Posts Tagged ‘gereja’

7 (TUJUH) AGENDA REFORMASI HKBP

Monday, August 25th, 2008

gereja-hkbp-tomok-5.JPG

7 (TUJUH) AGENDA REFORMASI HKBP (draft pertama)

(Usulan untuk menjadi bahan kajian dan aksi anggota jemaat HKBP. Silahkan diperbanyak dan dibagikan kepada para anggota dan pelayan HKBP terutama pendeta resort dan utusan ke Sinode Godang HKBP)

AGENDA PERTAMA: PERIODESASI SINTUA DAN GURU SM

(1) Alasan teologis: Seluruh warga gereja terpanggil untuk melayani dalam gereja HKBP menjadi saksi, pelayan, murid, dan hamba Tuhan. (1 Pet 2:9, Kis 1:8, Ef 4:12-13). Dengan sistem periodesasi sintua dan guru SM maka seluruh warga gereja HKBP mendapat kesempatan seluas-luasnya berpartisipasi dan terlibat penuh dalam kehidupan gereja termasuk proses pengambilan keputusan.

(2) Alasan kultural/ sosiologis: sistem sintua dan guru SM seumur hidup sangat bertentangan dengan kultur Batak yang sangat menjunjung pergiliran peran dan jabatan, kesetaraan, parjambaran hata, ulaon, & juhut (hak mendapat bagian dalam bicara, kerja dan makanan). Sebaliknya sistem periodik sangat sinkron dengan kultur batak yang sangat mendambakan peran dan tanggungjawab dalam kehidupan persekutuan.

(3) Alasan manajemen/ praktis: sistem sintua seumur hidup telah mematikan kesempatan bagi jemaat-jemaat HKBP untuk melakukan fungsi-fungsi manajemen seperti: penyegaran kemajelisan, pemberian penghargaan kepada yang berprestasi, penggantian penatua yang tidak becus, dan kreatifitas. Di sampung itu sistem sintua seumur hidup telah mendorong tumbuhnya kepentingan2 pribadi dan kelompok serta sulitnya rekonsiliasi di beberapa tempat. (more…)

Share on Facebook

Jangan malu jadi domba

Friday, December 14th, 2007

Almanak Jumat 14 Desember 2007:
two-sheep-dari-google.jpg

Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu. (1 Petrus 2:25)

Bayangkanlah sekawanan domba yang sedang digembalakan di padang belantara. Seekor diantaranya pergi menyimpang dari kawanan, pergi mencari jalannya sendiri, dan lantas tersesat di padang belantara. Domba yang terpisah dari kawanannya itu sangat mudah menjadi mangsa binatang buas, sebab tidak ada lagi yang menjaga dan membelanya. Seperti itulah selalu digambarkan seorang manusia yang memisahkan diri dari Tuhan dan gerejaNya untuk pergi melakukan yang jahat. Itu sama saja dengan menyediakan diri sendiri menjadi mangsa binatang buas.

Pertobatan digambarkan dalam Alkitab sama seperti kembalinya domba yang menyimpang (more…)

Share on Facebook

Terimalah hidup kekal. Sekarang juga

Tuesday, December 11th, 2007

Almanak Selasa 11 Desember 2007:

anggur-9.jpg

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yohanes 5:24)

Hidup kekal bukanlah sekadar hidup seribu atau sejuta tahun atau hidup tanpa akhir. Istilah hidup kekal dalam Alkitab bukanlah cuma soal durasi atau rentang waktu tetapi lebih menunjuk kepada subtansi atau mutu kehidupan yang paling baik dan tinggi. Hanya Allah sajalah yang kekal. Sebab itu hidup kekal adalah hidup Allah sendiri, hidup yang dihayati dan dialami oleh Allah sendiri: hidup yang penuh dan melimpah dengan damai sejahtera, kebahagiaan dan sukacita, kasih, kesetiaan, kemurahan dan juga kemuliaan. Hidup penuh makna. Hidup sejati. Itulah hidup yang ditawarkan kepada kita orang-orang yang beriman kepada Allah dalam Kristus. (more…)

Share on Facebook

Undangan Perjanjian

Monday, December 10th, 2007

Almanak Senin 10 Desember 2007:

lady_hilingdon_cl_11.jpg

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. (Yesaya 55:3)

Allah adalah Khalik atau Sang Pencipta dan kita adalah ciptaanNya. Namun Kitab Suci menyaksikan Allah Sang Khalik mengundang ciptaanNya untuk mengikat perjanjian denganNya. Luar biasa. Sang Pencipta mengikat perjanjian dengan yang diciptakanNya. Dengan kata lain Allah rela mengikat diriNya sendiri melalui suatu perjanjian dengan umatNya yang tak lain tak bukan ciptaanNya sendiri. Apakah isi perjanjian Allah dan umatNya itu? Itulah yang berulang kali disaksikan oleh Alkitab. Yaitu: Allah akan setia memberkati dan menyelamatkan umatNya. Sebaliknya umat akan taat dan menyembah kepada Allah saja. Dasar perjanjian itu adalah kasih setia Allah.

Perjanjian Allah dan umatNya yang kelak dibaharui dan diteguhkan dalam kematian Yesus PutraNya di kayu salib, memberikan kepada kita dasar iman dan pengharapan yang benar-benar kuat dan tidak tergoncahkan. Mengapa? (more…)

Share on Facebook

Yang dibenarkan karena beriman

Friday, December 7th, 2007

Almanak Sabtu 08 Desember 2007:
medium_616200665345pm_bsp_color_palet_butterfly.jpg

Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. (Roma 3:21-22)

Untuk memudahkan pemahaman dan penghayatan kita akan ayat di atas, bayangkanlah sebuah pengadilan ilahi. Saudara telah melakukan kesalahan dan kejahatan, dan bukan hanya sekadar melakukan satu-dua kesalahan tetapi hidup penuh dengan kesalahan serta kejahatan itu. Namun Allah membebaskan Saudara dari tuntutan hukuman. Dia menyatakan Saudara benar atau membenarkan Saudara, bukan karena Saudara memang sungguh-sungguh benar, tetapi karena Dia penuh dengan belas kasihan dan Saudara percaya kepada Allah yang penuh belas kasihan itu dalam Kristus PutraNya. Lantas apakah yang akan Saudara katakan dan lakukan?

Pembenaran karena iman dan karena itu merupakan anugerah itulah yang diwartakan Rasul Paulus dalam Surat Roma. Paulus menyatakan dengan tegas bahwa kita dibenarkan, dibebaskan dari tuntutan hukuman, dihidupkan oleh Allah bukan karena keunggulan, prestasi, jasa atau kesempurnaan hidup kita, tetapi semata-mata karena anugerah Allah sendiri dan karena iman kita kepada Kristus PutraNya. Kedua hal ini: anugerah Allah dan iman manusia tidak bisa dipisahkan. Anugerah Allah hanya bisa diterima dengan iman. Sebaliknya iman manusia hanya efektif (more…)

Share on Facebook

Karya Allah iman jemaat

Thursday, December 6th, 2007

Almanak Jumat 07 Desember 2007:
sunlight-forest-01.jpg

Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh. (Mazmur 65:6)

Iman umat Israel sebagaimana disaksikan Perjanjian Lama berdasar kepada sejumlah perbuatan besar Allah dalam sejarah: Allah memanggil dan mengikat perjanjian dengan leluhur mereka (Abraham, Ishak dan Yakub), membebaskan umatNya dari penjajahan di Mesir, menuntun umatNya di padang gurun, menyatakan diriNya dan memberi hukum2 di Sinai, memberikan umatNya tanah perjanjian, membangkitkan para hakim dan raja, mengutus para nabi dan membebaskan umatNya dari pembuangan Babel. Selanjutnya umat Kristen mendasarkan imannya kepada perbuatan Allah mengutus PutraNya Tuhan Yesus Kristus membebaskan manusia dari belenggu dosa dan kematian.

Dengan kata lain iman umat Israel yang kemudian diwarisi oleh gereja, termasuk kita sekarang, bukan berdasar kepada sejumlah teori atau konsepsi abstrak tentang Allah, tetapi (more…)

Share on Facebook

Mengikut Terang

Thursday, December 6th, 2007

Almanak Kamis 06 Desember 2007:
cahaya-11.jpg
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12)

Kata dunia itu seringkali terlalu luas atau abstak. Sebab itu ganti saja dengan hal-hal yang lebih konkret atau nyata: rumah, keluarga, persekutuan adat atau agama, jemaat, masyarakat bertetangga, atau tempat kerja Saudara. Atau apa saja lingkungan dimana Saudara hidup dan menjadi bagiannya sehari-hari. Lebih baik lagi lingkungan dimana Saudara memiliki peran, kedudukan dan pengaruh untuk mengubahnya. Sehingga bunyinya: Akulah terang rumahmu. Akulah terang persekutuanmu.

Dengan begitu pesan Yesus itu sungguh-sungguh relevan dan bermakna bagi kita. Yesus mengundang kita mengikut Dia. Arti mengikut adalah: mencontoh atau meniru Dia. Ya, walau tak sempurna, tirulah sikap Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Seperti lagu anak-anak: Kuingin sperti Yesus. Keberdosaan, kelemahan dan kekurangan kita tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak meniru Dia. (Ingat: banyak orang yang mengaku-ngaku mengikut Yesus namun tidak berniat dan berminat sedikit pun mencontoh Yesus. Sebenarnya orang semacam ini berbohong dan hanya memperalat nama Yesus.)

Yesus mengatakan bila kita mengikut Dia: menjadikan kata-kata dan sikap-sikapNya sebagai Guru, Sumber dan Acuan, maka kita bagaikan orang yang sedang berjalan terang-benderang. Sebaliknya: mereka yang hanya menyebut-nyebut nama Yesus namun enggan mengikut Dia sama dengan orang yang (more…)

Share on Facebook

Lihatlah terang di atas kita

Tuesday, December 4th, 2007

Almanak Rabu 05 Desember 2007:
matahari2.JPG
Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. (Yesaya 9:1)

Kata-kata Tuhan yang disampaikan oleh nabi Yesaya kurang-lebih 2700 tahun lalu itu adalah penghiburan dan penguatan bagi siapa saja orang beriman yang merasa sedang berada di titik nadir atau terendah kehidupan atau berbagai krisis. TUHAN datang bagaikan cahaya yang bersinar di tengah kegelapan dan kekelaman, mengajak umatNya bangkit.

Tuhan tidak berjanji dengan kedatanganNya semua masalah lantas lenyap seketika dan hidup menjadi sangat mudah serta melulu berisi kesenangan. Masalah tetap banyak, namun Tuhan memberi kekuatan untuk menyelesaikannya satu per satu. Beban hidup mungkin juga tidak berkurang, namun kehadiran Tuhan memberi kita sukacita dan semangat memikulnya. Dengan kata lain, kita tetap harus berjuang dan bekerja keras dalam hidup ini, namun kini kita melakukannya bersama-sama Tuhan. Sebab itu kita tidak pernah kehilangan harapan.

Di minggu Adven ini, di tengah realitas hidup dan suka-duka kita masing-masing, Tuhan mau menyapa kita lagi agar (more…)

Share on Facebook

Jaga baik-baik hartamu

Monday, December 3rd, 2007

Almanak Senin 03 Desember 2007:

anggrek-ungu-2.jpg

Peliharalah harta yang indah yang telah dipercayakanNya kepada kita, oleh Roh Kudus, yang diam di dalam kita (2 Tim 1:14)

Kata-kata itu adalah nasihat Rasul Paulus kepada muridnya sekaligus anak rohaninya Timotius. Pertanyaan: apakah yang dimaksud Paulus sebagai harta yang indah yang harus dipelihara oleh Timotius dan juga oleh kita sekarang?

Pertama-tama: segala harta benda kepunyaan kita yang dianugerahkan Tuhan. Apapun itu milik kita, banyak atau sedikit, harus kita jaga dan kelola baik-baik. Kita tidak boleh membiarkan harta milik kita rusak, hancur atau hilang. Namun, seorang teolog mengatakan sebenarnya kita tidak memiliki apa pun dalam hidup ini, sebab segala sesuatu yang ada pada kita adalah kepunyaan Tuhan, bahkan diri kita pun milik Tuhan. Dengan kata lain kita hanyalah pengurus dari apa yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Sebab itu uruslah baik-baik milik Tuhan itu. Namun ada lagi yang lebih indah. (more…)

Share on Facebook

Renungan Adven Pertama: Tuhan segera datang, tetaplah siaga

Sunday, December 2nd, 2007

bunga-ungu-21.jpg

Oleh: Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Dasar : I Tesalonika 5 : 1 - 11

