Haruskah Doa Berair Mata?

Almanak Kamis 28 Mei 2009:

kodok-46.jpg

Ingatlah ya Tuhan, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami. (Ratapan 5:1)

Kita tidak wajib berdoa sambil menangis. Tuhan tidak perlu dibujuk dengan tangisan atau air mata. Kita juga tidak perlu berdoa sambil berteriak sekeras-kerasnya, atau sambil menyiksa diri, atau membual dengan kata-kata. Tuhan tidak bisa digertak dan tidak bisa juga dipancing dengan air mata pura-pura. Dia Allah yang pengasih, penuh belas kasihan dan rahmat.

Namun jika suatu saat Saudara berdoa sambil mencucurkan air mata, karena kesedihan dan kesakitan yang sangat dalam, tidak usah malu. Berdoalah sambil menangis. Atau: menangislah sambil berdoa menghadap wajah Tuhan yang penuh belas kasih dan rahmat itu. Umat Tuhan juga pernah berdoa sambil meratap, yaitu saat mereka berada dalam kehancuran setelah dikalahkan dan dibuang ke Babel. Tuhan itu baik dan mendengar doa yang diucapkan dari hati terdalam. Dan kita tidak perlu capek-capek mengarang-ngarang apa yang mesti dikatakan kepadaNya, cukuplah mengatakan apa yang ada di dasar hati kita saja.

Sebagian orang hanya ingat dan mendekat kepada Tuhan pada saat menderita, susah atau sakit saja. Mereka langsung lupa akan Tuhan dan menjauh begitu doanya terjawab dan terkabulkan. Namun sebagian orang lagi tetap tidak ingat Tuhan dan tetap menjauh dariNya walaupun sudah berada dalam jurang kehancuran. Alih-alih mendekat mereka malah semakin menjauhi dan meninggalkan Tuhan. Akibatnya hidupnya pun semakin hancur saja. Bagaimana dengan Saudara dan saya?

Doa:

Ya Tuhan Allah, pandanglah kami. Ingatlah kami demi kasih setiaMu dan rahmatMu yang besar. Bangkitkanlah kami kembali. Berilah kami kekuatanMu agar kami dapat menyelesaikan masalah-masalah kami dan membuat hidup kami lebih baik dan sejahtera. Sertailah kami. Engkaulah Tuhan dan Sahabat kami di saat duka dan juga di saat suka, di kala miskin maupun di kala kaya, ketika sakit maupun sehat. NamaMu besar dan mulialah selama-lamanya. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

21 Responses to “Haruskah Doa Berair Mata?”

  1. abrianto nababan Says:

    Ingkon Jesus do hubahen donganku, ai Ibana pasonanghon au, ingkon sai tongtong tiur lakkahu, molo raphon Jesus i au lao, molo raphon Jesus i au lao

  2. rumanap Says:

    Antar pro rakyat do topik renungan na saminggu on bah.. dang neo liberalisme

  3. Lala Says:

    Tuhan, temani aku menjalani hidupku ini..apapun yang ku rasakan saat ini, besok atau lusa biarlah Engkau mengingatkan aku untuk tetap bersyukur kepadaMu..Tuhan pasti pelihara hidupku, Engkaulah kekuatanku ya Tuhan..Amin.

  4. eric arac Says:

    Ya Tuhan, bimbing aku setiap hari di jalanMu, sehingga aku tahu Tuhan tidak pernah meninggalkanku, biarpun aku menjalani hari-hari yang sulit dalam hidupku, sampai aku tidak dapat mengungkapkannya dihadapanMU, jangan biarkan apapun membuat diriku menjauh dari padaMU, Tuhan, lihatlah aku, demi kasihMU kepadaku yang hina ini. Amin.

    Doaku pagi ini, dalam keheningan, tanpa air mata.

    @amang DTA
    Bagaimana kabar ompung boru? Harapan kami kesehatannya semakin baik. Salam dan doa kami untuk beliau. Nunga loja au o Tuhan, adalah makna keteguhan iman dan keikhlasan yang paling dalam dari orang tua yang menyanyikannya. Itu salah satu warisan dari almarhum ayah saya.

    Daniel Harahap:
    Thx atas doanya. Si ompung masih tetap tua. :-)

  5. Veranika Says:

    Semoga banyak saudara kita membaca renungan ini dan sungguh renungan yang sangat menguatkan dan membawa setiap kita untuk berserah dan tetap berjalan di dalam Yesus Tuhan.

  6. John pasaribu Says:

    Tidak sehelai rambut pun yang tdk terhitung olehNya dan tak setetes air mata pun yang sia-sia dihadapanNya, dengan hati yang tulus yang jauh dari segala kepura-puraan sebab Dia maha tahu.
    Tuhan ketahuilah hatiku…………………….

  7. Erpesim Says:

    Sesungguhnya Hidup dan keseharian kita memang menyedihkan jika dilihat bahwa betapa seringnya kita menyimpang dari jalan Tuhan.
    Rasa malas,terburu nafsu,terlalu semangat,masa bodoh,anggap enteng,bicara kasar,tidak sabar,tidak ramah,tidak konsisten,pelupa dlsbnya sering mewarnai perilaku sehari-hari .
    Kombinasi kelemahan atau kekurangan atau ketidakberdayaan ini menyebabkan kita tidak dapat bertumbuh dengan baik dan mempunyai capaian2 yg terbatas.
    Kita mencoba berdamai dan menyatakan semuanya itu sbg satu proses Iman,pikul salib dlsbnya.Kita katakan Ya dan Amin.
    Kepekaan dan penghayatan tiap orang terhadap pengalaman2 jatuh bangun rohani ini pastinya berbeda-beda.
    Dalam konteks inilah saya memahami adanya teman2 yang menangis waktu berdoa.
    Alkitab menyatakan,Tuhan mendengar doa orang yang sungguh2 dan hancur hatinya.
    Pertanyaannya adakah orang yang berdoa sungguh2 dan hancur hatinya tanpa menitikkan air mata?.
    Tuhan Maha Mulia dan Maha Mengetahui.

  8. Jansen H. Sinamo Says:

    Kata seorang parhapistaran antarmanusia Dale Carnegie: Bila engkau berhadapan dengan manusia, ingatlah bahwa pertama-tama dia itu makhluk berperasaan [creature of emotion], baru kemudian makhluk berpikiran [creature of logic].

    Kurasa Tuhan pun begitu, lebih menonjol perasaan-Nya [cinta, anugerah, kasih sayang, belas kasihan, pengampunan, solidaritas, bela rasa; pathos-Nya] daripada logos-Nya.

    Maka doa paling pas memang doa yang terbit dari hati atau perasaan paling murni, paling asli, paling otentik, paling spontan, paling apa adanya.

    Tak ada doa yang terlalu senyap atau perlahan sehingga tak terdengar oleh-Nya. Tak ada doa yang terlalu emosional atau bingar sehingga memusingkan kepala-Nya. Tak ada pula doa yang terlalu canggih atau ngawur tatabahasanya sehingga tak dimengerti oleh-Nya.

    Tuhan paling tersentuh oleh kesejatian, ketulusan, kepolosan, dan kejujuran sebuah hati yang datang kepada-Nya penuh iman, penuh harap, penuh kasih.

    Entah pake airmata berlimpah seperti umumnya warga Pentakostal dan Karismatik atau nirairmata seperti umumnya warga Lutheran dan Calvinist, tak jadi soal.

    Ya Tuhan, ajarilah kami berdoa agar hati kami menjadi seperti hati-Mu. Amin

  9. Bonar Nainggolan Says:

    Kalau kita lihat dalam acara TV, banyak ” orang Lain” menangis pada saat berdoa. Mereka berteriak minta ampun, berteriak menyebut dan memanggil nama Allah. Dalam injil ada tertulis (Ayatnya cari sendiri); Aku berkenan bukan kepada orang yang selalu menyebut dan memanggil namaKU, akan tetapi Aku berkenan kepada orang yang melakukan KehendakKU”.

    Jadi kalo bisa dak usahlah pake nagis kalo berdoa, sebab sebagaimana renungan diatas, Tuhan tau apa yang ada dalam relung hati kita. Memang sudah menjadi kebiasaan kita sebagai manusia, tat kala kesesakan seperti menghimpit hidup dan kehidupan, kita pasti menangis dan mengeluh bahkan putus asa, dan kita menyebutnya Cobaan hidup. .

    Harta berlimpah ” Pangkat dan Jabatan dunia” dan sejenisnya kita menyebutnya Karunia, kita jadi lupa bahwa Tuhan juga telah mencobai kita dengan karunia. ( ingat kisah Ayub?) .Semoga kita yang mengenal Yesus adalah orang yang senantiasa dapat bersyukur dalam segala hal. Amin

  10. Friska pardede Says:

    Air mataku bisa berderai2 saat berdoa apabila menyampaikan teri makasih atas anugrah luar biasa yg kuterima Darinya saat nak2ku menyampaikan harapannya terhadap aku ibunya dan menetes2 lagi saat aku menyaksikan prestasi yg buat org lain mungkin ga apa2 tapi buatku membanggakan dan itu spontan tidak dibuat2,

  11. Agus Karta Parulian Panggabean Says:

    Sai anggiat ma tulisanmuna na di ginjangan di jaha angka dongan na sai olo jajan rohani tu gereja-gereja karismatik.

