Rukun

Almanak Kamis 27 Agustus 2009:

Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus. (Roma 15:5)

Mereka sama-sama Kristen: sama-sama ditebus  dan hidup oleh kasih karunia Allah dalam Kristus. Mereka memiliki iman dan pengharapan yang sama. Namun mereka berbeda juga. Yang satu berlatar belakang Yahudi dan yang satu lagi berasal dari Yunani. Yang satu sebab itu masih memegang ketat aturan dan tradisi kejahudian seperti soal makanan haram-halal dan peraturan sabat yang sangat detil. Sementara itu yang satu lagi tidak tahu-menahu dengan hal itu. Dan inilah yang membuat kedua kelompok itu tegang dan konflik satu sama lain.

Rasul Paulus menuliskan surat Roma (khususnya pasal 14-15)  untuk menjawab permasalahan ini. Bagi Paulus sebenarnya semua makanan halal dan boleh dimakan dengan ucapan syukur. Namun Rasul Paulus mengingatkan agar jemaat itu tidak menjadikan makanan sebagai isu utama kekristenan. Kerajaan Allah bukan soal makanan dan minuman tetapi kebenaran, damai sejahtera dan sukacita Roh Kudus (Roma 14:17). Jadi siapa mau makan segalanya tanpa pantangan silakan saja.Namun jika tak mau makan ya tidak apa-apa. Makanan tidak membuat kita lebih dekat kepada Allah. (1 Korintus 8:8).

Bagi Rasul Paulus perbedaan pendapat tidak perlu membuat jemaat itu terpecah. Mereka dapat berbeda-beda dan bersatu juga. Sebab itu perbedaan juga tidak perlu terlalu ditakuti dan karena itu harus dihapuskan. Lantas bagaimana? Kata kuncinya adalah: saling menerima satu sama lain (Roma 15:7).Berbeda-beda namun saling menerima dan saling meneguhkan. Ingat Allah juga sudah menerima keberadaan kita masing-masing dan mendamaikan atau merukunkan kita dalam salib Kristus.

Doa:

Ya Allah, Engkau mendamaikan kami dalam Kristus. Engkau menerima keberadaan kami  dan mengasihi kami semua tanpa syarat.  Ajarlah juga kami saling menerima dan saling mengasihi. Terutama ketika kami menemukan perbedaan satu sama lain, biarlah kami tetap bersatu memuliakan Kristus dan kukuh melakukan kasih kebajikan. Dalam nama Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

12 Responses to “Rukun”

  1. Slamet Nainggolan Says:

    Kerukunan adalah berasal dari kata dasar “Rukun” yang bermakna dapat hidup berdampingan, walaupun memiliki perbedaan di dalam kebudayaan, kesejahteraan sosial, pemikiran, tata cara ibadah, dan berbagai perbedaan lainnya di dalam masyarakat, khususnya Kristen.

    Tetapi sekali lagi saya memandang pada scope suku Batak. Perbedaan Gereja dapat menjadi suatu ajang perang dingin, dan hal tersebut masih banyak terjadi di tengah - tengah lingkungan batak, contoh kecil : Jemaat A sangat sulit/ berat hati memberikan bantuan kepada Jemaat B ketika meminta dukungan pembangunan Gereja si B, dan demikian juga sebaliknya. Sehingga muncullah persepsi seakan-akan Gereja menjadi suatu persaingan bisnis layaknya sebuah perusahaan.

    Seharusnya sebagaimana yang KRISTUS YESUS harapkan bahwa kita hendaknyalah dapat hidup rukun dan berdampingan dan saling bahu membahu di dalam YESUS KRISTUS Tuhan kita. Sebagaimana dapat kita mengingat kembali Nats pada Khotbah minggu lalu : Maz 133:1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

  2. abrianto nababan Says:

    Ibaratnya Paduan suara….justru perbedaan suara itu yang bikin indah, tinggal bagaimana kita memadukan suara agar kedengaran indah,tentunya kerjasama dan saling memahami satu sama lain, oleh karena itu perbedaan tidak perlu ditakuti, buatlah perbedaan itu menjadi hal yang positip untuk kehidupan kita masing2

  3. Agus Karta Parulian Panggabean Says:

    Orang Yahudi dan orang Yunani adalah dua etnis (pada saat itu) yang memiliki perbedaan sangat kontras diantara mereka, namun bisa dipersatukan oleh karena iman kepada Kristus.

    Sebuah paduan suara dimana mayoritas anggotanya tidak memiliki suara emas layaknya penyanyi solo, namun bisa dipersatukan dan dibuat menjadi sebuah paduan suara yang indah oleh seorang dirigen atau pelatih paduan suara.

    Jadi setajam apapun perbedaan diantara kita harus ada yang mampu mempersatukan perbedaan diantara kita, yakni menghormati pendapat, budaya, agama, kemampuan orang lain. Sebab kita ini adalah tanah dimana ada yang sangat rendah sekali (yang kita kenal dengan nama jurang), ada yang datar (tanah data) dan ada yang tinggi (yang kita kenal dengan nama gunung atau bukit).

  4. Friska pardede Says:

    Andaikan bunga2 hanya berwarna putih dimanakah letak keindahannya,
    Andaikan seluruh umat manusia menyadari bahwa semua manusia memang berbeda tidak akan terjadilah bom2 dikarenakan memaksakan kehendaknya agar sama dgn mereka.
    bagaimana mungkin bisa sama wong anak yg kulahirkan 3 orang itu saja amat berbeda watak dan perilakunya

  5. Ismail Napitupulu Says:

    Hendaknya juga perbedaan pendapat dlm gereja adalah satu dinamika demokrasi dan jgn memaksakan kehendak satu sama lain, dan bukan oleh karena itu membuat perpecahan jemaat…GBU

  6. Nainggolan Prabu Says:

    Dalam konteks kebangsaan kita memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tapi satu). Perbedaan sering dimanfaatkan manusia untuk kepengtingan pribadi yg sangat sempit. Dalam konteks kebangsaan. seharusnya perbedaan jangan dibenturkan, justru harus dijadikan menjadi modal sosial bangsa yang dapat saling mengikat elemen bangsa ini dalam suatu kesatuan yg utuh.

    Allah mengamini perbedaan dalam ciptaannya di bumi ini, sebab itu sejak awal Allah telah menciptakan perbedaan, yaitu Terang dan Gelap. Bumi kalau gelap terus i manusia pasti sangat susah demikian juga kalau terang terus, kecuali PLN yang terus terang. terang terus.

    Lihatlah tubuh kita, semua saling beda, tapi semua mendukung penampilan kita, warna kulit yg kuning langsat atau hitam manis mungkin bagus, tetapi apakah bagus kalo warna gigi kita kuning langsat atau hitam manis?.

    Demikian juga dalam kehidupan Gereja, maupun dalam segala riak hidup dan kehidupan, perbedaan pendapat menurutku bukan menciptakan permusuhan, melainkan mencari yang terbaik untuk kepentingan bersama. Syalom.

  7. P.Ritonga Says:

    Perbedaan berarti bukan untuk perpecahan

  8. Lala Says:

    Perbedaan itulah yang membuat kita hidup dan bertumbuh..berbeda2 tetap satu jua, memuji Allah Yang Maha Kuasa.

  9. florasilaban Says:

    Kerukunan adalah suatu makna yang sulit dilaksanakan karena kita semua berbeda, namun dengan perbedaan yang ada hendaknya kita saling menghargai sehingga perpecahan tidak terjadi.

  10. Jansen H. Sinamo Says:

    Mungkin harus kita pikirkan juga: bagaimana bertumbuh lewat proses konflik. Rukun yes, konflik pun oke…

  11. dahlia silitonga Says:

    Setuju amang sinamo, rukun yes, konflik oke heheh…

  12. walter panjaitan Says:

    sebenarnya yang kita harapkan dari perbedaan itu adalah keindahan supaya rukun terjadi tetapi ini dunia sangat banyak problema yang kita hadapi dan justru dari situlah timbul ketidak rukunan.

Leave a Reply