MARI MERAYAKAN NATAL (2)

December 1, 2010
By

christmas-dinner.jpg

Home: http://rumametmet.com

11. Tanya:
Apakah perayaan natal wajib menyediakan konsumsi?

Jawab:
Disini selalu ada pro dan kontra. Pihak yang tidak setuju beralasan bahwa pengadaan konsumsi selalu mahal dan menyedot anggaran terbesar (padahal panitia belum tentu mampu, dan jika itu natal keluarga bisa sangat memberatkan yang menjamu) dan salah satu biang pemborosan. Padahal makanan itu langsung habis begitu saja. Namun pihak yang setuju beralasan konsumsi diperlukan agar perayaan natal meriah dan penuh sukacita. Selain karena sudah jadi tradisi atau kebiasaan. Menurut saya sikap pro-kontra ini harus kita sikapi dengan arif. Natal walaupun dilakukan di persekutuan keluarga bukan even hura-hura atau mengamburkan uang. Di pihak lain natal juga bukan even melulu “rohani” yang mengharamkan makanan dan minuman.

Dengan pemahaman di atas kita sadar bahwa ini bukan soal wajib atau tidak wajib. Perayaan natal di gereja tanggal 24 atau 25 Desember boleh dikatakan jarang sekali menyediakan makanan atau konsumsi namun tetap dipadati oleh warga gereja. Bahkan gedung gereja seringkali tidak sanggup menampung warga. Ini adalah bukti bahwa pembagian konsumsi saat ibadah natal adalah sesuatu yang tidak penting dan tidak diharapkan sama sekali. Namun perayaan natal keluarga, persekutuan, perusahaan dan kantor bukan sekadar ibadah menyambut lahirNya Tuhan Yesus Kristus, tetapi juga suatu even silaturahmi, persaudaraan dan persahabatan. Di sini konsumsi atau makanan bisa menjadi sarana mencairkan suasana, melengkapi sukacita dan menambah suasana ramah-tamah. Bahkan makan bersama sebagaimana kultur kita bisa menjadi sarana peneguhan kekeluargaan dan persaudaraan.

Karena itu pertanyaan yang harus kita ajukan: apakah arti konsumsi pada perayaan natal yang hendak kita laksanakan? Sejauhmanakah acara makan itu bisa menambah bobot dan kualitas pesta natal tersebut? Pertanyaan ini penting kita ajukan sebab dalam banyak even natal pembagian konsumsi tak lebih dari sebuah kelaziman tanpa mempertanyakan lagi makna dan tujuannya?


12. Tanya:
Bagaimanakah pendapat Amang tentang natal-natal di gedung-gedung megah dan hotel-hotel mewah?

Jawab:
Natal adalah peristiwa kelahiran Yesus Kristus di kota kecil Betlehem dua ribu tahun lalu. Peristiwa kelahiran itu sendiri sebenarnya sangat memprihatinkan. Yusuf dan Maria tidak mendapatkan penginapan sehingga Yesus harus lahir di kandang ternak dan dibaringkan dalam palungan (tempat makanan ternak). Merayakan natal secara mewah dan berlimpah-ruah sebenarnya sangat kontradiktif dengan kisah natal atau kelahiran Yesus itu sendiri. Pertanyaan: bagaimana kita bisa menghayati kelahiran Yesus Sang Penebus di Betlehem dalam suasana yang bergelimang dengan kemewahan dan kenikmatan?

Namun jangan salah tafsir. Saya tidak mengatakan lantas kita tidak boleh lagi merayakan natal di gedung-gedung yang bagus dan bermesin penyejuk udara serta berkarpet tebal. Orang-orang Kristen yang hidupnya sudah mapan dan sejahtera tidak juga harus berpura-pura miskin dan kekurangan untuk bisa merayakan natal. Pertanyaan pokok adalah: apakah makna kelahiran Yesus di kandang hina itu bagi orang-orang Kristen yang hidupnya sudah mapan dan sejahtera itu?

Iman Kristen bukanlah iman yang egosentris. Iman Kristen berpusat pada diri Yesus Kristus, yang lahir di kandang hina serta mati disalib demi keselamatan banyak orang. Yesus yang dirayakan kelahiranNya oleh orang2 Kristen itu adalah Tuhan yang sepanjang hidupNya sangat sederhana, berbuat kebajikan dan mengasihi orang lain. Lantas apakah tandanya bahwa kita bukan sekadar merayakan kelahiranNya tapi sungguh-sungguh ingin mengikut Dia, mencontoh dan meneladani hidupNya?

13. Tanya:
Saya baru diangkat menjadi Ketua Panitia Natal di gereja. Apakah kegunaan tema natal? Bagaimanakah merumuskan tema natal yang baik?

