Salib Petrus

Almanak Kamis 24 April 2014

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki. (Yohanes 21:18)

Petrus yang di masa mudanya pernah menyangkal Yesus, akhirnya menjadi Rasul yang sangat gigih dan pemimpin gereja yang penuh wibawa dan hikmat. Legenda gereja mengatakan hidup Petrus berakhir di tiang penyaliban, sama seperti Guru yang pernah dikhianatinya. Namun Petrus merendahkan dirinya, tidak mau menyamai Yesus, dia meminta disalibkan dengan kepala di bawah dan kaki di atas.

Jauh sebelum peristiwa itu terjadi, Yesus sudah menubuatkan Petrus akan konsekuensi kemuridan dan ketaatannya kepada Allah. Akan tiba waktunya Petrus tidak lagi bisa bebas bergerak dan berkiprah seperti saat mudanya. Sama seperti Yesus, Petrus pun akan ditangkap serta digiring ke tempat yang dia kehendaki dengan tangan terikat. Dan semua itu bukan karena dia berbuat jahat, melainkan justru karena dia taat kepada Allah dan menjadi murid Kristus. Akankah Petrus mundur karena nubuat itu?

Petrus tidak mundur. Rupanya tekadnya untuk mengikut Kristus sudah penuh dan final, apapun konsekuensinya. Dia tidak lagi menyangkal Gurunya, walaupun salib mengancamnya. Dia tidak lagi takut dipenjara, sebab itu tetap memberitakan FirmanNya walau dilarang. Dia berhasil menyangkal dirinya, memikul salib yang diletakkan ke pundaknya, dan mengikut Yesus.

Pelajaran apakah yang dapat kita tarik dari jalan salib Petrus ini? Saudara dan saya secara umum hidup aman dan tenteram. Kita tidak sedang diancam dibunuh karena iman kita. Namun hari ini kita mendapat motivasi untuk setia kepada Kristus walaupun kesetiaan itu memiliki resiko dan dapat mendatangkan kesulitan. Kita diajak percaya bahwa masa depan kita ada di tangan Allah. Sebab itu kita tidak perlu kuatir atau takut setia kepadaNya.

Doa:

Ya Allah, bawalah kami ke jalan yang Kaukehendaki. Bersama-samalah dengan kami di jalan hidup kami. Kami percaya masa depan kami ada di tangan Tuhan. Berilah kami kekuatan setia kepadaMu baik hidup maupun mati, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit. Demi nama Kristus. AMIN.

Pdt Daniel TA Harahap

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *