8 (DELAPAN) AGENDA TRANSFORMASI HKBP

January 13, 2012
By

Berubahlah oleh pembaharuan budimu (Roma 12:2)

Permenungan saya jelang dan sampai puncak perayaan Jubileum 150 Tahun HKBP menyimpulkan bahwa HKBP harus berubah dan menjadi baru. Memakai bahasa lain HKBP harus bertransformasi atau bermetamorfosis agar dapat tetap eksis melayani Tuhan di masa mendatang. Sebab itu dengan rasa gentar kepada Tuhan Raja Gereja, dan kesadaran penuh akan tanggungjawab yang sungguh berat di depan, bila Tuhan berkenan, maka saya dengan berani dan rendah hati menawarkan diri saya kepada Sinode Godang September 2012 agar dipilih menjadi Ephorus HKBP periode 2012-2016 dengan 8 (delapan) agenda transformasi atau pembaharuan HKBP sebagai berikut:

Pertama: pembaharuan karakter, kompetensi dan kesejahteraan pelayan gereja. Saya akan menggunakan segala kemampuan, wewenang, jaringan dan terutama hati saya untuk mendorong agar karakter pelayan HKBP terutama pendeta HKBP berubah benar-benar menjadi pelayan Tuhan. Pelayan HKBP terutama pendeta HKBP harus kembali mengutamakan pembangunan karakternya, terutama kesetiaan, kejujuran, kerajinan, ketangguhan, tanggungjawab, kesederhanaan, dan keteladanannya. Selanjutnya: saya juga akan memfasilitasi dengan berbagai cara dan jalan yang ada agar para pelayan HKBP dapat meningkatkan kompetensinya sebagai pelayan Tuhan yang cakap, trampil dan benar-benar ahli dibidangnya. Terakhir namun tak kurang pentingnya, bila terpilih sebagai Ephorus saya berjanji mewujudkan perbaikan kesejahteraan dan keadilan di kalangan pelayan. Dimanapun pelayan ditempatkan dia harus sejahtera karena didukung oleh seluruh sistem HKBP dan komitmen Pimpinan.

Kedua: pembaharuan kotbah dan ibadah. Warga jemaat sangat membutuhkan kotbah yang bernas dari pelayan terutama pendeta HKBP. Warga jemaat juga sangat membutuhkan ibadah yang benar-benar khidmat karena dilayankan dengan penuh kesungguhan dan kepenuhan hati oleh pelayannya. Jika saya dipilih menjadi Ephorus, maka saya akan mendorong dan memfasilitasi agar semua pendeta HKBP selalu menyediakan kotbah yang bernas bagi jemaat. Saya akan memberikan perhatian khusus kepada pelatihan-pelatihan kotbah, penyediaan buku panduan, dan sermon-sermon pendeta. Warga jemaat kita tidak boleh lagi dibiarkan kehausan dan kelaparan secara spiritual sehingga pergi ke gereja lain memuaskan jiwanya. Selanjutnya saya juga akan mendorong Komisi Liturgi untuk bekerja maksimal membantu merumuskan ulang formula-formula ibadah HKBP juga membuat panduan-panduan praktis menjalankannya. Saya akan mengajak seluruh pelayan HKBP agar benar-benar serius melayani ibadah minggu dan ibadah2 hari besar gerejawi, juga melayani sakramen.

Ketiga: pembaharuan Sekolah Minggu. Kita semua sangat mengasihi anak-anak kita dan ingin memberikan yang terbaik kepada mereka termasuk pertumbuhan jiwanya. Jika saya terpilih sebagai Ephorus, saya akan mendesak semua pendeta dan pelayan agar benar-benar memprioritas Sekolah Minggu. Saya akan mendorong agar Distrik2 membuat secara serius panduan sekolah minggu yang kontekstual dan relevan dengan kondisi di daerahnya, juga menyelenggarakan kursus-kursus pelatihan menjadi guru SM. Saya juga akan meminta para pimpinan jemaat mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk Sekolah Minggu, menyediakan ruangan terbaik yang dimiliki gereja untuk anak-anak itu juga alat peraga yang mereka butuhkan. Selanjutnya, saya akan bekerja keras mencari cara agar setiap gereja HKBP memiliki perpustakaan anak SM agar anak-anak HKBP sejak dini diperkaya dengan pengetahuan dan wawasan.

Keempat: pembaharuan diakonia dan pekabaran Injil. Gereja yang tidak berdiakoni dan tidak mengabarkan Injil akan meranggas dan akhirnya mati. Sebab itu HKBP harus kembali sungguh-sungguh berdiakonia. Jika dipilih menjadi Ephorus, pertama: saya akan mendorong seluruh jemaat HKBP dimanapun berada untuk memiliki Komisi Beasiswa. Kedua: saya akan menginstruksikan agar seluruh jemaat induk atau sabungan HKBP memiliki pos pelayanan kesehatan. Itu artinya dalam empat tahun mendatang HKBP akan memiliki paling sedikit 600 poliklinik yang terhubung satu sama lain. Ketiga: saya akan mendorong warga jemaat HKBP berkoperasi. HKBP adalah gereja dan bukan lembaga ekonomi. Gereja dan koperasi adalah dua badan terpisah. Namun HKBP harus mendorong warga jemaatnya berkoperasi memberdayakan ekonominya. Keempat: saya akan mendorong setiap jemaat induk memiliki unit tanggap darurat yang setiap saat dapat segera diterjunkan bila terjadi bencana di tengah masyarakat (tanpa harus menunggu peringtah dari kantor pusat!). Kelima: saya akan memobilisasi dukungan seluruh jemaat HKBP dan mendorong dan memfasilitasi BPP (Badan Penyelenggara Pendidikan) HKBP bekerja optimal untuk membangun kembali sekolah-sekolah HKBP. Saya juga akan berjuang keras ada perguruan tinggi terkemuka milik HKBP di Tapanuli (impian saya di Lobu Pining atau di Siatas Barita) agar Tanah Batak benar-benar maju.

Kelima: pembaharuan hubungan gereja dengan budaya Batak. Walau bukan gereja suku dan bukan lembaga budaya, HKBP berakar di Tanah Batak dan beranggotakan mayoritas Batak. Sebab itu HKBP harus memikirkan serius teologi budaya. HKBP harus memiliki unit yang menangani hubungan gereja dengan budaya Batak dan Indonesia dan global. Menurut saya budaya Batak dan bahasa Batak adalah anugerah Tuhan bagi kita yang harus disyukuri dan dikembangkan. Dan HKBP mempunyai tanggungjawab melakukannya. Dalam kaitan ini HKBP harus harus menggali kearifan lokal warisan leluhur kita dan dengan penuh tanggungjawab memperhatikan kelestarian alam yang dikaruniakan Tuhan kepada kita.

Keenam: pembaharuan hubungan gereja dengan politik. Bila saya menjadi Ephorus, saya akan menegaskan bahwa gereja HKBP independen dan mengambil jarak terhadap semua kekuatan politik. HKBP harus berdiri di atas semua golongan dan melindungi semua warganya. Tugas HKBP adalah mendoakan dan memberi pesan kenabian kepada semua partai politik. HKBP tidak boleh lagi berpolitik praktis dengan memberikan dukungan kepada salah satu calon pimpinan daerah atau nasional. Sebab itu sebagai Ephorus (bila terpilih) saya berjanji tidak akan “bermain api”. Saya akan bersikap ramah, santun dan hormat serta kritis kepada semua kekuatan politik dan pemerintah. Saya akan memposisikan diri sebagai pemimpin spiritual dan bukan pemimpin politilk.

Ketujuh: pembaharuan Aturan Peraturan dan sistem organisasi. Bila saya terpilih sebagai Ephorus saya akan mendorong revisi Aturan Peraturan HKBP secara menyeluruh. Saya akan mendorong rapat MPS membentuk Komisi Aturan dan menyiapkan konsep Aturan baru dengan lebih dulu menyiapkan naskah akademisnya dengan bantuan Fakultas Ilmu Administrasi dan Fakultas Hukum UHN dan STT HKBP (untuk mengkaji ekklesiologinya). Aturan yang baru itu tidak boleh lagi memberikan kekuasaan absolut kepada ephorus termasuk dalam soal mutasi. Aturan yang baru itu juga harus dapat mendorong HKBP benar-benar berfungsi sebagai gereja dan bukan organisasi masyarakat belaka. Selanjutnya sistem organisasi HKBP harus benar-benar diefektifkan dan diefisienkan agar dapat bergerak lincah dan sigap melakukan tugas panggilannya.

Kedelapan: pembaharuan sistem keuangan. Bila saya dipercaya menjadi Ephorus, maka saya berjanji pada kesempatan pertama membaharui sistem keuangan HKBP. Gereja HKBP di semua level harus memiliki sistem keuangan yang transparan dan akuntabel, bersih dan dapat dipercaya. Pertama-tama saya akan menyederhanakan rekening pusat, cukup hanya empat atau enam saja. (selama ini ada puluhan rekening atas nama hkbp pusat, dan ada banyak rekening yang tidak diketahui) dan benar2 mengetatkan syarat pembuatan rekening baru. (selama ini pimpinan sangat bebas membuat rekening baru, tanpa melibatkan MPS). Saya akan meminta semua pihak melakukan diskontinuitas dengan masa lalu. Mulai periode baru, maka keuangan harus benar-benar dikelola secara baik dan rapih. Seandainya (seandainya) ada kekeliruan atau bahkan kecurangan di masa lalu biarlah dilupakan. Namun mulai tahun 2012 kita janji tidak akan membiarkan penyimpangan keuangan dimanapun di HKBP. Saya juga akan meminta bantuan konsultan membantu HKBP menyusun neraca keuangannya dan menyampaikan posisi keuangan HKBP paling sedikit sekali dalam enam bulan kepada seluruh jemaat HKBP. Pada akhirnya saya akan mendorong HKBP membaharui sistem persembahannya. Menurut saya persembahan di HKBP cukup satu kali saja dan satu kantong. 50% dari persembahan itu untuk jemaat setempat, 25% untuk pembangunan dan 25% untuk pusat. Saya percaya itu sudah lebih dari cukup untuk Pusat.

Saya sadar bahwa dengan kekuatan pribadi saya dan dengan seorang diri maka saya tidak akan sanggup memimpin transformasi ini. Namun dengan iman kepada kuat-kuasa Roh Tuhan dan bila kita semua bergandengan-tangan maka saya percaya kita akan disanggupkan melakukan pembaharuan ini agar HKBP sungguh-sungguh menjadi berkat bagi Tanah Batak, Indonesia dan seluruh dunia, dan menjadi kemuliaan bagi nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Inilah saatnya bagi kita HKBP: tobat atau tamat. Berubah atau binasa. Muba manang mago!

Horas HKBP 1 Januari 2012

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Catatan: silakan ditambahkan, dikembangkan dan diperkaya, dijadikan milik pribadi dan disebar-luaskan. Bila Ibu/Bapak/Saudari/Saudara setuju dapat mencantumkan nama ikut mendukung.

Share on Facebook

33 Responses to 8 (DELAPAN) AGENDA TRANSFORMASI HKBP

  1. hendra tuan simare on January 14, 2012 at 11:05 am

    Satolop amang, inilah yg ditunggu-tunggu HKBP selama ini. Saya pribadi sangat mendukung rencana perubahan yang amang tawarkan. Ke-8 poin diatas sangat tepat dan efektif untuk perubahan HKBP ke arah yg lebih baik. Sekali lagi saya mendukung rencana amang. Vote Pdt. DTA Harahap for Ephorus HKBP. Semoga Tuhan berkenan.

  2. suryati marpaung on January 17, 2012 at 5:25 pm

    Kalau boleh ditambahkan amang, kalau salah satu gereja HKBP dimanapun berada mengalami masalah teror, Ephorus harus maju secara terbuka melalui media menyatakan sikap. Jangan hanya amang Syukur Nababan yang maju, terus terang amang sy tidak pernah memilih tp sy janji kalau amang Syukur Nababan mencalonkan diri sy akan memilih beliau.

  3. JP Simangunsong on January 18, 2012 at 9:47 pm

    Pemikiran yang sungguh baik amang. Saya mendukung pandangan amang ini , cuma kita kan gak bisa ikut memilih, mudah – mudahan teman teman amang sesama pendeta yang akan memilih membaca dan merenungkan ini.Hidup HKBP!

  4. rocky simamora on January 20, 2012 at 12:27 am

    8 Poin sebagai transformasi dan transgenerasi di HKBP yg akan membuat HKBP memulai awal baru menjadi lebih membuka dunia pelayanannya ditengah tengah jemaat

  5. Andy harahap on January 20, 2012 at 3:54 pm

    Saya Andy Harahap, mendukung Amang dengan segenap hati.. selain melalui doa, saya bisa bantu apa dari bali?

    Daniel Harahap:
    Terimakasih Ampara. Banyak sekali yang bisa dibantu. Pertama-tama saya mengajak Amang Andy bergabung di facebook Transformasi pages: http://www.facebook.com/TransformasHKBP2020 dan grup http://www.facebook.com/TransformasHKBP2020#!/groups/205812089511178/
    Sekali lagi terimakasih.

  6. patiaraja panjaitan on January 21, 2012 at 9:28 pm

    Tolong amang baca tulisan saya di patiarajablogspot.com berjudul “Habatahon vs Hakristenon” (quo vadis HKBP?)yg merupakan pengembangan tulisan saya sebelumnya yang kira2 setahun yl amang sudah pernah bahas sebagai Penyanggah, yakni “Masalah pokok HKBP”. Isi tulisan tsb mendapat respons yang tepat dalam kedelapan agenda yang amang ajukan. Saya harus katakan bahwa Acenda amang tsb sangatlah mengesankan dan rasanya akan berjalan lancar kalau agenda pertama berhasil dengan baik. Agenda pertama bisa disepadankan dengan sebuah program kerja untuk menghasilkan para Pandita HKBP yang pandita (tekanan di suku terakhir)dan para Sintua yang sintua agar mereka benar-benar bisa menjadi teladan dalam kehidupan Kristiani para jemaat. Namun saya tetap berpendapat, agenda ke lima (peri hal Budaya Batak)haruslah ditangani dengan segera dan penuh kesungguhan, karena hubungan Habatahon termaksud dengan Hakristenon orang Batak adalah biang kerok dari sangat banyak permasalahan yang ada di HKBP. Selamat berjuang dan GBU.

  7. suprama simatupang on January 25, 2012 at 9:38 am

    sangat baik sekali kalau saya membaca dari 8 Tansformasi HKBP
    tentunya seorang Pucuk Pimpinan Organisasi besar ini di butuhkan komitmen dan berani mengambil resiko tentunya dengan mengandalkan kekuatan yang berasal dari Kristus Yesus yaitu dengan tuntuna Kuaasa Roh Kudus , dan harus berani mengatakan ya jika ya tidak jika tidak ,bersikap tegas , adil serta semuanya harus berasal dari kuasa Allah itu sendiri , harus mau menerima masukan demi membangun tubuh Kristus , tidak neko-neko , juga harus berani menegur yang salah seperti saya pernah melihat di beberapa Gereja saat beribadah , ketika beribadah bernyanyi, liturgi , masih setiaa duduk di bangku tetapi yang paling buruk saat sorang Hamba Tuhan naik mimbar menyampaikan Firman Tuhan ( Kotbah ) ada beberapa kaum Bapak keluar dengan berbagai alasan ada yang ke kamar mandi , Merokok , cari angin dll, nah ini sebenarnya sangat tidak baik . nah menegur ini ada cara tersendiri untuk mengingatkan para kaum Bapak yang keluar saat berkotbah namun saya tidak pernah dan belum pernah ada sapaan terhadap bapak-bapak kekasih ini yang menyentuh atau menanyakan kenapa keluar saat Kotbah? nah disini jugalah peran keberanian sang pembawa Kotbah itu sendiri memang itu hak mereka mau mendengar atau tidak tetapi alangkah baiknya juga kita kasih himbauan agar tidak keluar saat Kotbah. demikian saran saya sedikit. semoga harapan bapak Pendeta menjadi Eporus , Tuhan Yesus Memberkati .
    salam

  8. Leon on January 27, 2012 at 4:02 pm

    Ada beberapa lagi yang perlu ditambahkan amang, sistem penggajian pelayan, perlu dibedakan gaji pelayan di luar negara dan dalam Indonesia, mengingat biaya hidup yang jauh lebih mahal di luar negara, pemusatan sistem gaji sepertinya harus diberdayakan lagi, dan karena HKBP merupakan gereja yang terbuka, mengingat banyak orang luar yang menikah dengan orang batak di luar negara, ada baiknya Komisi Liturgi menyusun Agenda dalam bahasa Inggris, karena selama ini HKBP di luar negara seperti dianaktirikan (kecuali HKBP Luarnegara berkantong tebal) Mauliate…..

  9. E.B. Sitorus on February 1, 2012 at 12:14 pm

    Pendeta Ressort berani secara terbuka menawarkan diri untuk dipilih sebagai Ephorus HKBP pada Sinode Godang bulan Sept 2012 (kalau jadi) adalah merupakan suatu fenomena baru yang menarik dilingkungan HKBP, Pantas untuk didukung…!!!.
    Saya mencoba mendalami, memahami dan merenung 8 Agenda Transformasi HKBP. Sangat menarik terutama yang berkaitan dengan Pembaharuan Karakter. Inilah agenda yang sangat penting dan harus diutamakan, karena wajah HKBP kedepan terlihat dari karakter para pelayannya. Amang, konon khabarnya Perempuan adalah pendidik utama dan terutama dalam keluarga, demikian juga dengan kehidupan ber Ke-Tuhan-an. Saya usul agar pemberdayaan kaum Perempuan jangan luput dari perhatian. Amang, saya juga usul agar 8 Agenda Transformasi HKBP disosialisasikan melalui berbagai pertemuan dan sekaligus memperkenalkan Calon Ephorus HKBP 2012-2016. yang terbaik adalah melalui Road Show, tetapi apa daya (…..???) Selamat bekerja dan berjuang. Horas

  10. Grace Simanjuntak on February 6, 2012 at 9:12 am

    Saya mendukung pencalonan Amang DTA. Dari semua agenda (salut atas ke-8 agenda tersebut), saya menyoroti agenda ke-3 ttg SM sungguh2 sangat diperlukan sekali. Lihat yang terjadi, masa kanak2 yang kurang pembekalan dan menurut saya kurang terarah apalagi di jalan Tuhan, bagaimana mungkin bisa memimpin dan punya kreativitas yang membangun di masa depan.
    Atasi kebobrokan dari masa dini dan masa kini. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Bravo HKBP..!!!

  11. yansen aHutapea on February 6, 2012 at 9:25 am

    Syalom, mendengar pemaparan dalam seminar dtgl 4 feb 2012, jelas warga keinginan sahalnya demikian, karena dirasakan saat ini pengembala di daerah terpencil, SM dan NHKBP perlu perhatian khusus, saat seperti sekarang berlarutlarut bisa mengerdilnya jumlah jemaat HKBP naboloni. kami dapat dukung dengan doa-doa dan sedikitnya memberi info kepada warga hkbp yang dilingkungan kita. GBU

  12. Marbun on February 6, 2012 at 11:25 am

    Saya sangat setuju Amang atas Agenda Tranformasi HKBP, mudah mudah yang terlibat dalam Sinode Godang Nanti Dapat membaca tulisan Amang Pendeta, sehingga dapat memilih yang benar benar membawa HKBP ke perobahan yang lebih baik. Saya ada usul amang untuk melengkapi tranformasi HKBP :
    1. Mengenai setoran huria, ke resort, pusat, dan lainnya perlu disatukan dengan contoh sbb : Pusat menentukan berapa besar setoran setiap distrik sesuai dengan anggaran Pusat, Distrik menentukan berapa besar setoran setiap Resor, dan Resort menentukan berapa besar setoran setiap huria. Dan begitu juga pertanggungjawaban Pusat ke Distrik, Distrik Ke Resor, Resort ke Huria, Huria Ke jemaat.
    2. Penempatan pendeta perlu di perbaiki sehingga jelas jenjang karirnya. Setiap Pendeta yang baru di ojakon akan menempati huria yang palin kecil. semakin pengalaman akan menjadi pendeta ke huria yang lebih besar. Dan bahkan di menjelang pensiun sudah melayani di ibukota kabupaten, kota, propinsi, dan huria besar lainnya. Sehinga tidak ada lagi pendeta dari desa ke desa atau dari kota ke kota. Bahkan pendeta tersebut sudah dapat mempersiapkan diri sesuai dengan pengalam. Tidak ada lagi pendeta yang mendekati pimpinan supaya pendeta yng baru di tempatkan di kota- kota karena sdh jelas jenjang karirnya.

  13. St. F.Nainggolan on February 8, 2012 at 8:26 pm

    Emma tutu, alai sotung gabe parbolatbolatan muse songon taon-taon na salpu da???Jala adong do Hak terpilih ni Amang Pandita?????

    Daniel: Adong amang. Pos rohamuna. Tudoshon pertandingan badminton manang lomba lari ni angka na maraleale do on.

  14. E.B. Sitorus on February 10, 2012 at 12:35 pm

    Horas Amang Panditanami: Pas kali motto Muba Manang Mago itu. Aku akan dukung amang melalui doa. Aku mendapatkan bahan seminar tanggal 4 Februari 2012 yang lalu dari Amang St, R,pangaribuan seorang majelis di HKBP Perumnas 2 Bekasi dan stiker Muba Manang Mago 2020 sudah kutempelkan dimonbilku. Selamat berjuang amang. Horas

  15. Carina Nababan on February 10, 2012 at 1:08 pm

    Dear Amang DTA,

    Saya menyukai ke-8 ide Amang. Itu merangkum apa yang menjadi kebutuhan HKBP saat ini. Ai na ingkon muba do hita, asa unang mago. Saya sungguh menyukai ide ke-3 Amang: tentang sekolah minggu. Tentang generasi penerus yang kelak akan menjadi pemimpin2 dan jemaat2 HKBP. Gereja memiliki tanggung jawab ilahi dalam memuridkan anak-anak kita. Atensi yang sama juga harus diberikan kepada remaja dan naposobulung. Masing-masing generasi memiliki tantangannya tersendiri dan kita harus membekali anak-anak kita dengan sebaik-baiknya. Menurut saya, yang ada saat ini masih terlalu fokus kepada kebutuhan orang tua. Fokus kepada anak2, remaja, dan naposo harus lebih ditingkatkan lagi. As we know, win the children today, win the world tomorrow. Win the children today, win the church tomorrow.
    Horas!

  16. orpan sibarani on February 11, 2012 at 12:17 am

    Saya senang membaca kedelapan agenda transformasi HKBP yang amang tawarkan, dan rumametmet ini menjadi akses buat siapa saja untuk mengetahui sedikit dari pikiran-pikiran amang. Menulis secara konsisten dari tahun 2006 di blog ini menurut saya menunjukkan “passion” amang terhadap pelayanan.

    Siapapun yg terpilih nanti kiranya membawa perubahan bagi HKBP untuk memenuhi amanah Yesus Kristus. Horas.

  17. Rufinus Nainggolan on February 12, 2012 at 3:29 pm

    SEMOGA PEMAPARAN AMANG PENDETA INI TIDAK MENIMBULKAN SUATU KONFLIK BARU KARENA PIKIR SAYA HKBP MESTINYA MEMILIKI WADAH TERSENDIRI DALAM HAL INI, SAYA TIDAK PAHAM. SEBAGAI SEORANG JEMAT SAYA PRIBADI BERJANJI KEPADA DIRI SENDIRI TIDAK MEMILIKI HAK MENCAMPURI SEKECIL APAPUN SEMUA KEBIJAKAN DAN PERATURAN YANG DITETAPKAN HKBP KARENA BUKAN DOMAIN SAYA. SAYA HANYA BERHARAP HKBP YANG SANGAT BESAR DAN SANGAT SAYA CINTAI INI MAMPU UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KEHIDUPAN UMAT HKBP. TAPANULI MEMERLUKAN UPAYA UNTUK MENCIPTAKAN BUDAYA SELURAH MASYARAKAT SECARA UMUM MENJADI INSAN SANTUN DAN SALING MENGASIHI SERTA BEKERJA SUNGGUH-SUNGGUH SEPERTI YANG DIAJARKAN TUHAN YESUS KRISTUS. SUDAH TERTULIS KASIHILAH TUHAN DAN SESAMAMU. SALAM SAYA UNTUK PENDETA & HORAS MA SUDE HKBP.

  18. Nimrot purba on February 14, 2012 at 1:20 pm

    Horas,,ide Amang sangat bagus. tapi sedikit perlu diperhatikan pelayanan. sekarang ini kita tidak terlepas dari persaingan baik antar dedominasi, bagaimana kita menyikapi ini. contoh di Parsahutaon banyak Pelayan kharismatik yang berkotbah,yang bisa di bilang 6 bulan trainning jadi pengokbah, jadi menurut saya perlu di pikirkan hal ini

  19. Nimrot Purba on February 15, 2012 at 11:27 am

    setuju Amang. perlu juga ditambahkan mengenai batas wilayah resort. contoh resort Bekasi Utara berarti semua gereja pagaran harus menginduk kesana, jangan sampai ada gereja berdekatan yang satu resort yang satu pagaran padahal yang pagaran ini cuma 3 kilometer dari resort dan menginduknyapun ke jakarta. termasuk tertip administrasi, perlu ada batas setiap warga HKBP, jangan dekat rumahnya ada Gereja HKBP tapi tidak terdaftar jadi anggota tempat itu, dia menjadi anggota gereja HKBP Jakarta. jadi tahu berapa sebenarnya HKBP di suatu tempat tertentu.

  20. minda on February 23, 2012 at 7:18 pm

    Horas amang, aku lihat bagus program amang ini, tapi kalau aku melihat ini bisa pemecahan di kami jemaat krn delapan agenda amang ini bagus tapi efeknya berbahaya krn semua janji2 seperti kampanye pd saat partai politik, sy pikir HKBP selama ini ada yg hrs diperbaiki itu benar,tapi klw HKBP akan MAGO ,harus sadar kita ini proyek pencitraan.yg tak layak dikatakan pendeta. harus kita yakini Pendeta hrs berbuat yg baik maka orang akan tau,bukan pemaksaan begini, kan ini membuat paradikma jemaat bahwa ini yg benar,pdhal jemaat hrs lepas dari agenda ini. pendeta HKBP kadang2 hanya memikiri karir dengan segala cara.kita tidak mau dibawa kearah berselisih lagi karena Gereja.

    Daniel Harahap:
    Saya berani mengatakan HKBP akan “mago” atau lenyap (mungkin secara perlahan) jika tidak mau sungguh2 berubah dan menjadi baru. Ingat: sedangkan tujuh jemaat yang disebut dalam kitab Wahyu saja bisa lenyap, apalagi yang tidak tertulis disana. Sebab itu ini bukan politik pencitraan, melainkan tekad kita untuk bangkit dan menjadi berkat bagi dunia. Dan pembaharuan ini tidak harus membuat kita berselisih kan? Salam.

