Tanpa Keadilan Tiada Kesejahteraan

January 17, 2011
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Senin 17 Januari 2011:

Semata-mata keadilan, itulah yang harus kaukejar, supaya engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. (Ulangan 16:20)

Menurut seorang pakar, keadilan berarti tiga hal, yaitu: (1) memberikan kepada setiap orang (termasuk yang kecil, lemah dan miskin) apa yang menjadi hak-nya. (2) Memberikan kepada tiap-tiap orang (termasuk yang kecil, lemah dan miskin) apa yang menjadi kebutuhan hidupnya. (3) Memberikan kepada tiap-tiap orang (termasuk yang kecil, lemah dan miskin) imbalan yang wajar atas prestasi atau sumbangsihnya bagi kehidupan.

Tuhan Allah kita adalah adil. Umat TUHAN diingatkan agar senantiasa mengejar keadilan. Satu dari tiga tuntutan Tuhan kepada kita manusia adalah berlaku adil (Mika 6:8). Sebab itu kita didorong agar sungguh-sungguh mementingkan dan memperjuangkan keadilan dalam kehidupan ini. Baik secara individual maupun institusional keadilan haruslah menjadi tema dan junjungan kehidupan kita. Mengapa? Sebab  hanya dengan keadilan itulah kehidupan ini akan damai dan sejahtera. Tanpa keadilan tidak akan pernah tercipta perdamaian. Tanpa keadilan tidak akan pernah terwujud kesejahteraan masyarakat dan negeri.

Sebab itu hari ini mari kita menanyakan ketiga pertanyaan di atas. Apakah  pribadi, gereja, masyarakat dan negara kita memberikan kepada tia[-tiap orang  apa yang menjadi haknya,  sesuai dengan kebutuhannya serta sesuai dengan prestasi atau kerja kerasnya? Tiap-tiap orang disini maksudnya tanpa kecuali dan tanpa membedakan suku, agama, golongan atau jenis kelaminnya. Harus digaris bawahi, termasuk di dalamnya orang yang miskin, kecil dan lemah, yang dalam kenyataan selalu diperlakukan tidak adil dalam kehidupan ini! Jika ya, berbahagialah kita sebagai pribadi, gereja, masyarakat dan negara. Jika tidak, baiklah kita sadar kebahagiaan dan kesejahteraan tak akan pernah kita dapatkan dan miliki.

Sebab itulah Tuhan Allah berfirman: semata-mata keadilan, itulah yang kaukejar, agar engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan oleh Tuhan Allahmu!

Doa:

Ya Allah yang maha adil, sumber kedamaian dan kesejahteraan. Ajarlah kami berlaku adil kepada sesama. Doronglah pribadi kami, juga institusi-institusi kami terutama gerejaMu, agar sungguh-sungguh memperhatikan dan memperjuangkan keadilan dalam kehidupan bersama kami. Sadarkanlah kami bahwa hanya dengan  keadilan-lah kami hidup sejahtera dan damai. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Share on Facebook

One Response to Tanpa Keadilan Tiada Kesejahteraan

  1. Bonar Nainggolan on January 17, 2011 at 4:14 pm

    Oleh karena itu dengan sangat erat Garuda mengngenggam Pantjasila dan UUD’45 sebagai dasar falsafah negara dan sumber dari segala sumber Hukum di negeri ini. Sila yg kelima :”Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.(tanpa kecuali)

    Tak heran hari ini banyak puggawa negeri ini makin tak paham tentang keadilan, karena Pantjasila sebagai dasar negara sudah terkubur sejak reformasi menggema, bahkan UUD’45 diamandemen(klo bisa tiap hari jumat)hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan, bukan untuk kepentingan seluruh rakyat.

    Pedang Dewi keadilan yg digemgam ditangan kanannya, hanya tajam tertancap kebawah dimana rakyat kecil dan lemah menjerit tertindas ketidakadilan, tidak menancap keatas. Dewi Keadilan menutup matanya dengan maksud agar saat menegakkan hukum yg adil tidak tebang pilih, namun hukum dinegeri ini ibarat piso dapur, tajam kebawah tumpul bagian atas.

    Negara harus barada dalam garda terdepan dan wajib mengelola hukum yg adil demi keadilan bagi seluruh rakyat. Saat negara hanya mampu berlaku tidak adil terhadap yg miskin dan lemah di negeri ini, maka saat itulah Tuhan mulai menghitung mundur, kedatang azab yg berikutnya untuk negeri ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*