Archive for the ‘SERMON MINGGU INI’ Category

Hukum Adil dan Berbelas Kasih

Wednesday, July 28th, 2010

SERMON MINGGU INI
Dasar: Keluaran 23:6-9

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

1. Perhatian khusus kepada si miskin. (Kel 23:6) Bagaimanakah kita dapat memahami dan menghayati secara baik dan mendalam hukum-hukum Tuhan yang tertera dalam Perjanjian Lama khususnya kitab Taurat (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan) serta kitab para nabi? Bayangkanlah sebuah keluarga yang memiliki banyak anak. Sang ayah atau sang Ibu sangat mengasihi semua anak itu. Namun ada anak-anak itu tidak persis sama besar, kekuatan, kebutuhan, talenta dan juga perangainya. Prinsip pertama dalam aturan keluarga itu tentu adalah kasih. Semua anak mendapat kasih, perlindungan dan kepastian yang sama. Prinsip kedua: keadilan. Semua anak diperlakukan adil. Namun berhubung ada anak yang sangat kecil dan lemah dan membutuhkan perhatian khusus, maka dalam rangka kasih dan keadilan itu tentulah orangtua kadang mendahulukan anak yang kecil dan lemah untuk mendapatkan kepastian dan keadilan, tanpa mengabaikan hak-hak anak lainnya yang jauh lebih besar dan kuat. Seperti itulah Tuhan Allah disaksikan oleh Alkitab. Dia mengasihi semua umatNya dan memberikan keadilan kepada semua, namun dalam kasih dan keadilan kepada semua itu Dia sengaja memberikan perhatian khusus kepada umatNya yang miskin. Bukan karena mereka istimewa atau secara moral lebih baik dan benar, melainkan karena fakta menunjukkan mereka sangat lemah dan gampang sekali dikorbankan apalagi dalam perkara dan konflik. (more…)

Share on Facebook

Kaya Dalam Kebajikan. Baik Dalam Kekayaan.

Wednesday, July 21st, 2010

Sermon 1 Timotius 6:17-19

Empat Pertanyaan Tentang Materi:

Sebagaimana telah kita bahas dalam sermon-sermon sebelumnya ada 4(empat) pertanyaan yang harus diajukan oleh orang-orang Kristen tentang harta milik atau meteri.

Pertama: darimanakah asalnya.  Tuhan jelas-jelas melarang kita mendapatkan milik kita dengan cara melanggar hukum dan moral atau kehendak Tuhan. Perintah kedelapan dan kesepuluh dalam Dasa Titah secara nyata-nyata melarang kita mencuri dan memperdaya orang lain apalagi yang lemah untuk menguasai miliknya. Sejak awal umat Tuhan juga diperingatkan secara keras agar tidak merampas harta milik para janda dan anak-anak yatim. Semua ini menyadarkan kita bahwa harta milik, dalam jumlah kecil atau besar, haruslah diperoleh dengan cara yang benar atau dikehendaki Tuhan. Artinya: harta milik yang ada tidaklah otomatis merupakan berkat Tuhan. Harta milik atau kekayaan yang diperoleh dengan cara mencuri atau korupsi tentu saja tidak boleh dianggap berasal dari Tuhan dan karena itu merupakan berkat Tuhan.

Kedua: bagaimana menggunakannya. (more…)

Share on Facebook

Pelajaran Dari Sinode Yerusalem

Thursday, April 22nd, 2010

SERMON MINGGU INI

Dasar : Kisah Rasul 15 : 6-18

Penyaji: Pdt Daniel T.A. Harahap

1. Untuk pertama kalinya para rasul dan penatua mengadakan sinode (sidang bersama) di Yerusalem. Yang menjadi pokok perdebatan adalah apakah orang-orang Kristen yang berasal dari bukan Yahudi masih harus disunat. Rupanya ada beberapa orang dari Yudea datang secara khusus ke Antiokhia (di Turki sekarang) mengajarkan bahwa jika orang Kristen non Yahudi tidak disunat maka mereka tidak diselamatkan. Para pengajar ini berasal dari gereja di Yudea, namun agaknya tidak diutus resmi oleh pimpinan gereja induk Yerusalem. Mereka sendiri pada dasarnya adalah juga orang Kristen dan mengaku keselamatan, pengampunan dosa dan kehidupan baru dalam Yesus. Namun keyakinan mereka mengatakan semua itu diterima oleh orang beriman melalui sunat yang diamanatkan Musa. Hal itu tentu saja dilawan sangat keras oleh Paulus dan Barnabas. Sebagaimana kita baca dalam suratnya kepada jemaat Galatia Rasul Paulus dengan tegas menolak sunat yang disyaratkan agama Yahudi sebagai sarana keselamatan (Gal 5:11, Gal 5:15, bdk Roma 2:28-29). Lantas Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain pergi ke Yerusalem menghadap pimpinan gereja Yerusalem yaitu para rasul yang berasal dari murid langsung Tuhan Yesus untuk mengutarakan permasalahan itu.

2. Pada awalnya mereka disambut hangat (more…)

Share on Facebook

MENGENAL ALLAH: MENURUTI PERINTAHNYA

Wednesday, April 7th, 2010

SERMON MINGGU INI
Bahan: 1 Yohanes 2:1-6

Pengantar
Bila kita perhatikan seksama (dengan membacanya berulang-ulang) surat 1 Yohanes lebih mirip sebuah risalah sermon daripada surat. Berbeda dengan pola surat Perjanjian Baru, 1 Yohanes tidak mencantumkan salam, doa dan alamat maupun pengirim surat. Pembaca disapa dengan sebutan “anak-anakku” (1 Yoh 2:1, 2:12, 2:14, 2:18, 2:28, 3:1, 3:7, 3:10, 3:18, 4:4, 5:2, 5:21). Dari nada surat terkesan kuat ada hubungan yang sangat intim antara penulis dan pembacanya, ibarat seorang bapak dengan anaknya atau guru dan muridnya. Bila kita perhatikan lebih jauh ada kemiripan atau kesamaan tema surat ini dengan Injil Yohanes, yaitu terang, hidup dan kasih. Namun kadang pembaca disapa dengan istilah “saudara-saudara” (1 Yoh 2:7, 3:2, 3:13, 3;16, 3:21, 4:1, 4:7, 4:11). Namun dalam hal inipun sangat terasa hubungan yang dekat antara penulis kitab 1 Yohanes dengan pembacanya. Sang penulis selalu memakai kata kita dan aku.

Komunitas yang disapa oleh surat itu agaknya sedang (more…)

Share on Facebook

KUALITAS PELAYAN DAN WARGA JEMAAT

Wednesday, February 10th, 2010

SERMON MINGGU INI

Dasar: 1 Timotius 3:1-7
Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Pada awalnya perikop ini merupakan pedoman yang diberikan Rasul Paulus bagi Timotius untuk mengangkat para penilik jemaat. Walaupun begitu perikop ini tentu tidak hanya berlaku dan berguna bagi para calon penilik atau pelayan jemaat saja (pendeta dan sintua misalnya), namun bagi semua orang beriman termasuk warga jemaat. Jika demikian apakah yang bisa kita petik dari perikop ini?

1. Tuhan menghendaki kita menjadi pelayan yang berkualitas
. Syarat-syarat yang diajukan Paulus menginspirasi kita bahwa sebagai pelayan jemaat kita dituntut agar benar-benar memiliki kepribadian yang baik dan kecakapan untuk melaksanakan tugas yang sangat mulia dan berharga itu. Lebih dari itu seorang pelayan juga dituntut memiliki reputasi yang baik di tengah-tengah masyarakat.

Jika kita perhatikan paling sedikit ada 14 (empat belas) syarat yang dituntut dari seorang pelayan: (more…)

Share on Facebook

Pelajaran Dari Samuel Tua

Monday, February 8th, 2010

SERMON MINGGU INI
Dasar: 1 Sam 8 : 1 – 9

1. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Samuel di usia lanjutnya ini. Pertama: pergantian dan pergiliran peran. Pada masa lalu banyak jabatan termasuk hakim berlaku seumur hidup. Namun bagaimanapun juga manusia tetap memiliki keterbatasan umur dan kekuatan termasuk Samuel. Betapa pun baiknya dia tidak dapat selama-lamanya menjadi hakim atas Israel. Usianya menuntut dia harus menyerahkan tugas dan jabatan itu kepada orang lain, dalam hal ini anak-anaknya.

Kita hidup di suatu jaman yang menganggap pergantian atau pergiliran peran dan kedudukan sebagai kewajaran dan bahkan keharusan. (more…)

Share on Facebook

KASIH DAN HORMAT BAGI SEMUA

Thursday, January 28th, 2010

SERMON MINGGU INI

Bahan: Kolose 3:18 – 4:4

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Teks Kolose 3:18-4:4 ini berbicara tentang tiga hubungan, yaitu hubungan laki-laki dengan perempuan, hubungan orangtua dan anak, dan hubungan tuan dan hamba. Yang terakhir ini sebenarnya secara formal tidak ada lagi di dunia kita sebab perbudakan atau perhambaan telah dihapuskan. Marilah kita lihat satu per satu:

Pertama: Hubungan laki-laki dan perempuan

Berbeda dengan manusia pada jaman lampau, manusia jaman kini telah sepakat bahwa laki-laki dan perempuan adalah setara dan sederajad, sama-sama citra Allah dan pribadi yang mulia. Perempuan bukanlah properti (harta milik) laki-laki yang dapat diperjual-belikan atau dijadikan transaksi, bukan subordinat atau perpanjangan tangan laki-laki, dan bukan juga objek yang bisa diperlakukan sekehendak hati laki-laki. Begitu juga sebaliknya. Perempuan dan laki-laki sebab itu adalah partner atau mitra yang sejajar.

Kesetaraan gender (jenis kelamin) ini (more…)

Share on Facebook

Allah Hidup atau Patung Mati?

Thursday, October 1st, 2009

SERMON MINGGU INI:

jejak-kaki.jpg

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Dasar: Yesaya 46:3-4

1. Teks Yesaya 46:3-4 yang sangat indah dan mengesankan ini harus kita tempatkan dalam konteksnya yaitu ketika Israel dibuang Babel. Kita tahu bahwa Israel pernah ditaklukkan oleh Babel dan sebagian besar orang-orang terbaiknya diangkut sebagai tawanan ke negeri asing itu. Bagi Israel pembuangan Babel ini adalah titik nadir atau kondisi terendah dalam kehidupan mereka yang hanya dapat diratapi ditangisi. Yerusalem kota suci mereka ternyata dapat ditaklukkan dan Bait Allah pusat dan kiblat keagamaan mereka ternyata dapat dihancurkan musuh. Orang Israel pun benar-benar terpuruk dan mengalami kehancuran di segala bidang, tidak hanya politik dan ekonomi melainkan juga sosial dan keagamaan. Kekalahan itu mereka anggap juga sebagai kekalahan Tuhan Allah Israel dan sebaliknya kemenangan dewa-dewa Babel. Sebab itu banyak orang pun berpaling dari Allah Israel menyembah dewa-dewa Babel yang dianggap mereka lebih kuat dari Allah Israel itu. Pada kondisi-kondisi sulit pengalaman Israel ini acap terulang lagi. Ingat: di saat-saat sakit (dan sangat merindukan penyembuhan), miskin (dan menginginkan kecukupan), dan sepi (membutuhkan teman) kita mudah sekali tergoda meninggalkan Allah karena menganggap ada |dewa atau ilah” yang lain yang lebih mampu menolong dan mengatasi masalah kita. (more…)

