Ingat Anda Juga Hamba Tuhan

Almanak Selasa 22 April 2014:

Sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar. (2 Timotius 2:24)

Istilah Hamba Tuhan atau Pelayan Tuhan acap dibatasi hanya kepada segelintir orang yaitu para pendeta dan penginjil, atau lebih luas kepada penatua dan orang-orang yang aktif melayani ibadah gereja. Anggota jemaat biasa jarang sekali dianggap atau menghayati dirinya juga sebagai hamba Tuhan atau pelayan Tuhan. Apa konsekuensi pemahaman ini?

Hamba Tuhan artinya orang yang seluruh hidupnya dimiliki dan dikuasai oleh Tuannya yaitu Tuhan Allah. Hamba Tuhan benar-benar terikat dan tergantung kepada Tuhan, hidup dibawah kuasa dan kendali Tuhan, serta wajib bekerja menyenangkan Tuhan. Jika anggota jemaat biasa bukan hamba Tuhan lantas apakah anggota jemaat biasa boleh bertindak sesukanya, tidak perlu terikat kepada Tuhan, dan tidak punya kewajiban menyenangkan hati Tuhan? Jika anggota jemaat bukan hamba Tuhan, lantas dia hamba siapa?

Sebab itu kita harus mengubah paradigma kita tentang Tuhan. Semua kita tanpa kecuali adalah hamba Tuhan. Semua kita harus berada dibawah kuasa dan kendali Tuhan dan bekerja untuk menyenangkan Tuhan. Dengan kerangka berpikir itulah kita membaca dan memahami ayat di atas. Sehingga tidak ada dapat berpikir atau merasakan bahwa ayat di atas bukan untuknya.

Artinya: semua kita tanpa kecuali diminta untuk tidak suka bertengkar, ramah dan sabar. Dan cakap belajar-mengajar. Mari kita renungkan apa saja kondisi dan situasi yang sering membuat kita bertengkar dan bagaimana agar pertengkaran itu dapat dikurangi secara signifikan? Apakah dan bagaimanakah kita menambah keramahan dan ketulusan kepada orang-orang yang menjumpai-dijumpai kita sehari-hari? Dan bagaimana Anda dan saya dapat lebih sabar?

Doa:

Ya Allah kami adalah hambaMu, milik kepunyaanMu. Kami taat dan tunduk kepadaMu. . Berilah kami kekuatan melayani dan mengabdi padaMu. Ya Allah, tolonglah kami agar menjauhi pertengkaran apalagi yang tidak berguna dan bermakna. Dorong kami belajar lebih ramah dan lebih sabar kepada sesama. Dan bantu kami untuk lebih cakap belajar dan mengajar agar namaMu lebih dimuliakan melalui seluruh hidup dan karya kami. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel TA Harahap

 

 

Pdt Daniel TA Harahap

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *