Tak Harus Sempurna. Tapi Belajarlah Mengasihi.

Almanak Jumat 1 Mei 2009:

bunga-kasih.JPG

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yohanes 15:13)

Agaknya semua kita punya atau pernah punya sahabat. Dan kita semua pastilah juga berusaha mengasihi-dikasihi sahabat kita. Namun siapa yang mau memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya? Mungkin untuk anak sendiri kita mau berkorban apa saja - dalam kondisi sangat darurat mungkin nyawa - namun untuk sahabat? Siapa sanggup?

Baiklah kita sadar Yesus tidak menyuruh kita begitu gampang mengorbankan nyawa kita demi orang lain. Dia hanya ingin membukakan makna kasih yang sejati, sesungguhnya atau sampai kesudahannya. Yaitu: memberikan diri (waktu, pikiran dan perasaan, tenaga dan uang) kepada orang lain dengan ikhlas, tanpa pamrih atau tanpa mengharapkan dibalas. Sebab dengan memberikan nyawa maka seseorang sebenarnya telah memberikan segala-galanya dan karena itu tidak bisa juga menerima apapun juga sebagai balas kasihnya. Itulah kasih yang terbesar dan teragung. Dan itulah yang dilakukan Yesus sendiri.

Yesus mengajak kita mengasihi mencontoh Dia. Hati-hati. Dia tidak meminta kita mengorbankan nyawa kita demi orang lain yang kita kasihi. Namun Dia mengajak kita mewujudkan kasih yang terus-menerus diarahkan agar berorientasi dan berfokus kepada orang lain.

Agar ayat ini tidak hanya menjadi sekadar wacana atau retorika belaka, mari kita tanya: maukah kita hari ini menjadikan tersedia (available) bagi orang lain yang membutuhkannya? Kepada siapakah kita hari ini mau sengaja menunjukkan perhatian khusus, bukan dalam rangka agar kita mendapat sesuatu namun semata demi kebaikan dan kesenangan orang itu? Satu lagi mari merenung: apakah yang selama ini paling sulit kita beri kepada seseorang atau banyak orang, namun hari ini dengan rela akan kita berikan? Besok dan lusa, maukah kita juga mengasihi?

Doa:

Ya Kristus Engkau sungguh mengasihi kami. Engkau rela menderita dan mati demi kehidupan kami. Engkau mengorbankan darah dan nyawaMu demi keselamatan kami. Sungguh kami bersyukur dan memuliakan kasihMu yang agung itu. Karuniakanlah kami kasihMu itu. Ajarlah juga kami mengasihi seperti Engkau. Tanamkanlah dalam hati kami selalu keinginan untuk memberi, berbagi dan berkorban mencontoh Tuhan kami. Dalam kasihMu kami berbahagia selamanya. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

13 Responses to “Tak Harus Sempurna. Tapi Belajarlah Mengasihi.”

  1. Go thie Says:

    Cinta memerlukan pengorbanan, kita bilang sayang,cinta dan sebagainya tapa mau berkorban ,bayar harga itu sama dengan omong kosong, Tentang Pengorbanan ini jugalah menjadi perbedaan Yesus dengan kita..Yesus mau memberikan nyawanya untuk menebus manusia yang berdosa agar kita selamat . Hanya perlu di ingat Yesus itu Tuhan ,Allah yang akan hidup dan bangkit pada hari yang ketiga walaupun sudah rela mati untuk kita karena sudah di tulis sebelumnya. tetapi jika kita manusia hidup di bumi hanya satu kali jangan coba-coba berani mati..berani hidup boleh..
    maka firmanNya juga mengatakan kepada manusia “Untuk apa kita memperoleh seluruh isi dunia ini tetapi kita kehilangan nyawa” artinya kalo Nyawa bisa dua versi “nyawa kehidupan kekal.dan Nyawa,nafas dibumi . memang kalo manusia mati yah selesai kehidupan di bumi, mungkin jangan mau mati konyol hanya untuk kehidupan di bumi, tapi harus mau mati martir untuk kehidupan disorga.

  2. Kimron Manik Says:

    Tuhan kuatkan kami untuk selalu bisa membantu para sahabat-sahabat yang membutuhkan bantuan kami.

  3. Lala Says:

    Mengasihi itu membutuhkan hati yang sabar…saat sahabat kita melupakan kita, saat persahabatan tak sehangat dulu, kita harus mampu mengalahkan rasa kecewa kita..Tuhan dengan sabar menanti kita kembali saat kita meninggalkan Dia…Dia kecewa tapi Dia tetap bersama kita dan siap menyambut kita kembali menjadi sahabatnya…Terima kasih Yesusku buat KasihMu yang tak berkesudahan, dulu, sekarang dan selamanya. Amin.