Share on Facebook

Berkat Bagi Yang Mengasihi Kerabat

Sunday, September 27th, 2009

SERMON MINGGU INI

ruth-andnaomi-2.jpg

Bahan: Rut 2 : 8 – 16

1. Alkisah ada sepasang suami istri yang harus meninggalkan tanah airnya karena mengalami paceklik atau kekeringan. Nama orang itu Elimelekh dan istrinya bernama Naomi. Mereka memiliki dua orang anak laki-laki yaitu Mahlon dan Kilyon. Di negeri Moab itu mereka hidup sebagai orang asing kurang-lebih sepuluh tahun. Lantas matilah Elimelekh. Naomi pun tinggal dengan kedua anaknya yang kemudian masing-masing memperistiri perempuan Moab, yaitu Rut dan Orpa. Lantas mati pulalah kedua anak lelaki Elimelekh itu tanpa meninggalkan keturunan. Sehingga tinggallah Naomi dan kedua menantu perempuannya.

2. Naomi pun menjadi orang asing sekaligus janda miskin. (more…)

Share on Facebook

Kerukunan Sejati

Sunday, August 23rd, 2009

SERMON MINGGU INI

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Bacaan Alkitab: Mazmur 133

1. Hampir semua orang merindukan suasana rukun dan damai dalam kehidupan. Pertengkaran, konflik apalagi perang membuat hati kita semua orang gundah dan susah. Hanya segelintir orang sajalah yang bergembira dan menarik keuntungan dan karena itu menghendaki pertengkaran, konflik atau peperangan. Umumnya manusia atau orang kebanyakan berusaha menghindari atau kalau sudah sempat terjadi segera menyudahinya. Dalam rumah tangga atau persekutuan pertengkaran dan konflik bisa terasa sangat melelahkan raga dan jiwa, melenyapkan semangat dan sukacita, dan bahkan merusak rumah tangga atau persekutuan itu.
Namun dalam prakteknya suasana rukun dan damai atau harmoni tidak selalu terjadi di tengah-tengah kehidupan nyata. Ada saja dan banyak masalah yang membuat seorang tidak bisa rukun dengan saudara atau tetangganya atau bahkan dengan pasangan hidupnya sendiri, atau orangtua/anak kandungnya sendiri. Kadang pertengkaran atau konflik itu bisa berlangsung sangat sengit, memakan waktu lama (tidak berakhir sampai mati), melibatkan banyak orang atau bahkan pihak luar, atau bercampur-aduk dengan masalah-masalah lain. Konflik bisa bersifat terbuka atau terang-terangan namun bisa juga tersembunyi bagaikan api dalam sekam.

Konflik bisa merenggut korban (more…)

Share on Facebook

Sermon Kemerdekaan

Wednesday, August 12th, 2009

anak-negeri-ini-4a.JPG

Bahan: Galatia 5:13-16

1. Kemerdekaan adalah karya dan anugerah Allah

Tuhan Allah memerdekakan umatNya dari perhambaan Mesir. Itulah pokok kepercayaan dan puji-pujian umat Israel sepanjang masa. Namun bukan hanya satu kali itu saja Tuhan memerdekakan umatNya. Beberapa abad setelah peristiwa keluaran (eksodus) dari Mesir itu Tuhan Allah kembali menunjukkan kuasaNya memerdekakan umatNya dari Babel dan membawa mereka pulang ke tanah airnya. Namun puncak karya Allah memerdekakan umatNya itu terwujud dalam peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus: Allah membebaskan umatNya dari kuasa dosa dan kematian.

