Jangan Merugikan. Jangan Dirugikan.

Almanak Sabtu 1 Agustus 2009:

Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya. (Imamat 19:13)

Tiga ribu tahun silam umat Israel telah memiliki hukum yang melarang manusia memeras dan merampas milik sesamanya dan juga menahan upah buruh hariannya. Alangkah majunya. Bagaimana kita sekarang?

Pertama: ayat ini mengingatkan kita agar mencari keuntungan dengan wajar dan benar tanpa merugikan orang lain terlebih yang kecil. Tuhan menghendaki agar kita menghormati hak-hak orang lain termasuk hak miliknya.

Kedua: sebaliknya jika juga diajar agar juga jangan mau diperas dan dirugikan orang lain. Tuhan mengajar kita juga agar berani dan mampu mempertahankan dan membela hak-hak kita sendiri dan tidak menjadi korban penipuan, pemerasan atau perampasan. Tuhan memandang kita berharga sebab itu kita harus memandang diri kita berharga juga. Bagaimana jika kita kecil dan lemah? Bersatulah dan belajarlah membela hak-hak sendiri. Jangan mau jadi ulat atau cacing. Jadilah manusia terhormat.

Ketiga: Tuhan mendorong kita membangun masyarakat dan negara yang berdasar hukum dan keadilan, dan bukannya membiarkan kekerasan, kejahatan dan kesewenang-wenangan terjadi. Kita harus ikut menyumbang bagi pembangunan masyarakat dan negara yang menghormati hukum ini. Kita harus aktif menyuarakan dan mengupayakan terbentuknya suatu masyarakat dan negara yang sungguh-sungguh membela dan melindungi semua warganya. Jangan hanya mengeluh atau bersungut-sungut. Jangan menjauh.

Doa:
Ya Allah kami bersyukur sebab Engkau memperhatikan hak-hak kami. Dalam Engkau hidup kami terjamin dan aman. Ajarlah kami menghormati hak-hak orang lain dan hak-hak kami sendiri. Ajarlah kami bersikap wajar dan adil. Doronglah kami membangun diri kami menjadi pribadi yang terhormat, mulia dan serta taat kepada hukum. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

8 Responses to “Jangan Merugikan. Jangan Dirugikan.”

  1. Jansen H. Sinamo Says:

    Perjanjian Lama memang dahsyat: UU Perburuhan, UU Korporasi, UU Llingkungan Hidup, UU HAM, UU Perkawinan, UU Keluarga, dsb — semuanya bisa diturunkan dari kitab kuno itu.

    Semoga para SH kita berkenan mendalami PL untuk memperkaya keahlian mereka.

    Warga biasa seperti saya selalu takjub saat berjumpa dengan ayat-ayat klasik seperti hari ini — yang menggetarkan nurani.

    Di tempat lain, dikatakan, upah pekerja harian itu harus dibayarkan sebelum keringat mereka kering.

    Wah…

  2. Friska pardede Says:

    Buat para boss dan majikan, segeralah bayar upahnya para pembantu anda krn ternyata alkitab sdh megaturnya ribuan thn yl.

    Buku ende kitapun sdh menyediakan lagu2 untuk situasi yg berbeda2 seperti lagu di bawah ini, labu pengantar tidur yg baik:

    O jesus sipangolu au,tupodomanku naeng au lao
    Naeng maradian dagingki.Homa mangkissu pintui.

    Sai sesa dosangki sude,Pasonang au na modom pe
    sabornginon ramoti au,suruanMi manjaga au

    Sude natau mangago au, aek manang api pe Padao
    Nang hamatean na tompu, pasonang ahu situtu

    Laos songon i ma donganki,ramoti ma luhutna i
    Pahehe au muse hipas, asa hupuji Ho ringgas

    BE no 322 Lagu:Wilhelm Hauff

  3. Sabar Simanjuntak Says:

    Para majikan hendaklah kira memperhatikan para hambanya. Jangan hanya memeras tenaga mereka demi kepentingan pribadi tanpa memerhatikan kepentingan mereka. Renungan hari ini mengingatkan kita bersikap adil terhadap hak2 orang lain.

  4. Pdt Hendra P Purba Says:

    Terima kasih amang Harahap, amang Sinamo, dan sahabat lainnya. Firman TUHAN memang berdaya pembebasan di dalam kehidupan duniawi dan kehidupan batin. Mauliate amang! Horas!

  5. M Donal Panjaitan Says:

    Terimakasih Tuhan untuk firmanMU yang begitu indah di hari ini, sadarkan saya senantiasa Bapa agar apa yang kulakukan untuk menyenangkan hatiMU

  6. emmi sinaga Says:

    denggan do tutu hata ni ende no322 on alai dang huboto mangendehon, ikkon huparsiajari namai , mauliate ma di inang Friska Pardede, tambai hamu muse ate, Tuhan memberkati.

  7. Friska pardede Says:

    to emmi ;
    menyanyiknnya sama dgn yg biasa kita nyanyikan pada saat tahun baru
    yaitu: Naung salpu taon naburuk i, Ho ma hupuji Tuhanki…dstnya, sambil menanti acara mandok hata ( masisesaan dosa) antar keluarga hehehe….

  8. emmi sinaga Says:

    ohhhh ido haoe nada na, ml i huboto do attong i, tiap tahun di endehon, mauliama di hamu inang friska,hmm.

Leave a Reply