Jangan Sembah Yang Lain

Almanak Jumat 06 November 2009:

“Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Lukas 4:8b)

Ayat hari ini pada awalnya bagian dari ucapan Yesus kepada iblis yang menawarkan seluruh kerajaan dunia ini dengan segala kemegahannya asalkan Yesus mau menyembah iblis. Yesus jelas tidak mau sebab ada tertulis dalam Kitab Suci bahwa kita harus menyembah dan berbakti kepada Tuhan Allah saja. Dia menghardik dan mengusir si iblis. Apa artinya hal ini bagi kita?

Kita diperintahkan hanya untuk taat kepada Allah dan menyembah Dia dalam kondisi dan situasi bagaimanapun. Apapun dan siapapun di dunia ini tidak boleh disembah  dan diperilah. Demi apapun atau dengan alasan apapun kita tidak boleh meninggalkan atau mengkhianati Allah.

Dengan keyakinan dan sikap di ataslah  kita memahami dan menghayati makna ibadah dan sembah. Bagi kita ibadah dan sembah bukanlah sekadar seremoni atau upacara apalagi rutinitas belaka. Ibadah adalah ungkapan ketaatan mutlak dan sembah pasrah kita kepada Allah. Lebih dari itu ibadah adalah ungkapan kasih kita yang penuh kepadaNya.

Doa:

Ya Allah, baharuilah ketaatan kami kepadaMu. Murnikanlah doa, pujian, puasa dan persembahan kami. Bentuklah kami menjadi anak-anakMu dan mulialah namaMu melalui seluruh sikap hidup kami. Dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

4 Responses to “Jangan Sembah Yang Lain”

  1. Jansen Sinamo Says:

    Apa pun yang terpenting dalam kesadaran kita menjadi pusat perhatian kita dan menjadi poros kehidupan kita.

    Pada Paulus — dari surat-suratnya — nyata sekali Kristuslah poros itu, Yesuslah pusat itu, Allahlah entitas yang terpenting itu.

    Maka menyembah Allah buat Paulus menjadi sangat alami — tak dibuat-buat, dipaksa-paksa, atau diupaya-upayakan.

    Di fihak lain, bila kita saksikan reality show di TV seminggu terakhir ini kentara sekali para aktor itu tak satu pun penyembah Tuhan, melainkan penyembah harta, kekuasaan, diri sendiri, atau malah ‘buaya’.

    Marilah kita pakai bahasa Daud: Ya Allah gunung batuku, tandak keselamatanku, kekuatanku, penghiburanku, dan kesembuhanku, selamatkanlah aku.

  2. Erpesim Says:

    Ibadah sbg wujud nyata Kasih dan Syukur kita pada Tuhan.
    Ibadah juga sebagai pernyataan Ketaatan kita pada Tuntunan dan pemeliharaan Tuhan.
    Dengan kita bisa berIbadah juga menyadarkan umat manusia bahwa Tuhan menolong dan hadir dalam hidup umatNya.

  3. Singhan Pardede, Pdt Says:

    Percakapan singkat:
    Yesus : Hai umat manusia, engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Lukas 4:8b).

    Yosua : Pasti Tuhan, aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yos. 24:15)

    ????? : Pilih Tuhan….???? atau pilih yg lain ya…????

    Beliver : Aku ikut sikap Yosua aja deh…Aku dan keluargaku, kami akan menyembah kpd Tuhan.

    ????? : Lho…ndak boleh ikut-ikutan bro..Harus kesadaran dan sikap iman yg sungguh2!

    beliver : Baiklah, dgn segala kesadaran, iman dan pengenalanku pd Tuhan dan karyanNya serta anugerahNya, aku dan keluargaku, hy kpd Tuhan saja kami menyembah dan berbakti padaNya. Ini bukan tekanan dari luar diri dan bukan ‘utang na so tarjua’.

    Malaikat : “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Luk. 2:14)

    Sekedar deskripsi utk mengambil keputusan ikut Tuhan!

    Horas..

  4. Friska pardede Says:

    Apalagi menyembah uang, jangan pernah kita lakukan mardebatahon hepeng…..ujung2nya akan berkhir tragis seperti yg ditayangkan TV beberapa hari ini

Leave a Reply