Roh Kudus Bersaksi. Tapi Kamu Juga.
Almanak Kamis 19 November 2009:
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. (Yohanes 15:26-27)
Kita semua, tanpa kecuali, dipanggil untuk bersaksi kepada dunia ini siapa dan bagaimana Yesus Kristus yang kita imani. Tugas panggilan bersaksi itu kita terima dari Yesus Kristus sendiri. Kamu adalah saksi dari semuanya ini (Lukas 24:48). Kamu akan menerima Roh Kudus dan menjadi saksiKu mulai dari Yerusalem sampai ujung bumi. (Kis 1:8).
Para rasul taat kepada panggilan bersaksi itu. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. (Kis 2:32). Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. (Kis 3:15) Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. (Kis 4:33) Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia. (Kis 5:32) Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib. (Kis 10:39) Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. (Kis 10:42) Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. (Kis 20:24) Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma. (Kis 23:11).
Namun ayat hari ini mengatakan sesungguhnya yang pertama dan terutama bersaksi tentang Yesus Kristus bukanlah kita, melainkan Allah dan Roh Kudus sendiri. Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. (Yoh 15:26) 5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. (1 Yohanes 5:9). Barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.(1 Yoh 5:10) Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. (1 Yoh 5:6) Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. (Wahyu 22:16). Lantas bagaimana?
Jadilah saksi Kristus. Katakanlah dengan benar dan wujudkanlah dalam tindakan apa yang diperbuat Allah dalam Kristus. Katakanlah dan hayatilah penderitaan, kematian dan kebangkitanNya. Katakanlah dan wujudkanlah dalam hidupmu tentang keadilan dan kasihNya. Jangan congkak atau meninggikan diri serta jangan pula mengkorupsi kesaksian itu untuk kepentingan diri sendiri. Namun jadilah saksi yang setia dan rendah hati.
Doa:
Ya Allah, jadikanlah kami saksi-saksiMu yang berani, jujur, setia dan rendah hati. Demi kemuliaan Kristus. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
November 19th, 2009 at 8:18 am
Kristus penyelamatku, penyelamatmu, penyelamat kita semua….
mari laksanakan semua ajarannya, tuk wujudkan dunia yang lebih baik, amen…
Horas 7x
November 19th, 2009 at 9:45 am
I ma da tutu, ingkon pungkaon do roha panindangi hasangapon ni Debata i. Asa margogo jala dilehon habisuhon laho patupahonsa saluhutna.
Horas jala gabe! Tapabangkit ma Tondi Parbadia na adong di dirinta be.
November 19th, 2009 at 10:25 am
Menurut ayat hari ini, dalam pembagian tugas yg diberikan Allah,
kita memiliki posisi yg sama dgn Roh Kudus, yaitu sama-sama bersaksi.
Artinya, org percaya mendapat tugas yg sama dgn Roh Kudus yaitu sama-sama bersaksi - menyaksikan kebesaran Allah.
Tentu dengan demikian, isi kesaksian kita, motivasi kita bersaksi harus serupa dengan isi dan motivasi kesaksian Roh Kudus. Bukan serampangan!
Horas…!
November 19th, 2009 at 12:24 pm
Mari kita bersaksi melalui perbuatan dan tingkah laku kita sesuai dengan yang di inginkan oleh Tuhan.
Horas jala gabe sai di pargogoi Tuhan nima hita mangulahon angka nahombar tu lomoni rohaNa.
November 19th, 2009 at 1:49 pm
Semua orang diharapkan jadi saksi yang berkualitas.
November 19th, 2009 at 1:56 pm
Bersaksi..lewat kesaksian kehidupan keseharian yang hidup, dan bisa menjadi contoh. dan bersaksi bisa dimana saja , lewaat apa aja, dan kepada siapa saja. asal memiliki skala yang benar menurut kaca mata iman kekristenan yang diajarkan Firman Tuhan.
November 19th, 2009 at 4:50 pm
Menerima berkat Yesus memang sangat nikmat tapi Menjadi Saksi Kristus sangat tidak mudah. Simaklah apa yang dikatakan Petrus seusai Yesus mengadakan perjamuan malam bersama murid-muridNya. ( Baca Matius 26; 31-32). Ayat; 33=Petrus menjawabnya : “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau (Yesus), aku sekali-kali tidak”. Yesus berkata kepada Petrus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal AKU tiga kali”.
Kata Petrus kepadaNYA; “Sekalipun aku harus mati bersama Engkau (Yesus), aku takkan menyangkal Engkau”. Semua murid yang lain pun berkata demikian juga. Teruskanlah membacanya,..biar tahu apakah benar apa yang dikatakan Yesus kepada Petrus. Tuhan.. kuatkanlah imanku yang kadang redup kadang terang. Amen.
November 19th, 2009 at 6:20 pm
Amang Pendeta; Sulit saya pahami apakah yg dimaksud dengan ” Jangan pula mengkorupsi kesaksian untuk kepentingan diri sendiri’ dalam uraian renungan diatas. Sebab saya khawatir jangan-jangan sayapun sering melakukannya. Tks.
November 19th, 2009 at 9:25 pm
Jika aku menasehati teman yg sudah sampai ketahap perceraian dgn mengatakan, sebagai teman baikmu aku sarankan jangan bercerai percuma kau berteman baik dgnku sebab dalam agamanya sahabatmu ini tidak mengenal kata cerai walau apapun yg terjadi, kira2 mengkorupsi kesaksian untuk kepentingan sendiri bukan ya amang!