Amsal Bagi Yang Ingin Kaya

Almanak Rabu 29 Juli 2009:

Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.

Kita orang jaman sekarang mengenal istilah “uang panas” atau uang yang diperoleh melalui cara tidak benar dan karena itu ingin segera dihabiskan. Para polisi tahu betul hal ini. Sebab itu salah satu tempat yang kerap dituju para polisi untuk mencari penjahat adalah tempat-tempat hiburan malam. Mengapa? Karena penjahat cenderung memfoya-foyakan hasil rampasan atau curiannya di tempat-tempat tersebut. Ada lagi istilah “uang setan dimakan hantu”. Artinya: uang yang diperoleh dengan cara tidak benar pasti akan digunakan untuk hal-hal yang tidak benar juga.

Itu jugalah yang dikatakan Amsal hari ini: Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya. Harta yang diperoleh dengan sangat mudah juga akan dihabiskan dengan sangat mudah. Sebaliknya harta yang diperoleh dengan sangat sulit, sedikit demi sedikit, dengan kerja keras dan ketekunan, pastilah akan lebih dihargai oleh pemiliknya dan karena itu digunakan dan dijaga sebaik-baiknya. Ingat: tak ada keharusan  kita bersikap kikir.  Tak ada juga kewajiban kita bersikap boros.

Lantas bagaimana? Tuhan mengajak kita menjauhkan keinginan kita untuk kaya apalagi dengan cara cepat dan gampang serta melanggar hukum. Sebab itu tak ada gunanya. Sebaliknya agar kita bekerja keras, bersikap tekun dan sabar, dan juga belajar berdisiplin serta berhemat dalam keuangan. Dengan kata lain: Tuhan mengajak kita bersikap wajar dan benar juga dalam hal mengumpulkan harta agar kita bersikap sama dalam menggunakannya. Lantas kita pun hidup bijak dan bahagia.

Doa:

Ya Allah, jauhkanlah dari kami keinginan kaya secara cepat dan gampang apalagi dengan melanggar hukum Tuhan.  Sebaliknya karuniakanlah kami kesehatan raga dan jiwa. Latihlah kami bekerja keras, tekun dan sabar. Kami mensyukuri buah pekerjaan kami dan semua berkatMu. Ajarlah kami juga menggunakannya sebaik-baiknya. Dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

11 Responses to “Amsal Bagi Yang Ingin Kaya”

  1. Jansen H. Sinamo Says:

    Ibarat sebatang pohon (Mazmur 1: 3) biarlah aku hidup sejahtera dari air-Mu, makan puas dari tanah-Mu, dan menerima karunia limpah dari surya-Mu sehingga aku terus berdaun hijau lebat dan berbuah manis lebat: apa saja yang kukerjakan berhasil.

    Amin

  2. abrianto nababan Says:

    Mari mengendalikan nafsu duniawi !

  3. Beben Sihombing (YBSS) Says:

    Bapa kami yang di surga, terima kasih atas segala kemurahan hatiMU dalam hidupku, janganlah bosan2 untuk memaafkanku apabila ada hal2 yang kurang berkenan di matamu ya Bapa, dalam Kristus Yesus, amin.

  4. Pdt Hendra P Purba Says:

    Di rak sebuah toko buku di Medan dan P Siantar saya pernah melihat buku yang berjudul “Allah Ingin Anda Kaya”. Selain saya tidak punya cukup uang untuk membelinya, juga karena pada saat itu saya tidak begitu tertarik dengan judul tsb. Mengapa saya tidak tertarik? Jangan-jangan saya sudah diindoktrinasi bahwa pendeta tidak boleh kaya. Dan saya juga pernah membaca sebuah buku tentang Komunitas Monastik Taize-Prancis, di sana dituliskan : “Para bruder Taize membiarkan tangan mereka kosong supaya diisi oleh TUHAN”. Lalu terakhir saya pernah mendengar pendeta HKBP berdoa demikian : “Bapa Kami di Surga, jangan biarkan kami kekurangan, berkatilah hidup kami agar kami mempunyai kekuatan untuk mengucap syukur dan juga menolong sesama kami”. Tidak apa-apa amang tahu, bapa dan ibu saya baru-baru meninggal dunia tapi saya tidak bisa berbuat banyak misalnya dalam hal pengobatan, karena uang saya hanya sedikit. Lalu di dalam hati saya protes keras, saya tidak suka gereja menjadi agen kemiskinan hanya karena ingin tetap menjadi lembaga kerohanian. Pendeta bukan orang rohani melainkan orang jasmani dan rohani. Kita para pendeta sudah terlalu banyak ngomong tentang kerohanian, silakan tinggalkan itu! Mari sekarang berbicara tentang kejasmanian! Itu lebih rohani daripada kerohanian! Sampai saat ini saya tidak ingin kaya, yang saya inginkan hanya satu : keadilan-Nya mengalir tanpa ada yang menghalang-halangi! Amin.

  5. Agus Karta Parulian Panggabean Says:

    Sungguh luar biasa Tuhan kita itu. Jauh-jauh hari sebelum Yesus lahir di Betlehem, Dia sudah mengingatkan kita : Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.

    Sampai sekarang ayat tsb masih berlaku. Banyak orang kaya yang jatuh miskin, karena kekayaannya itu diperoleh dengan cara yang tidak halal.

  6. M Donal Panjaitan Says:

    Terimakasih Bapa atas semua berkatMu hari ini, kubersyukur padaMU aku ada sebagaimana aku ada semua karena Kasih & KaruniaMU.
    Ajari saya agar lebih utama kaya akan Engkau.

  7. Friska pardede Says:

    Jadi buat anda2 yang sedang menghalalkan segala cara untuk menumpuk kekayaan dan tidak mau berbagi, berhati2lah sebab nats diatas sudah memastikan, kelak harta anda yang sedang mati2an anda tumpuk itu akan berkurang

    Sedangkan yg tabah mengumpulkan dgn susah payah, mengais rejeki dgn peluh dan kerja keras( tapi masih mau berbagi) nats diatas juga menjamin bahwa kelak anda akan kaya( kaya rohani dan kaya belas kasih)

  8. richard hutahaean Says:

    Membaca ayat ini, saya teringat akan orang tua saya. Mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dengan satu tujuan : menyekolahkan anak2nya setinggi yg kami mampu. Ayat ini sudah terbukti sangat ampuh dan benar adanya. Mauliate ma tu JAHOWA.

  9. florasilaban Says:

    Walaupun harta kita tidak sebanyak orang lain apabila kita mengucapkan terima-kasih kepada Tuhan, maka kita akan merasa kaya dengan apa yang kita telah miliki.

  10. Hotlan Rajagukguk Says:

    Kekayaan bukanlah segala-galanya. Tetapi dengan kekayaan kita bisa berbuat sesuatu.
    Artinya kekayaan hanya sekedar tool.
    Mari harap yg terbaik yg bisa kita lakukan demi kebangunan tubuh Kristus di bumi ini.

  11. Indah Andryani Says:

    Hal Mangumpulkan Harta:

    “Janganlah kamu mengumpulkan harta diBUMI, dibumi NGENGAT dan KARAT merusakkannya dan PENCURI membongkar serta mencurinya, tetapi KUMPULKANLAH bagimu harta DISORGA, disorga ngengat dan karat tidak merusaknya dan pencuri tidak mencurinya.

    KARENA DIMANA HARTAMU BERADA, DISITU JUGALAH HATIMU BERADA,
    MATA ADALAH PELITA TUBUH. JIKA MATAMU BAIK, TENANGLAH SELURUH TUBUHMU.

    jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu, jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelaplah kegelapan itu.

    Tak SEORANGPUN dapat mengapdi kepada DUA tuan, karena jika demikian, ia akan MEMBENCI yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan SETIA kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.

    KAMU TIDAK DAPAT MENGAPDI KEPADA ALLAH DAN KEPADA MAMON (Mat 6:19-24)
    saya menjadikan ayat ini sebagai penuntun, dan berharap teman2 teringat kembali, dan menjadikannya penuntun juga. Terima Kasih

Leave a Reply