Doa Yang Sampai

Almanak Rabu 27 Mei 2009:

burung-559.jpg

“Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.” (Yunus 2:3)

Saudara sedang ditahan atau dipenjara? Fisik Saudara boleh-boleh saja terkurung oleh empat sisi tembok tebal penjara itu namun doa Saudara tetap dapat menembusnya dan sampai kepada Allah. Saudara sedang di proyek tengah rimba atau negeri asing jauh dari keluarga dan saudara seiman? Doa Saudara tetap sampai kepada Allah. Saudara sedang dalam perjalanan, atau malah terbaring di rumah sakit, sibuk di tengah tumpukan kerja, atau terpuruk dalam persembunyian? Doa Saudara tetap sampai kepada Allah. Bahkan seandainya Saudara berada di dasar lautan dalam perut ikan, di dunia orang mati, seperti Yunus, doa Saudara juga masih sampai kepadaNya.

Itulah sumber kekuatan dan penghiburan kita. Dimana pun dan kapan pun juga kita dapat berdoa kepada Allah. Dia dapat mendengar doa kita dari mana pun kita meneriakkannya, betapapun lirih dan samarnya suara kita mengucapkannya. Bahkan Dia mendengar doa yang tidak terucap oleh bibir kita. Tidak ada suatu kekuatan pun di dunia ini yang berkuasa menahan, membelokkan atau membungkam doa kita kepadaNya. Doa orang beriman bagaimanapun juga pasti sampai kepada Allah.

Sebab itu bila hari ini Saudara dan saya sedang merasa sangat tertekan, lelah dan lemah, kehilangan semangat, dan bahkan putus asa berdoalah kepada Allah. Dia mau mendengar ungkapan hati kita. Tak ada sebuah doa pun yang sia-sia atau hilang di udara dengan percuma. Namun sebaliknya, jika Saudara sedang gembira dan bahagia, berdoa jugalah kepadaNya dengan syukur. Dia juga suka mendengar ucapan syukur dan kebahagiaan Saudara hari ini.

Doa:

Ya Tuhan, dengarkanlah doa-doa kami yang sampaikan kepadaMu dari kedalaman hati kami. Lihatlah dan tataplah pergumulan kami. Temanilah kami dalam permasalahan dan kesusahan kami. Juga di saat kami gembira dan bahagia. Kami mau Tuhan selalu beserta kami. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

18 Responses to “Doa Yang Sampai”

  1. abrianto nababan Says:

    Gomos do panoguM, sonang do au dilambungmi, pa pos ma rohangku,patogu tondingku ai jolma na gale do au, unang tadingkon au, saleleng au di ngolungki, jouonku ma Ho dimaol ni dalani, tiop ma tanganki…amen

  2. pargodungan.org Says:

    Syalom,Mohon doanya amang agar dapat dikuatkan dalam pelayanan.

  3. Waspada Marbun Says:

    Nats dan penjelasan Ama ng Pdt sangat jelas dan mudah memahaminya. Yang sering kita lupakan adalah mengucapkan syukur atau terimakasih sewaktu kita berbahagia. Sebagai orang Batak jika mengalami musibah apalagi ada kematian di Keluarga, adalah sangat kusuk untuk meminta pertolonganNya, namun kita sering lupa mengucapkan Sykur sewaktu kita berbaghagia.

  4. Meb Says:

    descrates bilang “cogito ergo sum” artinya aku melayani maka aku ada, jadi orang-orang yang melakukan pelayanan sebenarnya orang yang diwujudkan doa2nya. :)
    Horas!

    Daniel Harahap:
    Benarkah itu artinya? :-)

  5. Rimmeld Siregar Says:

    Horas amang, renungan hari ini semakin menguatkan saya untuk selalu berserah kepada Yesus ketika saya dan keluarga dalam keadaan lemah, lelah, dan berbeban berat. Saya suka dengan website ini, boleh saya add di blog saya amang? Tuhan Yesus senantiasa memberkati amang sekeluarga dan juga pelayanan amang.

