Posts Tagged ‘almanak hkbp’

Siapa Mau Mengenal Allah?

Tuesday, February 26th, 2008

Almanak Selasa 26 Februari 2008:

kampung-air-2.JPG

Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. (1 Yohanes 2:3)

Ada pertanyaan untuk Saudara dan saya. Bagaimana caranya mengenal Allah? Mungkin ada yang mengatakan: membaca Alkitab atau firmanNya. Jawaban itu benar. Lebih tepat: membaca Alkitab secara teratur dan tekun, setiap hari, selama bertahun-tahun. Barangkali ada yang menjawab: mengikuti ibadah di gereja. Jawaban itu juga benar. Ibadah adalah perayaaan dan pertemuan Allah dengan umatNya. Lebih tepat: hadir secara fisik dan hati di ibadah di gereja, secara rutin, sepanjang hidup. Mungkin ada yang berkata: berdoa. Ya itu juga benar. Persisnya doa yang sungguh-sungguh, keluar dari hati, dan berkala. Dengan kata lain: kita tidak bisa mengenal Allah dalam waktu sekejap atau hanya dalam satu kali berjumpa, mendengar firmanNya, membaca kisahNya, atau berdoa kepadaNya. Pengenalan akan Allah memerlukan kesungguhan dan kepenuhan hati, totalitas diri, serta proses waktu yang sangat panjang.

Hari ini kita mendapatkan satu jawaban lagi dari Rasul Yohanes. Bagaimana sesungguhnya cara mengenal Allah? Jawabnya: (more…)

Share on Facebook

Mata Air Yang Tak Pernah Kering

Monday, February 25th, 2008

Almanak Senin 25 Februari 2008:

mountain-river.jpg

Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. (Mazmur 100:5)

Entah kenapa, saya paling suka melihat sungai di pegunungan. Apalagi jika mendapat kesempatan menyaksikan sumbernya atau mata air. Saya selalu memandang berlama-lama bagaimana air yang jernih, bersih, sejuk dan sehat itu membual tak habis-habisnya dari dalam bumi. Mata air di gunung itu bukan saja menerbitkan rasa senang dan damai, tetapi juga takjub. Juga menumbuhkan inspirasi dan motivasi di hati.

Menurut saya, sungai dan mata air di pegunungan itu benar-benar suatu perlambang yang sangat cocok untuk melukiskan kebaikan Tuhan yang tak pernah habis-habisnya. (more…)

Share on Facebook

Terlanjur Jahat?

Thursday, February 7th, 2008

Almanak Kamis 7 Februari 2008:

water-lilies.jpg

Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: “Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu. (1 Samuel 12:20)

Agaknya kita semua tahu pepatah lama Melayu: nasi sudah jadi bubur. Artinya: keadaan sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki atau dikembalikan lagi. Mirip ungkapan dalam bahasa Inggris: point of no return. Suatu keadaan dimana kita tidak bisa lagi berbalik atau mundur. Pepatah itu sering dilanjutkan: sudah tercebur dan sudah terlanjur. Apa boleh buat. Sekali mandi basah saja sekalian. Maksudnya jangan tanggung-tanggung atau kepalang. Jika diterapkan dalam hal kesalahan atau kejahatan, dan itu sering, hal ini tentu fatal. Seorang yang sudah sempat salah atau jahat tentu cenderung meneruskan saja kesalahan dan kejahatan itu sebab merasa tidak mungkin lagi untuk mengubah diri atau keadaan. Bayangkanlah jika seorang merasa memang sudah nasibnya apalagi takdirnya menjadi penjahat! (more…)

Share on Facebook

Jangan beriman kepada penguasa atau pengusaha.

Monday, February 4th, 2008

Almanak Senin 4 Februari 2008: 

441246933_3c4a166400_o.jpg

Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak-anak manusia yang tidak dapat memberi keselamatan. (Mazmur 146:3)

Sehebat-hebatnya raja, pejabat tinggi negara, atau pengusaha besar, atau kepala gang, dia adalah tetap manusia yang berasal dari debu dan kembali kepada debu. Tidak ada seorang pun manusia yang kekuasaan dan kebesarannya abadi sepanjang masa. Yang kemarin dipuja-puja dan disanjung bagaikan ilah atau dewa oleh jutaan orang, hari ini bisa telah dilupakan, dan hanya sesekali saja dikunjungi makamnya oleh segelintir keluarga dan pengagum fanatiknya. Yang hari ini selalu disambut dengan karpet merah, (more…)

Share on Facebook

Para kerabat Yesus

Saturday, February 2nd, 2008

Almanak Sabtu 2 Februari 2008:

last-supper.jpg

Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku. (Matius 12:50)

Ada pepatah Batak yang berbunyi “manghuling do mudar“. Arti harafiahnya: darah itu berbicara. Maksudnya: kita selalu merasa dekat dan terpanggil menolong orang yang memiliki hubungan pertalian darah atau silsilah dengan kita. Ada lagi pepatah Batak “suhar bulu tarihon dongan suhar tarihoanhu“. Arti harafiah: jika saudaraku terbalik menarik bambu maka aku juga akan melakukan hal yang sama. Maksudnya: kita harus tetap membela saudara walaupun dia telah melakukan yang salah. Satu lagi: Masiamin-aminan songon lampak ni gaol, masitungkolan songon suhat di robean. Artinya: saling mengiyakan seperti daun pisang dan saling menopang seperti talas di lembah. Ditambah sistem marga dan kekerabatan berdasarkan pernikahan yang terkenal dengan istilah “dalihan na tolu” inilah mungkin yang mendorong kuatnya keterikatan seseorang kepada kelompok dan juga nepotisme.

Nepotisme atau kebijakan memprioritaskan saudara atau kerabat dalam hal pemberian kedudukan atau kemudahan dibidang bisnis dan ekonomi pada dasarnya sangat manusiawi, (more…)

Share on Facebook

Sukacita dan pengampunan

Friday, February 1st, 2008

Almanak  Jumat 1 Februari 2008:

2005-11-16-white-lily.jpg

Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! (Mazmur 51:17)

Setelah ditegur oleh nabi Nathan, Raja Daud sadar dan menyesal telah melakukan dosa yang sangat keji: merekayasa agar Uria, panglimanya yang paling setia mati di peperangan, supaya Daud dapat mengambil Batsyeba istrinya. Alih-alih marah dan menghukum nabi Nathan karena telah mengkritiknya dan menunjukkan kejahatannya, Daud menundukkan dirinya di hadapan Allah. Dia benar-benar menyesal, sedih dan malu atas apa yang telah dilakukannya. Dalam doanya dia mengaku sangat kotor dan cemar (ingat: pelaku kejahatanlah yang harus merasa dirinya kotor, bukan korban kejahatan). Bukan hanya itu dia merasa hatinya remuk dan jiwanya hancur. Seluruh sukacita dan semangatnya telah hilang.

Ayat di atas adalah bagian dari mazmur Daud memohonkan pengampunan dari Tuhan Allah yang telah dikenalnya sejak masa mudanya. Tuhan Allah itu setia dan baik. (more…)

Share on Facebook

Ingatlah Kita diampuni karena Kristus

Thursday, January 31st, 2008

Almanak Kamis 31 Januari 2008:
lili.jpg

Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. (Kisah Rasul 13:38)

Alkitab mengatakan semua manusia berdosa. Artinya: semua manusia, siapapun dia, dalam dirinya memiliki bakat, potensi dan tendensi untuk melakukan yang salah dan jahat. Dengan perkataan lain, semua manusia tanpa diajari atau dipengaruhi oleh orang lain tahu dan mampu mencuri, berbohong, berzinah dan melakukan hal-hal salah dan jahat lainnya. Manusia bisa menyimpang atau melanggar hukum bukan saja karena digoda atau dipengaruhi oleh sesuatu di luar dirinya, tetapi juga karena keinginan menyimpang yang memang ada dalam diri manusia itu. Bahkan Rasul Paulus mengatakan dalam surat Roma, dosa telah menjadi penguasa dalam diri manusia, membelenggu dan memperhamba manusia melakukan berbagai kejahatan dan membawanya ke dalam kematian. (more…)

Share on Facebook

Beriman Tak Melupakan Akal

Wednesday, January 30th, 2008

Almanak Rabu 30 Januari 2008: 

Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku? (Yeremia 32:27)

TUHAN Allah menganugerahkan kita akal budi. Berbeda dengan binatang dan tumbuhan, kita manusia dapat berpikir. Melalui pertambahan usia dan pengalaman hidup dan juga lewat sekolah atau kampus kita sudah terbiasa berpikir logis, analitis dan sistematis. Dengan akal budi itu kita memilah-milah, menimbang-nimbang dan membanding-bandingkan benda, situasi atau perkara. Dengan akal budi itu juga kita menguraikan, menyimpulkan, menghubungkan, dan membuat pengertian. Akal budi itu jugalah yang kita gunakan menyeleksi dan menyimpulkan informasi yang sampai kepada kita apakah bisa diterima akal atau tidak, wajar atau mengada-ada, objektif atau subjektif, jujur atau bohong.

