Sapi No 435
Pukul 19.25. Malam terasa sangat basah. Saya sedang dalam perjalanan menuju tempat kebaktian di kawasan BSD. Seperti biasa saya menyalakan radio Elshinta walaupun malam itu sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan info lalu lintas. Menjelang German Centre tiba-tiba saya mendengar Elshinta menyiarkan berita gawat: seekor sapi dikabarkan telah jatuh dan melarikan diri dari mobil yang membawanya tak jauh dari pintu tol Pondok Ranji. Saya tersentak dan memasang kuping baik-baik. Saya pun serius menyimak percakapan Elshinta dengan pemilik sapi, seperti layaknya mendengar rekaman percakapan Anggodo yang dibuka di Sidang Majelis Konstitusi.
Sapi itu berwarna putih. Di punggungnya ada cap nomor 435. Menurut pengakuan pemilik yang kalau tak salah bernama Pak Rego sapi dibawa dari Jonggol dengan mobil L300. Seluruhnya ada empat sapi. Empat sapi dibawa naik mobil L300? Ya ampun. Tanya penyiar radio. Saya senyum sendiri. Tidak terlalu besar kok sapinya. Namun jelang pintu tol sapi roboh. Yang seekor langsung melarikan diri. Arah mana Pak? Diperkirakan ke arah BSD. Supir membiarkannya sebab harus menjaga tiga sapi yang lain. Oke kami akan koordinasi dengan petugas tol. Sapinya sudah ketemu? Belum. Oh sapi yang malang. Dimanakah engkau? Jangan menyeberang sebab itu membahayakan dirimu dan juga pengendara jalan, kata saya dalam hati. Tiba-tiba: gedebuk. Mobil saya terguncang keras. Saya kaget sekali. Apa gerangan? Kayaknya saya menabrak batas jalan. Oh. Dasar sapi!
Daniel T.A. Harahap
November 20th, 2009 at 9:13 am
He..he…amang terlalu serius mendengar dan menyimak berita ini, sehingga pd saat amang menabrak pembatas jalan yang di salahkan malah si sapi, padahal si sapi gk tau apa-apa.
November 20th, 2009 at 12:18 pm
Hehe…lutchu amang..aq tersenyum membacanya walau sedang skt dirawat..msh ada togelkah skrg??kl msh ada udah pasti di ambil no itu amang hehe..bkn saya tp org2 kitalah…hehe..Thx amang,bukunya sdh smp…
November 20th, 2009 at 12:29 pm
Itulah gambaran yang sering terjadi dalam hidup ini, kita sering menyalahkan yang lain padahal belum kita tahu benar-benar ada hubungannya dengan suatu masalah. horas jala gabe… angka 435 termasuk angka apa ya..? ambalnai..!
November 20th, 2009 at 12:45 pm
hahaha…. batas jalannya gapapa kan amang?
November 20th, 2009 at 6:32 pm
Aku membayangkan betapa sisapi itu pasti kebingungan saat ini krn teman2nya tidak mengikuti langkahnya.
Waktu gedebuk itu kupikir ceritanya si nomor 435 lagi menghampiri amang
November 20th, 2009 at 7:11 pm
Cerita yang lucu dan kasihan pak Rego pemilik sapi ,kalau tidak ketemu sapinya ,dia jadi “Korban “jalan toll sebelum teman teman kita merayakan hari raya Kurban.
November 21st, 2009 at 8:22 am
Ai molo d buku ende nmr 435 dang na Marolop-olop tondikki tahe:-D.Tenang aja Amang,itu sapi juga dah belajar nyebrang koq.Tapi ga apa_apa kan Amang tadi Malam?
November 24th, 2009 at 11:54 am
Ido goarna sapi na malo ai nunga diboto ibano naeng potongon na ma ibana gabe qurban….naung marsiajar do sapi on sian angka pengalaman ni dongan na naung gabe jagal…i…id alan dang mulak be ibana tu mobil L300 i..