyak buku semut sebenarnya adalah hewan kecil yang hebat.

Namun saya ingin menghibur Saudara yang jarang punya kesempatan memperhatikan semut. Jangan terlalu kecil hati. Saudara bisa mencari tahu tentang semut di wikipedia atau di google, atau kalau serius saudara bisa mencari film National Geographic tentang semut. Menurut saya itu film dokumenter yang bagus sekali. Namun pada kotbah ini saya tidak mau cerita banyak soal semut dan ingin langsung ke pokok pesan saja.

PERTAMA: RAJIN-RAJINLAH BELAJAR. Apa? (more…)

Share on Facebook

DINA DIPERKOSA!

Monday, August 13th, 2007

img_3083.JPG

Dasar : Kejadian 34:1-31

 

 

ALKISAH

1. Seorang gadis muda bernama Dina diperkosa ketika sedang bertandang ke tempat teman-temannya perempuan di kampung sebelah. Namun si pemerkosa yang bernama Sikhem jatuh cinta kepada Dina dan menginginkan dia menjadi istrinya. Dia pun melapor kepada ayahnya agar mendatangi ayah si anak perempuan. Yakub, sang ayah, tidak memberi keputusan dan menunggu anak-anak laki-lakinya. Namun mereka, terutama Simeon dan Lewi, mengamuk mendengar penodaan atau pencemaran saudara perempuannya. Mereka pun merancang tipu untuk membalaskan dendamnya. Mereka membuat alasan tidak dapat menerima lamaran keluarga Sikhem berhubung adat dan agama mereka beda. Keluarga besar Yakub disunat dan mereka hanya dapat menerima jika keluarga besar Hemor (ayah si pemerkosa) juga mau disunat. Anehnya Hemor dan anaknya Sikhem serta semua laki-laki kampungnya mau menerima permintaan itu. Mereka semua pun disunat. Namun pada hari ketiga, saat mereka masih kesakitan karena bagian atas kulit alat kelaminnya dikerat, datanglah kedua bersaudara Simeon dan Lewi menyerang dan membunuh mereka semua, menjarah semua harta benda mereka, termasuk para perempuan dan anak-anak.

2. Itu adalah kisah kuna yang terjadi ribuan tahun lalu di Palestina yang dicatat dalam Alkitab yang menjadi Kitab Suci bagi gereja sepanjang jaman. Bagi kita orang-orang moderen dan kristen, selain soal sunat, ada beberapa kebiasaan atau adat pada masa kuna itu yang tidak lagi kita bisa terima atau pertahankan.

Pertama: pemahaman bahwa perempuan atau seksualitas perempuan adalah properti milik laki-laki. (more…)

Share on Facebook

SEMUA KITA HARUS BAHAGIA

Monday, July 9th, 2007

medium_616200665345pm_bsp_color_palet_butterfly.jpg

Bahan: Mazmur 128

Siapa tak ingin bahagia?

Pada dasarnya semua atau hampir semua orang ingin bahagia dan sedikit-banyak menjadikan kebahagiaan sebagai salah satu atau mungkin satu-satunya tujuan hidupnya. Namun fakta menunjukkan tidak semua orang berbahagia. Ada banyak orang yang merasa hidupnya penuh dengan kekecewaan, kehampaan dan keputus-asaan. Dan diantara mereka yang kecewa itu ada banyak juga yang mengaku beriman kepada Kristus.


Kotbah minggu ini adalah tentang kebahagiaan. Ya tentang orang-orang berbahagia. Apakah yang dikatakan Mazmur 128 dan Alkitab tentang kebahagiaan? Sebelumnya baiklah kita baca dan catat baik-baik: Tuhan menghendaki semua orang berbahagia, baik laki-laki atau perempuan, tua atau muda, menikah atau tidak menikah. Kebahagiaan sebab itu bukanlah monopoli segelintir orang tetapi semua orang tanpa kecuali. (Jika kita tidak hati-hati membaca Mazmur 128, kita bisa salah arti seolah-olah kebahagiaan hanya milik laki-laki dan sudah berumah-tangga.) Apakah Saudara dan saya ingin hidup bahagia dalam keadaan Saudara sekarang? Tuhan menyediakan kebahagiaan itu juga untuk Saudara. Namun ada 4(empat) cara untuk memperolehnya:


Pertama: Kebahagiaan adalah buah ketaatan atau takut akan TUHAN
. Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan! (bandingkan Amsal 28:14). Berbahagialah orang yang menaruh kepercayaannya kepada Allah (Maz 40:5). Berbahagialah orang yang berpegang kepada hukum (Maz 106:3, Ams 29:18). Semua itu sejalan dengan yang dikatakan Yesus dalam Lukas 11:28 “Yang berbahagia ialah orang yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya”. Juga dengan apa yang dituliskan Paulus “bersukacitalah senantiasan dalam Tuhan”. (Filipi 4:4). Semua itu hendak mengatakan satu hal: kebahagiaan itu terletak dalam Tuhan. Lebih sederhana: kebahagiaan yang kita cari dan kejar itu justru kita peroleh saat kita taat kepada hukum-hukum Tuhan, dan hidup menuruti ajaran dan teladanNya. Padahal banyak orang menyangka kebahagiaan terletak dalam diri kita sendiri, ketika kita mementingkan diri sendiri, dan hidup menurut kemauan kita sendiri saja. (more…)

Share on Facebook

BERKAT OH BERKAT (Renungan Minggu 17 Juni 2007)

Friday, June 15th, 2007

anggur-7.JPG

Bahan: Ulangan 28:1-6

(1) Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia perintahNya yang kusampaikan kepadamu hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. (2) Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: (3) Diberkatilah engkau di kota, diberkatilah engkau di ladang. (4) Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yaitu anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. (5) Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. (6) Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.

Siapakah sumber berkat

Jika kita baca Alkitab (ada ratusan ayat dalam Alkitab yang menyebut berkat, memberkati dan diberkati) kita dapat menyimpulkan bahwa hanya ada satu sumber atau asal-muasal berkat, yaitu: TUHAN ALLAH. Dalam kisah penciptaan langit dan bumi (Kej 1:28) begitu Allah selesai menciptakan manusia (laki-laki dan perempuan) Dia langsung memberkati ciptaanNya.


Agen, distributor atau penyalur berkat

Pernyataan Tuhan adalah satu-satunya sumber berkat mempunyai konsekuensi yang sangat penting. Orangtua, hula-hula dan tulang (pihak marga istri/ibu), ompung atau kakek-nenek, pemimpin, pembimbing rohani atau pemimpin persekutuan, pendeta atau penatua ternyata bukanlah sumber berkat, tetapi hanya sekadar agen, (more…)

Share on Facebook