Datanglah Ke Rumah Tuhan
Almanak Rabu 05 November 2009:
Sekarang, janganlah tegar tengkuk seperti nenek moyangmu. Serahkanlah dirimu kepada TUHAN dan datanglah ke tempat kudus yang telah dikuduskan-Nya untuk selama-lamanya, serta beribadahlah kepada TUHAN, Allahmu, supaya murka-Nya yang menyala-nyala undur dari padamu. (II Tawarikh 30:8)
Tuhan maha hadir. Dia ada dimana-mana bahkan di tempat-tempat yang tidak kita duga atau malah kita anggap tidak layak. Dia tidak bisa dibatasi atau dikurung di suatu ruang atau lokasi tertentu. Dia adalah Tuhan yang hidup, kudus, mulia dan berkuasa.
Namun kita baca di Alkitab Tuhan Allah selalu memilih dan menentukan tempat dan saat dimana Dia ingin menyatakan diriNya dan berjumpa dengan umatNya. Dalam perjalanan di padang gurun, Tuhan Allah pada waktu dan tempat tertentu memerintahkan umatNya berhenti, mendirikan kemah pertemuan, dan beribadah kepadaNya. Sesudah umat masuk ke Tanah Kanaan, Tuhan Allah mengijinkan umatNya mendirikan rumah untuk kemuliaanNya di Sion. Namun Tuhan Allah juga kadang menunjukkan bahwa Dia tidak bisa didikte apalagi dikurung di Sion. Dia pernah membiarkan Bait Allah diruntuhkan.
Kita para pengikut Kristus juga percaya bahwa Tuhan Allah tidak bisa dibatasi di suatu ruang, termasuk gedung gereja. Allah tidak hanya hadir di dalam gedung gereja dan pada hari Minggu saja. Namun kita memahami gereja adalah tempat yang dikhususkan Allah untuk berjumpa dengan umatNya. Sebagai jemaat, persekutuan atau komunitas kita berjumpa dengan Allah dan beribadah kepadaNya secara teratur di gereja sebagai tempat yang dikhususkanNya.
Sebab itu pada hari ini kita diingatkan jangan anggap remeh terhadap kedatangan atau kehadiran di gereja untuk beribadah kepada Allah. Gereja adalah rumahNya. Dan Tuhan sendirilah yang mengundang kita datang ke rumahNya untuk berjumpa denganNya.
Doa:
Ya Allah, terima kasih dan syukur sebab Engkau mengijinkan kami berjumpa denganMu dan beribadah kepadaMu. Terima kasih atas kasih dan kemuliaan yang Kaunyatakan kepada kami. Ya Tuhan mampukanlah kami memurnikan motivasi-motivasi ibadah kami. Dan biarlah kami semakin rajin dan tekun datang ke rumahMu, mendengar sabdaMu dan menerima berkat berkelimpahan dalam Kristus. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
November 4th, 2009 at 8:37 am
Ayat dan renungan hari ini yang dibuat oleh amang Pdt. DTA Harahap sangat cocok sekali buat para kapal selam, yakni mereka-mereka yang ke gereja hanya pada hari Natal dan Malam Tahun Baru.
Daniel Harahap:
Apakah termasuk yang mereka yang juga hanya sesekali datang ke Ruma Metmet?
November 4th, 2009 at 9:15 am
Mauliate ma di pandita i. Nang pe sahali-sahali iba ro tu Rumamuna on, alai anggo manjaha hatorangan ni ayat na tarsurat di Almanakta i tongtong do hu jaha sian Ikutlah Aku (par Rawamangun) manang Shalom (par Kernolong).
November 4th, 2009 at 9:57 am
Manusia adalah makhluk habitual dan bersiklus. Di tingkat biologis, banyak sekali peristiwa ketubuhan terjadi secara begitu: makan, minum, tidur, menstruasi (buat wanita), dsb. Bila kita patuh pada siklus dan jadwal badan kita niscaya optimallah sehat kita.
Dokter gizi saya bilang: Pak Jansen harus rutin minum susu segelas menjelang tidur (merknya rahasia, hehehe) agar kerangka tubuh Bapak terhindar dari osteoporosis dan osteoartritis.
Tubuh sosial kita juga begitu. Tubuh spiritual kita juga: yakni gereja.
Kepatuhan pada jadwal gerejawi (marminggu, marsermon, termasuk membaca Almanak tiap pagi di ruma metmet; firman selain tongkat dan suluh, juga adalah nutrisi bergizi) akan membuahkan good habit, yang tidak lain adalah juga karakter Kristiani.
Kadang terlalu sederhana anjuran: rajinlah beribadah; sehingga paling sering diabaikan dan disepelekan umat.
Saya berpendapat: kepatuhan dan kerajinan beribadah tak pelak merupakan rumusan paling sederhana, namun juga paling utama dan paling komprehensif, dalam rangka church development, social nurturing, and character building bagi kita umat Kristiani.
Beta hita: taparinggas ma namarhuria on…
November 4th, 2009 at 9:57 am
Saya mencoba menambahkan sub-judul dari judul renungan amang Pdt. DTA, semoga berkenan, yakni: “Jangan tegar tengkuk”
Bila Allah mengatakan jgn tegar tengkuk seperti nenek moyangmu, memang itulah cth yg paling dapat dilihat dan diingat bangsa Israel, agar jgn ditiru. Yang Tuhan mau katakan kpd bgs itu, agar jgn meniru sifat tegar tengkuk nenek moyang mrk itu. Tp, datanglah menyerahkan diri kpd Allah dan menyembah Dia.
Byk di zaman sekarang ini sifat ketegaran tengkuk yg hrs dihindarkan, sebab tdk berdampak yg baik bg pertumbuhan iman, bhkan menjadi faktor penghalang utk mendekat kpd Tuhan. Bila itu yg terjadi akan semakin ciut dan mengecil ketahanan imannya, dan tdk akan mampu menghadapi persoalan hdp, apalagi persoalan bgs yg terjadi saat ini.
Mari kita buang sifat ‘tegar tengkuk’ tetapi milikilah sifat ‘tegar iman’. Agar dlm segala aspek persoalan hdp hadapilah dgn ‘andaliman’ - ‘andalkan iman’.
Horas…
November 4th, 2009 at 12:59 pm
Amang DTA,biarpun sekali2 Mampir di Ruma Nabolonon (Ruma Metmet),yg pentingkan dari niat yg paling tulus Amang :-/.Tp bagi saya ini sudah cukup luar biasa.Horas
November 4th, 2009 at 7:19 pm
Jika kita para orangtua membiasakan diri sebisa mungkin tidak absen kegreja yg ” hanya “seminggu sekali anak2 kitapun akan merasa tidak enak apabila mereka tidak kegreja walau sesibuk apapun mereka itu, dijamin!!!
November 19th, 2009 at 3:10 pm
Horas amang, ahu pe sahali2 do masuk tu ruma metmet on, alai ayat2 na ditulis muna i torus do hujala dalan manambah pakirimon tu Tuhan i. Ninna roha molo dang tu gareja iba apala sahali saminggu i sai nirasa adong na hilang di ngolu on.