  21. St. Togar Harapan Pangaribuan on February 24, 2012 at 7:27 pm

    Syalom bagi kita semua,

    Apa yang dikemukakan oleh amang Pdt. DTA adalah sesuatu yang masuk akal dan memang seharusnya ke arah sana.
    Pendeta adalah pelayan dan bukan organisatoris. Bahwa HKBP masih cenderung ke arah organisasi adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri. HKBP masih berkutat di eksklusivisme: Pesta Natal Punguan ini, kategorial itu, Paskah anu dan sebagainya adalah contoh yang menunjukkan bahwa HKBP belum inklusive sebagaimana yang dicanangkan oleh Pimpinan Pusat HKBP. Semua acara cenderung hanya untuk organisasi yang harus mengeluarkan banyak dana dan bukan untuk pelayanan nyata.

    Jabatan Ephorus adalah jabatan pelayanan, bukan jabatan organisasi dan alangkah sayangnya kalau nanti HKBP akan dipimpin oleh pendeta yang lebih mengutamakan organisasi dalam arti HASANGAPON. Sangap ma antong molo dijou: OMPU i. Tapi, apakah Ephorus saat ini mempunyai HAHOMION dohot HATONGAMON yang sebanding dengan gelar atau panggilan itu?

    Saya belum pernah melihat secara langsung Amang Pdt. DTA, tapi saya salut akan keberaniannya untuk menuliskan 8 Agenda ini. Sepengetahuan saya, beliau ini masih di bawah usia 50 tahun dan menurut saya sudah layak untuk menjadi salah satu pimpinan HKBP. Tapi untuk kali ini, saya belum mendukung Pdt. DTA untuk menjadi Ephorus. Saya sangat mendukung Pdt. DTA menjadi Kadep Marturia atau Kadep Koinonia untuk mendampingi Pdt. DR. Binsar Nainggolan STh. sebagai Ephorus HKBP mulai tahun 2012 ini.

    Saya baru sekali melihat secara langsung Pdt. DR. Binsar Nainggolan STh berkhotbah di Sports Mall Kelapa Gading jakarta. Melihat sikap, mendengar khotbah dan mengamati beliau secara serius, sesungguhnya saya langsung mengatakan dalam hati saya: Hamba Tuhan ini adalah layak jadi Ephorus menggantikan Pdt. Bonar Napitupulu. Mungkin beliau bukan organisatoris yang handal dan mungkin ada yang menganggap beliau kurang leadership. Tapi, kembali ke tugas utama Ephorus (menurut versi saya) adalah sebagai pelayan maka dengan dukungan Kadep seperti Pdt. DTA, pelayanan dari Pdt. DR. Binsar Nainggolan STh. sebagai Ephorus akan membawa HKBP ke arah transformasi yang dicanangkan oleh Pdt. DTA ini.
    Itulah doa saya untuk HKBP dan semoga Tuhan kita Yesus Kristus berkenan dengan doa dan harapan saya ini.
    Bravo HKBP.

    St. Togar Harapan Pangaribuan
    HKBP Pondok Kelapa, Ressort Pondok Kelapa Distrik XIX Jakarta-2, Jakarta Timur

    Daniel Harahap:
    Terima kasih. Saya merasa tidak bisa berbuat banyak jika hanya menjadi Kepala Departemen. Kondisi HKBP sudah sangat parah. Perubahan dan pembaharuan bagaimanapun harus kita lakukan dari puncak dan dipimpin langsung oleh Ephorus. Sebab itulah saya menyediakan diri saya untuk dipilih dengan 8 (delapan) agenda transformasi. Menurut saya jika kita memilih Ephorus hanya berdasarkan melihat satu kali berkotbah, tanpa pernah membaca pikiran-pikiraannya dan meneliti rekam jejaknya, kita kelak akan kecewa lagi

  22. St. Togar Harapan Pangaribuan on February 25, 2012 at 9:42 am

    Terima kasih amang DTA atas tanggapannya.
    Harus saya akui bahwa amang DTA lebih saya kenal daripada DR.BN. (Binsar Nainggolan) tapi hanya dari sisi tulisan karena saya belum pernah melihat amang DTA. Tapi saya sangat yakin bahwa ketulusan dan integritas pelayanan dari DR. BN yang selama ini saya ikuti lewat media maupun bincang-bincang dengan pendeta yang relatif masih muda , dan didukung oleh Kadep seperti amang DTA dan amang DR. DT (Darwin Tobing) akan membawa perubahan nyata meskipun bertahap bagi HKBP. Konsistensi Pelayanan amang DTA sampai 2015 tentu akan menjadi modal yang kuat untuk menjadi Periode berikutnya -2016 (setelah DR. RN). Dan saya yakin, para pendeta generasi di bawah 40 tahun saat ini akan banyak mendukung amang DTA. Demikian harapan saya.

    Daniel Harahap:
    Berbeda bukan bermakna bermusuhan Amang. Saya melihat HKBP sudah pada kondisi sangat parah. Kita sungguh memerlukan visi, misi dan sasaran yang jelas. Tidak cukup hanya pencitraan.

  23. St. Togar Harapan Pangaribuan on February 25, 2012 at 5:55 pm

    Saya sungguh mendukung agenda transformasi ini karena kondisi pelayanan HKBP memang sedang menuju “titik terendah” dan perubahan harus dimulai dari atas. Tapi, pandangan saya terhadap Ephorus baru adalah seperti di atas.

