Penyesalan: Hati, Kata dan Tindakan

December 17, 2010
By

Almanak Jumat 17 Desermber 2010:

Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! Katakanlah kepadaNya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami” (Hosea 14:3)

Dengan apakah kita mengungkapkan penyesalan kita atas kesalahan dan kejahatan yang kita lakukan? Dengan apakah kita menunjukkan bahwa kita sungguh-sungguh menyesal dan bertobat?

Pertama: hati. Tuhan melihat kepada hati kita terdalam. Sebab itu hati kitalah yang pertama-tama dan terutama harus mengaku jika kita telah melakukan kesalahan atau kejahatan, merasa malu atas perbuatan itu dan menyesalinya. Selanjutnya hati kita jugalah yang harus merendah dan memohon pengampunan dari Tuhan dan sesama yang kita lukai. Dan hati kita jugalah yang harus bertekad untuk tidak mengulang kesalahan dan kejahatan itu, berjanji hidup baru dengan kuasa pengampunan Tuhan.

Kedua: mulut. Pengakuan hati saja belum cukup. Rasa sesal atas kesalahan dan kejahatan harus diungkapkan dengan kata-kata, baik kepada Tuhan maupun sesama. Kita tidak bisa berdiam diri atas perbuatan salah atau jahat yang kita lakukan. Kita harus jujur dan berani mengatakan: saya telah salah. Saya butuh pengampunan. Saya mohon dimaafkan. Saya menyesal. Saya janji tidak akan mengulangi kesalahan. Baiklah kita sadar orang lain tidak dapat membaca atau menduga isi hati kita. Sebab itu pengakuan, penyesalan, permohonan maaf, dan janji harus diucapkan. Dan Tuhan, walaupun tahu isi hati kita terdalam, tetap menginginkan kita mengaku dengan kata.

Ketiga: tindakan. Pengakuan dan penyesalan dengan kata saja tidak cukup. Kita harus mewujudkan kata-kata pengakuan dan penyesalan juga tekad hidup baru itu dengan tindakan atau perbuatan. Tanpa hati, kata-kata kita merupakan kebohongan. Tanpa perbuatan, perkataan kehilangan kekuatan. Pada akhirnya perbuatan dan sikap hidup sehari-hari kitalah yang menjadi bukti bahwa kita sungguh-sungguh bertobat dan hidup baru.

Pertanyaan: apakah ada kesalahan yang kita lakukan seminggu ini? Apakah ada kejahatan yang pernah kita lakukan namun belum kita akui kepada Tuhan dan sesali? Apakah yang akan kita katakan kepada Tuhan hari ini dan wujudkan dengan tindakan?

Doa:

Ya Tuhan, kami mengaku orang berdosa sejak lahir. Kami punya potensi dan tendensi melakukan kesalahan. Kami juga punya bakat melakukan yang jahat. Ajarlah kami mengaku:……….. Ampunilah dosa kami. Dan berilah kami kesempatan hidup baru dalam belas kasihMu. Demi darah Yesus yang tumpah untuk keselamatan kami. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Share on Facebook

4 Responses to Penyesalan: Hati, Kata dan Tindakan

  1. Friska medy Pardede on December 17, 2010 at 7:11 am

    Selamat pagi amang dan kawan semua!
    Jadi terbayang, sejak kacil sdh melakukan ritual pengakuan dosa dan kaiinginan yg kuat utk tidak melakukannya lagi setiap malam tahun baru, sampai nengis2 segala, sebagai ibu hal itu juga saya teruskan dikeluarga sendiri dan biasanya yg pakai nangis2 adalah si putri bungsuku mengakui kesal;ahn2nya diwaktu lalu dan selalu diturup kata “doakan ya mak supaya aku kuat utk tidak melakukannya lai” dan aku pasti tersenyum memandangnya lalu memeluknya krn aku tau pasti sebentar lagi dia akan melanggar janjinya sepertri aku ketika kecil dulu ( bahkan sampai saat ini??), yang pasti sih seperti doa amang selalu aku berkata : Ampunilah ketidak berdayaku krn punya potensi dan tendensi melakukan dosa.

  2. suprama on December 17, 2010 at 10:28 am

    selamat pagi All

    terimakasih Bapak Pendeta.
    atas segala penjabaran firman Tuhan yang di sampaikan
    kiranya setiap orang yang membaca perikop diatas bisa semua semakin sadar bahwa pertobatan itu perlu di imani,di ucapkan dengan mulut,bahkan dilakukan dalam kehidupan berumahtangga maupun dalam lingkungan terutama berjemaat agar Tuhan berkenan memaafkan umat_Nya yang berdosa ,sebab Tuhan juga tidak mau melihat kita berbuat dosa terus-menerus karena kita adalah ciptaan_Nya yang di kasihi sama seperti ayah dan ibu mengasihi anaknya begitu juga Dia mengasihi kita umat ciptaan_Nya.

  3. fe on December 19, 2010 at 1:13 pm

    syalom
    Tuhan Engkau mengampuni kesalahanku, aku juga harus mengampuni kesalahan orang lain juga.

  4. tyas on January 10, 2011 at 10:51 pm

    BAPA, aq menyesal telah menyakiti hati mereka, aq mohon ampunilah aq dan ubahlah aq. BAPA biar kan aq selalu berjalan di jalan mu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*