Almanak Senin 16 Agustus 2010:
Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain. (1 Tesalonika 5:13b)
Tuhan memanggil kita agar sungguh-sungguh merdeka. Dia telah memerdekakan kita dari belenggu yang terberat, yaitu dosa dan kematian. Dan Dia memanggil kita juga agar merdeka dari berbagai belenggu lain seperti kebodohan, kemiskinan, ketertutupan dan keterbelakangan serta ketakutan. Lebih dari itu Tuhan memanggil kita agar merdeka berbicara, bertindak, berkarya, berekspresi dan beribadah.
Namun kita tidak hanya dipanggil merdeka atau bebas. Kita juga dipanggil untuk hidup damai. Sebab itu kita juga harus merdeka dari belenggu kebencian, dendam dan kedengkian. Kita juga harus sungguh-sungguh bebas atau merdeka untuk berdamai dengan sesama kita.
Hiduplah dalam damai seorang dengan yang lain. Namun jangan pernah takut menyatakan kebenaran. Jangan pernah toleran dengan kejahatan.
Doa:
Ya Tuhan, ajarlah kami hidup damai dalam kebenaranMu. Biarlah kami memperjuangkan aspirasi dan kepentingan kami dengan cara-cara damai jauh dari kekerasan. Penuhilah hidup kami dengan Roh Kudus. Mulialah nama Tuhan melalui seluruh ucapan, karya dan tindakan, persekutuan dan kesaksian kami. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Kembali ke halaman depan:
Share on Facebook
Ya Tuhan tuntunlah kami umatMu agar kami bisa berdamai dengan orang lain walaupun kami berbeda keyakinan, berbeda suku, berbeda latar belakang dan lain sebagainya sehingga kami bisa saling memahami, sehingga diantara perbedaan itu kami menemukan toleransi yang kuat.
Merdeka! Salam merdeka utk semua pencinta dan pembaca rumametmet. Kita memang adalah orang-orang merdeka oleh darahNya. Walau kata merdeka ini harus dipertanyakan dalam konteks duniawi, terlebih berita terkini terutama pagi ini di perbincangan Metro TV. Memenangkan merdeka harus ditunjang oleh intelektual, baik ilmu, emosional, dan spiritual. Saya yakin TYK akan menang, dan kita dibawa atau dijadikan alatnya mencapai kemenangan yang benar.
Seperti kemarin yg dilakukan oleh umat Kristen dan kawan2 yg berkeyakinan lain berbaur menyampaikan aspirasi secara damai di depan Istana dan Monas, puncak dari ketidak perdulian yg berwenang terhadap kebebasan beribadah terutama yg dialami kawan2 kita yg di Bekasi, saya lihat foto2nya amang yg juga hadir disana melalui teman2 fb saya.
Salam kenal yah.. amang Pdt Daniel.
Kiranya kemerdekaan yang Tuhan Yesus berikan bagi kita dan bangsa kita Indonesia ini membuat kita senantiasa sadar dalam menata hidup kita dan hidup berbangsa sesuai kodrat kita masing-masing.
Tapi apa perkataan kodrat adalah sebuah ungkapan skeptis?aku pikir tidak, karena kita juga telah dibekali oleh talenta yang berbeda-beda.