Yang Memandang Kepada Tuhan Tidak Dipermalukan

January 24, 2011
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Senin 24 Januari 2011:

Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. (Mazmur 34:5)

Tuhan tidak akan mempermalukan orang-orang yang memandang kepadaNya. Tuhan tidak akan mengecewakan orang-orang yang menantikan Dia. Ya Tuhan tidak akan menyuruh orang-orang yang berharap kepadaNya pulang dengan tangan hampa atau sia-sia. Itulah berita yang kita dengar hari ini melalui kesaksian Daud, hambaNya. Dan berita itu sungguh menguatkan dan membesarkan hati kita.

Keyakinan kepada Tuhan yang maha baik, rahmani dan rahimi, memberi kita semangat menyala-nyala untuk berjuang serta berkarya di tengah dunia ini. Kita tidak sombong atau meninggikan diri kita. Namun keyakinan kita kepada pertolongan Tuhan membuat kita dapat tetap berdiri kokoh dan menegakkan kepala di tengah kenyataan hidup yang sesulit apa pun. Iman kita membuat hati dan muka kita tetap berseri-seri. Iman kita membuat kita dapat berdiri walaupun begitu besar dan banyak tantangan yang menghadang.

Saudara  sedang merasa lesu dan layu, malu atau takut hari ini? Saudara sedang merasa jatuh dan runtuh? Pandanglah kepada Tuhan Allah dan bangkitlah dengan kekuatanNya. Tegakkanlah kepala dan angkatlah wajah, terimalah kasihNya dan kembali berjuanglah.

Doa:

Ya Allah, kepadaMulah daku memandang dan mengharap pertolongan. Jangan kecewakan dan permalukan hambaMu., karena Engkau selalu punya solusi. Penuhilah hatiku dengan damai dan bangkitkanlah aku untuk hidup berbuat baik. Dalam Kristus, Tuhan dan Juruselamat, hambaMu percaya dan menang. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Share on Facebook

4 Responses to Yang Memandang Kepada Tuhan Tidak Dipermalukan

  1. MARTH on January 24, 2011 at 10:43 am

    Terima kasih mang untuk renungan hari ini…..
    bacaan ini membuat ak mudah2an semakin tegak berdiri, bagaimana tidak sudah 10 tahun ak sering merasa jatuh dan runtuh karena selama itu pula suamiku tidak mau berusaha bekerja padahal anak2 butuh dana yang semakin hari semakin sulit ak rasakan, ak berjuang sendiri memenuhi keb rumahtangga dari titik kecil sampai titik besar…..dia sehat, masih muda dan kuat, tidak pernah mau ke gereja,,,,,apa yg harus ak lakukan mang untuk semua ini???????……….
    dia sering marah2 sampe mukul anak2, bicaranya kasar, walau begitu ak hanya diam aja, tidak bisa berbuat apa2!!!….aduh kadang ak berfikir yg tidak2…..tolong mang, mohon saran bagaimana cara ak lebih kuat menjalani hidup bersama suamiku…..

    Daniel Harahap:
    Ito, masalah kekerasan domestik atau kekerasan dalam rumah tangga tidak bisa diselesaikan di blog atau facebook. perlu percakapan khusus yang serius, mengetahui akar masalahnya dan mencari langkah2 menuju solusi. Apalagi kasusnya lebih kompleks lagi karena suami tidak mau bekerja. Selain doa dan tekad, sepertinya Ito perlu mencari konselor untuk membantu.

  2. sanny on January 24, 2011 at 2:46 pm

    Shalom amang.
    Sungguh bahagia membaca narasi yang amang sampaikan.
    Ijinkan saya memberikan masukan sedikit amang?
    Di hadapan ALLAH memang kita tidak akan dipermalukan, tetapi sering di antara sesama manusia, kita saling mempermalukan.
    Hal ini sering terjadi dan muncul di rana adat istiadat, katakanlah adat-istiadat batak.
    Saya ada sedikit cerita :
    1. Ada paojakhon boru sileban menjadi marga X (atas permintaan calon mempelai yang merupakan boru dari X
    2. Acara paojakhon tersebut dilakukan hanya seputar keluarga, tidak memanggil dongan tubu dari X (sebab X tidak mengikuti keanggotaan kumpulan X)
    3. Parhata tidak dari marga X, melainkan XY
    4. Ketika acara berjalan, pihak kumpulan X mencerca XY dan pihak X membela XY
    5. Ujung pertikaian. Anak dari X yang menjadi anggota akan menerima surat pemecatan dan teguran dengan catatan pelecehan marga X.

    Nah, inilah yang sering terjadi di lingkungan orang kita batak.
    Ada saja yang mau mempermalukan antara satu dengan yang lain.

    Horas
    Tuhan Yesus Memberkati.

    Sanny

  3. Andy Harahap on January 25, 2011 at 8:37 am

    @Sanny selain cerita panjang lebar di atas, dengan orang batak yang membatakkan SBY saja sudah bikin saya malu jadi orang batak.. :-)

  4. Tina on July 18, 2011 at 1:26 am

    Kesaksian, Saat saya membaca Renungan ini, aku merasakan bahwa cahaya TUHAN bersinar di muka saya, saat matahari tiba tiba memunculkan sinarnya, pada jam 20:00. Padahal keadaan dalam sehari ini gelap. Dan saat aku merasakan ini sungguh hatiku di penuhi oleh perasaan damai dan perasaan bersyukur dalam doaku sampai saya mengatakan TUHAN aku mencintaiMu. Sementara aku menulis ini matahari masih tetap bersinar seakan akan menyatakan penyertaan TUHAN selalu. Sunguh TUHAN kita adalah ALLAH yang ajaib. Terimaksih TUHAN di mana saya boleh menyaksikan akan kasih penyertaanMu dalam hidupku pada saat ini. Terimakasih pak Daniel,TUHAN memberkati kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*