Jawab:
Menurut saya tema natal seharusnya ditentukan oleh gereja berdasarkan pergumulan dan doa, bukan oleh panitia pelaksana. Tema natal adalah suatu pernyataan yang menyingkapkan seluruh keberadaan, harapan, tekad dan amanat perayaan natal itu. Pernyataan tema itulah yang seharusnya mendasari, memotivasi dan menginspirasi seluruh aktifitas kita melaksanakan perayaan natal itu.

Tema natal biasanya diambil dari satu atau sebagian atau rumusan ulang dari beberapa bagian Alkitab tentang makna kedatangan Yesus ke dunia ini. Agar lebih mudah diingat dan meresap tema itu seharusnya dibahasakan ulang: singkat, padat, dinamis dan menarik serta menantang. Hindarkan kalimat netral pernyataan klise (contoh: dalam rangka bla-bla-bla). Dapat berbentuk seruan, ajakan atau proklamasi. Namun sesudah tema dirumuskan tugas belum selesai. Tema natal itu bukan sekadar asesori atau hiasan spanduk. Sebab itu tema perlu terus-menerus disosialisasikan dengan berbagai bentuk agar benar-benar meresap. Lebih baik lagi jika dilakukan kegiatan PA (Pemahaman Alkitab) tema.

14. Tanya:
Bagaimana caranya agar perayaan Natal tidak telat?

Jawab:
Mulai saja persis pada jam sesuai undangan.

15. Tanya:
Saya ingin acara natal keluarga besar kami sangat sederhana namun sangat berkesan dan meninggalkan pesan yang dalam. Tolonglah bantu.

Jawab:
Suatu acara natal sangat berkesan dan meninggalkan pesan yang dalam bila jemaat yang menghadiri natal tersebut merasa kehidupannya batinnya yang paling dalam dan tersembunyi disentuh melalui liturgi dan kotbah natal. Sebab itu yang harus kita pikirkan dan pergumulkan adalah bagaimana membuat suatu liturgi natal yang bukan saja benar-benar relevan (berkaitan) dengan kehidupan yang hadir tetapi mengekspresikan isi batinnya yang paling dalam.

Natal adalah peristiwa kedatangan Allah ke dalam kehidupan kita yang paling dalam. Allah ingin hadir, tinggal bersama, berbagi, ikut merasakan suka-duka kita, sekaligus mengajak kita mengalami hidupNya. Jika kita berhasil menuangkan kenyataan itu dalam liturgi dengan menggunakan berbagai sarana (kata, nada, warna, irama, corak, simbol) maka sudah pasti natal itu akan sangat berkesan dalam dan tidak akan terlupakan.

16. Tanya:
Bagaimanakah caranya menyusun liturgi atau tata ibadah natal? Saya ditunjuk menjadi Sie Acara Natal. Padahal saya tidak mengerti sama sekali soal liturgi.

Jawab:

Ibadah natal seperti ibadah-ibadah lainnya adalah ungkapan perjumpaan Tuhan dan gerejaNya. Tata ibadah sebenarnya disusun untuk mewadahi perjumpaan atau interaksi antara Tuhan dan gerejaNya
itu. Secara sederhana dalam tata ibadah bisa dibagi 2(dua), yaitu:
(1) sapaan Tuhan kepada umatNya
(2) sapaan umat kepada Tuhannya

Yang termasuk dalam sapaan Tuhan kepada umatNya antara lain adalah: tahbisan dan salam, sabda pembuka (votum
introitus), hukum Tuhan, berita anugerah pengampunan dosa, petunjuk hidup baru, pembacaan Alkitab, kotbah dan berkat serta pengutusan. Sementara yang termasuk dalam sapaan umat kepada Tuhannya antara lain: doa syukur, pengakuan dosa, nyanyian-nyanyian, persembahan, pengakuan iman, tekad hidup baru, doa syafaat. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan pendeta atau majelis jemaat apakah tata ibadah natal yang Anda dan kawan2 rangkai sudah memenuhi pemahaman liturgi yang benar. Satu contoh kekeliruan yang sering terjadi misalnya: dalam tata ibadah natal
misalnya ada pengakuan dosa namun tidak ada berita pengampunan dosa. Padahal inti sari Alkitab dan juga pesan utama kedatangan Yesus adalah: pengampunan dosa. Contoh kekeliruan lain: liturgi menjadi monolog atau sapaan umat melulu kepada Tuhannya. Padahal dalam liturgi atau ibadah bukan hanya umat yang berbicara kepada Tuhannya tetapi Tuhanlah
pertama-tama dan terutama yang ingin berbicara kepada umatNya menyampaikan Kabar Baik tentang keselamatan.