  12. Tetty Sihombing Says:

    Terimakasih Amang DTA untuk renungannya.
    Tuhan Yesus setia; Dia Sahabat kita; Dalam sgala susahku selalu menolongku; Dia mengerti bahasa, tetesan air mata; Waktu badai mengamuk dan gelombang menyerang; Tuhan Yesus setia.

  13. Ruas-Bandung Says:

    Seperti anak kecil yang meminta sesuatu kepada orangtuanya, terkadang merengek bahkan nangis, terkadang tertawa cekikikan. Bukankah sikap anak kecil ini yang diminta Yesus kepada kita untuk ditirukan? Yang menjadi pertanyaan maukah kita berdoa meminta sesuatu bersikap seperti anak kecil tadi? Pengalaman pribadi, saat berdoa,tidak dimengerti apa sebenarnya yang diminta dalam doa.

    Daniel Harahap:
    Paulus katakan: jadilah anak kecil hanya dalam hal kejahatan. Dalam pemikiran jadilah orang dewasa. (1 Kor 14:20)

  14. robert sibarani Says:

    O Tuhan sai tangihon ..tangiang nami on,
    Marsada roha hami unduk di jolomon.
    Jalo Tuhan …sai jalo Tuhan tangiang nami on….
    Sai pargogoi ma hami be sude na pungu di son.

  15. robert sibarani Says:

    # Agus Karta Parulian Panggabean Says:
    May 28th, 2009 at 1:35 pm

    “Sai anggiat ma tulisanmuna na di ginjangan di jaha angka dongan na sai olo jajan rohani tu gereja-gereja karismatik.”

    Sattabi Lae Agus KP P : Dang pola dohonon muna songoni lae……gabe sai hira na mengahakimi do molo songoni, Umbotoan do Tuhan i manang beha be di rohanta. Manang di gareja di pe hita laho mamuji Tuhan i, sada do goar ni na mamuji Tuhan i.

  16. Meb Says:

    @jansen H sinamo
    Tuhan Maha Tau, doa, sekecil apapun volume suaranya akan didengarkan oleh Nya, bagaimanapun caranya, berdoa sesuai dengan kata hati (ga fake) adalah doa yang terbaik…
    Horas! :)

  17. Meltrine Says:

    Tuhan, terima kasih tuk sgl hal yg terjadi dlm hidupku. Aku sungguh terharu krn khebatanMu dpt mbuat krinduanku mjd knyataan tp ada krinduan lain Tuhan yg blm jg terjadi namun aku mdgr suaraMu : “tenang meltrine, satu2 ya n kw akn lih”.. Tuhan, sungguh aku sangat terharu krn hny Engkau yg dpt msentuh hatiku..amin

  18. Jan Winner Sinaga Says:

    Berdoalah senantiasa, pujilah Dia disegala tempat dan rasakanlah penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita. Mauliate Amang !

  19. florasilaban Says:

    Ada kalanya kita berdo’a dengan mengeluarkan air mata, hal ini terjadi apabila kita menghadapi penderitaan ( terutama pada waktu keluarga yang kita kasihi dipanggil Tuhan ) ,kadang-kadang juga kita berdo’a dan menangis karena kita selalu dikalahkan iblis sehingga kita melakukan apa yang iblis inginkan.

  20. adel gultom Says:

    jangan masalahkan air mata yang jatuh karena apapun. Air mata itu anugerah Tuhan. Air mata mengalir hanya karena dia ingin mengekspresikan apa yang hendak diungkapkan hati tanpa mampu diungkapkan mulut (kata-kata). . Benar, kalau kita tidak wajib berdoa sambil menangis. Saya hanya tidak ingin bila comment tentang ini banyak orang tidak lagi mau menangis dan meratap, karena takut dianggap membual atau hanya air mata pura-pura. Setiap orang diciptakan Tuhan berbeda beda. Ada yang gampang menangis, ada yang susah menangis.
    Menangislah bila engkau ingin menangis tanpa harus dibatasi oleh “aturan” haruskah atau tidak harus.

  21. Tio Marisi Silitonga Says:

    Ketika aku berdoa, takkuasa air mata ini pasti jatuh karena teringat dosa dan kesesakan yang aku alami saat ini. Ketika kuberada dalam kesesakan, aku tahu Tuhan akan menopang aku, tetapi kenapa semakin terasa begitu menyakitkan ketika kurasakan kasih Tuhan menyertai aku, karena begitu banyaknya dosa yang aku perbuat, masih bisakah kasih itu kurasakan? Dia tak pernah berubah, tapi kenapa aku berubah menjadi seperti yang tak diharapkanNya? kenapa aku harus menyakiti hati Tuhanku sendiri? masih adakah tempat buatku disisiNya?

Leave a Reply