Dibabat Semakin Merambat

Almanak Selasa 17 November 2009:

Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. (1 Tesalonika 2:2)

Kesukaran dan penderitaan tidak harus dicari melainkan sedapat mungkin dihindari. Sebagai orang beriman kita juga harus berusaha hidup damai dan tenteram serta tidak mencari gara-gara dengan sekitar. Satu lagi: selalu introspeksi dan mengkoreksi diri dan tidak menganggap diri selalu yang paling benar.

Namun sebagaimana kata Paulus di atas ada rupanya kesukaran dan penderitaan yang tidak perlu dihindari dan bahkan harus membuat kita semakin semangat dan berani, yaitu: kesukaran dan penderitaan karena pemberitaan Injil. Artinya: jika karena melakukan pekerjaan Tuhan kita mendapat kesulitan dan kesusahan, jangan takut dan jangan mundur. Tuhan akan menolong kita untuk meneruskan pekerjaan itu dan senantiasa melindungi kita dengan caraNya sendiri.

Rasul Paulus berkali-kali mendapatkan kesulitan dan kesusahan karena pekerjaan pemberitaan Injil namun itu tidak membuatnya menyerah. Dia malah semakin gigih dan semangat memberitakannya. Dibabat semakin merambat. Dianiaya semakin kuat. Bagaimana dengan kita? Apakah kita akan berhenti melakukan yang benar dan baik jika karenanya kita dipersulit? Apakah kita akan mundur dari pekerjaan Tuhan karena di dalamnya banyak sekali tantangan? Apakah kita takluk kepada masalah, kesukaran dan kesusahan atau tunduk kepada panggilan Injil Tuhan? Jawablah.

Doa:

Ya Allah, berilah kami keberanian dan kesanggupan mewartakan Injil Tuhan sekalipun banyak hambatan dan tantangan. Sebab itu berilah kami kerendahan hati, kejujuran dan kesetiaan.  Sebagi pewarta InjilMu penuhilah hati kami dengan pengertian dan keikhlasan dan jauhkanlah kami dari kecongkakan. Ajar juga kami agar selalu mau mengintrospeksi dan mengkoreksi diri kami dan hidup menurut teladan Yesus Tuhan kami. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

7 Responses to “Dibabat Semakin Merambat”

  1. Ninggor Pardede Says:

    Jawabanku.
    Mungkin.
    Alai sai dipargogoi Tuhan i ma ahu laho mamolus saluhut abatabat diparngoluankon.

  2. tanobato Says:

    Dipargogoi Debata ma hita laho patupahon dia na suman songon na nienet ni turpuk on. Tatangiangkon ma angka pangula ni hurianta asa lam diparbisuhi Debata saluhutna. Jala unang lam dao manimbil sian hata ni Debata na ingkon baritahononna, ala ihot-ihot ni portibi on boi do gabe mamboan deba nasida gabe tinggang jala madabu.

    Horas jala gabe! Tatangiangkon ma hakabepe!

  3. Efrael T. Sitohang Says:

    Saya jadi malu dan merasa betapa angkuhnya diriku setelah membaca renungan ini. Rasul Paulus dihina, difitnah bahkan dianiaya secara bathin dan juga fisiknya namun tetap semangat dan bertekat kuat memberitakan Injil Tuhan, sementara diriku, baru diprotes, dicuekin dan didebat oleh kawan2 sudah merasa : “sudah tidak ada gunanya lagi aku ikut dalam ‘punguan’ ini” dan sempat berniat meninggalkan kegiatan pelayanan melalui koor. Terima kasih atas Renungan ini Amang DTA. Telah mengingatkan dan menguatkanku.

  4. gaya hutasoit Says:

    Mendapat masalah, kesukaran dan kesusahan saat ikut dalam suatu kegiatan, kumpulan, gereja, atau apa saja, tentu harus diuji dulu apakah kita sudah di jalan Tuhan. Bila sudah, marilah kita mengaminkan bahwa segala masalah, kesukaran dan kesusahan akan membuahkan suka cita.

  5. Jansen Sinamo Says:

    Dibabat tapi semakin merambat. Diambat alai lam rarat. Itu fakta sejarah kekristenan.

    Ke dalam: dihambat justru semakin kuat.

    Dalam Kristus — saat menemui serba kesulitan — kita justru semakin tangguh dan solid, semakin cerdas dan kreatif, serta semakin unggul dan berkualitas.

    So, don’t worry, be happy :)

  6. Singhan Pardede, Pdt Says:

    ‘Dibabat semakin merambat’

    Ungkapan ini bisa dianalogikan dgn air yg tergenang di lantai,
    ketika suatu benda jatuh (menekan) ke atasnya,
    maka air itu akan memercik kemana-mana (merambat).

    Org kristen di dunia ini mengalami berbagai tekanan
    tetapi tdk terjepit dan musnah
    justru semakin menyebar dan mencari tempat ke mana-mana.

    Horas…!

  7. Friska pardede Says:

    Ijin untuk mendirikan greja dipersulit bahkan greja yang sudah berdiri cukup lamapun bisa dibubarkan tidak akan bisa menghambat berkembangnya kristen di bumi Indonesia ini krn kristen bukanlah bangunannya.

    Jadi bagi yang menanggalkan ke kristenannya hanya karena jabatan dan juga krn menikahi pasangannya krn kaya dan ganteng/cantik tidak akan menghambat yang lainnya untuk semakin merambat makin jauh….makin jauh

Leave a Reply