Pasrah Beriman

Rabu 25 November 2009:

Ke dalam tanganMulah kuserahkan nyawamu; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mazmur31:6)

Kepasrahan sering diidentikkan dengan keikhlasan menderita atau bahkan mati.  Sebab itu bagi orang-orang moderen kepasrahan acap juga dikonotasikan sebagai sesuatu yang negatif. Pasrah diartikan kepasifan, putus asa, penghentian usaha, stop berjuang.

Hari ini kita diajak memahami kepasrahan dengan nada lain. Pasrah bukan berarti penerimaan yang gampang terhadap suatu keadaan apalagi keputusasaan. Kepasrahan tidak perlu diidentikkan dengan kegagalan, kekalahan atau bahkan kematian. Sang pemazmur pasrah kepada Allah dan lantas dibebaskan oleh Allah. Kepasrahannya kepada Allah justru membawanya kepada kemenangan dan kehidupan.

Begitu jugalah dengan orang-orang beriman sepanjang jaman. Kita didorong pasrah menyerah  kepada Allah bukan karena putus asa melainkan justru karena kita sungguh percaya Allah sanggup dan mau membebaskan kita. Kepasrahan kita bukanlah penyerahan diri kepada nasib buruk yang tidak terelakkan, tetapi kepercayaan penuh kepada Allah yang berkuasa mengubah keadaan dan menyelamatkan.Dengan singkat:  kita adalah orang-orang yang pasrah beriman. Menyerahkan diri kepada Allah dan menang.

Doa:

Ya Allah, kepadaMulah kami percayakan seluruh hidup dan masa depan kami. Peliharalah kami. Engkaulah Allah kami, Pembela yang setia, kepadaMulah kami menyerahkan tubuh, jiwa dan roh kami agar kami memperoleh kemenangan. Ya Allah, berkatilah perjuangan dan usaha kami membuat kehidupan dan diri kami lebih baik. Namun bekerja jugalah Tuhan melampaui apa yang bisa kami lakukan. Kami percaya kepadaMu demi nama Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

14 Responses to “Pasrah Beriman”

  1. manna Says:

    Pas juga bila dikatakan pasrah adalah salah satu komponen damai. Dalam banyak hal mengarungi hidup kita sering dihadapkan dalam situasi sulit. Kondisi yang sering menyita waktu, pikiran, dan energi. Kesulitan mencari solusi mengakibatkan putus asa. Ini yang mungkin dikatakan pak pdt berbeda dengan pasrah. Pasrah dalam konteks iman Kristen ialah mengajak YK ikut, campur tangan malah lebih dalam lagi berpartisipasi dominan dalam hidup ini. Nah, bila sudah sampai pada sikap yang demikian, tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Tuhan mengatakan AKU DI DALAM ENGKAU , DAN ENGKAU DI DALAM AKU. Berjayalah kita yang selalu mengandalkan DIA.

  2. tarabatuh Says:

    Ke dalam tanganMulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia, menggambarkan pengakuan yang tulus dari seorang yang telah merasakan pahit getirnya sekaligus enaknya menjalani kehidupan dengan berpedoman “ikat pinggang kebenaran dan pelita yang tetap menyala, terima kasih untuk semua Pendeta yang selalu berdoa meminta pimpinan roh kudus menyertai jemaat yang diserahkan oleh Tuhan kepada mereka, menghadapi hidup yang penuh peperangan.

  3. Frionny Says:

    Terimakasih banyak atas firman ini Amang. Firman ini menguatkan iman kami yang berharap akan pertolongan Tuhan atas operasi amang/abang kami terkasih esok hari. Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Amin.

  4. tanobato Says:

    Adong apala otik na porlu sipatureon di ayat ni turpuk manogot on, i ma na ingkon songon on pandokna: ” … kuserahkan nyawaku; …”. Tapasahat ma sude ngolunta tu Debata, ala di bagasan hagaleon i do hita margogo mandalani sidalanan saleleng mangolu di portibi on.

    Horas jala gabe! Debata ma na margogo di ngolunta be.

