Banyak Alasan Tak Melayani Tuhan. Benar?

January 20, 2011
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Kamis 20 Januari 2010:

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Roma 12:11)

Ada banyak sekali yang bisa kita jadikan dalih atau alasan untuk mundur dari pelayanan gereja atau pelayanan sosial. Pertama: kesibukan mencari uang. Pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari tampaknya sangat wajar, logis dan sah jika dijadikan alasan mundur atau tidak pernah mau maju melayani Tuhan. Kedua: urusan rumah tangga. Ini juga alasan yang sangat logis dan baik. Bukankah urusan rumah tangga sangat penting dan juga kehendak Tuhan? Bukankah sebagai orang beriman kita juga harus senantiasa mengutamakan kepentingan keluarga. Ketiga: kemudaan atau kekurangmampuan. Ini juga alasan yang kerap dimunculkan untuk menolak panggilan Tuhan: saya masih muda. Saya tidak mampu. Harusnya dikatakan: saya masih muda, saya mau namun saya perlu dimampukan. Keempat: kurang cocok dengan seseorang yang sudah ada di sana. Kelima: capek dan jenuh. Keenam: silakan isi sendiri.

Kita tidak perlu mengabaikan atau menafikan semua alasan di atas lantas menganggapnya seolah-seolah tak penting sama sekali.  Bekerja dan mengurus rumah tangga adalah tugas utama dan  tanggungjawab kita juga kepada Tuhan.  Namun Tuhan juga menghendaki agar kita berpartisipasi dan terlibat dalam gerejaNya, dan tidak hanya sibuk mengurus diri sendiri saja. Sebab itu dengan tetap melaksanakan pekerjaan dan kehidupan kita sehari-hari kita juga dipanggil melayani Tuhan dalam gerejaNya sesuai dengan karunia kita masing-masing. Dan kita tidak dapat membuat dalih apapun.

Hari ini firman Tuhan mengingatkan kita agar jangan kendor, jangan lesu, dan jangan berhenti (atau tak pernah maju) melayani Tuhan. Bagaimana caranya? Terimalah kekuatan RohNya. Mintalah padaNya sukacita dan semangat yang tak pernah padam untuk melayani Dia. Itu sangat penting sebab pelayanan di gereja juga tidak sepi masalah dan penuh tantangan.

Doa:

Ya Allah, karuniakanlah kami RohMu agar kami tetap sukacita dan semangat melayani Tuhan. Jadikanlah kami alat dan pelayanMu sesuai dengan kepribadian dan kekhasan, profesi dan latar belakang kami.  Mulialah nama Tuhan melalui segenap hidup dan pekerjaan kami sehari-hari juga keaktifan kami di rumahMu. Demi nama Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*