17. Tanya:
Bolehkah kita merayakan Natal pagi atau siang hari?

Jawab:
Sangat boleh sekali. Perayaan natal pagi atau siang hari, tentunya di hari Sabtu atau Minggu, seringkali lebih membantu bagi saudara-saudara yang tinggal jauh dan tidak memiliki kenderaan pribadi. Juga lebih segar bagi anak-anak. Tentu saja merancang acara natal pagi hari dan malam hari sedikit berbeda. Contoh kecil: mungkin lagu malam kudus lebih cocok dinyanyikan malam hari apalagi dengan bantuan cahaya lilin. Namun kemeriahan lilin natal di malam hari bisa digantikan dengan kuntum bunga atau coklat kecil yang dibagi-bagikan kepada yang hadir.

18. Tanya:
Kami ingin membagi-bagikan hadiah natal kepada anak-anak Sekolah Minggu. Namun tidak disetujui oleh Parhalado. Menurut mereka yang benar anak-anak harus dilatih memberi kepada Tuhan Yesus dan bukan menerima.

Jawab:
Pertanyaan saya kepada Parhalado: bagaimana anak-anak bisa tahu memberi jika mereka tidak pernah menerima? Memberikan hadiah natal yang spesial kepada anak-anak Sekolah Minggu adalah sesuatu yang baik dan sesuai dengan makna natal itu sendiri. Yaitu: Allah datang ke dunia membagi-bagikan cinta kasihNya. Dengan menerima hadiah natal dari gereja anak-anak secara perlahan namun pasti meresapi dalam hatinya bahwa Tuhan (melalui gerejaNya)( sangat baik dan penuh perhatian kepada mereka. Itu membuat mereka bersukacita dan bersyukur. Jadi pemberian hadiah natal kepada anak-anak tidak benar akan memupuk sifat anak-anak hanya tahu menerima. Sebab di di lain kesempatan anak-anak bisa dilatih untuk belajar memberi.

19.Tanya:
Kami merencanakan untuk mengundang anak-anak yatim-piatu dari suatu panti asuhan untuk bernatal bersama anak-anak Sekolah Minggu di gereja. Ada usul agar anak-anak SM-lah yang berkunjung ke panti asuhan. Bagaimana pendapat Amang?

Jawab:
Mengundang anak-anak yatim-piatu datang ke gereja bernatal bersama atau membawa anak-anak SM bernatal di panti asuhan bisa berdampak positif atau sebaliknya negatif. Positifnya: anak-anak yatim-piatu merasa mereka tidak sendirian, ada yang memperhatikan dan menyayangi mereka. Selanjutnya anak-anak SM diajak memahami realitas hidup bahwa ada anak-anak yang kurang beruntung di dunia ini. Negatifnya: anak-anak yatim-piatu malah bisa semakin merasa kecil hati, sedih dan kecewa dalam lubuk hatinya karena melihat anak-anak SM yang segala-galanya jauh lebih baik dari mereka. Sebab itu ide ini perlu dipertimbangkan masak-masak. Maksud dan niat baik tidak selamanya menghasilkan sesuatu yang baik.

Saran saya jika memang hendak mengundang anak-anak yatim-piatu bukan dalam rangka seremoni atau perayaan natal, tetapi suatu even khusus yang memang dirancang khusus untuk mempertemukan dan memberikan kesempatan kepada anak-anak SM dan anak-anak panti asuhan berinteraksi. Untuk itu anak-anak SM perlu dibekali sebelumnya agar kedatangan dan penampilan serta tutur-kata mereka tidak menyinggung hati kawan-kawannya. Yang lebih penting anak-anak SM dibekali pemahaman bahwa anak-anak yatim-piatu ini memang kurang beruntung karena harus tinggal di panti asuhan, namun mereka tetap anak-anak yang disayang Tuhan, berharga dan punya masa depan sama seperti mereka.

Pdt Daniel T.A. Harahap

(bersambung)

Home: http://rumametmet.com/

Share on Facebook

Tags: , , , , , , , , ,

16 Responses to MARI MERAYAKAN NATAL (2)

  1. Ergi on November 6, 2008 at 8:56 am

    Saya terbeban menjadi MC Natal di Fakultas krn itu saya sendiri yg menyusun tata ibadahnya. Saya sgt takut org lain tdk mengerti dgn konsep ibadah yg benar. Apakah saya egois? dan seperti yg saya duga stlh saya sampaikan konsep acara saya, bnyk yg ingin memasukkan drama atau tampilan lain yg byk memakan waktu sebelum khotbah. saya bingung..tolong saya..saya btl-btl ga nyaman ketika mereka menyampaikan konsep mereka..