  5. Gaya Hutasoit Says:

    Nunga songon on nasib niba, boha bahenon. (Beginilah nasibku, saya tidak tahu lagi berbuat apapun). Ini bukan kepasrahan. Ini bisa berarti mandele.
    Penyataan ini akan indah ketika kita berkata inilah yang kuhadapi sekarang, aku percaya Tuhan akan memenangkanku.

  6. Singhan Pardede, Pdt Says:

    Justru di zaman modern nan canggih ini, dimana teknologi dan penemuan2 mutakhir, yg mampu memberi kebaikan bg manusia,
    rupanya bg sebagian org menjadi salah satu faktor sehingga tdk mampu menunjukkan kepasrahan yg penuh dan benar kpd Tuhan,
    justru lbh yakin dan pasrah pd kecanggihan teknologi,
    ketimbang kuasa Tuhan.

    Bkn mau mengatakan IPTEK haram, tetapi semutakhir apapun IPTEK itu bg kehidupan manusia,
    tetapi bila Tuhan dinomorduakan atau menjadikan Tuhan menjadi Tuhan alternatif atau pilihan kedua, tdk ada kompromi, bhw itu adalah penghinaan bagi kemuliaan Tuhan. Bukan seperti itu kepasrahan yg Tuhan mau.

    Sikap seperti di atas, sangat berbeda dari apa yg ditunjukkan pemazmur, sebagai sikap kepasrahan kpd Tuhan. Pemazmur lebih dulu pasrah pd pertolongan Tuhan, kmdn ia berjuang dalam usahanya.

    Tetapi, sebagian org, pasrah kpd Tuhan, setelah mrk lbh dulu mengalami jalan buntu atas usaha dan pikiran sendiri. Kepasrahan mereka kpd Tuhan ternyata setelah segala sesuatunya tdk lg menjanjikan kebaikan bagi dirinya sendiri. Dgn demikian, rela atau tidak rela, mau atau tidak mau, terpaksa atau tidak terpaksa, percaya atau tidak percaya, yakin atau tidak yakin kpd pertolongan Tuhan, lalu mereka pasrah pada Tuhan.

    Bukan seperti itu yg dimaksudkan nas hari ini…

    Horas…!

  7. Theresia Hutasoit Says:

    Terima Kasih Amang.
    Firman hari ini benar-benar menguatkanku, setelah akhir-akhir ini menjalani hari-hari yang kurang baik.

  8. Nainggolan Prabu Says:

    Kali ini saya terpaksa dalam posisi berbeda sedikit dengan amang Pendeta perihal orang moderen. Saya berani berbeda dalam penafsiran karena berbeda dalam hal tertentu bukanlah dosa. Bagi saya Orang Moderen adalah orang yg mengenal Tuhan. kenapa ?. Mereka berusaha meminta.., berusaha mencari.. berusaha mengetok pintu.

    Dalam situasi seperti itu ada momentum selalu pasrah dan bertambah jugul lagi dalam meminta, mencari dan mengetok, artinya tidak pernah stop berjuang. Dengan penafsiran seperti ini, Kalau semua Pendeta mengenal Tuhan, saya posisikan mereka sebagai orang moderen. (He.he.heee). Saya berkata seperti itu, karena saya belajar banyak dari Ruma Metmet.
    ———————
    Sudahlah, hapuslah airmatamu, kita hrs pasrah sama Tuhan Yesus. Ucapan yang betul apabila diikuti dengan kegigihan untuk bergulat lagi. Namun sangat menyakiti hati Tuhan kalau kita lantas berpangku tangan nangis bombay lagi dan bersedih berkepanjangan.