Namun kemampuan akal budi kita juga terbatas. (more…)

Share on Facebook

Sudah Berdosa Tak Malu Pulak

Tuesday, January 29th, 2008

Almanak Selasa 29 Januari 2008:

clown.jpg

“Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit. (Ezra 9:6)

Apakah yang Saudara lakukan seandainya Saudara jelas-jelas telah melakukan hal-hal yang salah, buruk atau jahat? Banyak orang mungkin langsung mempersiapkan sejumlah pembelaan diri, mencari pengacara handal yang dapat membela dan membuktikan dirinya tidak salah atau melakukan kejahatan, atau sibuk meminta bantuan orang yang punya kekuatan dan pengaruh. Selanjutnya berusaha membunuh rasa malu, menenangkan diri dan rileks, dan terus-menerus meyakinkan diri dan orang lain bahwa Saudara tidak salah apalagi jahat. Atau bisa juga Saudara justru melakukan serangan balik. Dengan bersikap agresif dan emosional Saudara mau meyakinkan orang lain bahwa Saudara tidak salah atau jahat. Sebab ada pepatah menyerang lebih dulu adalah bentuk pertahanan lebih baik. Atau bisa juga Saudara menutupi kesalahan atau kejahatan itu dengan berbagai cara, salah satunya dengan melakukan beberapa “kebajikan dan kemurahan” sehingga orang lain tidak percaya jika Saudara dituduh melakukan yang jahat, atau minimal memaafkan dan memakluminya. Atau, libatkan saja sebanyak-banyaknya orang dalam kesalahan itu. (more…)

Share on Facebook

Tuhan mencarimu

Monday, January 28th, 2008

Almanak Senin 28 Januari 2008: 

forest.jpg

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. (Kejadian 3:8)

Berani karena benar, takut karena salah. Itu adalah pepatah lama yang mungkin tidak berlaku lagi bagi sebagian orang jaman sekarang. Sebab pada jaman moderen ini orang semakin berani saja melakukan kesalahan atau kejahatan, tidak takut berbohong dan berpura-pura, serta bertingkah “normal” di depan orang banyak. Cerita di Taman Eden tentang sepasang manusia yang bersembunyi dibalik pepohonan karena telah melakukan suatu kesalahan sebab itu mungkin terasa aneh dan lucu bagi orang-orang moderen yang telah terbiasa dan rapih melakukan kesalahan atau bahkan kejahatan. Adam dan Hawa tampak sangat lugu dan persis kanak-kanak sehabis ketahuan melakukan kesalahan.

Namun sebenarnya apa yang dilakukan Adam dan Hawa sama saja dengan apa yang sering dilakukan oleh orang-orang moderen (more…)

Share on Facebook

Memanfaatkan krisis mendorong kemajuan

Friday, January 25th, 2008

Almanak Jumat 25 Januari 2008:  

petunia2.jpg

Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. (Yeremia 33:3)

Manusia bisa mengalami krisis atau kegoncangan karena 2(dua) hal. Pertama: karena pertumbuhan atau perkembangan dirinya. Seorang anak yang lagi berproses menjadi remaja, seorang remaja yang sedang mendewasa, seorang dewasa yang mulai menua seringkali mengalami krisis dalam hidupnya. Ada perubahan fisik dan psikis, peran dan tanggungjawab, serta irama kehidupan dan hal itu sedikit-banyak menimbulkan ketegangan dan kegoncangan. Seorang perempuan yang baru pertama kali hamil atau mempunyai bayi juga acapkali mengalami krisis karena tiba-tiba merasakan perubahan besar dalam ritme hidupnya. Semua krisis atau kegoncangan itu justru disebabkan oleh hal sangat positif dan disyukuri, (more…)

Share on Facebook

Belajar keadilan dari rumah, lapangan olahraga dan Tuhan

Thursday, January 24th, 2008

Almanak Kamis 24 Januari 2008:

bunga depan gordy

Sebab TUHAN akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan sayang kepada hamba-hamba-Nya. (Mazmur 135:14)