  24. Rufinus Nainggolan on February 26, 2012 at 12:22 pm

    Bagaimana membuat makna “BERDOA DAN BEKERJA SERTA KASIH” selalu berada dalam jiwa/kalbu tanpa syarat dan “APLIKASI RIIL” di kehidupan sehari-hari bagi kita jemat HKBP na bolon on atau komunitas masyarakat Batak? semogalah dengan segala niat amang pendeta yang baik.

  25. Rufinus Nainggolan on February 27, 2012 at 7:09 pm

    Sedih mendengar keluhan amang Pendeta bahwa HKBP sangat parah. Pandangan saya bahwa tata ibadah di HKBP sangat baik tetapi mungkin hubungan sesama jemat, sesama parhalado, antara jemat dan parhalado, terutama antara Pendeta dengan parhalado dan pimpinan HKBP, barangkali ini yang dimaksudkan amang Pendeta banyak masalah. Apakah ini bukan berawal dari karakter dasar orang Batak itu sendiri amang?

  26. E.P. Nainggolan on April 11, 2012 at 9:26 pm

    Tentang suksesi Ephorus, ruas bisa apa ?. Sistem HKBP tidak memungkinkan partisipasi ruas secara luas. Namun bila ada sesuatu yang tidak diinginkan akibat proses suksesi Ephorus, maka ruas-lah yang paling terasa kena getahnya.

    Proses suksesi Ephorus yang menjadi bencana pada beberapa periode lalu masih jelas sekali dalam ingatan ruas. Sungguh menimbulkan luka, bahkan sampai sekarang masih ada luka yang belum sembuh benar. Dan kalaupun luka itu telah sembuh, namun menimbulkan parut

    Bagi saya, semoga saja proses suksesi Ephorus berjalan dengan baik, karena seperti saya ungkapkan di atas, ruas tidak memiliki ruang untuk berpartisipasi luas. Pula, bagi saya, siapapun kelak yang menjadi Ephorus, saya percaya bahwa “itulah pilihan ALLAH”

  27. siska lumban gaol on April 11, 2012 at 11:22 pm

    Amang saya tidak tahu harus bersyukur atau apa. Namun, yang pasti saya dan keluarga saya selalu mengharapkan pemimpin yang baik dan berintegritas. Jika amang suatu hari nanti menjadi Ephorus, harapan saya, selain 8 misi di atas adalah:
    1. izinkan saya menghampiri amang untuk menunjukkan print out delapan misi ini, jikalau amang lalim setelah menjadi pemimpin.
    2. saya sangat..sangat tdk setuju dengan gelar Ompu i, menurut saya itu sangat tdk bersahabat dgn anggota jemaat. bagaimana menurut amang? apakah amang akan ttp mempertahankan gelar ini? lagian belum tua ko dipanggil opung,hehhehe.
    3. rasanya amang melupakan agenda kita yang sekarang ini sedang genting yaitu dialog antarumat beragama.selama ini, dialog ini hanya sampai di kalangan elit saja, namun pada ranah grass root sama sekali tidak terjamah, pdhl masalah yg sering terjadi di ranah ini. lalu apa yang akan amang lakukan atas kasus ini?
    4. selain khotbah dan liturgi, saya rasa hukum gereja kita perlu direvisi amang dengan melihat ulang apa eklesiologi kita. karena saya kecewa dgn siasat gereja HKBP selama ini yang justru menceri-beraikan domba Allah.
    5. sejujurnya harapan saya dan keluarga, cukup besar untuk amang menjadi ephorus. bukan hanya karena amang mertua dari bang David Harianja saudara kami, melainkan karena saya pernah menyaksikan rekam jejak karya amang selama di HKBP Jatiwaringin.
    Allah beserta Amang dan keluarga:)

  28. Marihot Gultom, SH, MH on April 30, 2012 at 3:30 pm

    Apa yang Amang gagas tentang Pembaharua (Transformasi) di HKBP dengan 8 Agenda dan menawarkan Visi yang sederhana sangatlah televan dengan kondisi dan situasi yang saat ini dialami oleh HKBP.
    Jika kami selaku warga HKBP selalu mengkritisi apa yang telah dibuat oleh para Pendeta untuk melayani Jemaatnya, sudahkah optimal, ternyata masih kurang sebab masih ada saja yang kurang puas dan mengharapkan sepertinya para Pendeta HKBP setidaknya dapat mengadopsi kerja pelayanan yang dilakukan oleh para MISIONER terdahulu. Mereka betul-betul menjadi pembaharu orang Batak, hingga Habatahon menjadi suatu “Bangso”. Jika para Pendeta (yang dicintai) Jemaatnya selalu berkeinginan untuk mendapat penugasan ditempat di “Perkotaan”, melayani ruas yang secara ekonomi lebih baik, sementara di “Bonapasogit” belum ada sentuhan yang membawa perubahan, sementara Gereja Tetangga datang menawarkan konsep-konsep ‘perubahan’, hingga kenyataan Jemaat HKBP di Bonapasogit semakin berkurang, sedangkan yang ada diperkotaan mereka umumnya tertarik pada HKBP bukan semata karena pelayanan kerohanian yang prima akan tetapi hanya karena ‘rasa kebatakan’.
    Diakhir cerita Amang, mengatakan: Muba manang mago, Tobat atau Tamat, Berubah atau Binasa. Sesungguhnya hanya Tuhanlah yang tahu.
    Harapan saya adalah Tuhan kiranya mengirimkan Pemimpin HKBP yang dapat menawarkan solusi untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi HKBP.
    Apakah yang ada dimiliki HKBP saat ini perlu pemetaan akurat hingga pengejawantahan 8 agenda yang dapat disebarkan sesuai dengan karakteristik permasalahan yang dihadapi masing-masing setiap Resort dan Huria.
    Terimakasih.

