Aku akan menolong domba-domba-Ku, supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa. (Yehezkiel 34:22a)
Umat Tuhan sering digambarkan bagaikan kawanan domba, sementara para pemimpin dilukiskan ibarat gembalanya. Namun tidak selamanya para pemimpin atau gembala itu bekerja dengan baik dan benar, apalagi penuh cinta kasih mengembalakan kawanan domba itu. Kadang ada pemimpin yang membiarkan orang-0rang yang dipimpinnya bagai kawanan domba tak bergembala, terpencar-pencar dan kucar-kacir. Ada pula pemimpin yang membiarkan umat berkelahi sesamanya. Ada pemimpin yang tidak perduli dengan anggotanya yang lemah dan kecil, dan membiarkannya diserang oleh yang kuat dan besar. Ada pula pemimpin yang hanya mau senang dan syur sendiri, serta cuma memikirkan bagaimana memperkaya dan menyenangkan diri. Itulah yang terjadi pada jaman nabi Yehezkiel, dan berulang kembali pada waktu lain.
Tuhan Allah sebagai Gembala Agung, Pemilik domba-domba atau umat itu tentu saja marah. Allah memperingatkan para gembala atau pemimpin itu bahwa Dia akan turun langsung menolong umatNya. Dia tidak membiarkan umatNya dimangsa dan menjadi korban para pemimpin gadungan, pengecut dan culas. Tuhan perduli kepada umatNya apalagi yang kecil dan lemah, yang mudah menjadi korban keganasan pemimpin atau sesamanya.
Apa yang bisa kita petik dari ayat harian ini? Jika kita mendapat amanat, tugas dan jabatan sebagai pemimpin dimana saja: lakukanlah tugas memimpin itu dengan baik dan benar, sesuai kehendak Tuhan. Jadilah pemimpin yang adil, jujur dan berani serta arif. Cintailah orang-orang yang harus kita pimpin. Jangan korupsi. Jangan hanya memikirkan diri sendiri. Majukan dan kembangkanlah persekutuan atau masyarakat yang kita pimpin. Takutlah selalu kepada Tuhan Allah, Gembala dan Pemimpin Agung, Pemilik kehidupan.
Jika kita sebagai orang yang dipimpin: bersikaplah baik dan benar. Taatilah hukum dan hormatilah pemimpin. Lakukanlah tugas dan tanggungjawab kita sebaik-baiknya. Ikutlah membangun persekutuan dan masyarakat yang kita pimpin dan berikan kontribusi. Jangan hanya menuntut dan ingin menerima saja. Jangan melakukan kekerasan dan kejahatan terhadap sesama. Juga takutlah selalu kepada Tuhan dan berserahlah kepadaNya.
Doa:
Ya Allah, Engkaulah Gembala Agung, Pemimpin dan Pemilik kehidupan. Gembalakanlah kami. Jangan biarkan kami tersesat, tercerai-berai dan binasa. Selamatkanlah dan pimpinlah kami. Ya Tuhan, jadikan kami pemimpin yang adil, benar, jujur dan berani serta bijak. Dan jadikan kami anggota yang proaktif dan kreatif, serta selalu memberi kontribusi kepada kehidupan persekutuan dan masyarakat. Di atas itu semua, berikanlah kami kerendahan hati, agar kami selalu mendengar sabdaMu dan taat kepada kehendakMu. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Paparan mengenai gembala dan pemimpin yang baik; yang amang paparkan di atas untuk saati ini adalah sebuah kepemimpinan yang sangat dirindukan banyak orang. Bagaimana cara dan upaya “kita” untuk mencetak pemimpin yang memenuhi kriteria seperti itu yang cukup sulit amang.
Horas
Kita juga akan menjadi gembala buat anggota keluarga kita dan kita jangan hanya membayangkan kalau mangsa itu adalah berbentuk Harimau, Serigala, Singa dll, tetapi mangsa yang ada saat ini adalah kelaparan , kebodohan, bahaya lalin, emosi, pertentangan, korupsi dll.