Yesus Bangkit Kita Beriman

Almanak Rabu 28 Oktober 2009:

Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. (Yohanes 2:22)

Iman Kristen berawal dan berdasar kepada kebangkitan Yesus. Sesudah Yesus  ditangkap dan disalibkan murid-murid tercerai-berai dan melarikan diri ketakutan. Hubungan mereka dengan Yesus putus total. Persekutuan murid bubar. Murid-murid menjauh sebab menyangka Guru mereka dan dikutuk dan dimurkai Allah karena mencoba merombak adat Yahudi. Dan mereka berpikir: jika Yesus Sang Guru dihukum Allah maka mereka pasti juga tidak akan luput.

Namun Tuhan bangkit. Yesus memperlihatkan diriNya kepada murid-muridNya bahwa Dia adalah Tuhan dan Dia hidup, mulia dan berkuasa. Dia menampakkan diriNya dalam kepenuhan kemuliaan Allah. Yesus lantas mengumpulkan lagi murid-muridNya dan memulihkan persekutuan mereka. Murid-murid pun baru dapat memahami bahwa Yesus tidak dimurkai Allah namun justru dikasihiNya. Penderitaan Yesus bukanlah kutuk melainkan jalan yang ditentukan Allah.

Kebangkitan Tuhan ini pun mengubah segalanya. Perjumpaan kembali dengan Yesus yang hadir dalam kepenuhan Allah mendorong perubahan total dalam diri murid-murid: dari takut menjadi berani, dari sembunyi menjadi bergerak aktif, dari putus asa menjadi penuh harap, dari lesu menjadi semangat. Yang terpenting: mengubah mereka dari tidak percaya menjadi percaya kepada Yesus. Dan itu  terjadi terus sampai sekarang. Sebab itu bukalah dirimu agar dijumpai oleh Tuhan yang bangkit, hidup dan mulia serta berkuasa itu sekarang juga.

Doa:

Ya Kristus yang bangkit, jumpailah kami. Ijinkanlah kami menyaksikan dan mengalami kehadiranMu, kuasa kebangkitanMu. Nyatakanlah kasih dan kemuliaanMu kepada kami juga agar kami bangkit  untuk berkarya dan mengasihi. Karuniakanlah kami iman kepadaMu dan jadikanlah kami juga murid-muridMu. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

6 Responses to “Yesus Bangkit Kita Beriman”

  1. eric arac Says:

    Yesus bangkit. Kuburan kosong membuktikan Ia hidup, dulu, sekarang dan selama-lamanya. Yesus yang hidup, bimbinglah kami sepanjang hidup kami. Segala puji dan syukur kepada-MU Tuhan. Amin.

    @ amang DTA,
    mengapa murid-muridnya tidak mengingat apa yang telah dikatakan Yesus kepada mereka bahwa Ia akan bangkit? Apakah semua murid-murid Yesus itu pelupa?:)

    Daniel Harahap:
    Pertama: karena peristiwa penyaliban itu begitu menakutkan dan menghancurkan jiwa mereka. Kedua: karena kebangkitan itu di luar pikiran mereka. Hanya Yesus sendiri yang sanggup menjelaskan kebangkitan itu.

  2. richardhutahaean Says:

    Mohon penjelasan amang…apa yg dimaksud dengan Kitab Suci di ayat itu? Sama kah Kitab Suci dengan Alkitab? Bukan kah saat itu Alkitab belum ada karena belum disusun? Makasih.

    Daniel Harahap:
    Kitab-kitab yang kita namakan sekarang Perjanjian Lama.

  3. tanobato Says:

    Molo jinaha Barita na Uli na adong tarsurat boha panjalo ni angka sisean i tu pambahenan ni Jesus na sai jotjot maraloan tu pangantusionta (isara na tarsonggot jala i pe tarsingot tu angka naung hea didok Jesus di tingki naung salpu songon na tarsurat di turpuk manogot on…), olo do ro sungkun-sungkun di bagasan roha: haru angka sisean i songon i dope, boha ma hita jolma na so dung hea pajumpa bohi tu bohi dohot Jesus? Alai mauliate ma di Tuhanta, adong ditongos Tondi Parbadia na boi mangajari hita laho manambai haporseaonta tu Debata.

    Horas jala gabe! Jotjot ma tajou panogi-nogion Tondi Parbadia di ngoluntabe.

  4. Nainggolan Prabu Says:

    Dalam keterbatasan pemahaman saya, terkadang saya merenung, mereka para Murid Yesus telah melihat dengan mata kepala sendiri tentang mukzizat yg diciptakan Yesus, antara lain, berjalan diatas air, meredakan gemuruh gelombang, memberi makan 5000 orang dengan hanya 5 roti dan 2 ikan dan sisanya 12 bakul, orang lumpuh berjalan, dan yang spektakuler Lazarus yang telah dikubur dihidupkan kembali, mengapa para Murid Yesus itu masih ketakutan ?.

    Lalu saya membayangkan, betapa beratnya Pekerjaan para Pendeta serta para Penginjil dalam memberitakan kabar tentang Yesus, sebab kita yg jadi pengikut Yesus sekarang ini tidak pernah melihat langsung Mukzizat itu, tidak pernah melihat secara fisik Yesus saat menjadi Manusia dan melayani di dunia. Mampukah kita “bertahan”?. Maka apabila para “Penjala Manusia” sekarang ini tidak melakukan semacam “Ekstra Effort ” (diluar upaya Rutin), mungkin Iman kami ini tidak akan bertumbuh dan akan layu. Betul, dlm Injil ada tertulis, “Berbahagialah orang, sekalipun tidak melihat namun percaya. Cukupkah hanya disitu ?”.

    Mungkin banyak dari Kami ini yang “ngefans” sama murid Yesus yg bernama Tomas. Sikap seorang yg smart, takkan pernah percaya sebelum melihat tanda-tanda, ingin bukti yang nyata bukan “rekayasa”. Bagaimana ya HKBP nabolon itu bertindak sebagai Penjala Manusia” agar setia dan ikut Yesus, selamanya. Syaloom.

  5. Friska pardede Says:

    Buat saya berTuhan, meyakini dan mempercayainya melalui masa kecil yg dibimbing para ompung, kemudian orangtua dibantu guru2 sekolah minggu lalu saat ini….dipupuk dan disirami di ruma metmet

  6. Jansen Sinamo Says:

    Tanpa kebangkitan Kristus, runtuhlah kredibilitas Kekristenan. Ia tak lebih daripada sehimpunan ajaran moral atau buku ‘how to’ di bidang etiket antarmanusia dan etika publik biasa.

    The power of Christianity terletak pada peristiwa Paskah pagi itu: haheheon!

    Buat kita, iman pada kebangkitan Yesus adalah jaminan bagi keselamatan kita, garansi bagi kesembuhan dan seluruh keberkatan ilahi yang dipaparkan di sepanjang Alkitab.

    Haleluya buat Kristus yang telah bangkit.

Leave a Reply