Rasul Paulus mengatakan: Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. (Roma 6:18). Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. (Roma 8:2). Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. (2 Korintus 3:17). Hal ini sama dengan apa yang disabdakan Yesus sendiri: kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.(Yohanes 8:32). Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. (Yohanes 8:36). (more…)

Share on Facebook

Syarat Menjadi Pengikut

Wednesday, February 25th, 2009

SERMON MINGGU INI

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap 

jeram-dan-pelangi.jpg

Bahan : Lukas 9 : 57 – 62

1. Ketika Yesus dan murid-muridNya sedang dalam perjalanan mereka berkatalah seorang kepadaNya menawarkan diri hendak menjadi pengikutNya. Namun Yesus tidak serta-merta menyambut tawaran orang tersebut. Dia malah merendahkan diriNya mengatakan: “bahwa rubah dan burung masih lebih kaya dibandingkan dengan Dia, sebab itu baiklah orang itu berpikir ulang sebelum mengambil keputusan untuk menjadi pengikutNya”. Kita tidak tahu apakah sesudah Yesus mengatakan demikian orang itu tetap pada sikapnya semula ingin menjadi murid Yesus. (more…)

Share on Facebook

Jalan Salib Menuju Kebangkitan

Wednesday, February 18th, 2009

SERMON MINGGU INI:

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Bahan: Markus 8 : 31 - 38

1. Pemberitahuan Yesus tentang Jalan yang harus ditempuhNya. Jauh sebelum semuanya terjadi, Yesus mengajarkan kepada murid-muridNya bahwa diriNya harus menanggung banyak penderitaan, ditolak oleh pemuka agama dan masyarakat, dan mati dibunuh. Rupanya Yesus sudah melihat jauh-jauh hari bahwa pemberitaan, pelayanan dan sikapNya terhadap Allah sangat riskan dan berakibat mendatangkan kesengsaraan dan bahkan kematianNya dan Dia menganggap murid-muridNya yang setia mengikutNya harus tahu dan paham betul akan hal itu. Yesus sendiri tidak mundur atau surut karena hal itu. (more…)

Share on Facebook

Siapa Ingin Berbangga Ria

Wednesday, February 4th, 2009

SERMON MINGGU INI

kodok-46.jpg

Bahan: Yeremia 9:23-24 (Bibel Bahasa Batak Jeremia 9:22-23)

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

1. Tuhan Allah memanggil kita untuk bekerja dan berusaha di dunia ini, bukan hanya diam menganggur menungu-nunggu keajaiban datang atau masalah selesai dengan sendirinya. Tuhan Allah juga memberi kita akal budi dan menyuruh kita menggunakannya karuniaNya itu sebaik-baiknya. Dia juga menciptakan kita sebagai manusia yang selalu memiliki pengharapan dan cita-cita serta keinginan untuk berkarya. Dengan penjelasan di atas kita memahami bahwa keinginan dan tekad untuk menjadi pintar dan bijaksana, kuat dan sehat, serta kaya adalah sah dan tidak bertentangan dengan maksud penciptaan Tuhan. Kekuatan, kesehatan, kepintaran, kearifan dan kekayaan bukan saja dapat kita pergunakan untuk membuat hidup kita lebih maju dan sejahtera, tetapi juga dapat kita pergunakan untuk melayani Tuhan dan sesama, melakukan berbagai kebajikan demi kesejahteraan bersama. Sebab itu (more…)

Share on Facebook

Anak Yang Hilang atau Bapa Penyayang?

Thursday, January 29th, 2009

SERMON MINGGU INI

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

prodigal-son.jpg

Dasar : Lukas 15: 11-24

1. Perumpamaan Yesus dalam Lukas 15:11-24(32) ini sudah sangat kita kenal dan selalu diberi judul “Perumpamaan tentang anak yang hilang”. Perumpamaan ini melengkapi dua perumpamaan lain dalam Injil Lukas pasal 15, yaitu: perumpamaan tentang domba yang hilang (15:1-7) dan perumpamaan tentang dirham yang hilang (15:8-10). Namun bila kita baca seksama isi perumpamaan ini maka judulnya sebenarnya lebih tepat jika diganti dengan “Bapa Yang Pengasih atau Penyayang”, sebab yang menjadi fokus dalam perumpamaan itu sebenarnya bukanlah si anak yang hilang itu tetapi si bapa yang pengasih atau penyayang itu. Dua perumpamaan lain juga bernada sama. (more…)

Share on Facebook