Ya Tuhan Bukalah Hati Ini Agar Kami Mengerti

Almanak Selasa 27 Oktober 2009:

Lalu Ia membuka pikiran mereka sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (Lukas 24:45)

Kita percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Alkitab memuat perkataan dan perbuatan Allah dalam dunia dan umatNya sepanjang sejarah. Memang kita tidak percaya kepada Alkitab sebagai sebuah atau sekumpulan buku melainkan kepada Allah yang hidup, mulia dan berkuas yang ditunjukkan Alkitab itu.  Kita tahu dan sadar Alkitab itu ditulis oleh manusia namun yang diilhamkan dan digerakkan oleh Roh Allah.

Penjelasan di atas membantu kita memahami dan menghayati ayat hari ini: berhubung Alkitab berasal dari Allah maka kita perlu pertolongan Allah juga untuk memahami dan menghayatinya. Sama seperti murid-murid Yesus jaman dahulu hati dan pikiran kita juga perlu dibukakan oleh Tuhan. Tanpa pencerahan dan penerangan dari Roh Tuhan maka kisah-kisah dan kalimat-kalimat dalam Alkitab tidak berarti banyak bagi kita. Namun bila hati dan pikiran kita dibuka oleh Tuhan sendiri maka Alkitab sungguh dapat menjadi sumber air, suluh dan pelita, tongkat dan peta, dan cermin kehidupan bagi kita.

Hari ini marilah kita berdoa: Ya Tuhan, bukalah juga pikiran dan hati kami agar mengerti Kitab Suci anugerahMu. Bersabdalah Engkau ke dalam batin kami agar kami hidup. Sapa dan sentuhlah kami agar kami kuat dan bahagia.

Doa:

Ya Allah, cerahkanlah dan kuatkanlah hati kami dengan firmanMu. Berkatilah kami saat membaca dan merenungkan Alkitab pemberianMu agar kami menemukan firmanMu, sumber kehidupan kami. Karuniakanlah kami Roh Kudus agar kami memahami dan menghayati kehendak kasihMu dan kami hidup sepadan dengan kasihMu itu. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

8 Responses to “Ya Tuhan Bukalah Hati Ini Agar Kami Mengerti”

  1. Supardi Manurung Says:

    Amin!

  2. Efrael T. Sitohang Says:

    Apanya tanda yang bisa kita mengerti / tau, saat dimana Tuhan membuka pikiran kita dalam menghayati firmannya? Apakah dengan berdoa sudah pastilah Tuhan membuka pikiran kita, dan apakah yang kita artikan mengenai firma_Nya sudah berarti berasal dari Dia??

  3. tanobato Says:

    Lam godang do halak na lilu nuaeng on. Adong ma na lilu ala so umboto hata ni Debata. Alai adong do muse na lilu ala hata ni Debata, i ma na so olo mangido panogu-noguon ni Tondi Parbadia.

    Horas jala gabe! Tajou ma Tondi Parbadia asa gabe donganta di panggulmiton ngolunta sasude.

  4. Nainggolan Prabu Says:

    Allah, Biarlah Firman Mu menjadi penuntun bagi keluargaku agar kiranya kami mampu berbuat banyak sesuai kehendakMU, banyak memberi, biar kami layak juga menerima banyak dari MU. Amen. Syaloom.

  5. Jansen Sinamo Says:

    Secara neurologis saya pahami ayat di atas sbg peristiwa emergence dimana simpul-simpul pengertian kita mendadak saling bertaut lalu membentuk sirkuit yang lebar dan luas, dan hatta, pengertian kita pun bertambah.

    Jika kita memikirkan sesuatu dengan sungguh-sungguh peristiwa emergence demikian kerap terjadi. Maka kita perlu serius merenungkan firman Tuhan agar pikiran kita mudah dibuka Tuhan.

    Otak yang dipenuhi oleh kekuatiran, amarah, dendam, dan kedengkian tak akan dibuka oleh Tuhan.

  6. Mebs Says:

    menurut aku, lebih mudah dengan menggunakan rasa -hati- untuk bisa mengerti dan melakukan perintahnya dibandingkan menggunakan pikiran, tapi kolaborasi keduanya -rasa dan pikiran- akan menimbulkan pemahaman yang menyeluruh dan acceptable…
    Horas!

  7. Friska pardede Says:

    Dengan membaca renungan harian dan uraian yang dipersembahkan amang pandita parjabuon juga kommen2 dari jemaatnya sangat dapat membuka pikiran pembacanya agar mengerti tentang kitab suci.

  8. DSB Says:

    Ketika hati dan pikiran sudah terbuka, tetaplah fokus pada Kristus.
    Stay focus!

Leave a Reply