Menuju Kemenangan Kebenaran

Almanak Selasa 24 November 2009:

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. (2 Timotius 4:8)

Ini adalah ucapan Rasul Paulus di usia lanjutnya ketika dia merasa kematiannya sudah dekat. Ibarat seorang pelari marathon dia merasa telah mencapai garis akhir atau finish dan menang dan siap-siap menerima hadiah. Apa yang akan diterima oleh seorang atlit yang menang pada jaman dahulu? Mahkota daun. Apa yang akan diterima oleh seorang yang  yang berhasil menenangkan imannya seperti Paulus? Mahkota kebenaran.

Pertanyaan sekarang: bagaimanakah dengan kita? Sebagian besar dari antara kita justru masih sangat muda atau setengah tua. Ibarat seorang pelari marathon kita baru menyelesaikan sebagian kecil atau separuh perjalanan. Ibarat pendaki kita baru sampai di lereng atau malah masih di kaki gunung. Jalan masih sangat panjang. Tugas dan  tanggungjawab masih sangat banyak. Artinya: belum waktunya merasa menang dan bersorak-sorak.

Kalau begitu, apakah yang harus kita lakukan? Kemenangan iman Paulus hendak memotivasi dan menginspirasi kita meraih kemenangan yang sama. Mari gelorakan lagi semangat berjuang melakukan yang baik dan benar. Mari teguhkan hati menjunjung kebenaran. Mari perjuangkan kasih dan damai. Kita berharap dan percaya suatu saat kita juga akan dapat berkata seperti Paulus: Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya.

Doa:

Ya Allah, jalan di depan kami masih sangat panjang. Tetapkanlah hati kami. Berilah kami yang teguh. Biarlah kemenangan iman Paulus dan iman gereja segala abad dan tempat mendorong kami terus berjuang melakukan yang benar dan baik serta mengasihi. Bersama Kristus kami akan menang. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

13 Responses to “Menuju Kemenangan Kebenaran”

  1. Gaya Hutasoit Says:

    Mari berharap memanen setelah menanam. Tumbuhan akan berbuah baik bila ditanam, disiangi, dipupuk, eh satu lagi disayangi. Acap kali keimanan kita bak pemain judi toto gelap.

  2. tarabatuh Says:

    setuju untuk apa yang disampaikan rasul paulus karena didalam perjalanan hidup orang percaya tidak melulu melakukan apa yang baik tetapi yang terutama adalah melakukan yang benar dengan tetap berikat pinggang kebenaran dan pelita tetap menyala karena setelah itu kita memperoleh mahkota kebenaran. ikat pinggang kebenaran dan pelita tetap menyala adalah: apa yang kau perbuat kepada salah seorang terkecil ini, itu adalah kepada saya demikian perkataan Tuhan Jesus.

    Daniel Harahap:
    Masih bisa disederhanakan? :-)

  3. tanobato Says:

    Marlojong torus, marlumba laho mandapathon hamonangan. Unang sanga targasip di tonga pardalanan. Na monang, taruli pasu-pasu sian Debata, i ma hangoluan na saleleng ni lelengna. Na talu? Bah, anggiat unang ma nian adong na sian hita on.

    Horas jala gabe! Tauduthon ma parulahan na denggan di ngolunta be.

  4. tornagodang Says:

    Almanak pagi hari ini sungguh menyentuh perasaan saya yang paling dalam. Saya dan mungkin kita semua menyaksikan melalui media massa baik elektronik maupun cetak, masing-masing orang, kelompok, organisasi bahkan instansi beradu argumentasi untuk mempertahankan dan membela kebenaran menurut versi dan sudut pandang masing-masing. Akibatnya adalah kekisruhan, perpecahan, saling curiga bahkan balas dendam. Yang menjadi pertanyaan sekarang, apa kebenaran itu ? Mari kita baca di Yohanes pasal 6, pasal 18. Mudah-mudahan betul Amang Pdt DTA.

  5. Jansen Sinamo Says:

    Manusia adalah mahluk berkesadaran, berkecerdasan, bertujuan, bertarget, berkeyakinan, dan berpengharapan.

    Buat kita Kristus adalah sublimasi dari semuanya itu: di awalnya, di tengahnya, di ujungnya; ketika masih muda, setengah baya, saat petang menjelang.

    Kristus do bonana (mulanta), Kristus do modalta (aset hangoluonta sinuaeng), jala Kristus do panghirimon nang hasudungan ni rohanta marsogogot haduan.

    Sai mangolu ma Kristus di bagasan hita.

  6. rumanap Says:

    Au pe arop do rohangku lehonon ni Tuhan i tu au tumpal hangoluan. Alai dohot ma nian nang di pardijabuku, anakku, sude keluargaku, donganku Punguan Ama, donganhu sa wijk/sahuria pandita nami, sintua nami.. sude ma tahe na so tarpajojor au dison. Mantap hian ma ra di surgo i haduaan ate.

  7. Sabar Simanjuntak Says:

    Terima kasih atas renungan pagi ini amang pendeta. Setiap orang memang memiliki tujuan hidup masing2 baik di dunia maupun di sorga. Untuk mencapai tujuan hdp duniawi orang terkadang mengorbankan tujuan hdp sorgawi. Sebagai orang kristen hendaklah kita lebih baik mengorbankan tujuan hdp duniawi drpd tujuan hdp sorgawi.

  8. Supardi Manurung Says:

    Cocok ma nian renungan on tu hami akka naposoon,nasai jotjot holan na moleng-oleng,dang ra togu,sipata sai gumogo do portibion huadu hami daripada hangoluan na sian Tuhani.Asa anggiat ma nian dht hami manatap trek ni balapan i (dalan ni Tuhani),asa rappak Monang sude.

  9. Kimseng Manurung Says:

    Untuk mendapatkan Mahkota kebenaran kita harus setia dalam iman dan pelayanan, seperti Firman Tuhan mengatakan; Saiburjumaho/setia rasirasa mate dungi lehononKu ma tuho Tumpal Hangoluan. horas jala gabe sai Setiama hita di Tuhan i.

  10. H.sinaga Says:

    Terimakasih atas renungan ini amang, berhubungan dengan “kebenaran”, ada petuah orang-orang bijak untuk menyiasati hidup mengatakan “Tidak semua yang benar itu harus dikatakan, tetapi semua yang dikatakan itu harus benar”. Mauliate

  11. H.sinaga Says:

    Terimakasih atas renungan ini amang, berhubungan dengan “kebenaran”, ada petuah orang-orang bijak untuk menyiasati hidup mengatakan “Tidak semua yang benar itu harus dikatakan, tetapi semua yang dikatakan itu harus benar”. bagaimana tanggapan amang ?. Mauliate

  12. Beben Sihombing (YBSS Law) Says:

    syaloom, apa kabar amang DTA, maaf saya sudah lama tidak singgah di ruma metmet na balga ini, terima kasih atas renungan hari ini, mengingatkan kalau saya masih belum melakukan apa2, ibarat lari maraton, orang lain sudah bergerak lari, saya masih bengong2 di garis start :-) , apalagi kesibukan pekerjaan mungkin membuat iman saya justru makin “bengong” :-( ,
    semoga saya juga bisa ambil bagian dalam memenangkan “mahkota kebenaran” itu, dan layak diselamatkan, mauliate godang & may God forgive all of us, especially Indonesia, and Blessing Jakarta my city and Indonesia

  13. Friska pardede Says:

    Diayat tujuh tertulis: aku mengakhiri pertandingan yang baik,aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman

    Ayat yang sering kita lihat tertera pada batu nisan orang2 kristen dan rasanya memang pas.

    Semoga kedua ayat diatas menjadi milik kita semua jemaat ruma metmet dan keluarganya.

Leave a Reply