Dimanakah tempat yang paling baik untuk belajar tentang keadilan? Di rumah bersama anak-anak! Di rumah, dalam keluarga, dengan mudah bisa kita pahami dan hayati keadilan bukan sekadar teori atau pemikiran filosofis yang abstrak lagi rumit, tetapi sesuatu prinsip dan praktek hidup yang sangat nyata dan sederhana. Anak-anak bahkan yang masih kecil pun dengan gampang mengetahui dan merasakan seandainya ketidakadilan terjadi dan akan memprotesnya. Di rumah juga kita dengan mudah sekali menangkap makna ungkapan: no justice no peace. Tidak ada keadilan maka tidak ada damai. Keluarga pasti segera bertengkar dan berkelahi jika tidak merasakan keadilan. (more…)

Share on Facebook

Yesus imam besar kita

Monday, January 21st, 2008

Almanak Senin 21 Januari 2008:

red-rose-cesar-chavez-01.jpg

Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. (Ibrani 7:25)

Kitab Ibrani pertama kali dituliskan untuk orang-orang Kristen yang berasal dari latar belakang Yahudi. Karena itu penulisnya menggunakan kerangka berpikir Yahudi untuk menyampaikan pesan-pesannya. Kita tahu dalam agama Yahudi umat atau jemaat awam tidak bisa menghadap Allah secara langsung di Bait Allah, apalagi memasuki ruang paling dalam yaitu ruang mahakudus yang menjadi simbol kehadiran kemuliaan Allah. Umat hanya dapat berhimpun di pelataran luar. Hanya para imamlah yang diijinkan masuk ke ruang kudus. Namun yang diijinkan memasuki ruang mahakudus hanyalah seorang imam besar itu pun hanya satu kali setahun untuk mempersembahkan korban pendamaian dengan umat dengan Allah. Sebab itu imam besar mempunyai kedudukan luar biasa penting dalam agama Yahudi. Dialah yang menghantar doa dan korban persembahan umat kepada Allah.

Penulis Ibrani mengatakan bahwa Yesus adalah Imam Besar kita yang sesungguhnya. Dia adalah Imam Besar yang tidak berdosa dan tidak bernoda sama sekali. (more…)

Share on Facebook

Selamat karena rahmat

Saturday, January 19th, 2008

 Almanak 19 Januari 2008:

84.jpg

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman. (2 Timotius 1:9)

Bayangkanlah Anda seorang jahat yang saban hari melakukan kejahatan. Suatu saat Anda terperosok ke sumur atau lubang. Sumur itu begitu dalam dan lebar sehingga Anda benar-benar tidak mampu mengeluarkan diri sendiri dari sumur itu. Anda berteriak-teriak minta tolong, namun tidak ada seorang pun yang perduli mengingat rekor kejahatan Anda. Saat Anda sudah dalam keadaan lemah dan lemas, tiba-tiba datanglah seorang yang telah berkali-kali Anda sakiti merelakan dirinya turun ke dalam sumur itu besusah-payah menggendong Anda keluar. Dia tahu Anda sebenarnya jahat, tetapi dia menolong Anda. Apakah yang Anda katakan dan lakukan kepadanya? Bagaimana hidup Anda sesudahnya?

Bayangkanlah Anda seorang yang terbelit hutang. Hutang itu sudah terlalu besar dan Anda tidak mampu lagi membayarnya dengan cara apa pun. Suatu ketika datanglah seorang kepada Anda menawarkan untuk membayarkan seluruh hutang Anda tanpa syarat atau pamrih apa pun. Apakah tanggapan Anda?

Atau bayangkanlah Anda sedang duduk di penjara dan sedang menunggu eksekusi hukuman mati karena kesalahan fatal atau kejahatan besar yang pernah Anda lakukan. (more…)

Share on Facebook

Menolak ramalan nasib. Membangun iman.

Friday, January 18th, 2008

Almanak Jumat 18 Januari 2008:
blueplant.jpg

Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. (Imamat 20:6-7)

Ilmu pengetahuan dan teknologi harus diakui telah membantu kita manusia untuk mengetahui banyak hal yang selama berabad-abad dianggap rahasia atau misteri. Dengan bantuan ilmu sekarang gempa bumi termasuk tsunami, gelombang dan badai di laut, apalagi cuaca sehari-hari bisa diramalkan atau lebih tepat dideteksi lebih awal dan mendekati akurat, sehingga antisipasi dapat dilakukan dan jatuhnya korban bisa dihindarkan atau minimal diminimalisir. Ilmu-ilmu sosial juga telah mengembangkan berbagai metode untuk meramalkan masa depan ekonomi dan politik suatu masyarakat atau negara berdasarkan berbagai faktor dan trend. Perkembangan ilmu kedokteran juga harus diakui telah mampu “meramalkan” kemungkinan usia seorang pasien yang sakit parah, walaupun kadang meleset (more…)

Share on Facebook