Bacaan: Yakobus 5 : 7 - 12
Hari ini gereja-gereja memasuki minggu Adven. Istilah Adven berasal dari bahasa Latin: adventus. Arti hurufiahnya: kedatangan. Gereja purba mengartikannya sebagai kedatangan Yesus Kristus, Putra Allah, ke dalam dunia ini. Lebih tepat: persiapan atau penyambutan kedatangan Tuhan. Ibarat pagi hari, mataharinya sendiri sebenarnya belum muncul, namun cahayanya di ufuk timur sudah tampak dan dapat dirasakan. Ibarat kedatangan seorang raja, maka Sang Rajanya sendiri belum tiba, namun para pengawalnya sudah muncul dan musik penyambutannya sudah berkumandang. Laksana tanaman padi, bulirnya sudah tampak bernas namun padinya belum menguning. Lantas apakah makna Adven bagi kita?

Minimal ada 4(empat): (more…)

Share on Facebook

Hidup berpusat kepada Kristus?

Thursday, November 29th, 2007

Almanak Jumat 30 November 2007:
wild-foxglove.jpg

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. (Filipi 1:21-22)

Jika mau jujur, sebenarnya apakah yang menjadi pusat atau sentrum kehidupan Saudara? Apakah yang paling utama, penting dan berharga dalam hati dan pikiran Saudara? Apakah yang selalu menggerakkan Saudara untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu? Bagi sebagian orang pusat kehidupannya adalah dirinya sendiri: keamanan, kenyamanan dan kenikmatannya,. Bagi sebagian orang lagi pusat kehidupannya justru keluarganya. Hampir segala sesuatu yang dilakukannya adalah demi dan untuk keluarganya. Mungkin bagi sebagian orang lagi pusat kehidupan adalah uang. Yang memotivasi, menginspirasi, mengendalikan dan mengarahkan hidupnya adalah memiliki sebanyak-banyak uang. Bagi sebagian orang lagi mungkin adat nenek moyang, seks, karir politik atau malah dendam yang ingin dibalaskan.

Hari ini kita mendengar tentang pusat kehidupan yang lain, (more…)

Share on Facebook

Allah itu besar

Wednesday, November 28th, 2007

Almanak Kamis 29 November 2007: (more…)

Share on Facebook

Masalah memang banyak, tetaplah sabar dan ramah

Monday, November 26th, 2007

Almanak Selasa 27 November 2007:

kupu-14.JPG

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu (Efesus 4:32)

Apa hendak dikata, sebagian besar dari antara kita sekarang hidup di tengah masyarakat kota yang bukan saja telah kehilangan banyak kesabaran, tetapi juga keramah-tamahan dan apalagi kasih. Lihatlah apa yang selalu terjadi manakala terjadi persinggungan dua kenderaan di jalan raya. Alih-alih bersikap tenang, sabar dan menyerahkan persoalan kepada penegak hukum atau berdamai, para pengendara atau pemilik kenderaan justru langsung adu gertak dan adu ancam, menunjukkan bahwa dia kuat dan karena itu benar. Lihatlah apa yang kerap terjadi di terminal bus. Lihat pemandangan saat para penumpang hendak naik ke pesawat atau hendak turun dari pesawat. Lihat juga apa yang terjadi di banyak sekolah dan kampus: alih-alih belajar tekun dan memperlengkapi diri dengan berbagai ilmu, banyak pelajar dan mahasiswa justru menghabiskan enerjinya untuk tawuran atau mengerjain para juniornya. Apa sebenarnya yang sedang terjadi dengan bangsa ini? (more…)

Share on Facebook

KONSEP TATA LAKSANA HKKBP (BAGIAN KEDUA)

Friday, November 9th, 2007

BAB III

DEWAN, SEKSI & KOMISI

Pasal 14 Dewan

1. Dewan adalah organ untuk membantu Majelis
Jemaat mengkoordinir dan mengarahkan pelaksanaan tugas mewujudkan visi dan misi
HKBP.

