Semua Orang Saudara atau Tetangga
Almanak Selasa 1 September 2009:
Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing. (3 Yohanes 1:5)
Dalam suratnya Rasul Yohanes memuji Gayus yang bertindak penuh kasih kepada orang-orang Kristen yang berasal dari bangsa-bangsa asing atau non Yahudi. Perbedaan latar belakang kebangsaan dan budaya tidak menjadi kendala bagi Gayus untuk mengasihi. Kebaikannya telah menjadi kesaksian orang-orang yang menerimanya itu. Lantas apa pesan dari ayat ini untuk kita sekarang?
Pertama: Tuhan mengajak kita memandang semua orang Kristen apapun latar belakang suku, bangsa, ras dan golongannya sebagai sesama anak-anak Allah. Namun bukan hanya itu, iman kita juga mengatakan orang-orang yang berbeda agama dan keyakinannya sebagai saudara dan tetangga. Bukan lagi orang asing atau musuh yang harus dilenyapkan.
Kedua: Tuhan mengajak kita berbuat baik dan kasih dengan ikhlas kepada semua orang. Perbedaan suku, bangsa, ideologi, dan agama tidak boleh dijadikan kendala atau hambatan untuk berbuat baik dan mengasihi. Semua orang yang menderita pantas ditolong apapun agama dan keyakinannya, ideologi dan partainya, suku dan kebangsaannya.
Ketiga: Tuhan mengajak kita rendah hati. Orang Kristen tidak boleh meninggikan diri seolah-olah hanya berperan dan berkedudukan sebagai pemberi atau pengasih. Dalam hidup ini kita juga acap membutuhkan pemberian dan kasih dari orang lain, termasuk dari saudara yang berbeda suku, bangsa, agama dan ideologinya dari kita. Ingat: bukan hanya orang Kristen yang dapat mengasihi. Bukan hanya kita yang mampu berbuat baik. Semua manusia diciptakan Allah dengan kehendak baik. Sebab itu kita dapat saling mengasihi dan menjadikan dunia ini baik.
Doa:
Ya Allah, terimakasih dan syukur Engkau menciptakan kami sebagai manusia. Engkau memberi kami tubuh yang berjiwa, memampukan kami berpikir dan merasa, menganugerahi kami dengan kasih dan hormat. Ajarlah kami berpikir dan bersikap sebagai sungguh-sungguh manusia. Penuhilah hati kami dengan kasihMu ya Allah. Jadikanlah kami murid Yesus yang rela berbagi, rendah hati dan setia. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Kembali ke halaman depan:
September 1st, 2009 at 6:12 am
Horas amang. Versi mobile rumametmet kapan ada? Horas.
Daniel Harahap:
Oala. Apa pulak itu?
September 1st, 2009 at 7:30 am
benar amang, kita harus saling mengasihi…,apalagi yang point yang ketiga yang sering muncul diantara kita baik sesama orang kristen yang selalu merasa paling benar, merasa paling suci, merasa paling iman paling tinggi akhirnya kita merasakan adanya”orang kristen yang punya iman congkak,angkuh” akhirnya menimbulkan dosa baik untuk diri kita juga bagi sesama kita.
September 1st, 2009 at 8:07 am
Semoga kita umat Kristiani yang membaca renungan Amang ini dikuatkan oleh Tuhan, sehingga senantiasa hidup dalam Kasih dan Damai di bumi Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika ini.
Siapakah Gayus itu Amang?
Daniel Harahap:
Penerima pertama surat 3 Yohanes.
September 1st, 2009 at 9:31 am
Kita semua bersaudara…
September 1st, 2009 at 10:21 am
Luar biasa dalam 1 ayat di atas saja kita telah memperoleh 3 dasar kuat dalam berinteraksi dengan sesama.
September 1st, 2009 at 10:41 am
Lebih jauh, tidak hanya kasih kepada sesama manusia perlu dikembangkan, tetapi juga kepada dunia fauna, flora, dan mineral.
Relasi serba kasih itu wajarnya ditandai dengan sikap memperhatikan, menghargai, menghormati, memelihara/melestarikan, memperbaiki, memperindah.
Jadi ada kasih kesemanusiaan, kasih kesemakhlukan, dan kasih keseciptaanan.
Dengan demikian kita naik kelas menjadi kawan sekerja (sepemelihara, sepengasih) Tuhan. Meminjam istilah Al Qur’an, kita adalah wakil (khalifah) Allah di Bumi.
Daniel Harahap:
Terima kasih Amang Sinamo. Kita juga harus menganggap gunung, danau dan hutan sebagai tetangga dan saudara.
September 1st, 2009 at 10:57 am
Setuju Amang Pendeta n Amang Sinamo.
September 1st, 2009 at 11:12 am
mauliate amang DTA atas firman Tuhan hari ini, hidup ini memang akan lebih indah bila kita mengasihi sesama kita dan seluruh ciptaan Tuhan, kiranya damai sejahtera dari Allah selalu menyertai kita semua, amin.
September 1st, 2009 at 12:01 pm
Intinya :
Sebagai seorang pengikut Kristus Yesus sangat ditekankan untuk mampu menjadi teladan/ panutaan dan rendah hati serta mau menolong di tengah – tengah keluarga, tetangga, lingkungan masyarakat dan Negara dengan tanpa mengharapkan imbalan serta memaksakan kehendak kepada individu yang berada di sekitar. Dan juga seorang pengikut Kristus Yesus di tuntut untuk memiliki rasa toleransi dan saling menghargai akan kehidupan manusia di sekitar walaupun berbeda keyakinan.
Daniel Harahap:
Satu lagi: jangan hanya menganggap orang Kristen yang mampu memberi dan mengasihi. Kita juga membutuhkan pemberian dan kasih dari orang lain termasuk dari saudara-saudara Buddha, Hindu dan Islam dll.
September 1st, 2009 at 12:34 pm
Setuju Boss,karena wujud nyata tindakan kita terhadap kasih Kristus yang terlebih dulu kita terima adalah:”wajib berbuat baik kepada semua orang dan ciptaanNya”,sedangkan orang lain berbuat baik kepada kita,bukan urusan kita melainkan urusan Roh Kudus.
September 1st, 2009 at 3:04 pm
Sejatinya Orang yang merasa atau beriman di berkati Tuhan YME akan memiliki common sense yg sama thd org lain dan alam sekitarnya.Iman dan perbuatan adlah dua sisi mata uang.Bobotnya setara dan saling melengkapi.Namun,seringkali berbuat dan berbuat adalah persoalan ke Teladan an.Sebagai pengikut Kristus adakah contoh ke Teladanan Yesus dalam memelihara alam dan lingkungan untuk menjadi referensi?
September 1st, 2009 at 8:47 pm
Nats ini cocok menjadi menjadi pegangan buat orang2 yang suka mendonorkan darahnya bahwa si pendonor tidak tau menahu untuk siapakah darah yg dia donorkan itu kristen, Islam atau Budha atau penjahat yg tdk mengenal Tuhan, buat mereka ketika mendonorkan darahnya yg berlangsung kira2 10 menit itu yg terbayang adalah wajah Yesus yg menderita di kayu salib terlihat di wajah org yang sekarat menunggu darah yg akan dimasukkan ketubuhnya.
Buat kita2 pengunjung blok ini mari kita lakukan donor darah di bulan2 ini karena saudara kita yg muslim tidak mungkin mendonorkan darahnya krn puasa dan pada saat2 seperti ini bank darah biasanya kelabakan krn kurangnya persediaan.
Daniel Harahap:
Dan mari kita juga bersyukur sebab orang2 Islam, Buddha dan juga atheis juga banyak yang jadi donor darah.
September 2nd, 2009 at 8:32 am
@Friska..
Buat kita2 pengunjung blok ini mari kita lakukan donor darah di bulan2 ini karena saudara kita yg muslim tidak mungkin mendonorkan darahnya krn puasa dan pada saat2 seperti ini bank darah biasanya kelabakan krn kurangnya persediaan.
#Cara menyumbang yang cerdas