    Daniel Harahap:
    Terima kasih. Silakan saja. :-)

  6. Friska pardede Says:

    Barusan saya dapat sms dari putriku bahwa ibu dari bigbosnya pengacara Batak yg santun ini(waktu beliau syukuran rumah baru yg di Menteng katanya amang pandita yg melayani) meninggal tadi pagi, semoga perjalanan keluarga untuk kembali kekampung memberangkatkan ibu tercintanya ke peristirahatan sementara dilindungi Tuhan yang Maha Kuasa

  7. Meb Says:

    lebih nyata melayani amang, daripada cuma berpikir, :)

  8. Veranika Says:

    Syalom Amang, Terima kasih renungan hari ini begitu menguatkan kita semua, benar adanya kita harus tetap bersyukur dalam segala hal dan mengandalkan Tuhan, sebab Dialah sumber dari segalanya. Tuhan Yesus memberkati pelayanan dan keluarga amang. GBU

  9. Lala Says:

    Trima kasih amang buat renungan hari ini, Ruma metmet ini selalu memberi kekuatan baru bagi saya, renungan2nya, respon dari teman2..Selalu ada sukacita yang baru setelah membacanya. Semoga banyak jiwa lagi yang dikuatkan imannya..Kiranya Tuhan Yesus memberkati pelayanan amang dan keluarga..Amin.

  10. Riris Hutapea Says:

    Amang, sampai saat ini Tuhan belum mengabulkan doa saya. Doa yang setiap saat saya ucapkan dan saya ga pernah bosan serta berhenti meminta padaNya. Saya pernah membaca renungan tentang seorang raja yang kejam dan ia akhirnya mengabulkan permintaan seorang janda yang miskin yang selalu datang kepada raja itu meminta sesuatu. Tapi sebaliknya, kenapa Tuhan Yesus raja yang adil, penuh kuasa dan mengasihi setiap orang yang percaya kepadaNya, tak mengabulkan doa saya. Padahal saya memintanya bukan untuk kepentingan saya sendiri. Amang yang mau saya tanya, apakah Tuhan ga pernah bosan mendengar doa yang itu itu saja… dan saya hampir putus asa.

  11. Riris Hutapea Says:

    Oya, amang. tidak semua doa-doa saya yang tidak dijawab Tuhan. Tapi ada doa yang dari saya smp sampai sekarang (umur saya sudah 26 tahun) selalu saya minta sama Tuhan. Dan Tuhan belum menjawabnya. Doa untuk kesembuhan penyakit kedua orang tua saya.

  12. Ninggor Pardede Says:

    Bege ma soarangku ale Jahowa (EXAUDI).
    Mauliate amang pandita

  13. robert sibarani Says:

    Dengarlah seruanku ya Tuhan ketika aku dalam kesesakan, kuatkanlah aku ya Tuhan ketika aku lemah terangkanlah jalan ku ketika aku dalam kegelapan peganglah tanganku ketika aku goyah, lapangkanlah jalan ku ketika kesesakan menghampiriku.

    Karena kuyakin akan Kuat Kuasa Mu yang mampu mengalahkan semua musuh musuhku, kesetiaan Mu senantiasa aku harapkan.
    Jangan biarkan kaki ini melangkah tanpa topangan dari Mu.

    Ya Tuhan ku yang Maha baik cukupkanlah kami dengan segala kebutuhan kami, sebab aku tau hanya engkaulah sumber kehidupan ku yang kekal.

    Kuatkan lah mulut ku untuk selalu mengucap syukur padaMu

    Trimakasih Tuhan ku yang baik lagi Maha Pemurah.
    Amin.

