Meminta Tuhan Mengintervensi Pemilihan Presiden

Almanak Rabu 30 April 2014:

Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian. (Yeremia 3:15)

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tinggal dua bulan lagi. Partai-partai sedang sibuk negosiasi untuk berkoalisi memajukan calon Presiden dan Wakil Presiden untuk dipilih dalam Pemilihan Umum. “Perang” atau kompetisi sengit antar partai dan calon serta pendukung calon sudah dimulai walau pluit belum dibunyikan. Masing-masing berusaha mengedepankan kelebihannya sekaligus menyingkapkan, secara halus atau vulgar, kelemahan lawan. Semua sarana dan media yang ada, terutama televisi, dipakai untuk memenangkan pertarungan. Apalagi banyak anggota masyarakat yang tidak tahu bahwa frekuensi siaran televisi sebenarnya milik publik sebab itu tidak boleh dipakai untuk mengkampanyekan kepentingan kelompok apalagi pemilik perusahaan. Sama seperti perang, pemilihan umum pun butuh uang yang sangat besar. Para calon dan para donatur pendukung calon pun menggelontorkan uangnya. Syukurlah kini ada Badan Pengawas Pemilu dan terutama KPK, ditambah meningkatnya daya kritis masyarakat, sehingga tindak curang  money politics lebih mudah ketahuan. Satu lagi yang kita syukuri: kini tidak ada lagi orang yang memilih dibawah tekanan atau ancaman.

Kelompok-kelompok kritis yang dimotori LSM (Lembaga Swadaya Masyarakar) berkejaran dengan waktu mengingatkan masyarakat agar tidak membeli kucing dalam karung. Masyarakat harus kritis terhadap  retorika para calon. Yang lebih penting jadi pegangan  bukanlah janji sang calon melainkan rekam jejaknya. Bukan apa yang akan dilakukannya, melainkan apa yang telah dan sedang dikerjakannya. Sebab politikus suka lupa janjinya sendiri setelah terpilih.

Kita semua mensyukuri pemilihan Presiden yang sangat demokratis ini. Kita tidak bisa meminta Tuhan secara langsung menunjukkan atau memilihkan siapa yang terbaik untuk memimpin negeri ini. Sebab itu yang terbaik dan sesuai dengan kehendak Tuhan, harus kita cari sendiri dan temukan melalui mekanisme pemilihan yang jujur, adil dan damai. Kebenaran harus ditemukan lewat pendapat dan hati nurani orang banyak. Namun itu tidak berarti kita menafikan peran Tuhan. Justru dalam pemilihan presiden yang sangat demokratis dan bebas ini kita membutuhkan intervensi atau campur tangan Tuhan dalam pemilihan Presiden ini. Kita butuh gembala yang sesuai dengan hati Tuhan dan akan bertindak sesuai hikmat yang berasal dari Tuhan. Namun sekali lagi, tak ada satu orang pun yang legitimate atau berhak mengklaim dirinya dapat menunjukkan bahwa si A atau si B adalah pilihan Tuhan. Lantas bagaimana? Disinilah pentingnya kita semua terus-menerus berdoa, berpikir dan berusaha menemukan pemimpin terbaik kita dengan pertolongan Tuhan. Semoga Tuhan, dengan caraNya sendiri, yang acap kali tersembunyi, ikut bekerja dan campur tangan dalam proses pemilihan presiden negeri ini. Supaya dengan kuasa dan hikmatNya yang tidak terbatas, Dia membantu kita menemukan pemimpin yang disukaiNya dan akan memerintah dengan rasa takut dan takzim kepadaNya.

Doa:

Ya Allah, bantulah bangsa kami menemukan pemimpin terbaik, yang berkenan di hati Tuhan, dan akan memerintah dengan pengetahuan, pengertian dan hikmat yang berasal dariMu. Bantulah negara kami menyelenggarakan Pemilihan Presiden yang aman, jujur, adil dan damai.  Berkatilah bangsa kami berjuang melawan kemiskinan dan ketertinggalannya. Secara khusus berkati bangsa kami memerangi korupsi dan bahaya penyalahgunaan narkotika. Kami ingin negeri kami adil dan makmur, aman dan sejahtera. Sebab itu bekerjalah Tuhan dengan caraMu sendiri agar yang terpilih dalam Pemilihan Presiden nanti adalah orang yang berkenan di hati Tuhan dan akan memimpin dengan hikmat dan kejujuran. AMIN.

 Pdt Daniel T.A. Harahap

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *