Yang Kehilangan Akan Mendapatkan
Almanak Jumat 20 November 2009:
Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. (Markus 8:35)
Dalam hidup ini kita diminta agar menjaga keselamatan, selalu hati-hati dalam bertindak, memperhitungkan risiko dan bersikap rendah hati. Sikap semberono dan serampangan seharusnya dihindarkan. Masalah sebaiknya diatasi dan konflik ditangani dengan baik serta diselesaikan. Bahaya dan malapetaka tidak perlu diundang. Dan jangan bunuh diri.
Namun hari ini seolah-olah kita mendapatkan kesan yang sebaliknya. Sebab itu kita harus berhati-hati agar tidak salah mengartikan perkataan Yesus ini. Baiklah kita catat bahwa Yesus tidak menyuruh kita menggampangkan apalagi menghilangkan nyawa kita. Hidup termasuk nyawa adalah anugerah Allah yang harus kita jaga sebaik-baiknya. Namun Yesus mengingatkan kita bahwa walaupun nyawa itu berharga masih ada lagi yang jauh lebih berharga daripadanya, yaitu Injil atau Tuhan sendiri.
Apa maksudnya? Keinginan kita mempertahankan nyawa apalagi harta kita tidak boleh membuat kita kehilangan iman, Injil dan Tuhan kita. Ingat: Yesus menjanjikan upah besar dan mau mengganti semua kehilangan dan “kerugian” kita karena iman, Injil dan Tuhan kita. Sebaliknya Dia juga memperingatkan orang-orang yang tega membuang iman dan Tuhannya demi harta, kedudukan atau nyawanya justru akan kehilangan semua itu.
Doa:
Ya Allah, berilah kami iman yang teguh. Jadikanlah kami murid Kristus. Engkaulah yang paling berharga, mulia dan penting di hati kami. Kami tidak akan pernah rela melepaskan iman, Injil, dan Tuhan kami demi harta atau bahkan nyawa. Hidup atau mati kami adalah milikMu. Demi Kristus yang telah mati untuk kami. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
November 20th, 2009 at 9:10 am
Mauliate atas renungan hari ini. Orang-orang yang tega membuang iman dan Tuhannya , bukan hanya yang murtad dalam arti beralih keyakinan, amang? Dari agama Kristen menjadi agama lain.
Ini kisah yang saya hadapi saat ini.
Dua minggu yang lalu ada dongan sahuta bernama “X” mendapat kecelakaan, jatuh dari sepeda motor di areal kebun sawit. Akibat dari kecelakaan itu, “X” tidak bisa berjalan walaupun tidak ada luka apapun di sekujur tubuhnya. Menurut hasil CT scan dinyatakan tulang punggungnya ada yang patah. Seminggu di Rumah Sakit, belum ada tanda-tanda kesembuhan. “X” bahkan tidak bisa bicara dan menggerakkan kepala, tangan, dan kakinya. Pihak rumah sakit menyatakan harus dioperasi. Ayah “X” merasa tindakan dokter untuk mengoperasi adalah tindakan yang konyol. Ini bukan masalah ekonomi sebab seluruh biaya pengobatan anaknya ditanggung perusahaan tempat “X” bekerja.
Apa yang terjadi? Keluarga lebih memilih pengobatan tradisionil alias sinshe. Dua hari di tangan sinshe, “X” mulai bisa bicara, tapi tampaknya kakinya mati rasa. Bila dicubit sekuat apapun “X” tidak merasa apa-apa. Nah, ayah “X” kini mencari jurus lain lagi. Ia akan mencari “tempat kejadian perkara (TKP)”. Tujuannya cuma satu. Katanya mau mamele (beri sesajen) penghuni TKP. Berkali-kali saya sampaikan, “Tak ada lagi begu Uda” (Saya panggil Bapa Uda ke ayah “X”) dan kadang dengan nada bercanda saya katakan, “Begu itu sudah menjelma jadi orang dan kitalah sekarang yang jadi begu.”
Tampaknya, niatnya tak bisa lagi dihempang lagi. Demi keselamatan anaknya, ia harus melaksanakan niatnya mamele “raja TKP yang katanya sedang mempermainkan “X”. Jarak 192 km ke TKP dari tempat anaknya kini dirawat sinshe tak jadi penghalang. Amang ila na i rohangku mamereng pangalaho na i! Ampunilah kami Tuhan.
November 20th, 2009 at 9:52 am
Boasa pola mailo ho, lae, mangida pangalaho ni amangudami! Tugasmu do pasahathon Barita Nauli i tu nasida. Jala ingkon didongani tangiang do asa boi dijalo nasida HataNA i.
November 20th, 2009 at 11:12 am
Shalom. Mau nanya amang DTA tentang tulisan firman Tuhan pada bagian terakhir dari Markus 8 : 35 yakni ia akan menyelamatkannya. Siapa yang dimaksud ia dalam kalimaty ini? salah penempatan huruf kah i tsb.? Mauliate amang.
November 20th, 2009 at 11:26 am
amin…
Horas
November 20th, 2009 at 2:05 pm
Saya tidak pernah merasa rugi atau kehilangan sesuatu apapun karena iman, Injil dan Yesus, sekalipun saya merasakan betapa berat memikul Salib itu.
November 20th, 2009 at 2:36 pm
Untuk menjalani hidup diperlukan usaha agar bisa tetap survive, akan tetapi banyak hal yang membuat kita melanggar perintah Tuhan, semoga dengan firman hari ini saya bisa meninggalkan tabiat yang jahat .
November 20th, 2009 at 4:40 pm
Jadi mulai sekarang janganlah takut jika memang kita harus menjadi MARTIR kayak Munson dan Lyman.
November 20th, 2009 at 6:27 pm
Ih…. ngeri juga ya bagi orang yang menjual imannya akan kehilangan segala2nya sebelum kehilangan nyawanya