Seruan dan Pujian

Almanak Sabtu 30 Mei 2009:

Berserulah kepadaKu pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku. (Mazmur 50:15)

Sebelum ayat ini kita dapat membaca dengan jelas bahwa Allah tidak menuntut apa-apa dari umatNya termasuk persembahan. Allah adalah Pemilik langit dan bumi ini serta segala isinya. Dia tidak membutuhkan sokongan dan bantuan apa-apa dari kita. Aktifitasnya tidak tergantung kepada belas kasihan dan kemurahan kita. Sebaliknya kitalah yang bergantung kepada belas kasihan dan kemurahanNya.

Alih-alih menuntut sesuatu dari umatNya Tuhan Allah malah menyuruh umatNya meminta kepadaNya. Tuhan Allah menyuruh kita berseru kepadaNya pada waktu kesesakan agar Dia meluputkan atau menolong kita. Dalam banyak bagian Alkitab Tuhan menyuruh kita berdoa memohon kepadaNya dan menerima kasihNya. Ini sungguh menghibur dan menyukacitakan kita.

Namun hati-hati, ayat di atas jangan dibalik. Tuhan tidak mengatakan: muliakanlah Aku maka Aku akan meluputkan engkau pada waktu kesesakan. Artinya: pujian kita kepada Tuhan bukanlah syarat mendapatkan pertolongan dan belas kasihNya, tetapi justru jawaban kita terhadap kemurahanNya yang tak berbatas itu. Sama seperti Allah tidak menuntut persembahan dari kita sebab Dia maha kaya, begitu jugalah Allah tidak menuntut pujian dari kita sebab Dia baik dan bahagia. Allah persis seperti seorang bapa atau ibu kita di dunia, yang mengasihi dan menolong anak-anaknya tanpa pamrih apapun. Namun tentu sebagai seorang dewasa dan baik, tahu berterima kasih, maka kita wajar dan pantas bersyukur dan memuji Tuhan atas semua anugerahNya. Termasuk berbagai pertolonganNya di saat kita sesak atau sulit.

Doa:
Ya Tuhan, kami berseru dan Engkau menjawab. Kami meminta dan Engkau memberi. Kami mengetuk pintu hatiMu dan Engkau membukanya seluas-luasnya dan mengijinkan kami masuk dan tinggal. Terima kasih, ya Tuhan. Engkau sungguh baik. BagiMulah semua hormat, pujian dan syukur. Kami muliakan namaMu selama-lamanya demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

5 Responses to “Seruan dan Pujian”

  1. abrianto nababan Says:

    Jangan pernah khawatir atas masalah apapun yang menimpa kita…mari kita ikuti ayat diatas…syaratnya tidak susah, cuma kita sering melupakan dan ragu atas kebaikan Tuhan kita Yesus Kristus

  2. Lala Says:

    Tuhan, ajarilah aku bukan hanya berseru waktu kesesakan, tapi juga memuji memuliakan Engkau dalam pergumulanku terlebih lagi dalam sukacitaku…Ajari aku untuk selalu hidup dengan rendah hati terlebih dihadapanMu, sehingga aku sungguh2 menyerahkan hidupku dan selalu mengandalkan Engkau. Amin.

  3. pargodungan.org Says:

    Ya, anugerah adalah sesuatu yang pantas disyukuri. Apa yang kita lakukan bukan ’suap’ bagi Tuhan agar IA mau memberi yang kita inginkan.
    P.S.: Suatu kebahagian tersendiri bagi saya karena selalu mendapat pencerahan tiap hari dari bloger pendeta senior. :-)

  4. Jansen H. Sinamo Says:

    Dimana ada perut lapar disitu ada kebutuhan akan makanan. Dimana ada orang sakit disitu ada kebutuhan akan kesembuhan. Dimana ada bahaya dan kesesakan disitu ada kebutuhan akan kelepasan dan keluputan.

    Dan adalah kodrati bagi Tuhan memenuhi kebutuhan itu, sekodrati seorang ibu menyusui bayinya yang menangis kehausan/kelaparan.

    Kami bersyukur kepada-Mu ya Allah karena seperti ibu dan gembala Engkau selalu bersegera datang untuk kami dan demi kami anak-anak-Mu. Biarlah kami senantiasa ingat agar kami tetap bisa bersikap seperti anak-anak tulen yang senantiasa bersikap pulen; tanpa pretensi dan tanpa arogansi. Amin.

  5. victor pakpahan Says:

    Untuk kasih setiaMU ya Tuhan; “Siapakah kami ya TUhan sehingga kami bisa memberi kepadaMu?Sekalipun kami boleh memberi persembahan kepadaMu, itu semata krn pengenalan kami akan kasihMU yg begitu agung dan mulia bagi kami orang yg tidak apa-apanya. KasihMU sungguh luar biasa atas hidup kami. Hanya kepadaMUlah kami bersembah dan mengangkat pujian dan hormat. Amin.

Leave a Reply