  2. Davijani Rumengan on December 22, 2008 at 9:41 am

    Saya dipercayakan untuk membuat acara perayaan natal, dalam pemikiran dan konsep saya bahwa namanya perayaan natal (bukan ibadah natal 24 &25des) bagi jemaat lebih cenderung untuk “disenangkan”, oleh karena itu saya menyusun acara perayaan natal itu tanpa ada “ibadah” yang formal, sekalipun tetap ada “pemberitaan firman” yang saya namakan Pesan/Refleksi Natal. Artinya bahwa konsep perayaan natal itu sendiri tidak mutlak harus dengan Tata Ibadah yang “Sakral” sebagaimana kita buat di gedung gereja sendiri. yang jadi tanyaku amang, apakah perayaan natal jemaat yang dibuat oleh gereja sendiri mutlak harus ada Tata Ibadah, bisakah dibuat dimodifikasi semacam “konser” atau lebih menonjolkan pada puji-pujian(koor,VG,solo) kemudian untuk pemberitaan natal saya sebut itu Pesan Natal atau Refleksi Natal. Tks Amang

  3. Tony Daniel Simorangkir on October 17, 2009 at 5:52 pm

    Amang, aku minta dulu contoh bentuk acara liturgi natal untuk natal gabungan (kategorial Ama, Ina. NH, Remaja dan SM di gabung). Mauliate

  4. Seno reta on October 19, 2009 at 10:38 pm

    Amang,tolong kita dikirim acara natal on line,kita butuh kalau bisa persi terbaru amang.sebelumnya terima kasih.
    seno reta HKBP BUKIT MORIA

  5. Lamhot on November 11, 2009 at 9:10 pm

    Syalom amang..
    Saya minta tema yg cocok utk keadaan komunitas muda kristen yg sdg dlm kondisi tdk kompak,egoisme yg tinggi,turunnya minat anggota utk ibadah dlm komunitas,dan anggota baru kurang dirangkul..thanks before amang….

    Daniel Harahap:
    Apa ya? Bagaimana kalau: Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan (Filipi 4:4) ? :-)

  6. sylem on November 12, 2009 at 3:22 pm

    Pak, bpk punya gak contoh ayat-ayat liturgi Natal kaum wanita. Kalo punya tolong dibagikan ya Pak. Tks.

  7. vierwinto on November 13, 2009 at 9:01 am

    syalom….
    boleh gx saya minta tema untuk natal tapikhusus untuk remaja dan perkuliahan.thanks…

  8. novi siagian on November 23, 2009 at 9:03 pm

    sialoomm,
    bingung ni amang nentuin tema natal yang cocok untuk remaja apa iaa ??

    Daniel Harahap:
    Kamu adalah garam dunia.

  9. Wandy sinaga on December 15, 2009 at 12:42 pm

    Syalom,
    amang minta tolong buatkan contoh liturgi prolog natal untuk sma.

    Daniel Harahap:
    Aduh Wandi. Kayaknya waktunya saya sudah benar-benar habis dan enerji terkuras.:-)

  10. Lenda Toalu on December 16, 2009 at 11:17 am

    Syaloom!!!!
    Tolong bantu saya dong,untuk contoh tata cara ibadah natal.
    untuk pemuda,soalnya temanya yang teman-teman saya pilih”Hidup adalah anugerah” plizz…zo urgent pak..
    JCBU…^_^

  11. Ian Beckz on November 24, 2010 at 10:07 am

    syalom,,,,
    amang minta tolong carikan konsep natal dong…..
    sbnrx bnyak teman” saya yg udah ksh konsep natal,,, tp sy bngung….,,, karena di acara natal ini kita ibadah natal bersama,,, ada agama lain…
    jd,,, amang tlong ksh konsep natal yg sesuai….
    mksh_
    GBU

  12. Netty on October 27, 2011 at 2:56 pm

    Syaloom,
    Kalau punya konsep, ayat-ayat liturgi atau bahan untuk natal, sekolah minggu, remaja, dan kaum bapak ibu, boleh donk … dibagi …

  13. Henry Marco on November 13, 2011 at 7:27 am

    Syalom pak,
    saya seorang mahasiswa di salah satu Universitas Negeri di Medan…
    saat ini saya di minta untuk menentukan tema acara natal alumni SMA saya dulu. menurut bapak tema apa yang bagus ya?

  14. suharno kardim on November 22, 2011 at 7:58 pm

    Amang minta bantuan,konsep natal GKE..mksh

  15. patar saputra sihombing on September 15, 2012 at 3:05 pm

    mnta contoh konsep perayaan natal lah amang..
    beserta liturgi2 nya

  16. delvina on November 18, 2013 at 9:34 pm

    syaloom…
    amang, saya terpilih sebagai panitia di sie acara. kami berencana akan natal bersama di panti jompo. bisa amang bantu contoh susunan acara supaya nanti acara bisa berkesan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*