  14. Leony Says:

    Terpujilah Allah atas kasih setiaNya…. Ya benar sekali renungan Ruma Metmet hari ini, benar-benar menguatkan iman percaya saya, bahwa segala sesuatu yang saya alami, baik atau buruk, susah atau senang, sampaikan saja pada Tuhan dan Dia senantiasa mendengar. Terlebih setelah apa yang baru saja terjadi dengan keluarga calon suami saya, bahwa ayah mertua saya telah pergi meninggalkan dunia ini, ditengah2 persiapan pernikahan saya dan calon suami. Beliau yang paling bersemangat dan bersukacita atas pernikahan kami. Secara tiba2 dan sangat cepat sekali, hanya dalam 7 hari saja Amang terbaring sakit. TUHAN lebih sayang pada Amang yang kami kasihi. Dan kini saya, calon suami dan keuarga besar kami berdua benar-benar berusaha melanjutkan rencana pernikahan ini, dalam Nama Tuhan Yesus….Kiranya kami semua dikuatkan dan dimampukan. Amin

  15. Jansen H. Sinamo Says:

    Keluhan yang tak terucapkan, harapan yang tak terbilangkan, dambaan yang tak terkatakan semuanya Kau dengar ya Tuhan, itu kupercaya. Entah segera Kau jawab, entah besok lusa Kau jawab, entah seolah-olah tak Kau jawab, semuanya merupakan yang terbaik belaka, itu kupercaya.

    Tolonglah aku ya Tuhan melihat keterbaikan dan kesempurnaan jawaban-Mu hari lepas hari supaya kehendakku makin serupa dengan kehendak-Mu, dan kehendak-Mu makin terkspressi lewat kehendakku.

  16. Jan Winner Sinaga Says:

    Doa orang percaya besar kuasaNya, janganlah kita berhenti berharap dan serahkanlah segala sesuatunya ketangan Tuhan, pasti Ia akan bertindak.

  17. t.m.sihombing Says:

    Arti Orang yang beriman tentu berbeda dengan arti orang yang percaya, menurut saya orang yang beriman adalah orang yang percaya dengan disertai perbuatan dan perbuatan itu harus berbuah. Banyak orang yang percaya akan Tuhan Yesus Kristus tetapi secara bersamaan masih mempercayai kuasa gelap/ hadatuon ataupun mendewakan berhala lainnya. Tuhan tetap akan menjawab doa kita walaupun tidak persis seperti apa yang kita minta dan Tuhan Maha tau apa yang pantas diberikan kepada kita dan akan diberikan melalui suatu proses antara lain kesehatan diri kita sendiri , kedamaian, keceriaan, umur panjang/sehat , kemampuan mendapat pekerjaan atau mendapatkan kehidupan sehari-hari , isteri yang penuh kesejukan/damai serta suami yang penuh ketenangan dan kerendahan hati, dsb. Jantung kita yang kecil ini tetap berdenyut sudah merupakan berkat yang sangat luar biasa sehingga kita dapat melaksanakan pekerjaan kita dengan baik dan mampu mengurus keluarga penuh dengan kedamaian dan kerendahan hati. Dalam keadaan sehat ini / dalam kedaan ekonomi yang sulit ini, kita harus selalu setia kepadaNya dan selalu berdoa untuk mendapatkan penyertaanNya dan tidak boleh bosan berdoa, berbuat baik, karena kita akan mendapatkan upah tidak hanya di dunia tetapi juga di surga.

    Kita ingat akan doa Musa waktu membawa bangsa israel menyeberangi lautan, setelah sampai diseberang bangsa Israel tetap bertekak dan menyembah berhala, Tuhan murka, namun musa berdoa di Gunung Sinai dan memohon agar mengampuni bangsa Israel, maka doa orang yang beriman dan setia kepada Tuhan, doanya akan tetap dikabulkan.

    Daniel Harahap:
    Saya belum melihat perbedaan antara beriman dan percaya termasuk dalam komen di atas.

  18. robert sibarani Says:

    Hinsu ma bilut mi….padame rohami di bagasan pos ni roha…martangiang ma ho… disi do Tuhan i umbegesa.

Leave a Reply