Latih Diri Beribadah

Almanak Selasa 04 November 2009:

Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. (2 Timotius 4:7-8)

Rasul Paulus memberi nasihat yang sangat bagus kepada muridnya Timotius: jangan habiskan pemikiran dan perasaan, waktu dan enerji untuk hal-hal tak berguna seperti tahayul dan dongeng kosong. Lantas apa yang harus dilakukan Timotius dan kita semua?

Jawabnya satu: melatih diri beribadah. Apa itu beribadah? Memuji dan mensyukuri Tuhan, berdoa memohon pertolonganNya,  menyimak dan melaksanakan hukum-hukumNya, mengaku dosa dan memohon pengampunan dariNya, menyaksikan iman kepercayaan, memberikan persembahan, mendengar firmanNya dan menaikkan doa syafaat bagi yang membutuhkannya. Semua itulah yang harus dikerjakan dan dilatih oleh orang-orang beriman.

Rasul Paulus tidak menyuruh Timotius dan kita sekarang menyiksa diri. Rasul Paulus mengatakan pendisiplinan tubuh  (puasa misalnya) memang perlu  namun terbatas manfaatnya.Yang lebih perlu justru mendisiplinkan diri beribadah, sebagaimana dipaparkan di atas. Ibadah itu sangat bermanfaat. Disini Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa ibadah itu bukan untuk kepentingan Tuhan melainkan justru untuk kita sendiri. Melalui ibadah kita bukan saja menerima berkat Allah namun juga menerima karakter kita dibangun dan bahkan dibentuk sebagai manusia yang sesungguhnya.

Sebab itu pesan hari ini: latihlah dirimu beribadah. Latihlah dirimu bersyukur dan memuji Tuhan, berdoa, menyimak dan melaksanakan hukumNya, mengaku dosa dan menerima pengampunan, memberi persembahan kepadaNya, mendengar firmanNya dan menerima berkatNya.

Doa:

Ya Allah, bentuklah jiwa dan tubuh kami. Latihlah dan tempalah kami menjadi manusia sesungguhnya. Engkaulah Allah dan Tuhan kami. Jadikanlah kami murid-muridMu dan ajarlah kami senantiasa agar berhikmat.  Terimalah ibadah dan hidup kami untuk kemuliaan namaMu. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

13 Responses to “Latih Diri Beribadah”

  1. Agus Karta Parulian Panggabean Says:

    Jauhilah turi-turian ni batak. Salah satunya ajaran yang mengatakan, “Molo naeng dapotan pasupasu hamu, pasangap hamu ma hulahula manang tulangmuna i. Ai ido parhitean ni pasupasu di hamu”. Itulah takhayul dan dongeng nenek-nenek tuanya orang Batak.

    Sebagai orang Batak Kristen yang benar adalah jika anda mau dapat berkat, mengucap syukurlah pada Tuhan karena sampai saat ini kita masih bisa menghirup udara yang segar, masih diberi makanan 4 sehat 5 sempurna dll, hormati orang tua, kasihi sesama atau bahkan musuh, rajin bekerja keras dan jangan lupa berdoa.

    Fitness berguna hanya sebatas menyegarkan tubuh kita (membuat jadi segar bugar). Tapi jika kita ini termasuk orang yang gampang marah maka fitness itu tiada gunanya. Kita akan tetap cepat tua.

    Daniel Harahap:
    Pesan saya: walaupun berkat datang dari Tuhan tetaplah hormati hula-hula. :-)

  2. tornagodang Says:

    Hormat Marhula-hula bukan turi-turian, tetapi falsafah hidup Orang Batak dalam tatanan Dalihan Na Tolu. Mungkin Bapak Agus perlu mendalami Dalihan Na Tolu sehingga tidak slah kaprah memberi komentar. Tuhan memberkati, horas.

  3. Agus Karta Parulian Panggabean Says:

    Di hukum Taurat ke 5 cuma orang tua kita saja yang harus kita hormati. Terlalu lebar penafsirannya jika hulahula atau tulang kita masukkan di dalamnya.

    Di patik palimahon i holan natorasta i do na ingkon sipasangaphonta, ndang dohot hulahula manang tulang ni batak. Ndang adong tarsurat di Bibel i si dua horong on. Holan orangtua kandung do na patut sihormatan, ala sian i do hita mangan mulai sian haposoonta. Hape hulahula dohot tulang ni batak, ingkon mamboan sipanganon do hita tusi. Ndada sian i hita mangan. Molo tung pe adong balos ni sipanganon na taboan i, sipanganon na mambaen jea do na tajalo sian halak i. Na godangan suga di sipanganon na nilean ni halak i.

  4. Singhan Pardede, Pdt Says:

    ‘Jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua’. Waktu itu jemaat lebih percaya pd cerita itu, sehingga melupakan atau bahkan meninggalkan ajaran firman Tuhan atau tdk suka dgn cerita dlm Alkitab. Jd kedua fenomena td yaitu cerita takhayul dan dongeng nenek tua’ menjadi tantangan gereja.

    Di jaman ini tentu byk yg sama jenisnya atau macamnya dgn takhayul dan dongeng nenek tua. Artinya, byk hal yg membuat perhatian, pandangan, pikiran bahkan hati terpaut dan tersita dgn hal td, sehingga itu membuat lupa pd ajaran firman Tuhan atau tdk ada wkt mempercakapkan firman Tuhan baik di rumah atau di manapun.

    Itulah tantangan gereja. Paulus mengatakan: harus dijauhi. Berati ada di tengah2 kehdpan kita. Tdk ada yg lebih jitu utk menghalau tantangan itu, kecuali melatih diri dgn ibadah, yaitu ibadah yg hidup, yg kudus dan yg berkenan bagi Tuhan, kata Paulus jg. Sebab itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

    Horas…

  5. florasilaban Says:

    Amang ……hari ini masih tanggal 3 nopember 2009, beribadah adalah salah satu tugas panggilan jemaat Kristus, marilah kita doakan acara pesparawi ix di kalimantan timur, semoga dapat berjalan dengan baik dan penuh kedamaian, sampai jumpa di samarinda, semoga Tuhan berkenan memberkati kita semua.amen

  6. Jansen Sinamo Says:

    Dlm psikologi modern dikenal istilah ‘learned optimism’ - optimisme yang dipelajari dan dilatih. Hal-hal negatif spt pesimisme, hopelesness, kebencian, kedegilan, jugul, dsb. pun adalah buah pembelajaran.

    Bersyukur, berpengharapan, bersukacita, berbahagia — dan seratus satu entitas psiko-spiritual lainnya — semuanya adalah buah latihan.

    Beta hita rame-rame pelatihan…

  7. Nainggolan Prabu Says:

    @Disini Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa ibadah itu bukan untuk kepentingan Tuhan melainkan justru untuk kita sendiri.
    ———————————————————————————
    Ya. Terimakasih Tuhan, ibadahku untukku.

    @tornagodang Says:
    Saya setuju dg pak Tornagodang. Pemahaman saya adalah, bahwa kita orang batak menempati sosok yg dinamis dalam Dalihan Natolu. Kadang Saya Tulang, kadang jadi Boru, kadang Dongan Tubu. Maka Dalam Dalihan Natolu kita dianjurkan untuk saling menghormati. Tidak jauh menyimpang dari ajaran Yesus; Haholongi ma dongan mu jolma doshon dirim. Tks syaloom.

  8. Barita MP Hutabarat Says:

    Kepada Lae Agus KPP

    Setahu saya, tulangnya lae itu tidak pernah minta supaya lae parsangapi.
    Tulangnya lae cuma satu, kalaupun lae tidak mau menghormati tulangnya lae, tidak apa-apa, tapi juga jangan sampai komentar lae seperti itu. Bayangkan lae betapa sedihnya tulangnya lae itu setelah membaca komentar lae ini. Umurnya sudah 70 tahun lebih. Bijaksanalah sedikit.

  9. eric arac Says:

    “Jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua…..”
    Mungkin kita tidak menyadari sekarang ini banyak ‘takhayul dan dongeng nenek-nenek tua’ modern, seperti: ” Anda mencari jodoh? Mencari kerja? Ingin kaya? Ingin merubah nasib? Ketik REG spasi bla…bla….bla….. kirim ke…. via SMS.” Dari pada kita mempertentangkan orang tua dengan tulang, sementara mereka baik-baik saja, ha…ha…ha…. :) lebih baik kita memagari diri dari takhayul-takhayul modern itu. Amin.

    @ amang DTA,
    (1 Timotius 4:7-8)

  10. Friska pardede Says:

    Justru krn patik palimahon makanya saya harus hormat sama tulang saya dia kan saudara kandung / hula2 mama saya.
    Saat ini saya pendamping ni si tulang buat bere saya…saya juga tunjukkan sikap dan perilaku selayaknya nantulang kepada bere2.
    Kepada hula2 saya ,saya sangat menaruh hormat krn dia pengganti bapak saya yg sdh almarhum, dan kepada anak2 saya selalu saya tanamkan bahwa tulang itu spesial.

    Juga kepada purtaku kutanamkan bahwa dia adalah hula2 dari kakak dan adiknya (perempuan) dan kelak menjadi tulang dari pada bere2nya , jadi lihatlah caranya tulangmu terhadap kita karena kita orang Batak, maka siapkan dirimu menjadi hula2 dan tulang yg baik ( saya sebagai ibunya melatih dirinya sejak muda), seorang tulang atau hula2 layak di hormati kecuali situlang atau hula2 itu burret2on/tdk beccus, bah kok jadinya mebahas hula2 ya……

  11. Supardi Manurung Says:

    Dakka do dupang jala amak do nang rere,Ama do tulang jala anak do nang Bere.Terima kasih Amang DTA buat renungan hari ini,sehingga kita makin tau arti hula-hula dan natua-tua:-(.Tp tetap yg terpenting adalah menjaga diri agar tetap beribadah kpd Tuhan,Horas

  12. tornagodang Says:

    ……Hape hulahula dohot tulang ni batak, ingkon mamboan sipanganon do hita tusi. Ndada sian i hita mangan, ….. ALAI SIAN BORU NI HULA-HULA IDO HITA TUBU/LAHIR JALA MENERUSKAN GENERASINTA BE.

  13. DENNY BR SILITONGA Says:

    Pernah amang ada jamita katanya arti dari hukum taurat ke 5 hormatilah ayah ibu mu itu tidak berarti hanya ortu kita yang dihormati tetapi juga orang2 tua yang ada disekitar kita, boha pendapat ni amang sidi ? mauliate

Leave a Reply