  29. herawaty siallagan on May 11, 2012 at 8:16 am

    …Dari kedelapan Agenda tersebut, yang mana Agenda Sinode untuk Peningkatan Kesejateraan Guru-guru yang mengajar di Sekolah-sekolah HKBP?????? Sementara penggajian Guru-guru tersebut adalah rata-rata dibawah UMR Kabupaten, Padahal Tenaga Guru berpendidikan S-1,…..sangat mengerikan jika ini tidak diperhatikan. Bahwa guru-guru di Pendidikan HKBP juga Manusia…..

  30. jebbi simatupang on June 15, 2012 at 10:43 am

    Jangan lupakan penatalayanan berjenjang amang, yang terintegrasi antara skm,remaja dan nhkbp. Terus berjuang Amang…

  31. Jenri Panjaitan on July 26, 2012 at 1:16 am

    Amang Pdt. Daniel Yth,
    Gagasan-gagasan Amang sangat mencerahkan dan menjanjikan. Tapi saya lemas aja kalau melihat sistem dan nilai yang dianut sekarang di kita HKBP dan kita sebagai orang batak yang masih sangat sulit membuat perubahan bila tidak menguntungkan bagi dirinya sendiri. Kita belum mampu melihat ide yang bagus, tapi sangat primordial dengan terpaku pada Siapa yang memberikan gagasan (yang biasanya harus memiliki prediket tertentu secara duniawi). Saya berharap dobrakan amang bisa terwujud dengan lompatan untuk mencalonkan diri menjadi pimpinan HKBP. Semoga mukzizat terjadi demi pembaruan HKBP yang bila perubahan itu tidak dilakukan seperti kata amang “muba manang mollop”

    Secara khusus saya ingin menambahkan persoalan reformasi sistem keuangan di HKBP khususnya kantor pusat. Saya mengajak kita untuk menyuarakan agar secara periodik (tahunan) dan pada masa periode kepemimpinan berakhir pertanggungjawaban keuangan harus jelas dan akurat. Untuk itu audit keuangan HKBP di kantor pusat sudah harus dilakukan supaya ketahuan akuntabilitas peredaran dan penggunaan keuangan. Apakah kita tidak merasa aneh selama ini “bahwa kantor pusat yang “mengaudit” (istilah selama ini “verifikasi”) huria-huria/resort hanya untuk memastikan apakah benar huria/resort tersebur menyampaikan “pelean na marboho” (jatah kantor pusat). Apakah logika nya tidak terbalik. Secara asas audit, yang diberikanlah yang diperiksa, di kita hkbp terbalik logika nya yang diberikan mengaduit yang memberikan (dan pakai instrumen teguran bila tidak sesuai). Sudah waktunya kantor pusat diperiksa dan diaudit secara periodik dan hasilnya dilaporkan ke semua huria. Termasuk banyaknya rekening-rekening itu, menurut saya itu memang media dan celah dari masih-masing anggota pimpinan untuk mendapatkan “kaveling” sendiri-sendiri untuk menikmati “dana illegal” yang masuk ke HKBP yang sebenarnya untuk lembaga dinikmati oleh masing-masing anggota pimpinan secara diam-diam. Dan ini pulalah yang menjadi “iblis pemecah” solidaritas anggota pimpinan untuk memikirkan pelayanan, dan mereka hanya berkutat pada urusan mereka sendiri-sendiri sehingga seperti istilah orang Medan “syur sendiri”.
    Kemudian issue yang tidak sedap yang sudah menyeruak dikalangan huria-huria di seluruh tanah air. Ephorus (yang sekarang) kalau datang ke huria-huria “mematok” uang silean-lean, mematok type tempat duduk di pesawat dengan kelas bisnis dan mematok jenis kamar hotel serta kendaraan yang menjemput dan mengantarnya. ini hal sederhana yang membuat kredibilitas ephorus (sekarang) sangat merosot dikalangan jemaat (sudah rahasia umum) belum lagi arogansi-arogansi lainnya. Termasuk begitu rajinnya ephorus datang ke Jakarta memenuhi permintaan “orang berpunya” untuk memberkati anak atau putrinya yang menikah. sementara dalam menyikapi peristiwa penyerangan gereja di mana-mana termasuk di Bekasi, sang ephorus “takut” dan “enggan” untuk tampil di depan (selalu terlambat dan sering acuh tak acuh). Jadi marilah kita berdoa semoga HKBP dalam periode kedepan tidak lagi kehilangan momentum untuk bertumbuh dan berkembang hanya gara-gara perilaku tidak terpuji dari pimpinannya. Salam, Jenri Panjaitan

  32. Bernas Silalahi on August 5, 2012 at 5:52 pm

    SAYA MENDUKUNG 100%.
    KALAU AMANG TERPILIH..SY SIAP MEMBANTU / MENDUKUNG VISI DAN MISI INI..

  33. christin sidabutar on September 15, 2012 at 8:57 pm

    Pdt DtA Yth,
    Sepertinya amang ini ambisius,merasa diri plg hebat, jangan2 sprti yg dulu lg,merasa org yg plg hebat smp jemaatnya hancur lebur bukan krn membela kepentingan gereja tetapi membela pimpinan yg membiarkan jemaatnya saling baku hantam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*