Archive for the ‘SURAT DARI/UTK DTA’ Category

Surat Terbuka Untuk Ina HKBP

Thursday, August 28th, 2008

BORNOHI SINODE MARHITE SAJUTA SMS TANGIANG!

(Mohon bantuan menyebar-luaskan surat ini kepada kaum Ibu/Ina anggota HKBP di mana saja)

kikaopung-br-hutabarat.JPG

Inang, HKBP akan bersinode lagi. Tanggal 1-7 September ini di Sipoholon kurang-lebih 1500 orang pendeta dan sintua, ditambah puluhan utusan pemuda dan wanita HKBP akan berkumpul mengadakan Sidang Agung atau sinode godang. Ini adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di HKBP. Dan apapun keputusannya akan menentukan keberadaan HKBP paling sedikit empat tahun ke depan.

Kita tahu bahwa tidak semua kita boleh atau bisa mengikuti Sinode Godang. Sinode akan diikuti oleh kurang-lebih 1500 orang (terdiri dari pendeta resort dan utusan resort ditabah utusan pemuda dan wanita mewakili distrik). Sudah itu saja. Merekalah yang mengambil keputusan atas nama kita semua. Masalahnya: sebagian besar anggota HKBP tidak tahu apa-apa tentang Sinode Godang itu kecuali pendeta resort dan seorang sintua berangkat ke sana. Apa yang bakal dibicarakan dan hendak diputuskan di sana, apa visi dan misi HKBP ke depan, apa saja kriteria yang diperlukan untuk pemimpin masa depan, dan lain-lain, semua gelap. (more…)

Share on Facebook

Surat Untuk Pdt Anthony Gregory Tanos di Washington DC

Monday, August 11th, 2008

bendera-robek-didanau-tobal.JPG

Renungan Kemerdekaan & Makna Negara Indonesia :

Oleh: Daniel Taruli Asi Harahap

Toni,
Suratmu yang pertama kepadaku sudah lama sekali hanya kupandangi belaka. Aku tidak tahu mau menulis apa tentang Indonesia, HUT Kemerdekaan, Proklamasi dan Pembangunan, Dirgahayu blablabla. Perasaanku, sulit dijelaskan, hambar sekali dengan kata-kata itu. Maaf, aku benar-benar lagi kehilangan selera berindonesia.

Ya, sebagai seorang pendeta jemaat sekaligus warga negara, percayalah aku akan tetap menyuruh penjaga gereja menaikkan bendera untuk kami di halaman. Aku juga akan meminta Bendahara agar membayar semua iuran dan kewajiban kepada RT termasuk biaya perayaan kemerdekaan. Namun kayaknya itu saja. Aku tidak akan menyalakan televisi untuk menyaksikan upacara di depan istana yang walaupun Orde Baru sudah sepuluh tahun tumbang bentuknya tak berubah juga. Aku juga tidak akan keluar rumah hanya untuk menyaksikan berbagai lomba khas tujuhbelasan. Apalagi (more…)

Share on Facebook

Surat dari Borneo

Monday, March 3rd, 2008

meyliani.jpg

Maaf amang, saya baru membaca artikel amang dan ternyata saya ketinggalan banyak info rupanya. Oia… Buat adik kecil dan manis Nina…Semoga makin sehat yah… dan bisa kembali beraktifitas dengan kakak Kika dan adik Wili.

Jujur amang, saya senang sekaligus sedih membaca reply-an dan testi di FS amang mengenai sakitnya Nina. Senang, ternyata banyak sekali manusia yang sudi berdoa untuk gadis cilik bernama Nina (entah itu karna amang atau sungguh datang dari hati yang paling dalam perhatian tersebut, atau bahkan hanya ikut-ikutan aja dengan teman - teman FS lainnya biar dibilang punya perasaan!! Hanya Tuhan yang tau.)

Sedih… karna dalam beberapa testi yang saya baca, ada yang mengatakan “Betapa beruntungnya Nina punya bapak seperti amang pendeta”. saya tau kata-kata itu tidak salah, tapi tepatnya adalah kurang tepat. Mungkin kalau diliat dari kisah-kisah pribadi amang dengan keluarga, terlihat sekali bahwa amang memang sosok “bapak” yang perhatian, hero, Dll. Dan memang tidak salah juga, jika banyak rekan - rekan di FS yang sangat mengagumi sosok amang, pun saya.

Saya sangat sedih, dimana-mana, tidak hanya di FS atau di blog amang saja, banyak anak-anak baik remaja, pra remaja, ataupun udah dewasa yang selalu menuangkan unek-uneknya dengan gamblang, terutama masalah orangtua dan keluarga ke khalayak umum terutama di dunia internet. (more…)

Share on Facebook

Happy Valentine, Nina

Friday, February 15th, 2008

my-nina.JPG

Nina sayang,

Jakarta hujan. Bapak tidak sabaran lagi menunggu besok datang. Bapak terus-terusan ingat Nina. Rasanya ingin sekali ke Palembang sekarang juga dan langsung ketemu Nina di Rumah Sakit dan mencium Nina lama-lama. Tapi Bapak baru bisa berangkat besok naik Adam Air jam 06.50 pagi. Dari Bandara bapak akan langsung ke Rumah Sakit.

Jadinya sekarang Bapak hanya bisa berdoa sambil rindu dan mempersiapkan apa saja yang mau dibawa besok. Oh ya tadi pulang dari tugas di Karawaci Bapak sudah mampir di Gramedia membeli empat buku cerita. Kayaknya bagus, tentang peri kecil yang cantik. Jadinya Nina kalau bosan di Rumah Sakit bisa baca buku. Bapak juga sudah beli kertas warna-warni. Ya, kita akan menghias kamar Nina dengan gambar orang-orangan menari, bebek, ikan dan bunga. Seperti dulu waktu Kika opname, kita akan buat kamar Rumah Sakit itu menjadi indah. Lantas hati kita senang dan Nina cepat sembuh seperti Kika dulu.

Tapi Nina harus banyak minum. (more…)

Share on Facebook

Surat Ezki

Thursday, February 7th, 2008

white-roses.jpg

Aku Tak Memaafkan Soeharto

Pak Daniel,
Seperti sms saya sore tadi kepada Pak Daniel mengenai cover Tempo dan juga bahwa saya akan reply email Pak Daniel soal Suharto. Saya ingin berbagi kepada Pak Daniel bahwa memaafkan Suharto buat saya perbuatan absurd karena Suharto tidak berdiri sendiri. Terbukti dari Suharto sakit sampai wafat kroninya yang menguasai media (RCTI,TPI,Global,SCTV,Metro, Radio Trijaya Network,dll) membuat berita propoganda yg sangat menyesatkan. Ok gini deh saya mulai seperti yang dilakukan Pak Daniel dengan bercerita mengapa tidak mudah memaafkan Suharto.

Saya lahir Suharto baru berkuasa jadi saya tidak tahu persis bagaimana Sukarno memimpin. Namun, saya akan ceritakan mulai dari apa yg terjadi dalam keluarga saya sehingga kami sekeluarga sulit memaafkan Suharto. Pada tahun 1974 sampai 1976, beberapa kali saya yang saat itu masih kecil bersama dengan kakak dan adik saya dibawa ke pelabuhan Tanjung Priok, kami naik VW Combi dan didalamnya penuh dgn nasi bungkus serta air minum di plastik. Karena masih kecil tugas kami hanya di mobil saja menunggu makanan dan kami dibawa kesana karena memang keluarga kami tidak punya pembantu sehingga tidak mungkin ditinggalkan di rumah. Kami tidak mengerti melihat banyak orang turun dari kapal laut kemudian bertemu dengan keluarganya menangis. Saya yang saat itu masih kecil menurut kakak saya ikut nangis kalau lihat orang berpelukan dan menangis karena memang saya paling cengeng di rumah. Saya samar samar mengingat semua itu karena saya masih kecil sekali , saya hanya ingat nasi bungkus dr daun pisang dan teh didalam kantong plastik yg banyak. Ternyata saat itu orang tua saya merupakan salah satu aktivis yg menjemput tahanan PKI yg dilepas dari pulau Buru, saya tahu setelah SMP. (more…)

Share on Facebook

Selamat Natal

Monday, December 24th, 2007

Selamat Hari Raya Natal 25 Desember 2007

Kemuliaan bagi Allah. Damai bagi kita.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Martha Saulina Siregar

Irene Jessica Pinarsinta Harahap

Regina Pinta Gracia Harahap

William Diondi Parasian Harahap

kika-nina-wili.JPG

Share on Facebook

SURAT TERBUKA UNTUK KONSULTASI NAPOSO HKBP 13-16 JUNI 2007

Saturday, April 28th, 2007

241398322l.jpg

TUHAN MENDAHULUI KITA KE MASA DEPAN!

(silahkan dikopi dan disebarkan kepada seluruh naposo HKBP di Indonesia, dunia dan
sekitarnya. :-)


Tuhan mendahului kita ke masa depan!

Kawan-kawan Naposo HKBP,

Aku Daniel Taruli Asi Harahap, sahabat, abang dan pendetamu di HKBP. Pertama-tama
aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena pernah aktiv dan terlibat di Naposobulung HKBP, persisnya di awal 1980-an di gereja pinggiran timur Jakarta yang bernama HKBP Pulomas. Itu salah satu masa terindah dalam hidupku yang takkan mungkin kulupakan. Selanjutnya aku juga bersyukur karena aku juga pernah ditempatkan sebagai staff atau pekerja di Departemen NHKBP Kantor Pusat Pearaja dan terlibat penuh dalam Tahun Pemuda HKBP 1990 yang bermuara kepada Konferensi Naposobulung HKBP di Sipirok. Aku telah menuliskan seluruh pengalamanku tentang even bersejarah, yang entah kenapa dihapus di Almanak HKBP 2007, dalam bukuku yang sebentar lagi terbit: Anak Penyu Menggapai Laut - Pengembaraan seorang muda belajar teologi, menjadi pendeta dan pribadi otentik. Aku juga bersukacita dan lagi-lagi bersyukur – dalam usiaku yang tidak terlalu muda lagi – aku juga masih diperkenankan hadir dalam Konferensi NHKBP Sidikalang 2000 sebagai seorang kawan dan abang naposobulung HKBP.


Namun aku lebih berterima kasih dan merasa sangat terhormat, karena aku pernah menjadi pendeta NHKBP di Palembang (1991-1996) dan setelah menikah dan punya tiga anak aku masih diijinkan lagi menjadi pendeta NHKBP di Rawamangun (2003-2006). Harus kukatakan terus terang, menjadi pendeta khusus NHKBP adalah anugerah Tuhan yang sangat besar dan membuat aku bangga dan bahagia berkepanjangan. Bahkan harus kukatakan: pada masa konflik HKBP tahun 1990-an aku pernah menjadi satu-satunya pendeta NHKBP di dunia. Bukankah itu sesuatu yang “hebat” apalagi jika dikaitkan dengan statusku sebagai manusia berdosa dan memiliki banyak kekurangan? :-)
(more…)

Share on Facebook

GSM, MENARILAH DGN TUHAN DAN CAPUNG DI AWAN NO-9

Friday, March 10th, 2006

capung-merah2.jpg

UNTUK GURU SEKOLAH MINGGU DI MANA SAJA:


(Sebagian nama GSM di Rawamangun membekas di hatiku: Lampita Sitorus (bila ada lomba santun dan memberi hormat duluan juara-1), Merry Sitorus (yang manis jaim, hehehe), Merry Juntak (yang tangannya selalu terkilir kecil jika salaman), Merry Nainggolan (yang matanya bulat banget), Ribka (yang setelah diceburin rame-rame berubah ceria), Purnama, Hotnati, dan Morita (ketiganya emak teladan hkbp), Eva dan Asih (super kreatif dan enerjik), Liber Allagan (pria misterius, yang sangat dibutuhkan tenaganya), Pieter (GSM yang paling ganteng), Diana (yang nyelonong jadi guru di tengah jalan), Marisi (yang selalu degdegan simulasi kalau aku memimpin sermon), Herry Naga (yang selalu ada dimana-mana), Hertina (yang “satpamnya” setia menunggu di luar dan hanya mau senyum kepada kekasihnya saja hehehe), Selvina (yang justru diciptakan Tuhan senyum abadi), Ibu Imelda (guru SM idola, yang doanya dikabulkan Tuhan), Ny. Conny (yang selalu modis di sermon apalagi mengajar), Ibu Rosita (emak yang paling rajin belajar), Christine (selalu terlambat karna rumahnya paling dekat) dan siapa lagi ya? Oh tentu saja dua guru yang manis: Ekky kecil dan Eka besar. Oh ya: Viona (yang “hilang”). Surat ini juga kupersembahkan untuk mantan guru SM HKBP Rawamangun, yang kemarin “dicekal” kembali jadi guru SM dengan semena-mena: Ibu Dewi Fiona Sirait (Ny Tampubolon), Juga untuk guru SM batita HKBP Menteng Grace Tambunan dan mantan guru SM HKBP Jatiwaringin Ibu Dewi Siregar (Ny Manurung), yang dua-duanya cantik tak terlupakan. :-))

1. MENARILAH DENGAN TUHAN dan CAPUNG DI AWAN NO-9

Kawan-kawan, aku ingin mengatakan dengan huruf BESAR dan TEBAL, hari Minggu adalah hari pesta Tuhan. Kau dan aku sengaja dipanggil jadi pelayan pesta Tuhan dengan anak-anak (bukan pelayan pertemuan garing orang dewasa mini!). Sebab itu mari kita gembira kawan (dari hati terdalam)! Tuhan mengajak kau dan aku, dan teman-teman kita yang mungil, bermain membentuk lingkaran, bergerak berirama, ketawa berjongkok dan serempak melambung ke udara! (more…)

Share on Facebook

SURAT CINTA UTK NAPOSO RAWAMANGUN

Friday, February 24th, 2006

kupu2-kuning1.jpg

Kawan-kawan, ini surat terbuka (bahkan menganga lebar), artinya bisa dibaca semua orang baik maupun jahat, termasuk yang tidak punya urusan dan kepentingan dengan kita. Mengapa terbuka? Karena memang tidak ada rahasia di antara kita :-), juga karena kita memang sangat suka buka-bukaan (dalam konotasi positif di kepala orang baik-baik), dan terutama karena hal ini kuanggap penting dan harus ditempelkan di Mading Maya sejagad ini.

Kawan-kawan, aku mau bilang terima kasih dengan hati meluapkan rasa gembira, bahagia, bangga dan haru juga (campur sedikit kesedihan hehehe). Aku belum genap tiga tahun menjadi pendeta kalian (bukan yang pertama dan utama) di HKBP Rawamangun, tetapi aku merasa begitu banyak yang bagus, indah, baik, dan benar kualami di Rawamangun bersama kalian. Terima kasih untuk Tuhan, yang lewat Eforus, mengirim aku ke Balai Pustaka Raya 33. Aku benar-benar merasa diterima sebagai TEMAN atau KAWAN padahal, terus terang umurku mungkin sudah dua kali lipat dari umur rata-rata kalian (dan aku sudah menikah, dan harus kukatakan kepada kalian istriku Martha sangat cantik dan baik, dan itulah sebabnya anak kami Kika, Nina dan Willy lebih lagi :-)) Dan jujur, aku juga menganggap kalian adalah kawan (baca: kawan), bukan anak-anak apalagi domba (binal yang sesat)! Hehehehe… Acara perpisahan 12 Maret malam yang kalian rancang untuk aku sebagai kawan pendeta yang akan “meninggalkan” Rawamangun membuat aku begitu tersanjung mendekati langit dan harus berpegangan dengan Martha agar tidak jatuh ke dalam pencobaan. Namun lebih dari itu, malam perpisahan itu hatiku diteguhkan sebagai teman dan kawan baikmu! (aku kurang tahu apakah istilah “teman tapi mesra” boleh diartikan secara rohani atau kristiani hehehe….). Untuk itu aku mau bilang dengan nada tulus seperti teman-teman anakku Willy: T-e-r-i-m-a k-a-s-i-h k-a-w-a-n-k-a-w-a-n-!

Testimonialku: Naposo Rawamangun hebat dan baik, tidak saja dalam urusan nyanyi-menyanyi, tetapi juga dalam hal beribadah, bersekutu, belajar dan bermain olahraga, dan lain-lain (sampai suka lupa pulang ke rumah). Semoga Tuhanku menuangkan berkatNya secara boros untuk kalian, (more…)

Share on Facebook