2. Dewan sedapat-dapatnya terdiri dari:

2.1. Dewan Persekutuan dan Peribadahan

2.2. Dewan Pembinaan Warga

2.3. Dewan Pelayanan dan Kesaksian

3. Keanggotaan Dewan terdiri dari:

3.1. Sekurang-kurangnya 3(tiga) dan
sebanyak-banyaknya 7(tujuh) orang penatua yang dipilih oleh Rapat Majelis Jemaat

3.2. Ketua, Sekretaris dan Bendahara Seksi
(ex officio)

4. Kepemimpinan Dewan terdiri dari 1(satu)
orang Ketua dibantu oleh 1(satu) orang Sekertaris.

5. Tiap-tiap dewan dipimpin oleh 1 (satu)
orang Ketua dan dibantu oleh 1 (satu) orang sekretaris.

6. Tugas dan wewenang:

6.1. Ketua Dewan:

6.1.1. Bertanggungjawab kepada pendeta jemaat.

(more…)

Share on Facebook

Pernyataan Misi HKBP (Suatu tawaran draft)

Thursday, November 1st, 2007

Kemarin saya telah mencoba menawarkan draft visi baru HKBP: MENJADI GEREJA BATAK, INDONESIA DAN GLOBAL

(bandingkan dengan visi HKBP yang lama yang tertulis di Pembukaan Aturan 2002: “HKBP berkembang menjadi gereja yang inklusif, dialogis, dan terbuka, serta mampu dan bertenaga mengembangkan kehidupan yang bermutu di dalam kasih Tuhan Yesus, bersama-sama dengan semua di dalam masyarakat global, terutama masyarakat kristen, demi kemuliaan Allah Bapa yang mahakuasa”).

Pendapat saya pribadi pernyataan visi dalam AP 2002 di atas bukan saja sangat panjang dan bertele-tele, tetapi juga tidak jelas maunya apa. Banyak masalah yang berlarut-larut di HKBP disebabkan oleh ketidakjelasan visi itu.

Selanjutnya, saya mencoba menawarkan draft pernyataan misi HKBP. Mohon dibaca, dikaji dan dikoreksi agar kita suatu saat memiliki pernyataan misi yang lebih tajam dan utuh serta mudah dipahmi oleh seluruh warga HKBP.

Boleh juga bandingkan dengan yang ada di pembukaan AP 2002: “HKBP berusaha meningkatkan mutu segenap warga masyarakat, terutama warga HKBP, melalui pelayanan-pelayanan gereja yang bermutu, agar mampu melaksanakan amanat Tuhan Yesus dalam segenap perilaku kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, maupun kehidupan bersama segenap masyarakat manusia di tingkat lokal dan nasional, di tingkar regional dan global dalam menghadapi tantangan abad ke-21″.

Horas

Daniel Harahap
______________________________

Tawaran draft: (silahkan dikopi dan disebar-luaskan untuk bahan diskusi dan kajian seluruh warga HKBP)


VISI HKBP : MENJADI GEREJA BATAK, INDONESIA DAN GLOBAL

PERNYATAAN MISI HKBP:

1. Kami HKBP melayani warga HKBP beribadah kepada Allah Tritunggal (Bapa, Anak dan Roh) dan mendapatkan pengajaran iman yang benar dari lahir hingga meninggal dunia dan dari masa kanak-kanak hingga masa tua, mendapatkan pelayanan sakramen dan pelayanan rohani lainnya, serta memenuhi kebutuhan rohani warga untuk hidup sebagai umat Allah dan murid-murid Kristus di dunia.

2. Kami HKBP melayani warga HKBP dan warga masyarakat sekitar yang kecil, sakit, miskin, dan lemah untuk mengalami kasih Allah yang membebaskan, memulihkan, membangkitkan dan memanusiakan, dan mendorong seluruh warga HKBP menghayati hidup yang adil, berbagi, murah hati dan berbelas kasih kepada sesama manusia, serta bersama-sama memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan, yaitu damai sejahtera di tengah-tengah dunia dengan cara-cara tanpa kekerasan.

3. Kami HKBP mengabarkan Injil tentang kasih, kebenaran, keadilan dan damai sejahtera Allah dalam Kristus kepada dunia, memperlengkapi dan membekali warga HKBP berperan aktif menjadi pekabar Injil, saksi Kristus, hamba Allah yang rendah hati, di tengah-tengah dunia ini melalui sikap hidup yang terpercaya dan terpuji, profesi dan karya yang menyumbang bagi kesejahteraan publik, dan komunikasi dan dialogyang membangun, yang dilandasi oleh kejujuran, kesantunan dan hormat.

Horas HKBP,

2 November 2007

 

Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook