Umat Mengerang Didengar Tuhan

Almanak Selasa 28 Juli 2009:

Tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku (Keluaran 6:5)

Umat Israel diperbudak di Mesir. Mereka ditindas dan dianiaya di negeri sungai Nil itu dan tidak memiliki daya untuk melawan dan membebaskan dirinya. Satu-satunya yang dapat mereka lakukan hanyalah mengerang kesakitan dan menjerit kepada Tuhan Allah. Erangan kesakitan bangsa yang tertindas itu rupanya sampai kepada Tuhan Allah. Dia mendengar tangis dan jeritan umat yang disiksa itu. Dan Tuhan mengingat perjanjianNya kepada Abraham, Ishak dan Yakub untuk memberkati umatNya itu. Dia pun turun tangan dan membebaskan umatNya dari perbudakan di Mesir.

Sampai hari ini telinga dan mata Tuhan Allah tetap peka kepada erangan orang yang kesakitan. HatiNya selalu tertuju kepada orang-orang yang ditindas dan dianiaya sebab itu mata dan telingaNya begitu terbuka dan peka kepada jeritan dan tangisan mereka. Dia adalah Penolong bagi yang lemah dan Pelindung bagi yang tak berdaya.

Firman Tuhan ini sungguh merupakan penghiburan bagi kita di saat-saat kita lelah dan lemah diterpa oleh banyaknya masalah dan tantangan. Juga di saat-saat kita sakit dan berduka. Tuhan  mendengar erangan kesakitan, tangisan duka, jeritan ketakutan, dan keluhan keputusasaan kita. Dia tidak membiarkan kita sendirian menghadapi masalah dan tantangan yang berat. Dia mau turun tangan dan bertindak sebagai Pembebas dan Pembela kita.

Doa:

Ya Allah, kami bersyukur sebab hatiMu selalu tertuju kepada kami. Engkau mendengar doa-doa kami, seruan dan jeritan hati kami. Telinga dan mataMu peka dan menangkap setiap erangan kesakitan, tangisan kedukaan, jeritan ketakutan dan keluhan ketidakberdayaan kami. BagiMulah kemuliaan sampai selama-lamanya. Jadilah Engkau tetap sebagai Pembela, Penebus dan Penolong kami. Dalam Kristus kami percaya dan menyerukan namaMu. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

6 Responses to “Umat Mengerang Didengar Tuhan”

  1. Lala Says:

    Aku tahu Engkau selalu ada bagiku ya Allah..kapan dan dimana pun ku berada..

  2. Sabar Simanjuntak Says:

    Aku ingin Tuhan hidup dalam jiwaku supaya aku tetap di jalanNYA yg benar.
    Amang pertanyaan saya di fb kok ga di jawab amang?

  3. abrianto nababan Says:

    Tuhan aku bersujud kepadaMu, berkatilah seluruh keluarga dan pekerjaan saya dan hapuskanlah dosa saya , Terpujilah namaMU kekal selama2nya…amin

  4. Pdt Hendra P Purba Says:

    Terima kasih amang pendeta dan para sahabat. Bagiku, Ia adalah TUHAN-yang-mendengarkan jeritan umat-Nya dari kubangan ketidakadilan. Bisa saja memang Dia seolah-olah tidak mendengarkan, pada saat kita tidak sadar ikut mendukung praktek ketidakadilan di negeri ini, di gereja atau di keluarga. Ia seorang Gembala yang prihatin-terhadap. Sampai batas tertentu Ia membiarkan (gembala) domba-domba-Nya menikmati kebebasan mereka (menata kehidupan bersama / menata sistem ekonomi / politis) tetapi Kabar Baik di sini adalah TUHAN berpihak bagi para korban ketidakadilan. Jeritan para korban tersebutlah yang Ia dengarkan. Mendengarkan berarti juga Ia bersedia mengampuni. Nampaknya Ia mau mengampuni semua. Semua, sebab janji-Nya menyangkut banyak orang /generasi. Ia mengampuni karena mengingat janji-Nya. Janji-Nya adalah anugerah-Nya. TUHAN mendengar jeritan kita “dalam nama Yesus”. Karena Yesus jeritan kita ikut serta didengarkan-Nya sebab kita sudah menjadi milik-Nya. Amen.

  5. M Donal Panjaitan Says:

    Terimakasih atas semua masalah yang terjadi dalam hidupku hingga detik ini. kupercaya bahwa semuanya itu tetap dalam kontrolMU…mampukan saya tetap bersyukur dalam segala hal.

    Terpujilah Namamu Tuhan Yesus

  6. Friska Pardede Says:

    Mari kita nyanyikan KJ no 359 1-3

    Marilah datang kepadaKu, semua yang letih lesu
    Kan Kuberikan kelegaan, mari datang padaKu.

    Yang berbeban berat, hai datang dengan bebanmu padaKu
    Pikullah kuk yang Aku pasang, dan belajar padaKu

    Aku lembut dan rendah hati, jiwamu Kuberi lega
    Kuk yang Kupasang itu enak, dan bebanKu ringanlah

    Lagu:Subronto Kusumo Atmodjo 1978

    Bila mendengar lagu ini hanya dgn suara orgen yg dimainkan secara klasik dan perlahan2 saat Pengakuan dosa…..ah sangat menyentuh relung hati. Coba deh…..di greja anda minggu depan.

Leave a Reply