Jangan Kacang Lupa Kulitnya

Almanak Senin 28 April 2014:

Supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. (Ulangan 8:12+14)

Kita punya pameo: lupa kacang akan kulitnya. Artinya orang yang setelah kaya dan jaya melupakan sejarah atau masa lampaunya yang susah dan penuh derita. Rupanya penyakit kacang lupa kulit atau melupakan sejarah hidup itu ada sejak dulu. Umat Tuhan pun diingatkan agar sesudah masuk Tanah Perjanjian dan hidup makmur dan mapan, mereka janganlah melupakan Tuhan Allah yang membawa mereka dari tanah perhambaan di Mesir dan menuntun mereka di padang gurun.

Bagaimana caranya agar kita tidak seperti kacang yang lupa kulit? Atau jelasnya bagaimana agar kita tidak melupakan sejarah dan masa lampau kita apalagi yang penuh dengan penderitaan dan pergumulan? Jawabnya: jangan congkak. Jangan tinggi hati. Tetaplah rendahkan hati dan mengaku bahwa semua kemenangan, kekayaan dan kejayaan kita semata-mata adalah anugerah Allah. Tetaplah bersyukur dan meninggikan Dia. Ingatlah bahwa kekayaan dan kejayaan itu bukanlah segala-galanya dan tidak kekal. Kita datang ke dunia tanpa membawa apa-apa dan juga akan meninggalkan dunia ini tanpa membawa apa-apa. Kekayaan dan kejayaan pun akan berlalu seperti rumput dan bunga padang, hanya Firman Allah sajalah yang kekal.

Doa:

Ya Allah, ajarlah kami selalu mengenangkan sejarah hidup kami, terutama perbuatan-perbuatan Tuhan di masa lalu kami, agar kami tetap rendah hati dan bersyukur. Jauhkanlah dari kami hati yang congkak dan sombong. Terutama saat kami berhasil, menang, jaya dan kaya, ingatkanlah kami agar tetap rendah hati dan memuliakan nama Tuhan. Mulialah nama Tuhan melalui seluruh perjalanan hidup kami. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel TA Harahap

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *