Archive for the ‘PEMBINAAN PELAYAN GEREJA’ Category

Merohanikan Sinode Godang (bagian keempat - tammat)

Thursday, August 26th, 2010

sinode-godang-penghitungan-suara.JPG

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Sinode Godang pemilihan Pimpinan HKBP  yang sangat demokratis, semarak,  hiruk-pikuk dan penuh manuver serta intrik ala partai politik, tak bisa disangkal  ternyata telah menuai hujan kritik dan kecaman tajam terutama dari warga jemaat. Sinode Godang HKBP dianggap sangat “duniawi”, “sekuler” atau “tidak rohani”. Pemilihan yang semacam itu dianggap hanya pantas dalam organisasi duniawi seperti partai politik atau organisasi kemasyarakatan, bukan gereja. Lantas warga jemaat yang kecewa pun menyampaikan usulan  agar HKBP mengubah sistem pemilihannya. Apalagi pemilihan demokratis semacam itu dianggap sangat potensial melahirkan sakit hati bagi yang kalah dan lantas mendorong perpecahan di kalangan HKBP. Lantas bagaimana? Warga pun mengusulkan sistem pemilihan yang sama sekali baru dan tidak pernah dikenal dalam gereja manapun di dunia (more…)

Share on Facebook

Merohanikan Sinode Godang HKBP (bagian ketiga)

Thursday, August 26th, 2010

sinode-godang-menuju-bilik-pemungutan-suara.JPG

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Sinode Godang adalah rapat terbesar dan tertinggi di HKBP. Tujuannya adalah mengambil keputusan-keputusan penting menyangkut seluruh HKBP. Salah satu keputusan yang  penting itu adalah rencana induk dan rencana strategis HKBP yang berlaku bagi tak kurang 2 juta jiwa umat HKBP yang dilayani melalui 3000 jemaat, 600 ressort dan 26 distrik. Pertanyaan serius: dengan kondisi sebagaimana dipaparkan dalam bagian pertama dan kedua tulisan ini apakah Sinode Godang mampu melahirkan rencana induk dan rencana strategis yang benar-benar berbobot?

Tujuan lain Sinode Godang HKBP adalah mengambil keputusan menyangkut sikap umum HKBP terhadap kondisi masyarakat, bangsa dan negara.  Sementara itu agar dapat  duduk  tenang  saja utusan Sinode Godang sangat sulit apalagi  berpikir dalam dan komprehensif. Lantas bagaimana mungkin SG mengambil sikap umum HKBP dalam kondisi tidak tenang dan fokus? (more…)

Share on Facebook

Merohanikan Sinode Godang HKBP (bagian kedua)

Thursday, August 26th, 2010

 suasana-sinode-godang-08.JPG

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Sinode Godang HKBP secara tradisional selalu dilakukan di Seminarium Sipoholon, kurang-lebih 10 km dari Tarutung (250 km dari Medan). Memang Sinode pernah beberapa kali dilakukan di aula FKIP Pematang Siantar, namun jauh lebih sering dilakukan di kampus “parsamean” (persemaian) Sekolah Guru Huria/ Sekolah Pendeta HKBP di Sipoholon.

Di Seminarium Sipoholon itu HKBP memiliki sebuah gedung auditorium, yang dibangun menyambut Jubileum 125 Tahun HKBP, dengan daya tampung 800 orang dengan kursi ala kuliah (jika semua peserta sinode harus menggunakan meja maka daya tampungnya tentu tidak lebih dari 300-400 orang saja). Fasilitas lain di Seminarium Sipoholon adalah ruang makan sumbangan dari Kel Jenderal Luhut Panjaitan yang dapat menampung kurang-lebih 250 orang. Lantas dimana  sebagian besar peserta Sinode yang 1300 orang itu makan selama Sinode? (more…)

Share on Facebook

Merohanikan Sinode Godang HKBP (bagian pertama)

Thursday, August 26th, 2010

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

sinode-godang-22.JPG

Sinode Godang HKBP mirip pasar tradisional atau onan: hiruk-pikuk, semrawut dan juga jorok? (sekaligus menyenangkan)? :-) Sinode Godang HKBP tak ubah kongres atau konferensi partai politik: penuh intrik, manuver, dan jangan-jangan juga money politics. Sinode Godang HKBP tak ada bedanya dengan pesta perkawinan Batak: sesak padat, show penampilan, adu kuat suara, dan sangat bertele-tele. Begitulah kritik yang sudah terlalu acap terdengar terhadap perhelatan empat tahunan (dulu dwitahunan) gereja Protestan terbesar di Indonesia ini. Sinode Godang kadang mirip tawuran anak sekolah? Ah janganlah. (more…)

Share on Facebook

Kaya Dalam Kebajikan. Baik Dalam Kekayaan.

Wednesday, July 21st, 2010

Sermon 1 Timotius 6:17-19

Empat Pertanyaan Tentang Materi:

Sebagaimana telah kita bahas dalam sermon-sermon sebelumnya ada 4(empat) pertanyaan yang harus diajukan oleh orang-orang Kristen tentang harta milik atau meteri.

Pertama: darimanakah asalnya.  Tuhan jelas-jelas melarang kita mendapatkan milik kita dengan cara melanggar hukum dan moral atau kehendak Tuhan. Perintah kedelapan dan kesepuluh dalam Dasa Titah secara nyata-nyata melarang kita mencuri dan memperdaya orang lain apalagi yang lemah untuk menguasai miliknya. Sejak awal umat Tuhan juga diperingatkan secara keras agar tidak merampas harta milik para janda dan anak-anak yatim. Semua ini menyadarkan kita bahwa harta milik, dalam jumlah kecil atau besar, haruslah diperoleh dengan cara yang benar atau dikehendaki Tuhan. Artinya: harta milik yang ada tidaklah otomatis merupakan berkat Tuhan. Harta milik atau kekayaan yang diperoleh dengan cara mencuri atau korupsi tentu saja tidak boleh dianggap berasal dari Tuhan dan karena itu merupakan berkat Tuhan.

Kedua: bagaimana menggunakannya. (more…)

Share on Facebook

Pendeta Sok Penyanyi Di Mimbar HKBP Kami

Monday, April 26th, 2010

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Akhir-akhir ini saya melihat ada fenomena baru di HKBP, yang mansai jarang atau tak pernah terjadi di HKBP. Yaitu: pendeta hobi menyanyi dari atas mimbar saat berkotbah. Bukan saya cemburu karena tidak dikaruniai Tuhan hamaloon marende atau kemampuan bernyanyi, namun menurut saya kayaknya ada yang tidak pas di sana.

Pertama: saat belajar homiletika atau ilmu berkotbah di kampus teologi dulu, saya tidak pernah diajarkan untuk bernyanyi saat kotbah. Tugas pendeta adalah menyampaikan refleksi firman Tuhan dan kehidupan jemaat, bukan mempertunjukkan kebolehannya bernyanyi dengan merdu. Dalam liturgi kotbah ya kotbah. Nyanyian ya nyanyian. Kotbah mengungkapkan suara Tuhan menyapa umat sementara nyanyian mengungkapkan suara jemaat kepada Tuhan. (more…)

Share on Facebook

Pelajaran Dari Sinode Yerusalem

Thursday, April 22nd, 2010

SERMON MINGGU INI

Dasar : Kisah Rasul 15 : 6-18

Penyaji: Pdt Daniel T.A. Harahap

1. Untuk pertama kalinya para rasul dan penatua mengadakan sinode (sidang bersama) di Yerusalem. Yang menjadi pokok perdebatan adalah apakah orang-orang Kristen yang berasal dari bukan Yahudi masih harus disunat. Rupanya ada beberapa orang dari Yudea datang secara khusus ke Antiokhia (di Turki sekarang) mengajarkan bahwa jika orang Kristen non Yahudi tidak disunat maka mereka tidak diselamatkan. Para pengajar ini berasal dari gereja di Yudea, namun agaknya tidak diutus resmi oleh pimpinan gereja induk Yerusalem. Mereka sendiri pada dasarnya adalah juga orang Kristen dan mengaku keselamatan, pengampunan dosa dan kehidupan baru dalam Yesus. Namun keyakinan mereka mengatakan semua itu diterima oleh orang beriman melalui sunat yang diamanatkan Musa. Hal itu tentu saja dilawan sangat keras oleh Paulus dan Barnabas. Sebagaimana kita baca dalam suratnya kepada jemaat Galatia Rasul Paulus dengan tegas menolak sunat yang disyaratkan agama Yahudi sebagai sarana keselamatan (Gal 5:11, Gal 5:15, bdk Roma 2:28-29). Lantas Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain pergi ke Yerusalem menghadap pimpinan gereja Yerusalem yaitu para rasul yang berasal dari murid langsung Tuhan Yesus untuk mengutarakan permasalahan itu.

2. Pada awalnya mereka disambut hangat (more…)

Share on Facebook

Gereja Yang (Tak) Mengutamakan Keselamatan?

Friday, April 9th, 2010

outdoor-ac-gereja-kami.jpg

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Jangan langsung bantah, dengan bertanya: emangnya ada gereja yang tidak mengutamakan keselamatan? Bukankah tugas pokok gereja adalah mewartakan keselamatan yang dikerjakan Allah dalam Yesus Kristus? Bukankah pesta paskah kemarin adalah perayaan keselamatan manusia, yaitu: pengampunan dosa, pendamaian dengan Allah dan hidup baru blablabla? Setuju dengan semua itu. Namun kali ini saya hendak membahas keselamatan dalam arti paling sederhana, dangkal dan nyata. Yaitu: keselamatan fisik (walaupun pasti berdampak kepada jiwa). Apa pasal? (more…)

Share on Facebook

Ini Saatnya Mengatakan Pesta Gerejawi Tak Hanya Natal!

Wednesday, April 7th, 2010

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Pesta Paskah atau kebangkitan Yesus baru saja usai. Saya sangat bahagia, walau tak sempurna, kami di HKBP Serpong berhasil menjadikan Pesta Paskah kali ini lebih besar dan bermakna dibanding tahun sebelumnya. Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras kawan-kawan Panitia. Diawali dengan minggu palmarum atau palem, dilanjutkan empat malam permenungan passion atau sengsara Tuhan, peringatan Jumat Agung dan Perjamuan Kudus, serta “ulaon na hohom” atau ibadah hening mengingat tujuh sabda Yesus di kayu salib, dan pada puncaknya perayaan Paskah yang diakhiri dengan makan bersama seluruh jemaat. Pada yang terakhir itu, gereja HKBP Serpong sengaja kami hiasi mare-mare atau untaian daun kelapa menunjukkan kebesaran peristiwa itu. Altar gereja kami sendiri berhiaskan bunga lily Paskah dan ulos Batak ragiidup yang berpadu anggun menggetarkan hati yang melihatnya. (more…)

Share on Facebook

Ketidakberesan Akustik HKBP: Ungkapan Ketidakperdulian kepada Firman?

Tuesday, March 23rd, 2010

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Senin konven atau rapat pendeta di salah satu gereja hkbp. Bangunannya hampir rampung: menjulang megah, dengan warna putih cerah, berlantai keramik mengkilap, bejendela kaca dan berplafon gipsum putih suci bersih.  Namun apakah yang terjadi?

Dalam gedung yang megah itu suara tak bisa terdengar dengan jelas. Suasananya sangat gaduh walaupun semua peserta konven tampak duduk tenang dan di depan yang berbicara hanya satu orang. Makin kuat suara si pembicara makin tak jelas apa yang dikatakannya. Makin dekat mulut si pembicara ke mik dan makin cepat berkata-kata makin sukar  audiens menangkap pesannya. Aneka suara bertabrakan di udara membuat semua lelah dan akhirnya putus asa.

Ini bukan pertama kali saya alami. Ini kali kesekian. (more…)

Share on Facebook

KOTBAH: APA & BAGAIMANA

Thursday, November 26th, 2009

SERMON MINGGU INI

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

PENDAHULUAN
Seorang sintua acapkali diminta untuk berkotbah dalam kebaktian-kebaktian kategorial (pemuda dan dewasa), keluarga atau khusus. Sebaliknya sang sintua sangat kurang dibekali dan diperlengkapi untuk melakukan tugas berkotbah ini. Sebab itu banyak sintua merasa seperti disuruh berperang tanpa senjata dan pengetahuan srategi.

Agar hal seperti itu tidak terjadi maka ada baiknya para sintua juga benar-benar diperlengkapi dengan ilmu berkotbah (homiletika) baik secara teori maupun praktik. Namun ini sebenarnya bukan hal mudah sebab kotbah sebagai interaksi firman Tuhan dan kehidupan manusia memerlukan pemahaman yang memadai dalam teologia (minimal tafsir atau eksegese Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dogmatika dan etika, serta liturgi) dan juga ilmu-ilmu sosial (psikologi, sosiologi dan ilmu komunikasi). Sementara semua atau hampir semua latar belakang pendidikan para sintua bukanlah teologia dan tidak pernah belajar secara formal teologia.

Lantas bagaimana? Mengingat kurangnya jumlah pendeta, luasnya pelayanan dan kebutuhan warga jemaat yang sangat tinggi akan kotbah, para sintua tidak bisa tidak tetap harus juga diberikan tugas berkotbah. Sebab itu para sintua harus diperlengkapi dan dibekali betapapun terbatasnya waktu dan kesempatan. (more…)

Share on Facebook

Berita Duka Remaja HKBP

Monday, March 9th, 2009

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

salib-patah.jpg

Sampai saat ini kami di Serpong masih belum berhasil membentuk Pendamping Remaja. Sebagai seorang pendeta yang belasan tahun ditugaskan di tengah-tengah pemuda dan remaja saya sangat sadar bahwa tanpa Tim Pendamping atau Pembina yang benar-benar disengaja dan dipersiapkan khusus maka kegiatan pembinaan remaja gereja hanyalah ecek-ecek atau pura-pura belaka.

Saya mau cerita. Pada awalnya ada sebuah pertanyaan dalam benak saya: mengapa kegiatan pembinaan remaja di banyak jemaat HKBP tidak berjalan? Ataupun kalau berjalan sangat insidentil, asal-asalan dan acak-acakan? Sebaliknya: mengapa di hampir semua HKBP kegiatan anak-anak berjalan dan bahkan bagus? Melalui pengamatan dan pergumulan panjang akhirnya saya menemukan jawabnya: berhubung di HKBP tidak ada yang namanya Pembina, Guru atau Pendamping Remaja. Sebaliknya: untuk anak-anak ada Guru Sekolah Minggu. Akibatnya pembinaan remaja hanya dilakukan seadanya atau bahkan tak ada sama sekali sementara kegiatan pembinaan anak-anak berjalan bagus.

Yang paling parah Aturan HKBP justru tidak memiliki konsep sama sekali tentang pembinaan remaja. (more…)

Share on Facebook