  4. Panca Bonar Says:

    Memberikan diri (waktu, pikiran dan perasaan, tenaga dan uang) kepada orang lain dengan ikhlas, tanpa pamrih atau tanpa mengharapkan dibalas.

    Dalam prakteknya kadang sulit untuk melakukan statement di atas yakni memberikan diri, namun agar mudah, tempatkanlah diri sebagai pelayan dan sungguh-sungguh sebagai pelayan yang setia pada kasih yang tulus.

    Jauhkan pikiran bahwa kita mengasihi sesama dengan tujuan hendak membeli surga, tapi lihatlah di sekeliling mu , pakailah kepekaan hati dan empati bagi sesama karena dengan selalu mencoba mengasihi, pada dasarnya disitulah ditemukan kerajaan sorga, yakni kedamaian pada diri, sukacita yang timbul sebagai dampak saling mengasihi yakni senyum manis yang timbul di antara kita. Sungguh indah bukan?

  5. Friska pardede Says:

    Yang rutin saya dan kedua anak saya lakukan adalah mendonorkan darah setiap 4bln sekali

  6. abrianto nababan Says:

    Luar biasa ayat renungan pagi ini, mengajarkan kita untuk selalu peduli dengan sesama….harapan saya mudah2an ayat ini dibaca oleh saudara2 saya khususnya marga Nababan, ketepatan saat ini ada salah satu pomparan Nababan ( boru ) di Medan yang membutuhkan uluran tangan karena menderita sakit dimana setelah melahirkan anak ke 2, seluruh tubuhnya bersisik seperti ikan, dokter memberikan resep obat tetapi tidak bisa di beli karena ketiadaan biaya

    Tuhan Yesus, saat ini saya memohon kepadaMU, ketuklah hati dan pikiran saudara2 saya marga Nababan, untuk mau membantu tanpa mengharapkan pamrih dan berkatilah usaha yang kami lakukan saat ini untuk pengumpulan dana supaya bisa meringankan beban ito kami.Sembuhkan juga Tuhan penyakit ito kami….dalam namaMU saya meminta, amin

    Masi urupan ma hamu manaon na dokdok i

  7. A.K.P. Panggabean Says:

    Nats tsb diatas adalah salah satu ajaran Tuhan Yesus yang paling berat selain Kasihilah Musuhmu. Secara manusiawi: Ngapain kita mengasihi dia orang saya di-itu-in kok? Harta benda saya udah habis digerogotin ama dia? Boro-boro mengasihi dia, maafin dia juga ogah!!! Apalagi mengorbankan nyawa buat dia.

  8. MD Panjaitan Says:

    Ku tak mampu melakukan itu semua tanpa tuntunan Kasih MU Yesus.

  9. diak. yanti Says:

    amang…. kenapa ya perasaan nyaman danh sembuh ada ketika membaca renungan dari amang… soalnya kami selalu pakai buku pajonok ma tu Debata ala HKBP yang kucintai itu… tapi seringkali tidak pas.. atau kadang-kadang menghakimilah….. siapa ya … yang paradehon itu kalaulah seandainya amang yang manulis disitu mungkin semakin banyak orang yang sembuh… karenanya….Misalnya, hari ini katanya harus sempurna… padahal yang baca masih belajar merangkak atau belajar berjalan…..holan, daripada so adong, ninna roha nama…..
    Selamat pagi

  10. elumban Says:

    DTA says:
    Agar ayat ini tidak hanya menjadi sekadar wacana atau retorika belaka, mari kita tanya: maukah kita hari ini menjadikan tersedia (available) bagi orang lain yang membutuhkannya? Kepada siapakah kita “HARI INI” mau sengaja menunjukkan perhatian khusus, bukan dalam rangka agar kita mendapat sesuatu namun semata demi kebaikan dan kesenangan orang itu?

    Help me God…..I would like to do it today and tomorrow…….

  11. Erpesim Says:

    Ya,Tuhan tolonglah saya untuk mampu menjadi saluran berkat dan kasihMu.Hari ini aku membuka hati agar Roh Kudus memimpin tiap langkah2ku.

  12. Ruas-Bandung Says:

    Saya sangat terpana dengan ayat ini, dan merupakan isi sms paskah saya setiap tahunnya.

  13. Ferdinand Panjaitan Says:

    Horas amang!
    Sampe sekarang , kecuali Tuhan, aku ga ngerti apa arti kata “sahabat” itu. Lebih jauhnya, siapakah sahabatku manusia?
    Ndang adong jolma na boi huhaporseai. Ndang mutlak haporseaoni tu angka jolma i…

Leave a Reply