Susahnya Mendidik Anjing Betina Baru Gede

Oleh: Daniel T.A. Harahap

Minggu-minggu ini kami repot sekali. Anjing kami si Poli, entah kenapa suka sekali kabur dari rumah menyatroni anjing tetangga. Caranya dengan menyuruk lewat celah pagar. Sungguh berbeda  dengan si Bento, walaupun pagar terbuka tetap tidak mau keluar. Padahal si Bento jantan sementara si Poli ini betina, dan masih tergolong belia pula alias ABG (anjing baru gede).

Istri saya Martha sangat marah. Dia tak suka kalau anjing perempuan eh betina suka keluyuran, apalagi menyatroni anjing cowok tetangga. Menurut Martha itu tidak pantas. Maunya, si Poli tenang-tenang saja di rumah. Namun beberapa kali dinasihati bahkan sempat dijewer si Poli tetap bergeming. Jika dimarahi dia menunduk dan menyeruduk ke bawah mobil, seakan menyesal. Namun tak lama kembali segera mengulang kelakuannya. Bahkan tengah malam, Martha pernah membangunkan saya karena mendengar suara gemerincing lonceng di leher Poli dari arah jalan dekat tetangga. Tentu saja saya tidak mau ambil pusing dan meneruskan tidur saya.

Kemarin dulu si Poli kedapatan berasyik-masyuk di dalam halaman rumah tetangga. Dipanggil-panggil dia tidak mau datang. Badannya  berdekatan terus dengan anjing tetangga yang hitam dan panjang kayak sosis gosong itu. Kawin? Saya periksa kayaknya tidak. Tapi si Poli tetap tak beringsut. Akhirnya kami menyuruh Nina yang bertindak. Putri kedua kami inilah yang paling sayang dan dekat kepada si Poli. Rupanya kaki si Poli terkait rantai anjing tetangga sebelah, pantaslah dia tidak bisa bergerak. Tapi masalahnya ngapain dia malam-malam berkunjung ke sana?

Martha kayaknya sudah tidak sabar. Kelakukan si Poli sudah keterlaluan. Anjing baru gede ini sudah lebih betah di rumah tetangga daripada di rumah kami sendiri. Jika sudah di tempat pacarnya itu kami semua dicuekin. Poli harus didisiplinkan. Dia harus dirantai sementara, katanya. Atau sekalian saja dikasih ke tetangga, toh dia sudah betah tiduran di kolong mobil orang sebelah itu. Maka jadilah anjing itu dirantai sementara walaupun Nina sebenarnya tidak setuju. Menurut dia Poli tidak bisa dikerasi. Dia harus dibujuk. Semakin dikerasi semakin dia sakit hati dan membandel, jelaskan Nina. Saya manggut-manggut berusaha mengerti.

Namun pagi ini saat kami bangun kembali mendapati si Poli kabur lagi. Entah bagaimana caranya dia berhasil meloloskan diri dari rantainya. Lagi-lagi Nina yang membujuknya. Putri kami yang satu ini memang sangat penyayang binatang. Seperti kemarin, Nina membujuk si Poli agar mau pulang pake kerupuk (oleh-oleh kami dari Jambi). Namun dia mengambilnya tiga. Lho kok tiga kata Mamanya. Menurut Nina, dua lagi untuk membujuk anjing tetangga itu agar menjauh sehingga Poli bisa digendong dan dibawa pulang. Martha dan saya hanya terdiam saja. Memang tidak hanya pejabat, anjing jaman sekarang pun rupanya harus disuap.

Sepanjang perjalanan mengantar anak-anak ke sekolah kami mempercakapkan kelakukan Poli yang kayaknya kesengsem dengan anjing tetangga kami yang warnanya hitam dan badannya pendek namun panjang seperti sosis itu. Kika dan Martha tidak setuju jika si Poli bercinta dan kawin dengan anjing tetangga kami itu. Mereka bertanya bagaimana caranya mencegah si Poli berhubungan seks dengan anjing sosis gosong itu. Berlagak berhikmat saya katakan saja kepada Martha dan anak-anak: kita harus memberi kebebasan kepada si Poli menentukan pilihannya. Kita boleh memberi saran namun keputusan memilih pasangan tetap pada Poli. Lagi pula ini kan jaman moderen. Tak masalah jika anjing betina yang lebih aktif dan mengunjungi anjing jantan. Satu lagi jangan rasis (binatang) dan jangan diskriminatif.  Putih, hitam atau coklat sama saja. Pendek atau panjang sama-sama anjing ciptaan Tuhan.

Saya lihat muka Martha dan Kika antara mau marah bercampur tertawa. Saya tidak tahu apakah mereka kagum kepada hikmat suami dan ayahnya, atau  jangan-jangan curiga menyangka saya  mulai sakit jiwa. Oh Poli. :)

Share on Facebook

4 comments for “Susahnya Mendidik Anjing Betina Baru Gede

  1. Riris Siahaan
    April 25, 2014 at 8:06 am

    Hahahaha…..:-)

  2. Allen Oktalya Purba
    April 25, 2014 at 9:29 am

    HAHHAHAHAHHAHAHHA.. 😀

  3. Aldemak
    April 25, 2014 at 10:42 am

    Poli…poli…boasa ma gintal ho tutu. Sabar ma ho paimahon, molo rongkap do dang tudia be i lao.

  4. Marolop Simarmata
    April 25, 2014 at 4:21 pm

    wahahaha…ada pesan moral juga bang. Jangankan anjing, manusiapun sepertinya harus diberi ruang sebebasnya utk memilih dan menentukan pasangannya. Ketika hati dan hati bertemu, merasa cocok dan sesuai tanpa memandang rupa/fisik jangan berusaha utk dipisahkan bang..hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *