Kotbah Minggu 16 September 2007
Dasar: Amsal 6: 6-10 (11)
Bacaan: 2 Tesalonika 3:6-15
“Hai pemalas, pergilah kepada semut,
perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
biarpun tidak ada pemimpinnya,
pengaturnya
atau penguasanya,
ia menyediakan rotinya di musim panas,
dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring?
Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?
“Tidur sebentar lagi,
mengantuk sebentar lagi,
melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” –
maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu,
dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.”
(Amsal 6:6-11)
BAGAIMANA reaksi Saudara membaca teks Alkitab di atas? Mungkin tidak ada atau datar-datar saja sebab tampaknya teks itu terlalu biasa dan simpel, mudah dipahami tanpa harus ditafsir, dan tidak memuat amanat yang sangat memikat perhatian. Namun pertanyaan saya kepada Saudara-saudara yang menganggap teks itu sangat simpel dan biasa: kapankah Saudara terakhir sekali melihat semut? Lebih spesifik: kapankah Saudara dalam hidup ini memperhatikan sungguh-sungguh perilaku semut? Terus terang, walaupun pada masa kanak-kanak saya suka sendirian memperhatikan sarang semut, namun sudah lama sekali saya tidak melihat semut. Semut, apalagi kalau sendirian, memang bukan mahluk yang besar, kuat, atau penuh pesona, sehingga selalu mengundang mata kita melihatnya dengan decak kagum. Namun seperti kata Alkitab dan banyak buku semut sebenarnya adalah hewan kecil yang hebat.
Namun saya ingin menghibur Saudara yang jarang punya kesempatan memperhatikan semut. Jangan terlalu kecil hati. Saudara bisa mencari tahu tentang semut di wikipedia atau di google, atau kalau serius saudara bisa mencari film National Geographic tentang semut. Menurut saya itu film dokumenter yang bagus sekali. Namun pada kotbah ini saya tidak mau cerita banyak soal semut dan ingin langsung ke pokok pesan saja.
PERTAMA: RAJIN-RAJINLAH BELAJAR. Apa? (more…)
Share on Facebook