Maksud Pemanggilan Saudara

January 13, 2011
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Kamis 13 Januari 2011:

Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa. (Yesaya 42:6)

Tuhan Allah memanggil Saudara dan saya, kita semua yang beriman, menjadi hambaNya. Ada yang dipanggil menjadi hambaNya untuk menegakkan hukum dan keadilan di tengah-tengah masyarakat, yaitu: polisi, jaksa, hakim dan pengacara. Ada yang dipanggil menjadi hamba Allah untuk mendidik, yaitu guru dan dosen serta motivator. Ada yang dipanggil menjadi hambaNya dibidang ekonomi guna menyejahterakan masyarakat, atau untuk melayani kesehatan seperti dokter, perawat, bidan, dan ahli farmasi. Ada yang dipanggil menjadi hambaNya untuk melayani ibadah di gereja, yaitu pendeta dan lain-lain. Secara singkat, semua kita dipanggil menjadi hamba Tuhan, menyerahkan diri taat dan melayani Tuhan.

Tuhan Allah memanggil kita semua yang beriman, tanpa kecuali, untuk menjadi hamba-hambaNya bukan tanpa makisud atau tujuan. Dia ingin Saudara dan saya mengambil bagian dalam karya keselamatanNya. Dia sampai sekarang masih berkarya mewujudkan damai sejahtera di tengah-tengah dunia dan Tuhan ingin mengajak kita ikut serta. Dia ingin kita ikut berpartisipasi memulihkan kehidupan dan kemanusiaan, mencerahkan dan menerangi dunia bangsa-bangsa dengan firman dan kasihNya, serta melayani perjanjian damai Allah dan manusia. Sungguh besar dan mulia pekerjaan kita sebagai hamba-hamba Tuhan.

Di awal tahun baru 2011 ini baiklah Saudara dan saya membaharui kesediaan menerima panggilanNya menjadi hamba itu dan melaksanakannya dengan sepenuh hati. Sebab itu marilah kita menjadikan profesi dan pekerjaan kita masing-masing sebagai pengabdian kepada Tuhan, sarana melaksanakan kehendakNya, dan alat bagi kemuliaan namaNya. Begitu banyak dan luas cakupan pekerjaan hamba Tuhan. Sila bekerja sesuai dengan panggilan khususNya kepada Saudara.

Doa:

Ya Allah, Engkau memanggil kami semua menjadi hambaMu, taat kepadaMu dan melayani maksudMu. Dengan talenta, profesi, kepribadian dan keunikan kami masing-masing, jadikanlah kami hamba-hambaMu. Pakailah kami menjadi alat di tanganMu untuk memulihkan kehidupan dan kemanusiaan, mencerahkan dan menerangi dunia, serta melayani perjanjian damai Allah dan manusia. Mulialah nama Tuhan melalui hidup dan tugas kami hamba-hambaMu.  AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Share on Facebook

4 Responses to Maksud Pemanggilan Saudara

  1. Jansen Sinamo on January 13, 2011 at 6:59 am

    Tetapi kalian adalah bangsa yang terpilih, imam-imam yang melayani raja, bangsa yang kudus, khusus untuk Allah, umat Allah sendiri. Allah memilih kalian dan memanggil kalian keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terang-Nya yang gemilang, dengan maksud supaya kalian menyebarkan berita tentang perbuatan-perbuatan-Nya yang luar biasa. (Rasul Petrus)

  2. Heince T. Simanjuntak on January 13, 2011 at 10:12 am

    Mari kita memberikan yang terbaik dengan cara bekerja keras untuk ahli dan menjauhkan hal-hal yang tidak baik khususnya korupsi dalam profesi yang kita geluti saat ini untuk kemuliaan Tuhan, Amin.

  3. Kimseng Manurung on January 13, 2011 at 12:48 pm

    Memuliakan Tuhan dengan Segenap hidup kita

  4. Nainggolan Prabu on January 13, 2011 at 3:54 pm

    Petuah Ompunggku di desa “Godang natarjou alai dang piga natarpillit”(banyak yg dipanggil, tapi cuma sikit yg dipilih), hampir analog dg kejadian-kejadian yg selalu ricuh dalam pelaksanaan pilkada di suatu negeri. Mengapa selalu ricuh?, karena yg memilih dan terpilih sebagian besar bukan hamba Tuhan melainkan hamba Tuan.

    Terimakasih untuk renungan hari ini, saya menjadi “siuman”, bahwa semua yg terpanggil oleh Tuhan ternyata adalah yg terpilih.Dalam hidup dan kehidupan hambaNya selalu diselipkan talenta. Tuhan tidak memberitahu apa dan bagaimana talenta itu. Adalah tugas kita hambanya berlatih tuk mengetahui dan menemukan talenta yg terselip itu.

    Tatkala talenta sudah “berbentuk”, maka aku merasa akupun adalah hamba Tuhan. Lalu apapun yg kulakukan dengan talentaku seharusnya adalah untuk kemuliaan Tuhan. Sebab menurutku itulah kewajiban hamba Tuhan yg terpanggil dan terpilih itu. Puji Tuhan. Amen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*