Almanak Jumat 28 Januari 2011:
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. (Galatia 5:1)
Kristus telah memerdekakan kita dari penjara paling kelam dan mengerikan, yaitu dosa dan kematian. Oleh kematian dan kebangkitan Kristus kita tidak lagi dikuasai dan dijajah oleh dosa. Kita tidak lagi wajib atau mutlak melakukan yang jahat (menipu, mencuri, menyeleweng dll). Kita kini bisa memilih yang baik (atau tetap memilih yang jahat). Mengapa? Karena kita telah dimerdekakan Kristus dari pasung dan belenggu dosa.
Bukan hanya itu. Kristus juga telah memerdekakan kita dari penjara kematian. Karna kematian dan kebangkitan Kristus kita telah memperoleh hidup kekal. Kita tidak perlu lagi menghamba kepada maut. Kita telah menjadi hamba Allah dan bahkan diangkatNya menjadi anak-anakNya. Lantas apa?
Jangan mau diperhamba atau dipenjara apapun juga! Jangan mau diperhamba oleh kebiasaan, betapapun baiknya kebiasan itu. Apalagi diperhamba oleh kebiasaan buruk: alkohol atau rokok misalnya. Jangan mau diperhamba oleh keinginan kita atau oleh dendam, oleh trauma masa lalu, atau oleh apa saja. Jadilah sungguh-sungguh orang merdeka. Namun ingat, itu hanya bisa kita lakukan selama kita ada dalam Kristus. Di luar Kristus kita akan kembali menjadi orang terpenjara, terutama oleh kejahatan dan kematian. Namun dengan mentaati Kristus dan menjadi hambaNya kita tidak perlu lagi menghamba kepada apapun dan siapapun di dunia. Kita benar-benar merdeka dan hidup sebagai manusia.
Doa:
Ya Allah, dalam Kristus Engkau telah memerdekakan kami dari pasung dosa dan maut. Sungguh kami bersyukur. Mampukanlah kami memahami dan menghayati kemerdekaan yang Kauanugerahkan. Tolonglah kami agar tidak lagi diperhamba oleh apapun dan siapapun juga di dunia, termasuk diperhamba oleh keinginan, kemarahan, atau kebiasaan kami yang buruk. Karuniakan kami RohMu agar kami sungguh bebas dan bahagia. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
@Apalagi diperhamba oleh kebiasaan buruk: alkohol atau rokok misalnya.
———
Maksudnya mungkin minuman yg beralkohol.Lega rasanya karna dalam renungan hari ini, minum Tuak tidak termasuk sebagai kebiasaan buruk. Saya sangat setuju bahwa kebiasaan merokok adalah kebiasaan yang sangat buruk.
Mengutip pernyataan Saudara Nainggolan Prabu:
“Lega rasanya karna dalam renungan hari ini, minum Tuak tidak termasuk sebagai kebiasaan buruk.”
Minum tuak ada baik dan buruknya. Buruk bila kita sampai mabuk, namun baik bila minum dengan porsi yang tepat sehingga tuak dapat menjadi obat (kata Bapak saya
). Saya juga masih bingung, setiap kali saya ingatkan Bapak saya untuk berhenti minum tuak, dia selalu bilang, “Gak akan sampai mabuk pun..”.
Makanan atau minuman apapun itu bila melebihi porsi atau takaran yang kita butuhkan akan membawa buruk buat kita. Menurut saya renungan ini mengajarkan kita janganlah makanan/minuman atau apapun yg tidak di kehendaki Tuhan menguasai diri kita apalagi memenjarakan kita sehingga kita menjadi ketergantungan/kecanduan, tetapi kita harus dapat menguasai diri untuk hal-hal itu, karena kita telah di merdekakan oleh Kristus
Amang, dimana ya cari informasi tentang arti2 nama minggu? seperti ephipanias dll
Terimakasih… Kristus telah memerdekakan kita, kepadakawan-kawan mohon resep untuk memerdekakan diri dari rokok. Tks.