    Dalam Injil Johannes ada tertulis Jika engkau didalam Aku dan Firmanku ada dalam engkau maka apapun yang kau inginkan kau akan mendapatkannya. Dalam bahasan lain Socrates mengatakan; Ketika anda menginginkan kesuksesan seperti anda menginginkan udara, maka anda akan segera mendapatkannya. Tks

  9. Jansen Sinamo Says:

    Marcus J. Borg dalam The Heart of Christianity (Harper Collins Publishing: 2004) mengatakan ada 4 dimensi iman:
    –Visio: melihat dan menghayati hidup dan dunia ini dengan kacamata (paradigma) iman
    –Fiducia: percaya secara total sepenuh iman kepada Tuhan
    –Fidelitas: bersetia secara tuntas kepada tuntutan Firman Tuhan
    –Assensus: mengafirmasi iman kita secara deklaratif (semisal pengakuan iman rasuli)

    Doktrin Sola Fide perlu kita dalami dan aktualisasikan lagi bersama Sola Gratia dan Sola Scriptura sekaligus daloam rangka menyambut 500 tahun Reformasi (1517-2017)

  10. halakhita Says:

    Pasrah secara totolitas pada Tuhan tapi tetap bekerja/berusaha sesuai dengan kehendakNya. Shalom…!

  11. florasilaban Says:

    Pasrah dan ikhlas dua hal yang berbeda akan tetapi didalam kehidupan sehari-hari menjadi perpadanan yang sangat serasi , pasrah menyerahkan segalanya dengan tulus/ikhlas baik kepada siapapun, apalagi pasrah kepada Tuhan harus dengan sepenuh hati agar kita mendapat apa yang kita inginkan .

  12. Jansen Sinamo Says:

    Meskipun KBBI tak tegas membedakannya, untuk keperluan teknis saya biasanya membedakan ikhlas dan tulus. Ikhlas itu saat menerima, tulus itu saat memberi.Ikhlas menarik nafas, tulus mengembuskannya. Jadi biar enak bernafas ya orang harus tulus-ikhlas-tulus-ikhlas-selamanya.

    Bernafas, makan, minum, bermetabolisme, bekerja, atau ber ‘human relations’ tak bisa lian: harus ikhlas dan tulus biar sehat dan sentosa.

    Saat ikhlas menjalani sakit (seperti saya alami 21 bulan terakhir ini) maka rasa sakit itu jauh berkurang sengatnya, ia menjadi jauh lebih tetanggungkan.

    Pasrah adalah kata kerja (karena itu aktif) — lebih tegas sebenarnya kalau dipakai kata berpasrah atau berserah — adalah sebuah tindakan yang dengan tulus memberikan diri sepenuhnya (fiducia) kepada Tuhan, berserah diri ke dalam tangan pengasihan Tuhan, seperti orang Israel 40 tahun di padang gurun, seperti Petrus berani berjalan di permukaan tasik Galilea, adalah sebuah tindakan iman yang paling otentik.

    Demikianlah setiap usai kebaktian Minggu mendeklarasikan lagi fiducia kita dengan menyanyikan: Nasa nanilehonMi, tondi ro di pamatanghu; hosa dohot gogonghi, ro di saluhut artanghu; hupasahat i tu Ho, na so unsatonhu do.

    Saya bilang, dahsyat sekali sebenarnya makna liturgi HKBP ini kalau pengertian kita cukup mendalam atas setiap elemen liturgi tersebut.

  13. Friska pardede Says:

    Dalam kepasrahan yang Kristiani akhirnya amang ini pergi menghadap ke Bapa disorga, jemaat greja kami sekaligus ayah dari teman akrab boruku padahal besok tgl 26 sang putri sedianya akan diwisuda di UNPAD setelah menerima ” Ulaon nabadia” kemarin pagi, menghembuskan nafas tarakhirnya sambil di iringi lagu kesukaannya dari istrinya (sintua kami ) dan anak2nya:BE no 244:3-4 Lagu :H. Geerdes Odings

    Di na targogot au, hansit huae, Ho namangapul au tu Ho au lao
    Haposanki do Ho, Ho sipangolu do,sai lam tambai holong tu Ho

    Ia tung jumpang ma ro ajalhi, asi rohaM nama di tondingki.
    Nalas do rohangki marnida bohiMi di lambungMi di surgo i

  14. Nainggolan Prabu Says:

    Masyarakat pencinta Lagu Dankdut, pasrah sering digambarkan dalam Lirik”. Lebih baik kau bunuh aku dengan pedangmu, dari pada kau bunuh aku dengan cintamu”. Tapi jangan ditirulah, hanya sekedar gambaran saja kok.

Leave a Reply