Category: Konflik HKBP

GEREJA YANG LUKA & TAK MENYERAH (12)

Sebuah kesaksian seorang pendeta tentang konflik HKBP 1990-an dan Reformasi Indonesia Oleh: Daniel T.A. Harahap     Refleksi Ulang Gerakan Mahasiswa Soeharto sudah jatuh yang lantas digantikan Habibie. Namun mahasiswa masih terus saja demonstrasi. Menurut aku pribadi seharusnya tidak lagi,…

Share on Facebook

GEREJA YANG LUKA & TAK MENYERAH (11)

Sebuah kesaksian seorang pendeta tentang konflik HKBP 1990-an  Oleh: Daniel T.A. Harahap Kembali ke Proklamasi Sesuai surat penugasan yang kuterima dari Eforus SAE Nababan, aku pun melanjutkan studi S2. Ya, aku kembali ke kampus lama yang pernah membesarkan aku: Sekolah…

Share on Facebook

GEREJA YANG LUKA & TAK MENYERAH (10)

Sebuah kesaksian seorang pendeta tentang konflik HKBP 1990-an Oleh: Daniel T.A. Harahap Mencari akar konflik HKBP Aku mulai mencoba mengambil jarak dari masalah HKBP untuk mencoba merefleksikan ulang segala pengalaman dan pemikiranku tentang konflik yang menyerupai benang kusut ini. Aku…

Share on Facebook

GEREJA YANG LUKA & TAK MENYERAH (9)

Sebuah kesaksian seorang pendeta tentang konflik HKBP 1990-an Oleh: Daniel T.A. Harahap Selamat tinggal Palembang Gereja HKBP Palembang tetap eksis saat konflik HKBP namun aku merasa sangat letih. Kupikir tugas dan tanggungjawabku di Palembang cukuplah sudah. Aku tidak bisa berkutat…

Share on Facebook

GEREJA YANG LUKA & TAK MENYERAH (8)

Sebuah kesaksian seorang pendeta tentang konflik HKBP 1990-an Oleh: Daniel T.A. Harahap Seminar Globalisasi 27 Juli 1996. Puncak Pesta Kebangunan NHKBP Palembang diisi dengan Seminar Sehari berjudul: Ketahanan Pemuda Menghadapi Globalisasi. Acara dimulai tepat jam 09.00 dihadiri kurang-lebih 300 orang…

Share on Facebook

GEREJA YANG LUKA & TAK MENYERAH (7)

Sebuah kesaksian seorang pendeta tentang konflik HKBP 1990-an Oleh: Daniel T.A. Harahap Membangunkan macan tidur Demi keamanan dan ketertiban masyarakat Muspida Sumsel sepakat bahwa Palembang dalam masalah HKBP adalah status quo. Maksudnya masing-masing pihak tetap berada di posisi masing-masing sampai…

Share on Facebook

GEREJA YANG LUKA & TAK MENYERAH (6)

Sebuah kesaksian seorang pendeta di masa konflik HKBP 1993-1998 Oleh: Daniel T.A. Harahap Berkat tersembunyi Konflik HKBP memporak-porandakan tidak saja gereja HKBP tetapi juga tatanan masyarakat dan kultur Batak yang menyatu, jalin-menjalin, dengan gereja suku ini. Korban luka dan bahkan…

Share on Facebook

GEREJA YANG LUKA & TAK MENYERAH (5)

  Sebuah kesaksian seorang pendeta di masa konflik HKBP 1990-an Oleh: Daniel T.A. Harahap Kilas balik ke masa damai Aku tak mau kau salah sangka seolah-olah kerjaku di Palembang hanyalah “berkelahi” dengan kelompok Tiara. Tidak. Aku ditempatkan di Palembang September…

Share on Facebook

GEREJA YANG LUKA & TAK MENYERAH (4)

Sebuah kesaksian seorang pendeta di masa konflik HKBP 1990-an Oleh: Daniel T.A. Harahap Menang tapi tak bahagia Kami telah “menguasai” Palembang dan Plaju. Kelompok Tiara tidak berkutik. Jumlahnya tak sampai seratus orang dan mereka telah menyingkir sendiri, menumpang di sebuah…

Share on Facebook

GEREJA YANG LUKA & TAK MENYERAH (3)

Sebuah kesaksian seorang pendeta tentang konflik HKBP 1990-an Oleh: Daniel T.A. Harahap Memenangkan Parhalado Namanya St RM Silitonga. Jabatannya Kepala Bimas Protestan di Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Sumsel. Suatu siang, jam kantor, dia datang ke gereja mengajak aku dan…

Share on Facebook

GEREJA YANG LUKA & TAK MENYERAH (2)

Sebuah kesaksian seorang pendeta di masa konflik HKBP 1990-an Oleh: Daniel T.A. Harahap Setia sampai akhir. Kabar kerusuhan di HKBP dengan cepat menyebar kemana-mana. Abang-abangku di Jakarta pun menelpon aku, selain ingin memastikan keadaanku baik-baik saja, mereka juga tampaknya ingin…

Share on Facebook

GEREJA YANG LUKA DAN TAK MENYERAH (1)

Sebuah kesaksian seorang pendeta tentang konflik HKBP Oleh: Daniel T.A. Harahap Sinode HKBP rusuh 28 November 1992 malam. Sinode Godang HKBP rusuh dibawah pengawalan ketat polisi dan tentara. Aneh namun nyata. Sekelompok pendeta terus-menerus menginterupsi persidangan, berteriak-teriak tidak karuan, mengacung-acungkan…

Share on Facebook