Jangan Jahat. Hiduplah Bijaksana, Adil & Beribadah.

Almanak Senin 02 November 2009:

Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini. (Titus 2:12)

Allah sangat mengasihi kita. Dia menyelamatkan kita dari penjara maut dan kejahatan melalui kematian dan kebangkitan AnakNya Tuhan Yesus Kristus. Dia mengangkat kita sebagai anak-anakNya dan menjadikan kita umat kepunyaanNya. Dan Dia menganugerahkan kita Roh Kudus dan menjanjikan kita segala berkat yang tersedia di sorga.

Selanjutnya Allah mendidik kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi. Dia mengajar kita agar membuang segala hal yang jahat dan salah serta buruk. Dia tidak menyuruh kita meninggalkan dunia ini atau melarikan diri dari kehidupan di bumi ini. Allah juga tidak menyuruh kita agar bersembunyi dan mengurung diri supaya tidak bersentuhkan dengan persoalan-persoalan sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain.Namun Dia memerintahkan kita agar tidak melakukan yang jahat.

Sebaliknya Allah mendidik kita agar hidup bijaksana, adil dan beribadah di dunia ini. Bijaksana artinya: berhikmat atau dapat membedakan yang benar dan salah, tepat danĀ  tidak tepat, pantas dan tidak pantas. Adil artinya memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi hak-nya, kebutuhan dan imbalan yang pantas atas prestasi dan kontribusinya.Beribadah artinya:selalu bersyukur, taat kepada hukum, mengaku dosa dan hidup dalam pengampunanNya, mendengar firman Tuhan dan selalu berdoa memohon berkatNya.

Doa:

Ya Allah, karuniakanlah kami RohMu agar kami mampu melawan keinginan-keinginan jahat dan busuk dari dalam diri kami sendiri. Tetaplah ajar dan didik kami melakukan yang baik dan hidup bijaksana, adil dan beribadah selama di dunia ini. Demi kemuliaan Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

7 Responses to “Jangan Jahat. Hiduplah Bijaksana, Adil & Beribadah.”

  1. tanobato Says:

    Sian tolu hata na pinatorang Amang DTA, sada sian i, i ma habisuhon ( = bijaksana) laho manimbangi hapantason na gabe niarsakhon rohangku apala di tingki on. Jotjot do binege parulaon ni angka pangomgomta na so umboto be dia do na pantas dohot na so pantas, gabe jotjot ma pambahenanna pailahon. Ala pangomgom do nasida, gabe dohot ma sude hona diparila angka jolma na torop.

    Horas jala gabe! Tatangiangkon ma asa dilehon roha na marbisub tu dirinta, nang tu pangomgomta pe.

  2. Nainggolan Prabu Says:

    @”Beribadah artinya”:..
    —————————
    Bahh…Ternyata beribadah itu luas kali artinya, selama ini aku memahaminya sebatas Ke Gereja pada hari minggu.

    “Mengaku dosa dan hidup dalam pengampunan Nya”. Kalo bisa ya.. kan udah diampuni.. jangan bikin dosa lagilah. Kapan Tobatnya.

  3. Jansen Sinamo Says:

    Dengan mengamalkan ayat ini maka kita sudah:
    – Hidup sebaik-baiknya; menikmati hidup sepenuh-penuhnya
    – Ikut memperluas dan memperkuat medan pengaruh Kerajaan Allah

    Beta hita…

  4. Mebs Says:

    hal yang paling sulit adalah melepaskan keinginan duniawi dari daging ini, karena masyarakat, lingkungan kerja atau bahkan keluarga senantiasa menuntut tercapainya keinginan duniawi, saya kira sah-sah aja kalau mencapainya dengan cara yang jujur dan bijak dalam menggunakannya :)
    horas7x

  5. Agus Karta Parulian Panggabean Says:

    Jika kita telah melaksanakan keadilan di muka bumi ini berarti kita adalah melaksanakan seruan ibadah yakni hidup bijak dan adil.

  6. fe Says:

    saya selalu dan selalu mendoakan Pendeta dan pelayanan yang ada, doakan kami juga dari kel. Yehezkiel Siantar.

  7. Friska pardede Says:

    Mari kita bersama merenungkan sedalam2nya nats dan uraian dari amang pendeta kita ini, kita lihat sekeliling kita , mereka2 yg menjalankan perbuatan seperti nats ini dan yg tidak …..bagaimana akhir dari perjalanan hidupnya ,dan bagaimana pula kehidupan dari keturunannya sedangkan kita!…semua Diberi hak yg sama untuk memilih

Leave a Reply