Tuhan Sayang Kepada Buruh. Juga Pengusaha.

Almanak Kamis 1 Mei 2014:

Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. (Mazmur 111:4)

Hari ini 1 Mei adalah Hari Buruh. Seperti biasa kaum buruh akan merayakan Hari Buruh dengan demonstrasi damai menuntut hak-haknya dan sekaligus menggalang kekuatan agar tidak dieksploitasi untuk diperas tenaganya tanpa perhatian kepada masa depannya. Jaman memang sudah berubah. Dahulu buruh dilarang menggalang protes, dilarang berserikat, apalagi turun ke jalan. Aktivitas buruh menuntut upah yang layak, kondisi kerja yang baik, dan kebutuhan lainnya dianggap mengganggu jalannya roda pembangunan dan keamanan negeri. Namun sekarang di era reformasi apa yang dilakukan kaum buruh dianggap wajar dan normal dalam negara demokrasi. Tentu saja ada yang tetap mengeluhkan gerakan buruh karena mengakibatkan kemacetan jalan. Namun para aktivis buruh mengatakan kesusahan masyarakat karena jalan macet tidaklah seberapa dibanding perjuangan para buruh akan upah yang lebih adil dan hidup yang lebih sejahtera. Sementara para pengusaha menganggap jika tuntutan buruh terlalu tinggi maka perusahaan akan gulung tikar, akhirnya sama-sama rugi. Kata kuncinya tentu dialog damai, tawar-menawar dan perundingan berdasar prinsip kejujuran, keterbukaan dan semangat saling menopang.

Di Hari Buruh ini, dalam meneruskan perjuangan akan hubungan kerja danĀ  masyarakat yang lebih adil makmur, kita diingatkan agar tetap mengandalkan Tuhan Allah yang pengasih dan penyayang, tidak hanya kekuatan diri sendiri. Tuhan Allah juga menyertai perjuangan kaum buruh, sama seperti Dia juga mau menyertai kaum pengusaha. Dia selalu mengasihi dan bertindak menolong kita semua, dan mencari jalan keluar juga ketika hubunan kita satu sama lain tegang karena sama-sama ingin menuntut hak dan memperjuangkan kepentingannya. Sebab itu dalam perayaan Hari Buruh ini kita tidak perlu memandang yang lain sebagai musuh yang harus dihancurkan dan dilenyapkan, melainkan mitra atau kawan sesama yang dikasihi Tuhan. Pengusaha bukan musuh para buruh. Sebaliknya buruh bukan ancaman bagi pengusaha. Kita sama-sama orang yang hidup dari belas-kasihan Tuhan. Sebab itu segalanya menyangkut hak dan kewajiban, perjanjian, kerja dan upah, kepentingan pengusaha dan kesejahteraan buruh, bisa dibicarakan dan diputuskan dengan adil dan tanpa kekerasan.

Doa:

Ya Allah terimakasih sebab Engkau memberkati pekerjaan dan usaha kami. Terimakasih sebab Engkau juga memberkati perjuangan kami untuk mendapatkan hidup yang lebih adil dan makmur. Terimakasih sebab Tuhan memberi kami hati yang damai juga ketika memperjuangkan hak dan kepentingan kami. Ajarlah kami selalu mengenangkan perbuatanMu membela dan mengasihi kami. Mampukan kami menyelesaikan masalah, perbedaan pendapat, pertarungan kepentingan, dengan adil dan tanpa kekerasan. Demi nama Kristus. AMIN.

Pdt Daniel TA Harahap

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *